Cari Artikel di Blog Ini:

Minggu, 15 November 2015

Kamu Mencuri Mimpiku, Aku Suka!

SEMILIR angin membasuh wajahnya yang putih bersih. Kesegaran wajahnya semakin terpancar tak kala senyum lesung pipitnya ikhlas terkembang dan bola mata yang indah itu beradu pandang dengan mataku. Hatiku langsung tergetar dan aliran darahku tiba-tiba mengalir lancar. Membuat aura pikiranku terus melayang-layang.

"Apa kabar Akang?" Sapaan itu tiba-tiba menyadarkan lamunannku yang masih liar melayang-layang.

"Alhamdulillah baik...!" Suaraku terbata-bata menjawab sapaannya.

"Akang hebat sekarang. Sudah jadi orang sukses. Tulisannya tersebar dimana-mana. Aku suka tulisan-tulisan Akang banyak memotivasi hidupku. Kata-katanya indah penuh makna. Pokoknya aku senang tulisan dan syair-syair akang yang sering di sebar lewat media sosial dan blog Akang."

"Ah....masa sih....? Akang kan biasa aja masih seperti dulu. Tulisan-tulisan dan catatan Akang itu sebenarnyakan untuk menyemangati diri Akang sendiri. Paling tidak pas semangat dan gairah hidup lagi kendor atau malas, Akang menjadi termotivasi dan semangat lagi ketika selesai membaca tulisan-tulisan yang Akang tulis. Tapi, kalau tulisan-tulisan Akang bermanfaat bagi orang lain yang membacanya. Akang sangat senang dan Alhamdulillah kalau bisa menjadi motibasi bagi sebanyak-banyaknya orang."

"Kapan atuh Akang menulis cerita atau novel?"

"Pengen sih...., ini juga masih lagi belajar menulis catatan-catatan harian dengan gaya bercerita. Doain aja ya biar mimpi-mimpi Akang bisa terwujud. Aamiin...!"

"Aamiin.....!"

Pertemuan singkat di pojok kota Khayangan Kuning itu, begitu singkat. Padahal sudah 15 tahun sejak SMA kami baru berjumpa lagi.  Wajah dan candanya masih tidak berubah. Hanya usia dan penampilan yang agamis dan sedikit modis itulah yang kelihatannya berubah dalam hidupnya.

##

Pagi yang ikhlas tersenyum lewat anggunnya temaran cahaya matahari yang mulai menampakkan sinarnya ke seisi bumi. Kehangatannya mencerahkan kehidupan di jagat raya. Seperti hangatnya suasana hati ini manakala mengenang indahnya mimpi-mimpi yang terus hadir bermesraan dalam hidupku.

"Kamu mencuri mimpi-mimpiku..... tapi aku suka!" Status itu telah memikat inspirasiku.

Ditemani setumpuk bacaan, ada koran, majalah, dan buku-buku yang selalu ada di samping tempat tidurku. Akhirnya aku tuliskan inspirasi itu dalam catatan di blogku.

"Aku memang merasakan begitu banyak mimpi-mimpiku yang telah dicuri orang. Namun, aku ngak marah. Sebab, itu artinya aku harus banyak belajar bagaimana harusnya aku segera mewujudkan mimpi-mimpiku. Hikmahnya, aku bisa belajar dari mimpi-mimpiku yang sudah dicuri dan diwujudkan oleh orang lain tersebut!" Guman hatiku terus meluncur ke sana-kemari.

##

Suara kumandang azdan subuh itu menyadarkanku akan beberapa mimpiku yang harus segera diperjuangkan dan diwujudkan dalam perilaku keseharian.

"Mimpi-mimpiku ini jangan sampai dicuri orang lain. Mimpi-mimpi yang setia menunggu untuk segera diwujudkan itu harus segera aku capai agar tidak menyesal di kemudian hari." Gumanku setelah azan subuh itu selesai dikumandangkan.

Dingin dan segarnya sapuan air wudu begitu menyegarkan wajahku. Membuat kulit wajahku makin cerah. Dan pikiranku pun menjadi segar, fresh menyelimuti jiwaku. Aku pun bergegas tunaikan kewajibanku. Aku salat dan berdoa minta dimudahkan dalam mencapai cita-citaku. Baik yang sedang aku geluti sekarang maupun mimpi-mimpiku yang telah dicuri orang lain.

Bersama mimpi-mimpiku itu, hidupku semakin bergairah. Langkah kaki dan pikiran ini saling bekerjasama tiada henti mendampingi langah-langkah kesabaranku dalam mewujudkan mimpi-mimpiku tersebut.

Jari-jariku pun mulai menari-nari sesuai gayaku memainkan tuts-tuts huruf merangkai kata demi kata menjadi sebuah kalimat sampai menjadi alinea dan tulisan-tulisan untuk isi bukuku, blogku, dan artikel untuk koran maupun majalah.

Aku refreshing sejenak dengan buka-buka media soaial jaringanku. "Kamu telah mencuri mimpi-mimpiku.......Aku suka!" Isi status sahabat sosmedku itu begitu menggodaku dan menyadarkanku.
Lalu, aku berpikir dalam hati. "Sebetulnya siapa sih yang mencuri mimpi-mimpi itu? Aku atau kamu sih! Jangan-jangan kita sama-sama bermimpi dan merasa kalau mimpi-mimpi kita itu telah dicuri orang."

Bersama suara burung pagi hari yang begitu ceria, akupun up date status sosmedku, "Mimpi-mimpiku masih setia sayang.....! Yuks, kita mewujudkan mimpi-mimpi itu!"

Pnd, 15 November 2015

@ArdaDinata


Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002