Cari Artikel di Blog Ini:

Kamis, 14 April 2016

Menjemput Kecerdasan Anak

Banner 468x60

 


Setiap anak itu cerdas. Sebab, cerdas itu fitrah manusia. Tugas orangtualah yang harus menjemput kecerdasaan itu agar hadir dalam diri seorang anak. Yakni, lewat pola asuh didikan yang tepat dan benar. Untuk itu, tidak boleh main-main dan seadanya sikap orangtua dalam mendidik putra-putrinya. Inilah visi yang harus ditanamkan dalam diri orangtua dalam mendidik kecerdasan anaknya.
 
Berikut ini, ada lima kecerdasan yang patut dijemput dan ditumbuhkan orangtua pada diri seorang anak, yaitu:

1.      Kecerdasan fisik. Sejak masa balita, orangtua harus membangun pola asuh yang merangsang agar si anak menjadi terampil dalam mengimbangkan diri dan mengkoordinasikan fungsi tubuhnya. Termasuk di dalamnya membangun sikap anak agar lincah dan smart dalam gerak-gerik perilakunya memunculkan bakat keterampilannya. Yakni terampil menghindari diri dari cedera dan terampil dalam menjaga kehormatan dirinya.

2.      Kecerdasan emosi.  Kecerdasan ini butuh kebiasaan yang terus dibangun dalam hidup keseharian anak. Diantara wujud kecerdasan emosi ialah tak kala ditimpa sedih, si anak cepat pulih. Sebab, dialah pribadi yang selalu ceria, bersyukur, sabar, dan takwa. Nilai yang dapat membangun kecerdasan emosi ini berupa rasa optimis. Yaitu pikirannya yakin kalau keselamatan itu milik mereka yang berusaha maksimal, penuh ketentraman, dan berpikir positif. Adapun perilaku yang patut ditanam dalam diri anak ialah sikap ma’ruf, indah, suci dan akhlak yang baik. Wujudnya berupa perilaku anak yang tidak suka mungkar, najis, jelek dan merusak. Inti kecerdasan emosi ini, akalnya mudah mengendalikan nafsu dalam dirinya.

3.      Kecerdasan akhlak. Kecerdasan anak ini, dibangun atas dasar pondasi bagaimana anak itu menghargai kehormatan dirinya. Anak yang bersahabat pada Tuhan, Alquran dan Rasul-Nya. Anak yang sayang dan membahagiakan pada ibu-bapaknya. Anak yang memiliki sifat selalu bersyukur, mencintai ilmu hingga paham dan mengerti adab-akhlak yang baik dalam menjalankan perilaku kehidupan kesehariannya.

4.      Kecerdasan intelektual. Kecerdasan ini didapat lewat didikan yang diikuti anak (baik pendidikan formal dan non formal). Intinya, bagaimana orangtua ini memberikan ilmu pengetahuan pada anak-anaknya. Kecerdasan ini membuat seorang anak siap menghadapi persaingan hidup yang kompleks. Untuk mendapatkan kecerdasan ini, bisa didapatkan dari belajar di sekolah, membaca dan pemanfaatan kecanggihan internet.

5.      Kecerdasan kebajikan. Inilah kecerdasan yang akan membawa anak pada kehidupan yang sukses penuh keberkahan. Nilai-nilai yang perlu ditanam pada anak, diantaranya berupa kesadaran akan alasan-alasan berbuat kebaikan; terbiasa memilih kebaikan dan menolak keburukan; dan berbuat istiqomah dalam berbuat kebaikan, baik pada diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan amal semesta. (Arda Dinata, Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/MIQRA Indonesia).***   


Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002

Wikipedia

Hasil penelusuran