Cari Artikel di Blog Ini:

Sabtu, 09 September 2017

Lebih Baik Hilang Uang Daripada Kehilangan Peluang

| Arafat | Telegram Chanel 

LEBIH BAIK HILANG UANG DARIPADA KEHILANGAN PELUANG

Tom and Jerry memang hanya sebuah film, tetapi karakter masing-masing tokoh dalam film tersebut lekat sekali seperti mewakili orang-orang dalam kehidupan nyata.

Jerry si tikus coklat yang menggemaskan mewakili tipe orang yang selalu beruntung dalam hidup ini. Ia kerap kali dikejar bahaya, tetapi selalu saja berhasil melarikan diri. 

Sebaliknya Tom si kucing seakan-akan gambaran orang yang selalu sial. Makanan di depan matapun tetap saja tidak bisa diraih. Kejar-kejaran yang terjadi antara Tom dengan Jerry sudah dapat dipastikan siapa pemenangnya, yaitu si beruntung Jerry menyisakan kekecewaan si sial Tom.

Entah karena terinspirasi dari film Tom and Jerry atau bukan, seorang profesor di bidang psikologi publik Richard Wiseman melakukan percobaan kepada orang-orang yang merasa selalu beruntung dibandingkan dengan orang-orang yang merasa selalu sial.

Kesimpulan dari pengamatan yang ia lakukan kemudian ditulis menjadi sebuah buku The Luck Factor.  Salah satu percobaan sang profesor diantaranya menghitung berapa jumlah foto dalam koran yang dibagikan kepada dua kelompok itu. Hasilnya, orang-orang dari kelompok sial memerlukan waktu rata-rata dua menit untuk menyelesaikannya, sementara mereka dari kelompok beruntung, hanya perlu beberapa detik saja.

Perbedaan waktu antar keduanya ini menggambarkan adanya respon yang berbeda terhadap sebuah obyek. Ternyata pada halaman kedua sang profesor telah meletakkan tulisan yang tidak kecil berbunyi "Berhenti menghitung sekarang! Ada 43 gambar di koran ini." Orang­-orang beruntung menemukan tulisan itu. Sementara, orang-orang sial melewatkannya dan asyik menghitung gambar. 

Lebih ironis lagi, di tengah-tengah koran, ia menaruh pesan lain yang berbunyi, "Katakan kepada peneliti, Anda menemukan tulisan ini, dan menangkan $250!" Lagi-lagi kelompok sial melewatkan pesan itu!

Menurut buku The Luck Factor tersebut, orang beruntung terbuka terhadap peluang. Mereka peka, pandai, dan cepat bertindak ketika peluang itu datang. Orang-orang beruntung terbuka terhadap hal-hal baru, mereka lebih baik kehilangan uang daripada kehilangan peluang. Sedangkan si sial, terbiasa mengacuhkan peluang sehingga tertutup terhadap kemungkinan- kemungkinan baru.

Sebenarnya teori ini bukan hal asing bagi kaum muslimin. Empat belas abad silam, Rasulullah telah memberi simulasi sederhana bagaimana seorang mukmin itu harus cepat dan inisiatif melihat peluang. 

Sebuah kisah dalam riwayat Bukhari menceritakan ketika Rasulullah memberi tausiyah di hadapan para sahabat bahwa akan ada tujuh puluh ribu umatnya yang akan masuk surga tanpa hisab, spontan berdirilah Sahabat Ukasyah, 

"Ya Rasulullah doakan saya termasuk salah satunya!" 

Nabi pun berdoa, "Ya Allah, jadikanlah dia salah seorang di antara mereka," 

Melihat hal ini lantas seorang sahabat lain ikut berdiri, "Ya Rasulullah doakan aku juga!"

Kali ini Nabi menjawab, "Engkau telah didahului oleh Ukasyah."

Lihatlah pendidikan yang luar biasa diperlihatkan oleh Rasulullah bahwa kita harus cekatan memanfaatkan peluang. Sekali peluang itu terlewatkan, hanya penyesalan yang tertinggal untuk kita.

Saudaraku, tidak terasa sepuluh hari lagi kita menjumpai pergantian tahun Hijriyah. Bagi saya, momen ini adalah peluang hijrah membenahi diri. Saya yakin bagi saudara juga demikian. Jika saudara mengizinkan, saya ingin menerbitkan sebuah buku lagi untuk menemani perjalanan hijrah kita selama satu tahun yang akan datang.

Insya Allah, buku itu akan berjudul Satu Langkah Setiap Hari tetapi mohon maaf belum dapat saya kabari lebih jauh tentang isinya. Saya masih meminta doa calon buku tersebut kepada guru-guru saya, kiranya nanti bermanfaat bagi penulis dan pembacanya. 

Sebab saya masih memegang prinsip bahwa sebuah buku yang membawa perubahan bukan karena dicetak dengan kertas terbaik, tetapi karena didoakan oleh orang-orang terbaik.

Semoga kita termasuk kelompok yang peka dan sigap dalam melihat peluang yang dihadirkan Allah untuk kita.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!


Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002