Kamis, 31 Maret 2016

Kerasukan Dalam Menulis: Menulis Buku ala Rhenald Kasali (2)

"Kerasukan Dalam Menulis:
Menulis Buku ala Rhenald Kasali (2)
oleh: Hernowo
Apakah disiplin mengeksplorasi konsep-konsep kehidupan dan manajemen seperti ini bisa dilakukan tanpa keseriusan menulis dan tanpa self discipline? Saya rasa tidak! Hanya disiplinlah yang mengantarkan seseorang hingga ke garis finish secara terhormat.

Istri saya tiba-tiba bertanya, seakan-akan ia tahu apa yang tengah saya pikirkan, "Kapan buku ini selesai?"

Saya katakan, begitu perjalanan ini selesai, staf-staf saya di kantor pasti sudah siap meneruskan proses selanjutnya, yaitu pengetikan, editing, desain, dan melengkapinya dengan tulisan-tulisan terdahulu. Saya tahu ia sudah sangat terbiasa melihat saya "kerasukan" dalam menulis, mengungkapkan gagasan-gagasan yang sudah lama saya pikirkan.

Bahkan bahan-bahan seperti ini biasanya sudah saya seminarkan selama setahun sebelum menjadi tulisan, diiringi dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari para eksekutif dan rekan-rekan guru besar. Dari mereka saya mendapatkan pengetahuan tambahan. Mereka mengisi celah yang masih kosong dari apa yang ingin saya tulis.

Namun, apakah yang membuat buku ini mengalir begitu deras? Saya kira saya tak mempunyai hal lain yang lebih penting selain prinsip yang dianut para Samurai: self discipline, fokus, dan nilai-nilai kehormatan.


*** 


Saya sengaja mengutip cukup panjang apa yang ditulis Rhenald Kasali (RK) di halaman 115 bukunya, Self Driving. Dari apa yang disampaikan RK tersebut, kita sudah dapat belajar bagaimana RK menulis buku. 

Memang, RK tidak sendirian dalam menyelesaikan bukunya. Dia punya tim yang kemudian membantunya mengolah dan menjadikan gagasan-gagasannya yang semua ditulis di lembar-lembar blocknotes-nya menjadi buku sebagaimana yang kemudian kita baca. 

Apabila Anda sempat membaca Self Driving, Anda akan menyaksikan betapa kaya materi yang disajikan RK dalam karya terbarunya itu: ada boks, ada gambar, dan ada kutipan-kutipan yang menginspirasi.

Yang perlu saya garisbawahi tentang kisah RK dalam menulis buku, sebagaimana saya kutip di atas, adalah tentang terciptanya momen "kerasukan" dalam menulis. 

Kalau Anda sempat menonton pertunjukan tradisional di Jawa bernama Jathilan, Anda akan paham dan mampu menghayati kata "kerasukan" itu. Di alam Jathilan, hal itu disebut sebagai proses kesurupan dan akhirnya orang yang kesurupan itu "ndadi". Pemain Jathilan yang "ndadi" biasanya memang "kerasukan" sesuatu—katakanlah setan—sehingga kekuatannya bertambah sehingga dapat memakan beling (pecahan kaca) atau mengupas kelapa yang masih ada sabutnya dengan gigi atau enak saja dan tak merasa sakit ketika bermain-main dengan api.

"Kerasukan" menulis yang dialami RK tentu berbeda dengan kesurupan di dunia Jathilan. Jenis "kerasukan" ini dapat dikatakan sebagai sebuah keasyikan dan kenikmatan dalam menulis. RK dapat menciptakan momen "ndadi" seperti itu karena tebiasa menyampaikan dan mematangkan gagasannya lewat seminar, menulis artikel di koran, dan berdiskusi dengan sejawatnya sejak jauh sebelum dia menuliskan gagasan itu menjadi buku. Anda akan dapat menciptakan momen "kerasukan" dalam menulis sebagaimana RK apabila Anda mampu memiliki gagasan dan gagasan itu membuat Anda kesetanan untuk terus menulis dan menulis.

Belajar dari RK, saya ingin menekankan betapa pentingnya gagasan—yang dibangun dari keunikan diri dan kemampuan tinggi dalam mengungkapkan pikiran orisinal—untuk sebuah kegiatan menulis yang benar dan otentik.

Tanpa kehadiran gagasan, mungkin kita hanya akan menulis dalam bentuk, maaf, "copy paste".[]

_____________
*  Hernowo - pelatih senior di lembaga pelatihan InterMedia

Tak ada penulis yang tidak mengenal Hernowo, penulis dan editor handal Indonesia. Lewat bukunya yang sangat terkenal, "Mengikat Makna" lulusan Teknik Industri ITB, CEO dari Mizan Learning Center ini telah mengompori dan menginspirasi ribuan penulis. Prestasinya mencengangkan. Hanya dalam kurun waktu empat tahun mampu melahirkan 24 buku. Padahal beliau memulainya di usia 44 tahun.



PELUANG BISNIS TERBARU DI ERA NETIZEN
Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
www.AzariaStore.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002