Sabtu, 31 Oktober 2015

Pikiran Itu Pemberi Semangat Menulis

"Suara itu menerawang bermesraan bersama pikiran indah pemberi semangat. Aku mengikatnya dalam tulisan hati yang memberi arti. Kepuasan itu penuh harga diri kokoh berdiri." @ardadinata
SUARA hati, suara kejujuran. Muaranya menuju kebahagiaan yang ditawarkan pikirannya. Pikiranlah sejatinya yang mengendalikan susana hati seseorang. Pikiranlah pengendali jiwa dan fisik manusia. Untuk itu, jaga pikiran kita secara adil dan bijaksana. Adil dalam input pemenuhan makanan rohaninya dan bijaksana dalam merealisasikan hasrat pikirannya.

Hari ini, matahari muncul malu-malu menemani diriku membaca koran dan buku-buku yang berjejer di lemari buku yang berdiri kokoh di ruang tamu rumah nomaden yang aku singgahi. Di samping itu, sesekali saya bermesraan membalas WA, BBM dan in box sosmed dari teman-teman di tanah air Indonesia.

Dalam konteks ini, jejeran koran, majalah, dan buku yang ada di rumah itu selalu setia memenuhi makanan jiwa pikiranku. Saya begitu betah berlama-lama membaca lembar demi lembar dengan aneka informasi dan tema. Aktivitas inilah yang memberi semangat pikiranku dan melancarkan kegiatan tulis menulis yang saya geluti selama ini.

Dampaknya, setiap kali membaca, jiwa dan pikiran saya akan selalu dihujani ide yang dapat menjadi tulisan lepas yang utuh. Entah hanya satu bait puisi di sosmed akunku. Atau esai singkat untuk blogku. Bahkan untuk memenuhi target penulisan artikel (opini) untuk koran dan majalah tiap minggunya. Termasuk didalamnya untuk tulisan jurnal ilmiah dan buku. Semua itu, saya lakukan dengan senang hati dan penuh semangat. Apakah Anda pernah merasakan atau melakukan seperti apa yang dilakukan saya tersebut?

Bagi saya, menulis itu akan memberi semangat dan menghidupkan pikiran. Sebab, bagi saya membaca sebelum menulis itu adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh seorang penulis. Hal ini, saya yakini agar apa yang ditulis itu ada ilmu dan kebaikan yang bisa ditularkan atau disampaikan lewat apa-apa yang kita tuangkan dalam sebuah tulisan.

Keberadaan simbiosis mutualisme antara membaca dan menulis itu harus terus digelorkan dalam perilaku keseharian bagi siapa pun yang ingin jadi penulis. Tanpa membaca dan menulis yang dilakukannya dalam kehidupan keseharian, maka jangan harap Anda akan menjadi penulis yang produktif dan berkualitas. Adanya aktivitas membaca dan menulis inilah yang akan memenuhi kebutuhan makanan rohani pikiran kita. Saya punya keyakinan bahwa lewat makanan pikiran itulah yang akan mendewasakan karya-karya tulis yang kita hasilkan.

Untuk itu, sudahkah hari ini Anda membaca dan menulis? Lalu,bagaimana menurut sahabat dan pembaca setia www.ardadinata.com tentang isi tulisan ini? Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu...aamiin...!

Pangandaran, 31 Oktober 2015

Arda Dinata, Motivator di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia.



PELUANG BISNIS TERBARU DI ERA NETIZEN
Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
www.AzariaStore.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002