-->
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)

DBD Merenggut Korban JIwa

Korban diketahui sudah kritis saat dibawa ke rumah sakit. "Trombositnya menurun tajam. Jadi, nyawa korban tak bisa diselamatkan," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Muhammad Zubaedi, Rabu, 30 Januari 2019.



PURWAKARTA, (PR).- Seorang anak bernama Faza Rifatul Hadanah (7) asal Desa Tegaldatar, Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta, meninggal dunia akibat Demam Berdarah Dengue. Korban diduga terlambat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
Korban diketahui sudah kritis saat dibawa ke rumah sakit. "Trombositnya menurun tajam. Jadi, nyawa korban tak bisa diselamatkan," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Muhammad Zubaedi, Rabu, 30 Januari 2019.
Zubaedi mengakui penderita DBD yang meninggal dunia baru pertama kali terjadi di Kabupaten Purwakarta tahun ini. Sedangkan jumlah penderita DBD yang tercatat di Dinas Kesehatan setempat sepanjang Januari 2019 mencapai 96 orang.
"Data yang kita dapat dari Puskesmas dan rumah sakit, 96 pasien itu memang positif DBD," kata Zubaedi. Dari 17 kecamatan yang ada di daerahnya, ia menyebutkan penderita DBD terbanyak di Pasawahan dan Bungursari sebanyak masing-masing 11 laporan.
Kemunculan korban jiwa pertama akibat DBD membuat Dinas Kesehatan Purwakarta lebih fokus melakukan program pencegahan hingga penanganan. Salah satunya melakukan kegiatan sosialisasi mengenai pola hidup bersih dan pemberantasan sarang nyamuk.
Zubaedi menyarankan masyarakat melakukan upaya pencegahan sebelum muncul korban gigitan nyamuk Aedes aegypti pembawa penyakit DBD dan virus zika. "Masyarakat diharapkan supaya lebih waspada saat musim penghujan ini," katanya.
Selain sosialisasi, pemerintah daerahnya juga telah melakukan pengasapan di sejumlah wilayah yang terdapat laporan penderita DBD positif. Namun upaya tersebut belum maksimal karena masih terkendala anggaran daerah yang minim.
Sementara itu, Direktur Utama RSUD Bayu Asih Purwakarta Agung Darwis mrngakui masih ada pasien DBD yang dirawat di tempatnya. Ia menyebutkan jumlahnya ada enam pasien terdiri dari empat pasien anak-anak dan dua pasien dewasa.
"Kondisi mereka sudah membaik. Namun, masih harus mendapat perawatan," kata Agung. Pasien penyakit DBD terus berdatangan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta selama beberapa waktu terakhir. Selama Januari 2019 jumlahnya tercatat sebanyak 42 pasien.*** (Sumber: Pikiran Rakyat, 30 Januari 2019).

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

Berminat Order Sekarang:

Chat WhatsApp Kirim SMS

Silahkan Bagikan Info Ini Sekarang!

Komentar (0)

Posting Komentar

Daftar Isi Artikel Klik di Sini!


EBOOK: KESLING, MOTIVASI & PENGEMBANGAN DIRI

|HOME |ARDA PUBLISHING HOUSE |MIQRA INDONESIA |OPINI |OPTIMIS |SEHAT |KELUARGA |SPIRIT |IBROH |JURNALISTIK |BUKU |JURNAL |LINGKUNGAN |DUNIA NYAMUK |NEWS MIQRA |BISNIS |PROFIL |ARDA TV|