Cari Tulisan Tentang:

Kumpulan Video Saluran Arda TV

Banner 468x60 

1. Kreatif Menaikan Meja Ke Atas Gedung

 

2. Lomba Hari Pendidikan di Kecamatan Barus Kab. Tapanuli Tengah

 3. Bermain Air di Bendungan

4. Sekilas Aktivitas Arda Dinata di FaceBook

 5. Hygiene

 

 Koleksi Video Lainnya Bisa Kunjungi di Saluran:

 Arda TV

 

 

Catatan Buku Kehidupan Manusia

Menari Dalam Impian Nyata
"Menari-nari dalam impian yang begitu menyala. Pijar karya-karya itu begitu nyata di depan mata. Aku harus menyambutnya dengan suka cita. Tahun 2016 adalah moment lahirnya karya-karya yang siap dinikmati dunia."
~Arda Dinata~
http;//www.ardadinata.com

###

Sahabat....
Sesaat lagi th 2015 akan berakhir, segala kenangan manis & menyedihkan berlalu bersama datangnya th 2016.

Hidup Mɑnusiɑ seperti sebuɑh BUKU.
Sampul depɑn ɑdɑlɑh lembar Kelahiran.
Sampul belɑkɑng ɑdɑlɑh lembar Kemɑtiɑn.
Tiɑp lembɑrnyɑ, ɑdɑlɑh tiɑp hɑri dɑlɑm hidup kitɑ dɑn ɑpɑ yɑng kitɑ lɑkukɑn.
Ada lembaran yg menyenangkan unt dibaca dimana orang tua, anak, suami/ istri, sahabat keluarga dan orang lain telah membuat hari2 ini jadi menyenangkan.

Ada lembaran yg tdk enak dibaca dan membuat kita menitikan air mata karena sesuatu yg menyakiti hati kita. Tetapi kt harus ucapkan trima kasih karna pengalaman ini telah mengajarkan arti kesabaran.
Ada lembaran catatan dimana kita pernah menyakiti hati org lain..., maafkan kekhilafansy, Karena sy HanyaLah MANUSIA BIASA.

Tulisan2 itu sekɑli tertulis dalam lembaran2 putih, tidɑk ɑkɑn pernɑh bisɑ di edit lɑgi.......
Jɑngɑn pernɑh lupɑ selɑlu bersyukur dan bertɑnyɑ kepɑdɑ Allah tentɑng ɑpɑ yɑng hɑrus ditulis tiɑp hɑrinyɑ. Supɑyɑ pɑdɑ sɑɑt hɑlɑmɑn terɑkhir buku kehidupɑn kitɑ selesɑi, kitɑ dɑpɑti diri ini sebɑgɑi pribɑdi yɑng berkenɑn

Marilah kita bersama2 membuat tulisan baru pada buku kehidupɑn kita di th 2016. Menulislɑh dengɑn tintɑ CINTA, KASIH SAYANG dan KEBIJAKSANAAN.

Selamat memasuki Tahun Baru 2016, semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, kesuksesan, kebahagiaan dan barokahNya pada kita semua.
Aamiin Allahumma aamiin

Syair-Syair Kehidupan

Menari-Nari Dalam Impian Nyata

"Menari-nari dalam impian yang begitu menyala. Pijar karya-karya itu begitu nyata di depan mata. Aku harus menyambutnya dengan suka cita. Tahun 2016 adalah moment lahirnya karya-karya yang siap dinikmati dunia."
~Arda Dinata~
http;//www.ardadinata.com

Jiwa Berirama Dalam Tatapan Senja

"Alunan nada-nada itu begitu membuat jiwa ini berirama dalam tatapan senja yang begitu manja. Belaian jiwanya membuat naluri pikirku terus mengembara dalam sukma yang tersenyum mesra. Alam setia dalam inspirasi nyata yang berdaya." ~ ARDA DINATA

Jiwa Nyaman Dalam Buian Amal

"Jiwa ini terus menyala dalam butir-butir kemanjaan literasi. Aku pun terlena dalam bahasa yang terus mengaliri pikiran dan jiwa. Aura pola pikirnya terekam dalam dawai-dawai inspirasi yang terus menyala. Membuat jiwa nyaman dalam buaian amal kebaikan. Aku sujud syukur atas anugrah gairah pikir yang terus ku ukir." ARDA DINATA​

Melihat Diri Agar Berbudi

"Melihat dalam hati. Berbicara lewat mata. Menginspirasi lewat kata. Mencerahkan pribadi lewat tulisan. Menjaring amal kemuliaan lewat bahasa tingkah laku. Aku tunduk pada titah-Mu." ARDA DINATA

Semoga menginspirasi dan bermanfaat! Salam sukses berkah selalu...aamiin.

Buatlah Diri Ini Rela

Buatlah Diri Ini Rela
Oleh Arda Dinata

Biarkan hari-hari bertingkah semaunya. Buatlah diri ini rela ketika ketentuan-Nya bicara. Dan jangan gelisah dengan kisah malam. Tidak ada kisah dunia ini yang abadi (Imam Syafi'i).
UNGKAPAN imam syafi'i tersebut, paling tidak merupakan obat penghilang kegelisahan hari-hari yang kita jalani. Memang, dunia ini bukan milik kita. Dunia ini milik Allah semata-mata. Dia yang berkehendak lagi punya ketetapan. Sehingga siapa pun orangnya tidak berhak "bertanya" mengapa Allah memutuskan ini dan itu terhadap kita. Namun, yang jelas justru kitalah yang kelak akan ditanya.
Untuk itu, dalam mementaskan hidup ini, kita hanya berusaha untuk menyambungkan ikhtiar demi ikhtiar. Membentangkan rangkaian usaha maksimal kita. Di sini, perlu digaris bawahi bahwa pada ujung usaha dan puncak ikhtiar itu tidak lantas mesti langsung berhubungan dengan keberhasilan yang diusahakan.
Artinya, apa pun kehendak Allah bagi seorang mukmin selalu baik. Apa pun wujud kehendak itu, baik yang menyenangkan (tentu baik untuk kita). Tapi, tidak sebatas itu, kehendak-Nya yang terlihat tidak menguntungkan pun ternyata ada kebaikan yang Allah "paksakan" bagi diri kita. Sebab, bukankah hanya Dia yang mengetahui sesuatu yang terbaik buat kita?
Pokoknya, hidup adalah pilihan. Keberadaan nilai hidup itu sendiri sesungguhnya yang mengantarkan pilihan menjadi tidak sesederhana yang kita bayangkan. Permasalahannya ada pada bagaimana kita memandang dan menilai hidup itu. Bila hidup itu dipandang sebagai fase satu-satunya yang sementara bagi manusia sebelum memasuki dunia akhirat, maka otomatis pilihan apapun dalam hidup ini menjadi penting dan menentukan.
Untuk itu, buatlah diri ini rela atas ketentuan-Nya. Dan agar kita tidak salah memilih dalam mementaskan hidup, berikut ini paling tidak ada tujuh langkah yang dapat kita lakukan.
1. Pelihara lintasan pikiran untuk tetap mengarah pada kebaikan.
Lintasan pikiran adalah tangga pertama yang akan mengantarkan seseorang pada niat dan sikap. Dalam tahap ini semua orang akan mengalaminya (lintasan pikiran baik maupun yang buruk). Jika hanya sebatas lintasan berbuat buruk, itu wajar dan manusiawi. Allah juga tidak mencatat hal itu sebagai suatu dosa. Namun bila kurang waspada, lintasan hati itu kerap berkembang menuju tahapan dialog batin (baca: dialog antara keinginan melakukan kebaikan atau keburukan). Terjadilah benturan antara bisikan setan untuk melakukan keburukan dengan bisikan malaikat dan akal sehat untuk tidak melakukan keburukan. Bila dalam benturan ini, nafsu keburukan dan bisikan setan yang menang, maka muncullah niat.
2. Pertimbangkan suatu pilihan dengan ilmu.
Menentukan suatu pilihan pasti dengan timbangan informasi dan pengetahuan yang kita miliki. Informasi yang keliru atau minimnya pengetahuan akan membawa kita pada pilihan yang salah. Setidaknya, kita harus mengetahui kategori kesalahan yang termasuk dosa besar dan dosa kecil.
Ibnu Quddamah dalam Minhajul Qashidin mengutip uraian tentang dosa besar yang disebutkan oleh Abu Thalib Al Makky. Katanya, "Dosa-dosa besar itu ada tujuh belas. Saya menghimpunnya dari sejumlah atsar. Empat macam ada di dalam hati, yaitu: syirik, terus-menerus melakukan kedurhakaan, putus asa dari rahmat Allah dan merasa aman dari tipu daya Allah. Empat macam ada di lidah, yaitu: kesaksian palsu, menuduh wanita yang baik-baik, minum khamar, makan harta anak yatim dengan zalim dan memakan riba. Dua macam ada di kemaluan yaitu zina dan seks dengan sejenis. Dua macam ada di tangan yaitu membunuh dan mencuri. Satu macam ada di kaki yaitu melarikan diri saat pertempuran. Satu macam ada di seluruh badan yaitu durhaka pada orangtua."
3. Berdoa memohon petunjuk Allah.
Permohonan petunjuk Allah saat kita memilih, adalah bukti dan cermin suasana iman yang sangat mempercayainya, membutuhkan, dan mengakui keagungan dan kuasa Allah dalam segala hal. Manusia sering keliru menentukan pilihan yang menurutnya baik. Ternyata di kemudian hari pilihan itu justru menjadi awal bencana baginya. Kita kadang menilai negatif, antipati, menolak sesuatu berdasarkan logika, pikiran yang terbatas. Tapi, ternyata hal itu justru mendatangkan manfaat yang sangat luar biasa. Allah berfirman, "Bisa jadi engkau membenci sesuatu padahal sesuatu yang engkau benci itu baik bagimu. Bisa jadi engkau menyukai sesuatu padahal sesuatu yang engkau sukai itu tidak baik bagimu."
4. Tumbuhkan dan pelihara perasaan takut pada Allah.
Rasa aman akan azab dari Allah juga dapat menyebabkan seseorang lalai dengan dosa, memudah-mudahkan kesalahan dan menunda-nunda pekerjaan baik, hingga akhirnya tenggelam dalam kemaksiatan. Allah SWT berfirman, "Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'raf: 97-99).
5. Sadari bahwa hidup ini hanya sementara.
Pilihan dalam hidup sangat dipengaruhi bagaimana kita memandang hidup. Panjang angan-angan, menumpuk mimpi, terlalu berobsesi pada kehidupan dunia, akan membawa orang lupa bahwa hidup ini sementara. Kondisi inilah yang akan menjadikan orang tidak mampu memandang secara benar dalam memilih.
6. Tanamkan kekhawatiran su'ul khatimah.
Takut dan khawatir itu bermacam-macam. Ada orang yang dalam hatinya dominan rasa takut terhadap kematian sebelum bertaubat. Ada orang yang merasa lebih takut condong pada kenikmatan dan beralih dari sikap istiqomah. Ada yang takut terhadap akhir hidup yang buruk. Yang paling tinggi adalah yang terakhir. Di antara orang yang takut adalah orang yang takut sakratul maut dan kepedihannya atau pertanyaan malaikat mungkar dan nakir. Takut meniti shirat, takut neraka dan kobarannya, takut tidak bisa masuk surga.
7. Renungi pilihan-pilihan yang lalu.
Bukan untuk sekedar merenung, menyesal dan kemudian melemparkan kesalahan pada nasib. Bukan juga untuk mengatakan, kenapa tidak begini, kenapa begitu. Perenungan yang kemudian membuka celah kata-kata jika begini, seandainya begitu, sama dengan membuka celah setan untuk menyesali hidup, merasa sangat bersalah dan bersikap putus asa. Sikap seperti itu tidak ada gunanya dan dilarang. Rasulullah dalam sebuah hadis mengingatkan bahwa perkataan "jika dan seandainya" itu adalah pintu bagi setan untuk mengganggu manusia.
Akhirnya, semoga langkah-langkah tersebut dapat dilakukan dengan benar sehingga kita dapat mengarungi hidup yang "penuh kegelapan" ini dengan rasa rela. Buatlah diri ini rela ketika ketentuan-Nya menyapa kita. Dengan rasa rela itulah, diharapkan sikap kita dalam mementaskan hidup ini diberi kesempatan untuk menjadi yang lebih baik. Aamiin.
Arda Dinata, adalah Penulis & Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA] Indonesia, http://miqra.blogspot.com.

Membangun Wirausahawan Handal

Banner 468x60 
 Membangun Wirausahawan Handal 
Oleh Arda Dinata
DALAM Kongres World Association for Small and Medium Entreprises, di Turki telah ditetapkan kewirahusaan dunia itu sebagai pendekatan baru dalam pembaruan ekonomi. Hal ini, tentu harus direspon secara positif oleh kaum muslim di Indonesia yang mulai mencoba bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat krisis berkepanjangan di negara yang (katanya) kaya akan sumber daya alam ini.
Atas fenomena ini, seperti juga bidang lain, kita telah ketinggalan star. Padahal, di negara lain, kewirausahaan sudah dijadikan sebagai spearhead (pelopor) untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Membangun kewirausahaan dinyatakan sebagai satu dari empat pilar dalam lapangan pekerjaan.
Dalam konteks kekinian, hal itu berarti Indonesia harus benar-benar mengembangkan kewirausahaan seluas-luasnya, sebagai jawaban dari penanggulangan tingginya angka pencari kerja (pengangguran). Pertanyaannya, maukah kita melakukan pembaruan ekonomi (dengan kewirausahaan) itu?

Pengertian Wirausaha

Wirausaha berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti mulia, luhur atau unggul. Wira juga diartikan sebagai gagah berani, utama, teladan atau pemuka. Sedangkan usaha, diartikan sebagai kegiatan dengan mengerahkan tenaga pikiran atau badan untuk mencapai sesuatu maksud; pekerjaan (perbuatan, daya upaya, iktiar) untuk mencapai sesuatu maksud; kerajinan bekerja (untuk menghasilkan sesuatu).
Jadi, wirausaha adalah suatu kegiatan manusia dengan mengerahkan tenaga pikiran atau badan untuk mencapai/ menciptakan suatu pekerjaan yang dapat mewujudkan insan mulia. Dengan kata lain, wirausaha berarti manusia utama (unggul) dalam menghasilkan suatu pekerjaan bagi dirinya sendiri atau orang lain. Orang yang melakukan wirausaha dinamakan wirausahawan.
Betapa mulianya mereka yang mampu menjadi wirausaha –yang sesuai syariat Islam—ini, karena hidupnya akan berarti bagi dirinya sendiri dan orang lain. Bukankah, Nabi saw sendiri telah merubah pandangan dunia, bahwa kemuliaan bukanlah terletak pada kebangsawanan darah, tidak pula pada jabatan yang tinggi, atau uang yang banyak. Tetapi, kemuliaan adalah pada pekerjaan. Siapa yang bekerja, meskipun apa saja jenis usahanya (baca: asalkan halal), adalah suatu kehormatan. Sebaliknya, kehinaan itu bila kita tidak bekerja, bermalas-malasan, menganggur, menghabiskan waktu dengan sia-sia dan merugikan diri sendiri serta orang lain.

Wirausaha Handal

Untuk menciptakan insan-insan wirausaha yang handal, memang tidak semata-mata bermodalkan kekayaan alam semata-mata. Tapi, justru kualitas sumber daya manusia (SDM) yang harus kita kedepankan. Hal ini, telah dibuktikan oleh negara Jepang. Walau kondisi alamnya tidak semakmur Indonesia, tapi negara Jepang telah menguasai perekonomian dunia, termasuk produk-produknya telah menghiasi rumah-rumah kita. Kuncinya, SDM negara Jepang lebih unggul dari kita.
Di sinilah, pembangunan SDM harus kita tingkatkan, agar melahirkan insan-insan wirausaha yang mampu bersaing dengan SDM negara lain. Pembangunan SDM Indonesia yang masih lemah ini, tidak dapat kita ingkari. Berdasarkan data dari United Nations Development Report Program (UNDP) yang dibuat Human Development Report 2001, dikatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) telah menempatkan Indonesia pada peringkat 102 di bawah Vietman. Bahkan jauh tertinggal dibandingkan negara-negara di ASEAN lainnya; Malaysia (56), Thailand (66), Filipina (70), dan Singapura (26).
Untuk mewujudkan seorang wirahusawan yang handal, ada beberapa sifat yang harus dimilikinya, diantaranya adalah:
Sikap berani. Individu wirausahawan biasanya memiliki sikap berani untuk menerima resiko dalam menjalankan usahanya. Keberanianya tetap terkendali, bukan membabi buta, tapi ditunjang dengan ilmu, perhitungan dan persiapan.
Memiliki kreatifitas. Selain menonjolnya sikap berani, para wirausahawan juga unggul dalam daya kreatif, inspirasi, imajinasi dan kemampuan yang cukup tinggi untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat.
Memiliki kemampuan berkomunikasi dan memikat bawahan. Artinya, seorang wirausahawan bukanlah seorang yang kaku, melainkan sebagai orang yang luwes dan lugas terhadap orang lain. Dalam bahasa lain, ia mampu menguasai seni public relation dan human relation dengan baik. Sedangkan kemampuan memikat bawahan, berarti seorang wirausahawan tidak hanya pandai menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga memiliki daya pesona pribadi sehingga para pekerjanya mencintai dia dan mematuhinya.

Bersikap rasional dan berkemauan keras. Akal pikiran seorang wirausahawan akan mengutamakan efesiensi dan penghematan. Hal ini didasarkan atas pisau analisis yang tajam, sistematis dan metodologis. Pembelanjaannya tidak konsumtif, tetapi keuntungannya diusahakan diinvestasikan dalam rangka memperluas usahanya. Selain itu, seorang wirausahawan memiliki semangat yang tidak pernah padam karena hambatan, rintangan, dan tantangan. Baginya, kegagalan pada satu waktu, bukannya membuat dia mundur dan frustasi, melainkan sebagai anak tangga untuk memacu diri maju ke depan.
Dinamis, lincah, dan menghargai waktu. Aktif dan dinamis harus dimiliki oleh seorang wirausahawan, yaitu tidak menunggu-nunggu nasib tanpa berusaha. Tidak cepat puas dengan hasil kerjanya, selalu bersifat ingin tahu, selalu berkemauan keras dan visioner untuk maju. Di samping itu, seorang wirausahawan itu harus lincah dan gesit, bukan orang yang lamban. Seorang wirausahawan sadar betul akan pentingnya pemanfaatan waktu. Ia akan bersikap bijaksana dalam pengaturan waktu. 

 Berbudi luhur dan memiliki visi yang jelas. Wirausahawan sejati, bukan pribadi curang, culas, dan berkianat, melainkan orang yang berbudi luhur (baca: berakhlak mulia) sesuai dengan ajaran agama Islam. Keyakinan akan akhlak mulia ini didasarkan bahwa hanyalah dengan itu akan dihasilkan keuntungan material dan spiritual. Selain itu, seorang wirausahawan juga harus memiliki visi yang jelas lagi tidak ngawur. Aktivitasnya hanya didasarkan dengan niat ikhlas mengharap ridha-Nya.
Selamat menjadi seorang wirausahawan Islami dan saat ini kebangkitan dunia Islam sangat menunggu kemajuan para wirausahawan dari kalangan muslim. Wallahu’alam.
[Arda Dinata, Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia].

PERCIK: Majalah Air minum dan Penyehatan Lingkungan



Banner 728x90 
1. PERCIK. Majalah Air minum dan Penyehatan Lingkungan. Edisi 2/2013 Tahun ke 11. KSAN 2013. Kolaborasi membangun Air Minum dan Sanitasi
   Download
 
2. PERCIK. Edisi 01/2013 Tahun ke 11. Belajar dari Inisiatif Komunitas
3. PERCIK. Media Informasi Air dan Penyehatan Lingkungan. Hak Atas Air
4. PERCIK. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan. Pembiayaan Mikro Sanitasi
5. PERCIK. Media Informasi Air Minum dan Penyehatan Lingkungan. Membidani Lahirnya Pusat Informasi Nasional (PIN) AMPL
 

Agar Kebahagiaan Dalam Genggaman

Agar Kebahagiaan Dalam Genggaman
Oleh Arda Dinata

"Kebahagiaan Anda tumbuh berkembang manakala Anda membantu orang lain. Namun, bilamana Anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi." (J. Donald Walters).

DAPAT dipastikan setiap kita mengharapkan kebahagiaan dalam hidupnya. Sehingga pantas bila Syaikh Syarbashi pernah berkata, "Semua manusia yang hidup di dunia ini berlomba-lomba mencari kebahagiaan dan ingin bisa meraihnya walaupun dengan harga yang tinggi." Demikian pun dengan pasangan suami-istri akan selalu berusaha mempertahankan nikmat kebahagiaan seperti yang pernah dirasakan pada awal-awal pernikahannya.

Mengapa spirit kebahagiaan ini harus terus kita tanamkan sejak awal pernikahan? Karena ada orang yang berpendapat kebahagiaan dalam ikatan rumah tangga itu hanya akan berlangsung seumur jagung. Bagian lain beranggapan, keindahan dan kebahagiaan cinta pernikahan tersebut hanya dirasakan pada saat-saat awal, pertengahannya adalah membosankan dan selanjutnya menyakitkan. Apakah betul demikian?

Ya, pada sebagian orang keadaan seperti itu, mungkin memang benar adanya. Bagi golongan ini, kebahagiaan rumah tangga yang awet dan tahan lama, kelihatannya benar-benar susah direalisasikannya. Namun, tentu berbeda bagi orang-orang yang orentasi cintanya benar-benar telah terpelihara dengan baik dalam hidup keseharian pernikahannya. Yakni, dialah orang-orang yang punya visi kalau kebahagiaan itu harus dinikmati secara bersama-sama dan bukan hanya untuk diri sendiri. Hal ini, sejalan dengan apa yang dikatakan F. Emerson Andrews, "Kebahagiaan, sebagaimana dikatakan sangat jarang dimiliki oleh orang yang mencarinya atau orang yang mencari kebahagiaan untuk diri mereka sendiri."

Lalu, bagaimana agar kebahagiaan itu selalu ada dalam gengaman rumah tangga kita? Inilah tugas berat dalam membangun rumah tangga. Walau demikian, bukan berarti kita tidak bisa meraihnya. Sebab, sejatinya kebahagiaan dan ketidakbahagiaan manusia itu tergantung pada diri sendiri. Kuncinya kita harus bisa mensinergikan dan merayakan keragaman dalam bangunan keluarga kita. Inilah prisnsip utama yang harus dibangun dalam pola pikir keluarga kita. Dalam hal ini, Andy Stevenio, mengungkapkan kalau kebahagiaan itu tidak terletak pada apa yang kita makan, apa yang kita pakai dan berada di mana, tetapi kebahagiaan ada pada pikiran kita.

Untuk itu, ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan dalam membangun keragaman dalam keluarga agar kebahagiaan tidak layu, yaitu:
  1. Kita harus berpikir positif tentang kebahagiaan itu sendiri. Artinya kebahagiaan itu merupakan realisasi apa yang kita pikirkan. Makanya kita harus hati-hati dengan apa yang terbesit dalam pikiran kita. Emosi positif ini akan mempengaruhi kualitas kehidupan seseorang.
  2. Memaknai hidup secara benar. Artinya agar kebahagiaan ini tidak layu, maka kita mesti memperhatikan dan sadar betul akan tujuan pernikahan yang kita bangun. Dengan memaknai tujuan pernikahan, maka akan memberi kekuatan yang besar dalam merangkai kehidupan keluarga yang harmonis. Bukankah pernikahan itu disatukan dengan suatu perbedaan. Jadi, visi kebersamaan membangun kebahagiaan inilah sesungguhnya yang merupakan daya rekat dari suatu pernikahan. Untuk itu, terus sirami akar kebahagiaan ini dengan saling memberi dan menerima kekurangan pasangan kita secara tepat.
  3. Mengamalkan hak dan kewajiban suami-istri. Perilaku ini merupakan pupuk yang menyuburkan pohon pernikahan dan tentu berbuah kebahagiaan. Pokoknya, hak dan kewajiban suami-istri ini harus kita realisasikan dalam keseharian. Inilah sesungguhnya wujud dari perilaku memberi dan menerima di antara pasangan suami-istri.
  4. Hiasilah kehidupan rumah tangga ini dengan sifat-sifat qana'ah, keikhlasan dan ketakwaan. Ketiga sifat itu merupakan satu paket yang harus terus kita bangun dalam kehidupan keseharian rumah tangga kita, karena hal inilah yang akan mengantarkan kita pada kebahagiaan dan kemuliaan yang sejati. Kita tahu, qana'ah ini adalah suatu sifat atau tabiat yang tumbuh dalam diri dan jiwa manusia yang diolah melalui pikiran dan akal untuk menerima segala nikmat Allah dengan senang hati penuh rasa syukur. Artinya, kita harus selalu mensyukuri apa yang telah ada dalam diri dan pasangan kita. Syukur yang dilandasi dengan nilai ketakwaan, dan sambil selalu berusaha mengembangkan kelebihan kita masing-masing secara ikhlas tentunya.
Akhirnya, bila perjalanan hidup keluarga kita mendekati kebahagiaan, sesuai teori psikologi maka seluruh tanda-tanda kehidupan, baik secara fisik, pikiran, emosi dan tingkah lakunya akan mencerminkan kedamaian. Sebaliknya bila perjalanan hidup bergerak menjauhi kebahagiaan, maka seluruh keberadaan dirinya akan dicekam ketakutan dan kecemasan. 

Untuk itu, agar "tanaman kebahagiaan" ini tidak layu dan mengering, maka harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan saling memberi di antara suami-istri, serta mensinergikan keragaman yang ada dalam keluarga. Selamat merayakan keragaman untuk sebuah kebahagiaan!***

Arda Dinata, adalah Motivator & Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA] Indonesia, http://miqra.blogspot.com.

MASIH BERJUANG KERAS UNTUK BISA HAMIL?

Banner 728x90

MASIH BERJUANG KERAS UNTUK BISA HAMIL?

 BERI SAYA WAKTU 3 MENIT UNTUK MENUNJUKKAN BAGAIMANA CARA HAMIL DENGAN CEPAT DAN TANPA FRUSTRASI LAGI!

 100% ILMIAH DAN SUDAH TERBUKTI

PERINGATAN :
Informasi ini akan menjadi yang SANGAT PENTING dalam hidup ANDA. Saya harap segera hentikan kesibukan anda dan serius membaca, karena hari ini adalah TITIK BALIK kehidupan anda selanjutnya!
BACA HALAMAN INI SAMPAI TUNTAS!
Anda akan mendapatkan Rahasia Terbaru, Termudah, Tercerdas untuk meraih KEHAMILAN. Siapapun anda, saya sangat yakin PASTI BISA
Para Bunda dimanapun ANDA berada, belakangan ini muncul banyak sekali obat-obatan dan metode meraih kehamilan yang ditawarkan sampai ANDA bingung harus memakai yang mana. Seiring dengan banyak sekali yang muncul, anda sampai tidak bisa membedakan mana yang benar-benar memberi hasil dan mana yang tidak. 

Banyak sekali penjual-penjual obat herbal menawarkan janji akan memberi anda kehamilan dengan INSTAN atau muncul metode-metode yang ANDA harus lakukan. ANDA dipaksa terus menggunakan obat-obatan dan berbagai metode dengan mengeluarkan uang yang tidak sedikit yang pada akhirnya tidak menghasilkan apa-apa.

Beruntunglah ANDA hari ini telah berhasil menemukan website ini, karena melalui halaman website ini saya akan tunjukkan bukti nyata tentang sebuah cara yang telah membuat banyak orang, baik yang belum pernah hamil dan yang sudah berumur 35 tahun ke atas dapat meraih kehamilan dengan cara paling cerdas dan paling mudah. Siapapun ANDA, bisa meraih kehamilan tanpa mengkonsumsi obat-obatan yang berbahaya dan melakukan metode-metode yang belum tentu ilmiah.

BUKTI NYATA MENJALANKAN PROGRAM KEHAMILAN BERSAMA HAMILCERDAS.COM

Banner 728x90

Psoriasis Eksis, Penampilan Terkikis



Psoriasis Eksis, Penampilan Terkikis

KULIT merupakan satu di antara cerminan kualitas perilaku dan pola hidup Anda. Jika Anda mampu merawat diri, mengkonsumsi makanan sehat, aktif, dan memiliki waktu untuk diri sendiri, maka dipastikan kulit Anda pun menjadi cerah. Sebaliknya, bila Anda mengabaikan diri dengan melakukan kebiasaan buruk, seperti merokok dan pola makan buruk, akan membuat kulit Anda penyakitan, cepat menua, dan keriput dini.

Ada banyak faktor lingkungan fisik yang dapat menyebabkan kondisi kulit Anda menjadi kering dan merah. Misalnya, kondisi dingin, cuaca berangin, atau panas. Namun, jika kulit mulai menjadi merah, tebal, dan bersisisk, menurut dokter Sarah Jarvis, penulis buku Women’s Health for Life dan pengisi acara The One Show di BBC 1, kemungkinan penyebabnya adalah psoriasis, bukan efek lingkungan.

Apa itu psoriasis?
Menurut laman gizi.net, psoriasis itu sejenis penyakit kulit yang penderitanya mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Kemunculan penyakit ini terkadang untuk jangka waktu lama atau timbul hilang.

Penyakit tersebut, secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa, tidak menular tetapi karena timbulnya dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup serta menganggu kekuatan mental seseorang bila tidak segera dirawat dengan baik.

Dalam bahasa lain, bila psoriasis eksis, penampilan Anda akan terkikis (terganggu) dan menyebabkan rasa percaya diri menjadi menurun. Sebab, pada bercak kulit akibat psoriasis, sel kulit diproduksi dengan tidak normal dan sangat cepat sehingga kulit menebal dan bersisik. Kondisi ini diiringi bersamaan dengan respon imun. Yaitu sel darah putih berkembang dan pembuluh darah melebar sehingga kulit menjadi memerah.

Pergantian kulit normal
Pergantian kulit pada manusia normal biasanya berlangsung selama 3-4 minggu. Sedangkan proses pergantian kulit pada penderita psoriasis berlangsung secara cepat sekitar 2-4 hari (banhkan lebih cepat lagi), pergantian sel kulit yang banyak dan menembal.

Kalau diteliti lebih jauh, bila dilihat dari perubahan sel pada penderita psoriasis, terlihat sel-sel pada epidermis (lapisan terluar kulit yang dilewati sel untuk sampai permukaan) ini berubah perlahan dan menuju permukaan. Lalu, mengelupas terus menerus. Kulit mati tidak bisa lepas dengan cepat dan menumpuk dalam bentuk bercak tebal bersisik pada kulit (selengkapnya baca: gejala dan pemicu psoriasis).

Akibat produksi yang berlebihan pada sel kulit itulah yang menimbulkan sisik pada kulit mati. Selanjutnya, adanya respons peradangan yang menyebabkan kulit itu menjadi memerah.

Akhirnya, agar psoriasis tidak eksis, kita harus menjaga kesehatan kulit. Lagi pula sampai saat ini belum dapat diketahui secara pasti penyebab penyakitnya. Oleh karena itu, untuk mengembalikan kondisi kulit tersebut menjadi mulus (normal) lagi, maka diperlukan kerjasama yang baik antara pasien dengan dokter yang merawatnya. (Arda Dinata, Peneliti Kesehatan dan aktif di Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia/ HAKLI).***