Cari Artikel di Blog Ini:

Jumat, 27 November 2015

Membangun Kreativitas Penulis Lewat 3 M

"Lewat baca-tulis, hidup diurai dalam bahasa tulisan. Rangkaian kata, kalimat, dan dialog mengalir memberi inspirasi. Bagi penulis inspirasi itu membahagiakan dan mencerahkan daya kreativitasnya. Sifat kreatif ini menjadi ruh kesuksesan seorang penulis." ~Arda Dinata~

Kreatif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. (KBBI) diartikan sebagai memiliki daya cipta, memiliki kemampuan untuk menciptakan. Sedangkan kreativitas ialah kemampuan untuk menciptakan daya cipta.Dengan demikian, bagi penulis berarti kreatif itu adalah menghasilkan karya tulis yang siap dibagikan dan dinikmati oleh pembaca.

Tanpa adanya kreatifitas, karya seorang penulis tentu kurang greget, monoton, dan tidak lancar lagi tidak menyegarkan saat dibaca. Arti lainnya, kreativitas ini hukumnya wajib dimiliki tiap penulis agar karya-karyanya berkualitas. Dan kreativitas seorang penulis itu tidak hanya berhenti pada menghasilkan karya berkualitas, tetapi juga bagaimana seorang penulis itu mampu menciptakan peluang-peluang baru dari dalam dirinya terkait kecerdikan untuk memasarkan karya-karyanya.

3 M

Untuk menjadi kreatif, manusia itu secara emosi menurut B.S Wibowo (2002) umumnya mereka memiliki hasrat, kepekaan, minat, rasa ingin tahu, mendalam dalam berpikir, konsentrasi, optimisme, tertantang oleh kemajemukan, bersifat menghargai, dan tidak mudah puas.

Kesepuluh karakteristik tersebut, harus menjadi pijakan bagi penulis untuk menghasilkan karya-karyanya secara kreatif. Lewat karya yang kreatif, seorang akan selalu dinanti karya-karyanya oleh para pembaca setianya. Kreativitaslah yang akan melanggengkan profesi kepenulisannya.

Pada konteks kepenulisan ini, Lawrence Clark Powell menyimpulkan bahwa seorang penulis adalah mereka yang kreativitas yang bersumber dari kemampuan 3 M (melihat, merasakan, dan menyatakan).

Melihat, bagi penulis merupakan hal yang wajib dilakukan setiap hari. Yakni melihat teks-teks tertulis dan teks-teks kontekstual yang terjadi di alam semesta termasuk kehidupan manusia di dalamnya.

Lewat merasakan terhadap sesuatu hal, seorang penulis akan mendeskripsikan apa yang dituliskannya itu akan lebih hidup dan bergairah. Bahasanya begitu menyentuh, detail, dan ada sisi-sisi humanis yang disampaikan sehingga mudah dipahami dan menyentuh pembacanya. Tulisan kan karyanya jadi menjadi lebih hidup.

Kemampuan yang ketiga adalah kemampuan menyatakan. Bagi seorang penulis, kemampuan menyatakan ini berarti kemampuan enuangkan ide-ide kreatifnya itu dalam bentuk bahasa tulisan. Mulai dari gaya bahasa yang digunakan, kaya pembendaharaan kata, mengalir, dan kreatif dalam memilih sudut pandang terhadap ide tulisannya.

Akhirnya, pesan dari Kang Arul (2010) dalam buku "A Complete Guide for Writerpreneurship", saya kira wajib dilakukan oleh tiap penulis,  yaitu terkait poin yang bisa dilakukan oleh seorang penulis untuk mengasah sensibilitasnya, diantaranya: rutin melakukan observasi di toko buku untuk mengetahui buku baru atau rutin membaca semua media cetak; wajib mendatangi pameran-pameran buku; mengikuti komunitas kepenulisan; menyiapkan naskah-naskah buku dari genre apa pun untuk memenuhi permintaan naskah para penerbit, dan bertemu dengan pemegang kunci keputusan, di penerbit maupun redaksi media cetak.

Bagaimana menurut Anda? Salam sukses berkah selalu aamiin...!

Pnd, 27 November 2015
Arda Dinata
Www.ardadinata.com


Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002

Wikipedia

Hasil penelusuran

ARSIP ARTIKEL