- / / : Untuk Kerjasama dan Iklan, Hub. WhatsApp No. 081284826829

Membuat Katalog Wisata Kesehatan Indonesia

Saat ini, kondisi aktivitas harian masyarakat banyak yang berpotensi menyebabkan tingkat stres sudah cukup tinggi. Sebagai solusinya adalah wisata kesehatan bisa jadi pilihan. 
Jenis wisata satu ini tak sekadar menikmati destinasi atau atraksi wisata, namun juga melalui beberapa program kesehatan. Diharapkan setelah melalui program itu, kesadaran diri akan pentingnya kesehatan makin tinggi sehingga apa yang dilakukan saat program kesehatan, dapat dilanjutkan sendiri di rumah.

Program-program dalam wisata kesehatan bisa bermacam-macam, tergantung penyedia jasa. Ada akupuntur, spa, yoga, pilates, hingga aktivitas fisik yang cukup menantang seperti trekking di kawasan perbukitan.

Ada beberapa alasan yang membuat tren wisata kesehatan saat ini mulai meningkat, diantaranya biaya lebih hemat, ten digital detok, tawaran yang menggoda, dan yang lebih utama tidak lain dengan alasan bagaimana memelihara serta menunju hidup sehat sekaligus berwisata.


Untuk mengembangkan Wisata Kesehatan Indonesia tersebut, langkah awal telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata III di Jakarta 26-27 September 2017. Hal ini dilakukan karena Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan wisata kesehatan.

"Pengembangan wisata kesehatan di Indonesia memiliki potensi yang besar, mengingat lokasi dan keunggulan Indonesia untuk menarik wisata kesehatan, dan mengingat juga jumlah orang Indonesia yang ke luar negeri untuk menjalankan perawatan kesehatan," ungkap Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara.

Berdasarkan nota kesepahaman, Kemenpar memiliki tugas dan tanggung jawab untuk menyusun standar usaha pariwisata di bidang wisata kesehatan, melaksanakan sosialisasi wisata kesehatan yang bernuansa tradisional, unik, otentik, dan mudah diakses, dan menyusun kerja sama antara sektor swasta di bidang pariwisata dan fasilitas pelayanan kesehatan yang ditetapkan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Untung Suseno Sutarjo menjelaskan tanggung jawab Kemenkes ialah menyusun dan mensosialisasikan kebijakan wisata kesehatan, mendorong sektor swasta untuk menyelenggarakan rumah sakit unggulan (c) dan fasilitas kesehatan tradisional unggulan (Wellness Tourism).

"Kemudian memfasilitasi ketersediaan fasilitas pelayanan dan pelaksanaan upaya kesehatan lainnya untuk memberikan perlindungan kesehatan wisatawan di 10 destinasi pariwisata prioritas. Serta menetapkan rumah sakit unggulan (Medical Tourism) dan fasilitas kesehatan tradisional unggulan (Wellness Tourism) yang memiliki pelayanan unggulan dalam penyelenggaraan wisata kesehatan," tutur Untung.

.
 
Terkait wisata kesehatan Indonesia ini, menindaklanjuti kegiatan Penyususnan Dokmen Analisis Kebijakan Pengembangan Parawisata Kesehatan Indonesia 2018-2020, saya selama tiga hari 3-5 Desember 2018 di Hotel Dafam Jakarta mengikuti acara Forum Dialog Penyusunan Analisis Kebijakan Pengembangan Wisata Kesehatan Indonesia 2018-2020 tersebut.

Salah satu materi yang menarik adalah dilakukannya pemetaan potensi wisata kesehatan di Indonesia tersebut lewat dibuatnya Buku Katalog Wisata Kesehatan Indonesia. Alhamdulillah pada acara ini, saya bertemu dengan orang-orang hebat di bidangnya, teman lama dan dosen serta Kaprodi Program Pasca Sarjana IKM Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM minat Kesehatan Lingkungan.
.
Indahnya silahturahmi dan saatnya kita menata wisata kesehatan Indonesia, termasuk di dalamnya ada wisata ilmiah kesehatan, wisata pelayanan kesehatan di RS, SPA, wisata sport, dan lainnya.
.
Salam wisata kesehatan Indonesia
Jakarta, 3-5 Desember 2018
.
Arda Dinata
IG: ARDA DINATA
www.ArdaDinata.com



| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata