Cari Artikel di Blog Ini:

Sabtu, 28 November 2015

3 Tips "Paling Nendang" Buat yang Pengen Jadi Penulis

Sebagai seorang manusia pasti pernah merasakan kegagalan, kesalahan, dan banyak lagi kejadian yang mengecewakan lainnya. Hal ini tak jarang membuat kita menyerah, putus asa, dan lalu melupakan mimpi-mimpi yang ingin kita kejar…

c5206e8819a3d593eacf2f29b2495886 ()
Image via examiner.com

Sebenarnya putus asa dan menyerah itu manusiawi, tapi yang jadi masalah adalah kalau hal ini MEMBUNUH ANDA DARI DALAM ketika anda tahu sebenarnya anda tidak ingin menyerah.
Anda tidak sendiri. Hal ini juga dialami jutaan manusia lainnya, termasuk oleh Bryan Hutchinson, seorang penulis yang telah menerbitkan beberapa buku dan yang paling penting telah sukses mengeluarkan potensi kreatifnya!

Menurut Hutchinson, semua orang di dalam dirinya punya potensi kreatif namun potensi tersebut masih terkubur dan menunggu untuk dikeluarkan. Anda bisa mengubahnya, KALAU ANDA MAU.
Ini saatnya untuk mengeluarkan potensi kreatif anda! Entah menjadi seorang penulis, pelukis, seniman, atau menjadi apapun yang benar-benar anda inginkan, untuk kemudian benar-benar sukses dan MELESAT!

Image via http://ideas.ted.com/
Image via http://ideas.ted.com/

Hutchinson memberikan 3 tips yang dimuat di website Writer's Digest. Memang hanya 3 tips, tapi jika diterapkan, 3 tips ini mampu MENGUBAH ARAH HIDUP anda. Mari kita baca satu persatu:

1. Pantang beralasan

(callnewman.com)
Image via callnewman.com


Alasan dapat mengikis kemampuan luar biasa anda lebih dari apapun. Bahkan anda tidak sadar bahwa alasan tersebutlah yang menyeret anda mundur. Misalnya seorang penulis yang ingin mempublikasikan tulisannya. Lalu penerbitnya menanyakan, "apa anda yakin bisa mendapatkan uang dari menjual tulisan dalam buku ini?"

Ketika ditanya seperti ini, di saat itulah tak jarang penulis akan mengartikan pertanyaan tersebut sebagai, "buku ini tidak layak jual, oleh karenanya penerbit tidak punya alasan untuk menerbitkan karya ini".

Pertanyaan semacam itu, hanyalah alasan untuk penerbit tidak menerbitkan karya anda, dan dapat menyurutkan semangat anda. Padahal itu belumlah pasti.

Yang bisa anda lakukan adalah dengan menguatkan diri dengan bertanya pada diri sendiri dengan pertanyaan berikut:

1) Apa passion saya sebenarnya? (Menulis, Melukis, Menyanyi?)
2) Apa impian saya? (sebagai hasil dari hidup sesuai passion)
3) Apa tujuan hidup saya hingga dapat hidup dengan passion dan meraih mimpi saya? (buat daftar)
4) Apa yang bisa saya lakukan untuk membantu saya mewujudkan tujuan hidup tersebut? (buat daftar)

Image via liveboldandbloom.com

Semisal anda bermimpi untuk menulis sebuah buku, anda bisa menanyakan hal-hal seperti ini:
1) Berapa halaman yang harus saya tulis setiap harinya untuk menyelasaikan buku saya dalam setahun?
2) Berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk menulis setidaknya 5 halaman atau lebih setiap harinya?
3) Siapa yang dapat membantu saya dalam menyelesaikan dan menerbitkan tulisan saya? (Bisa guru, teman atau mentor)
4) Hal apa saja yang saya perlukan untuk belajar dan memahami itu semua? (buatlah daftarnya)

2. Dapatkan Informasi dan Tools  yang diperlukan

       Semisal anda mau menulis, ingatlah kutipan berikut:
(twitter.com)
Image via twitter.com

Tak jarang banyak penulis yang takut dan ragu. Begitu juga dengan Hutchinson. Ia sering melihat beberapa buku motivasi yang mungkin dapat membantunya. Namun ia juga dulunya ragu, bahkan takut kalau tidak siap melakukan apa yang tertulis di buku motivasi tersebut. Namun setelah beberapa saat Bryan dipinjami buku tersebut oleh temannya dan akhirnya ia baca. Awalnya tidak ada yang berubah, namun saat ia bersungguh-sungguh menerapkannya, terjadi perubahan yang luar biasa drastis!

Dari situ Bryan tidak menyangka perubahan yang dapat terjadi karena sebuah buku. Ia bahkan menggarisbawahi bahwa "buku yang tidak dibaca, tidak dapat membantu apa-apa"  kutipan oleh Jim Rohn, yang sukses menjadi seorang milyader di usia 31 tahun. Rohn menjadi milyarder antara lain karena ia membaca buku yang DISARANKAN kepadanya.

Ini bukanlah sesuatu yang dilakukan semua orang dan menunjukkan Rohn memang berbeda dengan kebanyakan orang dan hasilnya sudah kelihatan.

Seandainya ada sebuah seminar dengan subyek yang anda perlukan untuk meningkatkan kemampuan anda, dan anda melewatkannya, baiklah jika anda mau datang pada kesempatan berikutnya. Tapi ketika anda memutuskan untuk tidak pergi, di mana anda meletakkan kesungguhan anda untuk mengejar mimpi anda?

Jika di luar sana ada sebuah  buku yang dapat membantu mengembangkan keahlian anda dan bisa memberikan tools yang anda perlukan, dan anda tidak membacanya, MENGAPA TIDAK MEMBACANYA?
Image via writerwizardsenseiboy.wordpress.com
Image via writerwizardsenseiboy.wordpress.com

Bukankah anda bersedia untuk berinvestasi demi diri anda sendiri? Jawabannya, "bersedia?" kan?
Perhatikan bedanya. Ada beberapa orang yang berinvestasi untuk "mengedukasi-diri sendiri" dan ada yang tidak. Ada yang membaca buku, kuliah, ikut pelatihan dan ada yang tidak. Oleh karenanya ada yang sukses atas usaha kerasnya dan ada yang tidak. Anda mau yang mana?

Dan Jim Rohn memiliki kutipan yang tepat menggambarkan pentingnya mengedukasi diri sendiri. "Formal education will make you a living. Self education will make you a … fortune."

Berita baiknya adalah tidak ada kata terlambat untuk memulai atau melanjutkan untuk mengedukasi diri sendiri. BELUM TERLAMBAT. Tidak ada kata terlambat.

Jangan khawatir bahwa tips yang diberikan Hutchinson ini hanya untuk penulis semata. Apapun background anda, anda tetap bisa mengaplikasikan ini. "Apapun yang perlu anda lakukan, lakukanlah, dan edukasi diri anda sebaik mungkin."

3. Ambil langkah nyata

Setelah mengetahui 2 hal sebelumnya, hal yang sangat penting kemudian tentunya adalah dengan mengambil langkah nyata.
Image via twitter.com
Image via twitter.com

Kalau anda bilang mau menulis buku bahkan sangat menginginkannya, maka duduklah dan mulai menulis. Anda mungkin tidak tahu bagaimana memulainya dan ketahuilah bahwa hal itu sangat wajar. Tulislah apa yang muncul dibenak anda dan biarkan otak anda bekerja ketika menulis. Inilah hal unik dari otak kita, ketika anda mencoba dengan sengaja melakukan sesuatu atau merencanakan "dengan sempurna" terlebih dahulu, anda akan mendapati bahwa ternyata hal itu akan memakan waktu lama. Sebaliknya, jika anda mulai saja prosesnya, apapun itu, otak kita akan membantu mengarahkan tindakan-tindakan cemerlang yang tidak kita sadari sebelumnya. Tentunya pernah mendengar slogan produk ternama "Just do it" kan?

Banyak dari kita mepertimbangkan terlalu banyak hal sebelum memulai menulis. Kerangka dan formula yang sempurna, apa yang harus dilakukan, mengapa melakukan ini, dan bagaimana memulai dengan baik, dan lain-lain. Padahal nyatanya kreativitas kita dapat terkikis apabila terlalu dikontrol.

Image via israelsmith.com

Jika anda terlalu mengontrol kreativitas anda dan menunggu hingga mendapat ide, rencana atau apapun yang sempurna, bisa dibilang anda akan menunggu selamanya. Jalani dan mulai dari sekarang.
(www.azquotes.com)
Image via www.azquotes.com
Mulailah menulis, melukis, apapun yang ingin anda lakukan. Bebaskan dirimu dan biarkan kreativitas mengarahkan anda!



Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002

Wikipedia

Hasil penelusuran

ARSIP ARTIKEL