Cari Artikel di Blog Ini:

Jumat, 22 September 2017

Semua Makhluk Hidup Sebagai Guru Menulis


"Menulis itu merangkai kata menjadi kalimat bermakna. Menyulam kalimat membentuk paragraf berkesinambungan dalam balutan tulisan yang utuh. Ibarat makhluk hidup, menulis itu berawal dari hal-hal kecil yang terus disirami dan diberi pupuk hingga terus tumbuh berkembang menjadi makhluk dewasa. Jadi, penulis itu terbentuk dari akar kebiasaan membaca dan konsistensi belatih menulis secara terus menerus dengan penuh kesabaran." - Arda Dinata.


Semua Makhluk Hidup Sebagai Guru Menulis


Bagi saya, kehidupan ini adalah proses belajar tiada henti. Termasuk aktivitas menulis yang saya lakukan sejatinya adalah proses belajar yang terus menerus saya lakukan. Belajar pada siapa pun dan di mana pun. Betul, lewat menulis bagaimana saya membangun mimpi-mimpi yang diharapkan dalam kehidupan. Sehingga lewat tulisan-tulisan yang saya hasilkan itu, bagaikan sebuah cermin yang selalu setia setiap saat mengingingatkan saya bila saya tidak konsisten dengan apa-apa yang sudah pernah saya tuliskan. Inilah sebuah algojo yang penuh hikmah membimbing hidup kita agar terjaga dalam koridor yang benar dan hidupnya akan menjadi lebih baik.

Bahasa tulisan itu adalah bahasa kehidupan yang akan membimbing kita tanpa kekerasan. Tapi, dengan mesra ia akan mengetuk dinding-dinding hati kita untuk menyadari sesuatu tanpa ada paksaan dan perintah dari orang lain. Namun, hasilnya hati kita akan tersentuh sendirinya dengan apa yang kita baca lewat tulisan itu. Dan cepat atau lambat, sebuah tulisan itu akan mempengaruhi keputusan dalam perilaku hidup seseorang. Sungguh dahsyat pengaruh sebuah tulisan itu, sehingga banyak testimoni yang mengungkapkan bahwa seseorang menjadi termotivasi, terharu, sedih, mau bekerja keras, optimis, dan hal-hal lainnya setelah membaca sebuah tulisan (bisa artikel lepas atau pun buku).

Di antara guru menulis saya yang setia dan tak pernah lelah menemani serta selalu memberi inspirasi akan tulisan-tulisan yang saya hasilkan adalah berguru pada MAKHLUK HIDUP. Iya betul, guru menulis saya adalah semua makhluk hidup di jagat alam semesta ini. Lewat fenomena dan perilaku yang terjadi pada setiap makhluk hidup yang ada di sekitar kita, bagaimana saya belajar menulis. Baik belajar dari sisi bagaimana makhluk hidup itu “menuliskan” perilaku hidupnya maupun penyimpangannya dan keistimewaan yang dimilikinya.

Banyak sisi-sisi kehidupan makhluk hidup itu yang dapat kita aplikasikan dalam bagimana kita belajar menulis. Ambil contoh kecil, bagaimana seorang penulis itu harus rajin membaca untuk membangun kualitas tulisannya. Terkait ini, saya belajar betul pada seorang petani sayuran yang begitu telaten dan sabar dalam memelihara tanamannya agar dapat tumbuh subur dan berbuah maksimal. Setiap hari dia tanpa menghiraukan rasa lelah, selalu menyirami tanamannya, memberi pupuk dan menjaga tanaman dari gangguan hewan-hewan perusak tanaman tersebut. Lewat aktivitas rutin seperti itu, sang petani itu tentu akan panen raya sayuran yang berkualitas. Dan bisa ditebak hasilnya, bila sang petani itu membiarkan tanaman tersebut tanpa dipelihara dan dipupuk. Hasilnya tentu tidak sebaik dan sebanyak petani yang memperlakukan dan memelihara tanaman itu dengan baik.

Begitu juga dengan penulis. Bagi seorang penulis yang rajin membaca, maka kualitas tulisannya akan berbeda dengan penulis yang minim membaca. Lewat membaca itulah akan mengkayakan isi tulisannya. Bahasanya tidak menoton karena ia memiliki pembendaharaan kata yang begitu melimpah. Gaya tulisannya pun mengalir dan enak dibaca. Sebaliknya, bagi penulis yang minim membaca akan terasa dari tulisannya yang begitu kaku, menoton, basi, dan hambar lagi membosankan penyampaiannya.

Hal lainnya, lewat berguru pada makhluk hidup, seorang penulis bisa belajar tentang bagaimana membangun kesabaran, komitmen, kerja cerdas, ketekunan, pantang menyerah, kejujuran, dan hal lainnya dalam berkarya menghasilkan tulisan yang bermanfaat dan berkualitas baik. Kita bisa belajar menulis dari alam, tumbuhan, hewan, bakteri, virus, jamur, dan manusia yang begitu indah telah dituliskan Sang Pencipta. Di sana, ada gaya tulisan bernuansa romantis, melankolis, penuh optimis, kelembutan, ketabahan, dan hal positif lainnya. Semua itu merupakan lahan belajar menulis yang penuh inspiratif bagi mereka yang mau melakukannya dengan sungguh-sungguh.

Tentu, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa semua kejadian di alam dan fenomenanya itu merupakan kurikulum dalam tulis menulis yang begitu lengkap bagi mereka yang mau belajar dan berpikir. Inilah lahan belajar menulis yang telah Allah berikan bagi siapa pun yang berada di belahan bumi manapun. Terkait fenomena alam semesta sebagai kurikulum dalam menulis, saya akan bahasa dalam tulisan selanjutnya.

Jadi, apakah Anda masih bingung mencari guru menulis yang begitu loyal dan setia siap membimbing dalam dunia tulis menulis? Bila ya, coba deh segera berguru menulis pada semua makhluk hidup di muka bumi ini.

Salam...

Arda Dinata

www.ArdaDinata.com


Arda Dinata:

PNS, Peneliti, Penulis Lepas, Pemateri, Motivator Penulisan Artikel Kesehatan dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam [MIQRA Indonesia].

www.ArdaDinata.com
ARDA DINATA
@ardadinata

C00447A8B dan 51D2B002

Wikipedia

Hasil penelusuran

ARSIP ARTIKEL