- / / : Untuk Kerjasama dan Iklan, Hub. WhatsApp No. 081284826829

Menikmati Kebun Tanaman Obat di Tawangmangu

Udara segar pegunungan begitu terasa saat jalan-jalan di kebun tanaman obat di Tawangmangu. Begitu terkesan menikmati varian Wisata Ilmiah Kesehatan khusus tanaman obat di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (B2P2TOOT).
.

B2P2TOOT merupakan sebuah lokasi penelitian sekaligus pembudidayaan tanaman obat dan obat tradisional. Pengunjung yang ingin memasuki lokasi dan dipandu oleh guide sebelumnya dapat menghubungi pihak humas.
.
Di kebun ini terdapat tanaman obat tidak kurang dari 800 spesies. Pengunjung akan mengetahui nama spesies melalui papan nama dan dapat mengetahui khasiatnya.
.
Selain berkunjung ke kebun, pengunjung dapat pula melanjutkan tour ke pabrik pengemasan jamu. Selain itu juga dapat melihat koleksi tanaman yang telah diawetkan. Lingkungan di sini cukup bersih dan udaranya segar.
.
Sejarah B2P2TOOT Tawangmangu
Berdasarkat situs resmi B2P2TOOT di www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id, keberadaan B2P2TOOT ini bermula dari Kebun Koleksi Tanaman Obat, dirintis oleh R.M Santoso Soerjokoesoemo sejak awal tahun kemerdekaan, menggambarkan semangat dari seorang anak bangsa Nusantara yang tekun dan sangat mencintai budaya pengobatan nenek moyang. Beliau mewariskan semangat dan kebun tersebut pada negara. Mulai April 1948, secara resmi Kebun Koleksi TO tersebut dikelola oleh pemerintah di bawah Lembaga Eijkman dan diberi nama “Hortus Medicus Tawangmangu”.
Transformasi
Keniscayaan, evolusi sebagai suatu organisasi terjadi karena Kepmenkes No. 149 tahun 1978 pada tanggal 28 April 1978, yang mentransformasi kebun koleksi menjadi Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) sebagai Unit Pelaksana Teknis di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan. Transformasi I ini sebagai lembaga Iptek memberikan nuansa dan semangat baru dalam mengelola tanaman obat (TO) dan potensi-potensi TO sebagai bahan Jamu untuk pencegahan, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan rakyat.

Evolusi organisasi berlanjut pada tahun 2006, dengan Permenkes No. 491 tahun 2006 tanggal 17 Juli 2006, BPTO bertransformasi menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT). Transformasi II ini memberikan amanah untuk melestarikan, membudayakan, dan mengembangkan TOOT dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Era persaingan, globalisasi dan keterbukaan, mendorong manusia dan negara menggali, memanfaatkan, mengembangkan budaya kesehatan dan sumber daya lokal untuk pembangunan kesehatan. Ini berdampak pada transformasi III B2P2TOOT, dengan Permenkes No. 003 tahun 2010 pada tanggal 4 Januari 2010 Tentang Saintifikasi JAMU dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Sejak tahun 2010, B2P2TOOT memprioritaskan pada Saintifikasi Jamu, dari hulu ke hilir, mulai dari riset etnofarmakologi tumbuhan obat dan Jamu, pelestarian, budidaya, pascapanen, riset praklinik, riset klinik, teknologi, manajemen bahan Jamu, pelatihan iptek, pelayanan iptek, dan diseminasi sampai dengan peningkatan kemandirian masyarakat.




Kebun Tanaman Obat

B2P2TOOT sebagai lembaga IPTEK yang berfokus pada penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional tentunya didukung dengan adanya berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan yang dilakukan. B2P2TOOT memiliki kebun tanaman obat di berbagai tempat yang tersebar di kabupaten Karanganyar dan di luar kabupaten Karanganyar. Kebun tanaman obat tersebut yaitu:

Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo
Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo berlokasi di dusun Tlogodlingo, desa Gondosuli, kec. Tawangmangu, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Kebun subtropik Tlogodlingo terletak di ketinggian 1.600-1.800 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12 Ha. Kebun tanaman obat ini berfungsi sebagai lahan riset, pembibitan, produksi tanaman obat, ruang destilasi minyak atsiri dan wisata ilmiah tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat yag ada di kebun tanaman obat Tlogodlingo misalnya: Adas (Foeniculum vulgare Mill), Timi (Thymus vulgaris L.), Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), Krangean (Litsea cubeba), Kelembak (Rheum officinale L).

Kebun Tanaman Obat Kalisoro

Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.644 m². Memiliki fungsi sebagai Kebun induk Tanaman Obat (Plasma Nutfah), lahan percobaan, kebun koleksi, pembibitan, kebun produksi tanaman obat dan lahan produksi pupuk organik. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Daun ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Ekinase (Echinacea purpurea), Jati belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis kucing (Orthosipon stamineus), Rumput bolong (Equisetum dibile), Jombang (Taraxacum officinale).

Kebun Tanaman Obat Toh Kuning, Karangpandan
Berlokasi di Desa Toh Kuning, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 - 600 mdpl dengan luas 7.972 m². Beiliki fungsi sebagai lahan percobaan, tempat produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Kemuning (Murraya paniculata L.), Sambang colok (Aerva sanguiolenta), Artemisia (Artemesia annua L.), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Meniran (Phyllanthus niruri L), Saga (Abrus precatorius).



      Kebun Tanaman Obat Ngemplak, Karangpandan
Berlokasi di Desa Ngemplak, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 – 600 mdpl dengan luas 3.127 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan, lahan produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Kunyit (Curcuma domestica Val.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Daun Ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis Kucing (Orthosipon stamineus).


      Kebun Tanaman Obat Doplang, Karangpandan
Berlokasi di desa Doplang, kec. Karangpandan, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400-600 mdpl dengan luas lahan 25.000 m2. berfungsi sebagai lahan percobaan, tempat budidaya, produksi, pembibitan tanaman obat dan lahan pupuk kompos. Contoh koleksi dan budidaya yang ada di Kebun Tanaman Obat Doplang yaitu Pegagan (Centella asiatica Urb.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Temu Ireng (Curcuma aeruginosa), Kunir Putih (Kaempferia rotunda L.), Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia).

Kebun Tanaman Obat Tegalgede, Karanganyar
Berlokasi di Kec. Karanganyar, Karanganyar – Jawa Tengah dan berada di ketinggian 185 - 200 mdpl dengan luas 6.170 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan dan kebun produksi tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Meniran (Phyllanthus niruri L.), Daun Ungu (Graptophyllum pictum Griff.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Brotowali (Tinospora tuberculata Beumee.)

Kebun Tanaman Obat Citeureup, Bogor, Jawa Barat
Berlokasi di Desa Babakan Madang, Citeureup, Bogor – Jawa Barat. Berada pada ketinggian 400 mdpl dengan luas 32.000 m², memiliki fungsi sebagai tempat produksi dan etalase tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.), Tapak liman (Elephantopus scaberL.),  Sembung (Blumea balsamifera DC.), Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), Pala (Myristica fragrans),Buah merah (Pandanus conoideus), Paliasa (Kleinhovia hospita L.

Etalase Tanaman Obat Indonesia
Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.505 m² dan memiliki fungsi sebagai Kebun Koleksi dan wisata ilmiah Tanaman Obat. Koleksi Tanaman Obat meliputi: Koleksi tanaman obat di Kebun Etalase lebih dari 600 jenis tanaman, sebagai contoh Ekinase (Echinacea purpurea), Lidah Buaya (Aloe vera L.), Trawas (Litsea odorifera Val.), Kranji (Milletia pinnata), Kluwak (Pangium edule), Lerak (Sapindus rarak), Ashitaba (Angelica keiskei).


Demikian catatan singkat ini, semoga bermanfaat dan sukses selalu. Yuk kita berwista ilmiah kesehatan!

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |