Cari Artikel di Blog Ini:

Sabtu, 07 Maret 2015

Menulis Catatan Harian: Proses Menjadi Penulis Sejati!

"Penulis itu kerjaannya ya menulis. Menulis apa-apa yang terjadi dalam hidupnya, dan dialami orang lain. Atau apa yang direnungkannya itu adalah sarana menuliskan catatan harian (diary) yang baik. Diary yang dikemas dengan baik dan digagas untuk cerminan bagi penulisnya sendiri dan orang lain yang membaca itu, tentu sangat baik untuk dibukukan catatannya." ~Arda Dinata~

Saat tulisan ini dibuat, saya mendapat kabar dari group WA milik kantor tempat saya kerja bahwa ibudanya telah dipanggil-Nya. Kabar duka itu tentu bikin sedih dan ibroh bagi orang-orang beriman. Yakni wasiat kematian seseorang itu adalah rahasia Allah Swt. Setiap makhluk yang bernyawa itu akan menghadap pada-Nya. Sudahkah kita mempersiapkan jemputan kematian itu dengan baik?

Itulah pertanyaan yang terus menghantui pikiran saya. Apakah yang sudah menyiapkan bekal dengan baik? Semoga saya dan Anda semua pembaca catatan harian saya ini termasuk orang-orang yang telah menyiapkan amalan-amalan terbaik kita. Aamiin...!

Pada konteks menjadi penulis, maka amalan yang dapat meneguhkan dan menyempurnakan seseorang untuk menjadi penulis adalah menulis selalu setiap hari. Yup...menulis cacatan harian (diary) adalah langkah baik untuk meneguhkan diri kita untuk menjadi penulis profesional.

Banyak contoh, beberapa catatan harian yang dikemas menjadi sebuah buku ternyata banyak diterima oleh banyak kalangan pecinta buku. Bahkan, isi dari catatan harian itu dapat menginspirasi, mencerahkan, dan memberi pelajaran (ibroh) bagi para pemacanya.

Selain itu, lewat mencatatan harian itu, ketrampilan menulis kita semakin terasah dengan baik. Kepekaan berpikir dan merenung juga semakin baik serta mencerahkan hidup sang penulisnya. Banyak pesan yang bisa disampaikan dan dibagikan pada orang lain lewat catatan harian.

Untuk itu kemaslah dan rencanakan dengan baik dari bentuk catatan harian yang akan kita tulis. Bisa jadi catatan harian ini adalah merupakan amalan produktif bagi penulisnya. Jadi, jangan sia-siakan catatan harian yang kita buat.

Manfaat Catatan Harian

Lewat membaca catatan harian itu, pembaca menikmati ibroh dan wisata pikiran dari sang penulisnya. Seperti kita membaca catatan harian Hasan al-Banna, tokoh pendiri Ikhwanul Muslimin di Mesir tahun 1928 yang telah dibukukan dalam buku "Memoar Hasan Al-Banna, untuk Dakwah dan Para Da'inya."

Begitu juga catatan harian Anne Frank, gadis kecil berusia 13 tahun yang ditawan bersama keluarganya di Kamp Kosentrasi Nazi, ternyata ia rajin menulis apa-apa yang dialaminya dari 12 Juni 1942 hingga 1 Agustus 1944. Ketika gadis ini akhirnya meninggal dunia dalam usia yang masih belia, ia telah meninggalkan catatan hariannya yang sangat terkenal di dunia itu.

Yakinkan dalam diri kita, kalau menulis catatan harian itu tidak ada ruginya. Bahakan, sebaliknya justru sangat menyuburkan kegiatan profesi menulis kita. Menurut Afifah Afra, dalam buku "Be a Brilliant Writer: Kiat Sukses Menjadi Pendekar Pena!" menuliskan ada empat manfaat dari menulis diary ini.

1. Kita akan dibiasakan membahasakan persanaan kita, ide-ide kita dalam bahasa tertulis ~yang hal ini sangat dibutuhkan oleh seorang penulis profesional. Dengan sering berolah kata, reflek kita akan terbangun. Sense of art kita akan terbentuk sehingga kita bisa membedakan apakah kalimat yang kita tulis terasa manis didengar. Ataukah masih membutuhkan polesan.

2. Masih terkait dengan masalah tulis menulis, diksi kita akan semakin baik karena perbendaharaan kosakata yang semakin banyak.

3. Menulis diary akan memperlihatkan sebuah proses pendewasaan. Kita akan mampu melihat diri kita dari masa ke masa, dan hal tersebut akan sngat berpengaruh terhadap sikap kita terhadap orang lain.

4. Menulis diary adalah sebuah kerja jurnalistik. Kita sedang mencatat apa-apa yang kita alami, dan inilah sumber ide yang luar biasa.

Terkait dengan manfaat yang terakhir, menurut Josip Novakovich, "Pengalaman adalah sumber cerita fiksi yang terbaik." Artinya, dengan kita terbiasa mendokumentasikan pengalaman berarti kita sedang menyimpan sebuah sumber ide terbaik.

Selamat menulis catatan harian agar hidup langgeng menentramkan. Bagaimana menurut Anda?

Sudahkan Anda menulis catatan harian hari ini?

Salam sukses-berkah selalu. Aamiin....!

~Arda Dinata,
Pengusaha Inspirasi di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.


Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002