Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2016
BUKU KESEHATAN LINGKUNGAN

SILAHKAN UNDUH APLIKASI ANDROID UNTUK BLOG WWW.ARDADINATA.COM

Syair Pelangi di Radakng

Gambar
EMBUN pagi masih belum mengering. Rombongan ibu-ibu bergerombol sibuk di pancuran tempat penampungan air yang ada di belakang Rumah Panjang. Jaraknya sekira 100 meter. Suasana ini terjadi tiap pagi dan sore hari. Mereka selain mandi, juga mencuci piring dan baju. Dan pulangnya tidak ketinggalan ibu-ibu tersebut membawa air. Ada yang menggunakan ember dan kent (drigen). Yang khas adalah cara membawanya dengan mengikatkan talinya di atas kepala.
Ketika ditanya, kenapa para ibu yang mengambil air? “Karena ibu-ibu yang merasa butuh air untuk keperluan di dapur. Kalau tidak ada bapak, iya ibu yang ambil air. Kalau ada bapak, iya dibantu bapak ambil airnya,” ujar ibu Fernadeta yang suaminya sekarang terkena stroke ini.
Saya pun masih menikmati obrolan ringan itu sambil gosok gigi, bersih-bersih tangan dan kaki. Dengan bahasa khas Suku Dayak Kanayatn terlihat ibu-ibu tersebut asyik dengan obrolan paginya di lingkungan pancuran air yang digunakan secara bergantian itu. Mereka pun tidak berebuta…

Patung Ibu Menyusui di Radakng

Gambar
DAYAK sebagai Suku Bangsa, dalam Ensiklopedia Nasional Indonesia (Jilid 4) terbitan PT. Delta Pamungkas (2004: 259), disebutkan bahwa garis keturunan ditarik secara patrilineal. Bentuk kekerabatan yang penting adalah keluarga luas. Keluarga luas menetap pada rumah besar yang disebut bentang atau balai. Di rumah besar ini pulalah orang Dayak mengadakan upacara dan kegiatan keagamaan. Gabungan keluarga luas biasanya berorientasi pada satu nenek moyang asal yang sangat dihormati. Penghormatan terhadap roh nenek moyang berkaitan erat dengan sistem kepercayaan mereka.
Disebutkan lebih jauh dalam buku tersebut, sistem kepercayaan orang Dayak, yang meliputi kepercayaan terhadap roh, disebut kaharingan. Mereka percaya bahwa roh orang mati akan menuju suatu tempat yang disebut Alam Datu Tunjung Punu Gamari.
Untuk mencapai tempat alam itu, diperlukan upacara-upacara khusus untuk keselamatan para roh dan keluarganya yang masih hidup. Kegiatan upacara keagamaan dipimpin oleh walian (belian). Selain…

Pelangi Menyambut Kedatanganku

Gambar
“MENUNGGU beraktivitas yang sesungguhnya perlu persiapan matang yang penuh ketenangan.” (@ardadinata).
Itulah isi postingan FB-ku edisi May 9 at 9:30 am.
Ide postingan itu, sesungguhnya muncul setelah aku membuat rangkuman point-point yang akan ditanyakan dan digali dalam Riset Etnografi Kesehatan di Suku Dayak Kanayatn Desa Saham. Aku menyadari perlu persiapan matang tentang tema yang patut digali.
Coba saja bayangkan. Selain masalah unsur budayanya sendiri yang perlu digali. Kami dituntut untuk menggali 4 tema kesehatan di kehidupan Suku Dayak tersebut. Ada masalah Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Penyakit Menular (PM), dan Penyakit Tidak Menular (PTM).
Pagi ini, harusnya kami sudah dapat travel yang mengantarkan ke daerah Puskesmas Pahuman yang ada di Kecamatan Sengah Temila. Jarak yang harus kami tempuh dari Pontianak menuju Pahuman sekira 138 km. Di mana temen kami, Muilin sebagai Tim Peneliti Daerah sudah siap menunggu. Ternyata travel yang kami …