Cari Artikel di Blog Ini:

Sabtu, 15 Agustus 2015

Menanggulangi DBD dengan Manajemen Lingkungan

Judul Buku:
Manajemen Berbasis Lingkungan:
Solusi Mencegah dan Menanggulangi Penyakit Menular
Penulis:
Dr. dr. Anies, M.Kes, PKK
Penerbit:
PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
Tahun Terbit:
2006
Jumlah Halaman:
173 + xiv

DEMAM berdarah dengue (DBD) yang semula dianggap siklus lima tahunan, kini setiap tahun meledak di berbagai daerah. Penderitanya pun sudah bukan anak-anak lagi, tetapi penderita dewasa semakin banyak. Demikian pula penyakit menular lainnya, seperti malaria, leptospirosis, serta chikungunya, sewaktu-waktu dapat “meledak” dan menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang serius.

Pertanyaannya, kenapa penanganan yang dilakukan saat ini serasa kurang efektif? Mungkinkah ada yang salah dalam manajemen mencegah dan membasmi penyakit menular tersebut? 

Menurut buku ini, memang ada yang salah. Apalagi mengingat sebagian besar dari berbagai penyakit menular tersebut terkait erat dengan kondisi lingkungan, baik global maupun lokal. Namun, penanganannya kurang melibatkan faktor lingkungan. Padahal, tanpa melibatkan faktor lingkungan mustahil akan membuahkan hasil yang diharapkan (hal. viii).

Selama ini, mungkin kita jarang menyadari, bahwa karena perbuatan manusia yang mengeksploitasi sumber daya alam, penggunaan bahan-bahan kimia tertentu yang menyebabkan menipiskan lapisan ozon di atsmosfer, mengakibatkan suhu bumi semakin hangat dengan segala akibatnya. Salah satunya adalah meningkatnya populasi serangga yang berfungsi sebagai penular penyakit tertentu.

Di sini, kalau kita mau jujur, sesungguhnya mewabahnya DBD di seluruh Indonesia akhir-akhir ini bukan hanya karena sikap dan pola hidup yang tidak higienis. Tapi, pemanasan global juga turut memicu pertumbuhan nyamuk sebagai pembawa penyakit tersebut. Dalam hal ini, nyamuk dapat bertahan hidup dan berkembang di daerah yang sebelumnya tidak mungkin. Pemanasan global membuat jelajah nyamuk semakin luas. Hal ini menyebabkan melesetnya perencanaan tentang program kesehatan maupun pengembangan wilayah yang kurang mempertimbangkan faktor lingkungan.

Lebih-lebih, adanya perubahan iklim akibat pemanasan global tersebut, ternyata sangat menguntungkan bagi habitat serangga tertentu sebagai penular penyakit. Dalam hal ini, siklus hidup serangga tersebut semakin pendek, sehingga dalam jangka waktu singkat populasinya meningkat. Timbulnya penyakit DBD, chikungunya maupun malaria, sering dihubungkan dengan kelembapan udara dan curah hujan. Sehingga tidak mengherankan jika dikatakan bahwa kondisi iklim mempunyai hubungan erat dengan kejadian suatu penyakit menular. Bahkan iklim dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya koloni kuman secara alamiah. Dengan demikian, secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi timbulnya beberapa penyakit menular. 

Oleh karena itu, melalui buku ini kita akan diajak berdialog membicarakan seputar manajemen berbasis lingkungan dalam mencari solusi mencegah dan menanggulangi penyakit menular. Dengan membaca buku ini, kita setidaknya akan menemukan beberapa solusi dalam penanganan penyakit dengan pengelolaan faktor lingkungan (baca: manajemen berbasis lingkungan). Tepatnya, pendekatannya lebih mengutamakan upaya pencegahan dan peningkatan, tanpa melupakan pengobatan.

Secara umum pembahasan dalam buku ini dibagi dalam beberapa bagian dan kita bebas mulai dari bagian penyakit mana saja, karena sesungguhnya tulisan dalam tiap bagian ini bisa berdiri sendiri. Bagian yang dibahas dalam buku ini, diantaranya berupa: pengaruh lingkungan terhadap perkembangan penyakit; manajemen berbasis lingkungan; SARS; flu burung; demam berdarah dengue; chikungunya; penyakit tangan, kaki dan mulut (hand, foot and mouth disease); malaria; leptospirosis; toksoplasmosis; anthrax; polio; campak Jerman; infeksi “Rumah Sakit”; serta etika lingkungan dan mentalitas frontier.

Untuk itu, tidaklah kita menyesal memiliki dan membaca buku ini sebagai bahan informasi dalam bidang pemberantasan penyakit menular di Indonesia. Walaupun materi penyakit menular yang dibahas dalam buku ini memang bukan penyakit baru, tetapi ia merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan faktor lingkungan dan sempat menimbulkan ketakutan dan kecemasan di masyarakat, baik global maupun lokal. SARS dan flu burung merupakan problem global, sedangkan demam berdarah dengue, malaria, leptospirosis dan chikungunya, mewakili problem lokal.

Akhirnya, dengan membaca buku ini, kita akan menemukan bagaimana seharusnya kita melakukan manajemen berbasis lingkungan, yang merupakan solusi untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit menular tersebut secara spesifik pada tiap penyakit menular yang akan kita tangani.***
Arda Dinata adalah pencinta buku dan penggiat majelis buku di MIQRA Indonesia.


Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002

Wikipedia

Hasil penelusuran

ARSIP ARTIKEL