Cari Artikel di Blog Ini:

Sabtu, 28 Februari 2015

Menulis Itu Pebelajaran Diri Sendiri

"Menulis membuat aku ada. Keberadaanku cukup bergairah setelah membaca apa-apa yang pernah kutulis. Hidupku seperti berada di depan cermin. Sebab, tulisan itu sesungguhnya adalah cerminan dan harapan dari si penulisnya dan hikmah bagi pembacanya." ~Arda Dinata.

Tumpukan buku dan kertas koran itu begitu dilahapnya untuk dibaca dan direnungi setiap hari. Begitu banyak ilmu dan informasi dari kegiatan membaca kedua jenis media itu. Memang dengan membaca, seseorang akan selalu menambah pengetahuannya. Sehingga makanan jiwanya menjadi terpenuhi.

Begitu juga dengan diri saya. Hampir tidak ada hari terlewat, saya menyempatkan diri untuk selalu membaca. Baik membaca buku, koran, majalah dan media darling. Dengan aktivitas seperti itu, diri saya merasa selalu merasa "bodoh". Perasaan selalu kurang terus terhadap ilmu yang kita miliki dan pelajari.

Selain itu, saya juga membangun diri ini dengan aktivitas menulis. Paling tidak lewat menulis kita berbagi informasi dan ilmu pengetahuan yang pernah dibaca. Menulis itu ibarat menuangkan air dari teko ke dalam gelas. Apa yang kita tulis itu sesuai dengan isi pikiran sang penulisnya.

Untuk itu, menurut saya menulis itu adalah belajar menuangkan isi pikiran. Apa pun yang ada dipikiran, sesungguhnya dapat kita tulis. Namun demikian, saran saya agar menulis memberi efek pembelajaran bagi yang membacanya, maka tulislah sesuatu itu yang dapat memberi hikmah dan ilmu buat para pembacanya.

Sejalan dengan itu, menurut Nyuwan Susila Budiana, seorang penulis mengatakan, "Menulis itu cara efektif belajar. Dengan menulis, Anda akan membiasakan diri untuk mengamati , meniru, dan menambahi apa saja yang menjadi perhatian Anda."

Lebih jauh, Budiana menjelaskan kalau menulis itu merupakan bagian pembelajaran diri sendiri. Kenapa? Karena orang belajar biasanya membuat catatan-catatan bagi dirinya sendiri. Buku yang ditulis sesungguhnya catatan pribadi yang penting. Hanya saja berusaha membuat catatan yang bisa laku dijual.

Akhirnya, aktivitas membaca itu akan melahirkan kebiasaan menulis. Dan untuk menjadi penulis agar hasil tulisannya tidak kering dan bisa menjual, maka seorang penulis haruslah seorang pembaca yang baik.

Lalu, apakah sekarang Anda sudah membaca dan menulis?

Salam sukses dan berkah selalu. Aamiin....

~Arda Dinata,
Pengusaha Inspirasi di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.


Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002