Cari Artikel di Blog Ini:

Kamis, 05 Maret 2015

Korespondensi Melancarkan Menulis

Siapa pun bisa menulis. Menulis hanya soal membiasakan diri. Ketika hari-hari diisi dengan menulis, maka akan menghasilkan tulisan. Sebaliknya, bila hari-hari hanya di isi dengan mengobrol, maka obrolanlah yang tercipta.

Hal tersebut, saya rasakan sendiri. Paling tidak, pada waktu SMA saya sangat suka sekali korespondensi dengan sahabat setanah air. Hampir tiap minggu ada saja kiriman surat yang datang ke alamat sekolahku. Kasihan tukang pos, mungkin dia bosen baca nama saya pada setiap kiriman surat yang mampirke sekolahkku.

Masa SMA, saya begitu menikmati saling balas-balsan surat dengan temen-temen seluruh Indonesia. Saya pun rela berkorban uang jajan demi membeli prangko untuk membalas surat tersebut.

Lewat hobi korespondensi itu, saya serasa "wajib" menjawab setiap kabar dan pertanyaan-pertanyaan dari temen-temen saya lewat surat tersebut. Paling tidak saya menjawab say hallo yang mereka wartakan lewat surat.

Saya pun begitu mengalir dan bergairah menceritakan setiap menjawab pertanyaan itu. Ada perasaan sedang berdialong dengan sahabat saya itu. Saya tumpahkan pengalaman dan kisah yang akan saya bagikan kepada mereka.

Kebiasaan menulis surat itulah, barangkali yang mengantarkan saya kenapa saat ini saya merasa dimudahkan ketika menulis dan mencurahkan isi pikiran saya ke dalam tulisan.

Untuk itu, saya menyarankan bagi yang hobi korespondensi silahkan lanjutkan. Sebab, kebiasaan tersebut akan berpengaruh positif dalam kegiatan menulis selanjutnya.

Selamat menulis korespondensi, salam sukses dan berkah selalu. Aamiin...

~Arda Dinata,
Pengusaha Inspirasi di MIQRA Indonesia.


Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002

Wikipedia

Hasil penelusuran