Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015
BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Menulis Catatan Harian: Proses Menjadi Penulis Sejati!

"Penulis itu kerjaannya ya menulis. Menulis apa-apa yang terjadi dalam hidupnya, dan dialami orang lain. Atau apa yang direnungkannya itu adalah sarana menuliskan catatan harian (diary) yang baik. Diary yang dikemas dengan baik dan digagas untuk cerminan bagi penulisnya sendiri dan orang lain yang membaca itu, tentu sangat baik untuk dibukukan catatannya." ~Arda Dinata~
Saat tulisan ini dibuat, saya mendapat kabar dari group WA milik kantor tempat saya kerja bahwa ibudanya telah dipanggil-Nya. Kabar duka itu tentu bikin sedih dan ibroh bagi orang-orang beriman. Yakni wasiat kematian seseorang itu adalah rahasia Allah Swt. Setiap makhluk yang bernyawa itu akan menghadap pada-Nya. Sudahkah kita mempersiapkan jemputan kematian itu dengan baik?

Itulah pertanyaan yang terus menghantui pikiran saya. Apakah yang sudah menyiapkan bekal dengan baik? Semoga saya dan Anda semua pembaca catatan harian saya ini termasuk orang-orang yang telah menyiapkan amalan-amalan terbaik kita. Aamiin…

Menulis Itu Hanya Butuh Kebiasaan Menulis

Gambar
"Orang Sukses bukan karena Satu Tindakan. Melainkan Kebiasaannya! Ayo bangun KEBIASAAN Sukses!" [Tung Desem Waringin]
KEBIASAAN adalah sesuatu yang sering kita lakukan. Kebiasaan menjadikan hidup kita lebih mandiri. Kebiasaan baik akan mengantarkan pemiliknya pada kebaikan. Kebaikan akan menjadikan seseorang menjadi kuat dalam menikmati kehidupan ini, karena hidupnya selalu diselimuti dengan kebaikan. Makanya, ada orang yang menyatakan kalau kebiasaan yang baik itu adalah kekuatan yang patut disyukuri oleh siapapun. Termasuk seorang penulis itu harus mensyukuri atas kebiasaan (baik) yang selalu dilakukannya, yaitu menulis.

Ya, dengan menulis, menulis dan terus menulis itulah yang membuat seorang penulis jadi terbiasa menulis. Sungguh sebuah kebiasaan yang patut dilakukan oleh siapa pun yang dalam hatinya terbesit untuk menjadi penulis. Sebab, mana mungkin kita menjadi penulis, bila kita tidak terbiasa menulis sebuah karya tulis dalam hidup kesehariannya.

Bagi sia…

Korespondensi Melancarkan Menulis

Gambar
Siapa pun bisa menulis. Menulis hanya soal membiasakan diri. Ketika hari-hari diisi dengan menulis, maka akan menghasilkan tulisan. Sebaliknya, bila hari-hari hanya di isi dengan mengobrol, maka obrolanlah yang tercipta.
Hal tersebut, saya rasakan sendiri. Paling tidak, pada waktu SMA saya sangat suka sekali korespondensi dengan sahabat setanah air. Hampir tiap minggu ada saja kiriman surat yang datang ke alamat sekolahku. Kasihan tukang pos, mungkin dia bosen baca nama saya pada setiap kiriman surat yang mampirke sekolahkku.

Masa SMA, saya begitu menikmati saling balas-balsan surat dengan temen-temen seluruh Indonesia. Saya pun rela berkorban uang jajan demi membeli prangko untuk membalas surat tersebut.

Lewat hobi korespondensi itu, saya serasa "wajib" menjawab setiap kabar dan pertanyaan-pertanyaan dari temen-temen saya lewat surat tersebut. Paling tidak saya menjawab say hallo yang mereka wartakan lewat surat.

Saya pun begitu mengalir dan bergairah menceritakan setiap me…

Menulis Artikel Untuk Koran dan Majalah Yuk!

Gambar
Awalnya, saya ngak percaya kalau menulis di koran dan majalah itu akan mendapat honorarium dari tulisan kita yang dimuat oleh media massa tersebut. Ceritanya, pada waktu itu saya ngak sengaja disuruh oleh kantor tempat saya bekerja pada waktu itu untuk memasang iklan penerimaan mahasiswa baru di sebuah koran daerah di Bandung. 


Betapa terkecutnya, ketika saya menyerahkan naskah iklan itu yang hanya seukuran 1 kolam kali 50 mm harus membayar sekitar  Rp. 5 Jutaan (tahun 1996). Dari kejadian saya langsung bertanya pada petugas iklannya, berarti kalau orang yang menulis atau mengirimkan tulisan dan dimuat maka akan dapat bayaran/ honorarium dari menulis tersebut? "Ya ,....iya dapat honor atuh dari redaksinya!"
Dari kejadian itu, akhirnya saya mulai rajin mengirim tulisan ke beberapa media massa, baik koran dan majalah. Alhamdulillah, pada awalnya banyak tulisan saya yang ditolak. Namun, saya tidak putus asa. Terus menulis dan mengirimkannya, sambil terus saya belajar dari gaya pe…

Menulis Itu Membaca Diri

Gambar
"Kehidupan ini adalah proses membaca diri. Manusia lahir tak berpengetahuan. Lewat  membacalah yang menjadikan dirinya tahu segala sesuatu. Membaca itu melihat, mendengar, dan merasakan segala sesuatu yang ditangkap panca indera. Pikiranlah yang mengolahnya sampai diaplikasikan dalam kehidupan keseharian." ~Arda Dinata~
Suasana pedesaan begitu terasa. Saya pun menikmati suasana pedesaan itu dengan riang gembira. Masa kecil di pedesaan masih menempel dalam ingatan saya. Bagaimana saya pergi ke sekolah beralaskan kaki seadanya. Sepanjang perjalanan begitu banyak canda dan tawa yang seakan tidak ada habisnya diantara temen-temen saya itu.

Itulah sepenggal bacaan memori pikiran saya pada masa anak-anak dulu. Mengapa kita mampu mengingat cerita masa anak-anak? Sebab, sejatinya manusia itu dalam hidupnya adalah selalu membaca. Membaca apa saja yang dilihatnya, dirasakannya, dan direnungkannya.

Dengan membaca, diri manusia menjadi tahu dan mampu menghadapi kehidupannya. Lewat memb…

Agar Menulis Selancar Berbicara

Gambar
"Menulis itu bahasa tulisan. Berbicara adalah bahasa lisan. Keduanya merupakan alat komunikasi dalam menyampaikan sebuah pikiran si komunikan (pelaku komunikasi). Agar bahasa lisan dan tulisan itu lancar, maka lakukanlah dengan bahasa hati bukan bahasa keinginan." ~Arda Dinata~
Pagi itu udara penuh kesegaran. Matahari memberi kehangatan. Itulah salah satu wujud bahasa komunikasi yang alam semesta tawarkan. Bagi manusia yang dilengkapi alat pendukung komunikasi berupa pikiran, tentu dapat menyampaikan bahwa kesegaran udara itu adalah anugrah pagi yang bisa dimanfaatkan oleh setiap mahluk hidup. Demikian pula kehangatan matahari akan memberi kesehatan dan membantu pertumbuhan mahluk hidup yang ada di bumi.

Lewat pikiranlah, sejatinya manusia itu mampu untuk berbicara dan menuliskan apa-apa yang ada dalam pikiran, dirasakan, dan direnungkan batinnya. Untuk itu, seharusnya tidak ada alasan tiap manusia itu memilii kesulitan dalam melakukan kegiatan komunikasi, baik lisan maupun …

Menulis Itu Butuh Motivasi Kuat

Gambar
"Motivasi itu energi yang menggerakan roda-roda kehidupan manusia. Energi motivasi pula yang membuat penulis menyelesaikan tulisannya. Di antara motivasi yang paling kuat itu datang dari dalam kesadaran diri kita sendiri. Pihak luar hanyalah sedikit pencetus saja. Sebab, motivasi diri inilah yang membuat Anda gairah dalam menulis." ~Arda Dinata~
Ada cerita yang mungkin bisa saya bagikan dan dapat menjadi ibroh dalam dunia tulis menulis bagi pembaca setia jurnal harian saya ini. Ceritanya, pada masa kuliah dan kerja pada dunia akademik di Bandung, tepatnya Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Kutamaya Bandung ~saat ini lembaga pendidikan tersebut sudah almarhum~. Saya dan beberapa temen yang punya minat dalam jurnalistik, khususnya menulis artikel di media massa tiap harinya sering berkumpul dan berdiskusi tentang tema aktual apa yang layak untuk ditulis dan kemungkinan besar layak muat.

Diskusi dan sharing ini begitu terasa dampak positifnya. Hal ini terbukti dengan produktivi…

http://www.ardadinata.com/2015/01/menjadi-orang-bahagia.html
Baca Sampel Buku Ini


http://www.ardadinata.com/2015/01/jalan-pintas-menjadi-penulis-sukses.html
Rp. 25.000,-

http://www.ardadinata.com/2015/01/perkawinan-berkalung-pahala.html
Rp. 30.000,00

http://www.ardadinata.com/2015/01/taman-taman-kebeningan-hati.html
Baca Sampel Buku Ini