Cari Artikel di Blog Ini:

Kamis, 03 Agustus 2017

Bagaimana Paragraf Pertama Dalam Novel Kehidupan Kita?

Arafat || Channel Telegram:
PARAGRAF PERTAMA

"Tidak!" Wanita itu tak pernah membayangkan, bahkan dalam impian terburuk sekalipun, mendapat permohonan sedemikian pelik. Seorang lelaki berdiri di depannya, menadahkan maaf dan ampun, untuk sebuah permintaan yang mustahil dipenuhi.

Kalimat di atas adalah paragraf pertama dari novel Cinta 2 Kodi yang ditulis oleh Asma Nadia. Tahukah saudara, bahwa penulis novel yang baik harus memulai paragraf pertamanya dengan kalimat yang kuat karena disitulah pembaca akan memutuskan apakah ia akan meneruskan membaca novel tersebut atau mengembalikannya ke rak buku.

Bagi Asma Nadia, Tere Liye, Ahmad Fuadi, dan sederet novelis Indonesia lainnya, kegagalan dalam menulis paragraf pertama yang berkesan, sama artinya kegagalan dalam sepanjang novel.

Teori tentang "paragraf pertama" ini bahkan berlaku bagi penulis novel di seluruh dunia. Bagaimana kalau kita membaca paragraf paling awal dari novel Bliss karangan Kathryn Littlewood ini,

Ketika musim panas pada ulang tahunnya yang kesepuluh, Rosemary Bliss melihat ibunya mengaduk halilintar ke dalam semangkok adonan dan mengetahui -dengan seyakin-yakinnya- bahwa orangtuanya menggunakan sihir di toko roti Bliss.

Tidakkah dari kalimat itu saja kita sudah merasa bersemangat ingin melanjutkan membaca novel sampai habis? 

Setelah memahami teori ini, kita seharusnya belajar pula untuk memulai aktivitas sehari-hari dengan paragraf pertama yang kuat, karena kita juga tak ubahnya sedang menulis novel kehidupan kita sendiri. 

Paragraf pertama itu ada dalam rutinitas yang paling awal kita lakukan setelah bangun tidur. Biasakanlah melakukan hal yang kuat pada saat-saat tersebut. Mungkin dengan membaca Al-Quran, ditambah dengan membaca zikir-zikir yang dibaca oleh Rasulullah. 

Guru saya membaca Ratib Haddad setiap pagi setelah Subuh. Guru saya yang lain, membaca Al-Ma'tsurat pada waktu yang merupakan golden time tersebut. 

Apa yang saudara lakukan di waktu istimewa itu? Ingatlah kegagalan dalam melakukan hal yang kuat dan berkesan pada paragraf pertama, sama artinya kegagalan dalam sepanjang hari yang akan kita jalani.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!


Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002

Wikipedia

Hasil penelusuran

ARSIP ARTIKEL