Cari Artikel di Blog Ini:

Senin, 02 Maret 2015

Agar Menulis Selancar Berbicara

"Menulis itu bahasa tulisan. Berbicara adalah bahasa lisan. Keduanya merupakan alat komunikasi dalam menyampaikan sebuah pikiran si komunikan (pelaku komunikasi). Agar bahasa lisan dan tulisan itu lancar, maka lakukanlah dengan bahasa hati bukan bahasa keinginan." ~Arda Dinata~

Pagi itu udara penuh kesegaran. Matahari memberi kehangatan. Itulah salah satu wujud bahasa komunikasi yang alam semesta tawarkan. Bagi manusia yang dilengkapi alat pendukung komunikasi berupa pikiran, tentu dapat menyampaikan bahwa kesegaran udara itu adalah anugrah pagi yang bisa dimanfaatkan oleh setiap mahluk hidup. Demikian pula kehangatan matahari akan memberi kesehatan dan membantu pertumbuhan mahluk hidup yang ada di bumi.

Lewat pikiranlah, sejatinya manusia itu mampu untuk berbicara dan menuliskan apa-apa yang ada dalam pikiran, dirasakan, dan direnungkan batinnya. Untuk itu, seharusnya tidak ada alasan tiap manusia itu memilii kesulitan dalam melakukan kegiatan komunikasi, baik lisan maupun tertulis. Hal ini, menurut saya hanya masalah kebiasaan yang terus dilatih. Karena sesungguhnya modalnya sudah kita miliki.

Sebagai contoh, coba kita perhatikan bila seseorang yang ditanya tentang sesuatu hal. Maka yang bersangkutan akan mencoba menjawab apa yang ditanyakan itu. Terlepas kualitas dari jawaban tersebut, yang pasti orang tersebut akan menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan lawan bicara kita. Bahkan, ada kalanya ada seseorang yang pertanyaannya baru satu. Tapi, ia memberi jawaban yang panjang lebar. Ia sampaikan apa yang ada dalam pikirannya dan sesuatu yang ingin disampaikannya.

Mengapa hal tersebut bisa seperti itu? Karena kita sudah terbiasa untuk memberi jawaban dari komunikasi lisan yang orang lain sampaikan kepada kita. Lalu, kenapa pada sebagian orang sulit untuk berkomunikasi secara tertulis?

Kuncinya ada pada soal habit (kebiasaan). Kebanyakan kita belum membiasakan apa-apa yang ada dalam pikiran kita itu dituangkan lewat tulisan. Seperti isi jurnal blog saya ini, coba temen-temen amati! Isinya adalah curahan isi pikiran yang sedang saya pikirkan, rasakan, dan renungkan yang telah terekam dalam pikiran saya sebelumnya. Lalu, lewat pikiran itulah saya coba berbagi dan menyampaikannya kembali dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan agar bisa dibaca oleh orang lain.

Sampai di sini, apakah Anda masih ragu bahwa setiap kita sesungguhnya mampu menulis selancar berbicara?

Ayo...coba segera Anda praktekan sekarang juga menuliskan apa-apa yang ada dalam pikiran Anda dan ingin disampaikan kepada orang lain lewat media tulisan. Ayo lakukan secara terus menerus dengan menuangkan isi pikiran lewat tulisan setiap hari. Maka rasakan hasilnya, selain menyehatkan juga Anda akan berdecak kagum terhadap buah pikiran yang disampaikan lewat tulisan tersebut.

Menulis Selancar Bicara

Ibarat wadah, pikiran kita itu dapat diisi apa saja. Untuk itu, agar apa yang keluar dari wadah (pikiran) kita itu isinya berkualitas dan bermanfaat bagi orang lain, maka isilah pikiran kita dengan isi yang berkualitas dan sarat manfaat. Yakni biasakan selalu isi pikiran kita dengan ilmu lewat bacaan-bacaan yang berkualitas, dan mengambil ibroh serta pelajaran dari kehidupan di sekeliling kita.

Sejalan dengan kualitas pembacaan pikiran kita yang dilakukan setiap hari, maka kualitas bahasa lisan dan tulisan kita pun akan sebanding dengan informasi yang masuk dalam pikiran kita tersebut. Jadi, baca, baca, dan baca terus agar bahasa lisan dan tulisan kita makin lancar dan berkualitas lagi sarat manfaat.

Berikut ini, ada beberapa saran agar menulis itu bisa selancar ketika kita berbicara, yaitu:

1. Menulis isi hati dan pikiran.

Tips pertama ini dapat Anda coba. Tulislah apa-apa yang ada dalam isi hati dan pikiran kita. Tidak usah mikir macam-macam, tulis terus dan curahkan apa yang ada dalam isi hati dan pikiran kita. Menulislah tanpa berpikir apa yang akan dituliskan, tapi cukup menuliskan saja sesuai isi hati dan pikiran. Saya yakin hasilnya Anda akan menulis dengan tanpa beban dan menjadi lanacar!

2. Menulis tema tulisan yang dikuasai.

Jangan menulis apa yang tidak kita ketahui dan kuasai. Itulah saran dari para penulis senior. Sebab, dapat ditebak hasilnya Anda akan macet di tengah jalan ketika menulis. Untuk itu, menulislah tema-tema tulisan yang Anda kuasai. Maka hasilnya Anda akan lancar menuliskannya, karena bahan tulisan yang ingin Anda sampaikan itu telah dikuasai.

3. Menulis pengalaman hidup.

Tiap orang punya pengalaman hidupnya masing-masing. Pengalaman hidup tiap orang itu unik dan belum tentu dialami oleh orang lain. Menulislah sesuai pengalaman hidup yang Anda alami sendiri. Maka rasakan hasilnya ketika menulis Anda seperti mengulangi kejadian tersebut dan Anda cukup bergairah menuliskan kembali sejarah hidup Anda. Begitu lancar dan mengalir.

4. Menulis tentang hobi Anda.

Apa yang menjadi hobi Anda, tentu akan menyenangkan hati. Coba Anda tuliskan apa yang menjadi hobi tersebut. Keasyikan, suka dan dukanya dalam hobi Anda tersebut. Maka Anda akan leluasa menyampaikan lewat tulisan itu kepada orang lain. Sebab, Anda sendirilah sebagai pelakunya dari hobi tersebut. Sok, segera tuliskan pengalaman dari hobi yang Anda geluti selama ini.

5. Menulis dengan cara merekam.

Agar kebiasaan menulis ini selancar ketika berbicara, saran saya selanjutnya adalah dengan cara ungkapan lewat bahasa hati dan pikiran. Yaitu lewat merekam terlebih dulu apa yang menjadi isi hati dan pikiran kita tersebut. Baru kemudian hasil rekaman itu kita tuangkan dalam tulisan.

Menurut pengalaman yang telah dilakukan pada temen-temen saya ini, cara tersebut hasilnya cukup berhasil. Sebab ketika kita berbicara terlihat lancar tanpa beban. Seperti menuangkan isi teko kepada gelas.

Akhirnya, lewat lima tips di atas semoga Anda semakin lancar dalam menulis selancar ketika Anda berbicara. Untuk itu,sampaikanlah tulisan tersebut lewat bahasa hati dan pikiran.

Bagaimana menurut sahabat? Salam menulis, sukses dan berkah selalu! Aamiin.

~Arda Dinata,
Pengusaha Inspirasi di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.


Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002