-->
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)

Menuju Citarum Harum dan Mengubah Kebiasaan untuk Lingkungan



Air merupakan sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa terlepas dari air, baik untuk dikonsumsi maupun untuk melakukan aktivitas lainnya seperti mandi, mencuci, bahkan untuk mengairi kolam dan sawah.
 Penggunaan air untuk kehidupan sehari-hari ini tidak terlepas dari masalah karena pada saat ini meskipun terdapat banyak air di lingkungan kita. Sesungguhnya saat ini, kita sedang krisis air bersih karena tidak semua air yang tersedia merupakan air bersih dan bebas dari pencemaran.

Salah satu permasalahan besar di Indonesia, khususnya Provinsi Jawa Barat adalah kotornya Sungai Citarum yang merupakan sungai terpanjang dan terbesar di Jawa Barat ini. Sungai Citarum menyuplai air untuk kebutuhan penghidupan setidaknya 28 juta masyarakat di Jakarta, Bekasi, Karawang, Purwakarta, dan Bandung.

Sungai dengan panjang sekitar 269 km ini mengaliri areal irigasi untuk pertanian seluas 420.000 hektare dan merupakan denyut nadi perekonomian Indonesia sebesar 20% GDP (gross domestic product) dengan hamparan industri yang berada di sepanjang Sungai Citarum (Greenpeace, 2013).

Itulah potret keberadaan Sungai Citarum saat ini, lalu bagaimana agar Sungai Citarum ini menjadi harum dengan menggunakan pola seperti Kolam Bio-Hedge? Selengkapnya klik gambar di bawah ini untuk membesar gambar dan membaca terkait isi artikel Kolam Bio-Hedge Menuju Citarum Harum.

Mengubah Kebiasaan
Bumi diciptakan dalam kondisi serba sesuai. Salah satunya adalah suhu permukaan yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin untuk menunjang kehidupan. Namun, saat ini suhu permukaan bumi terus meningkat. Jika terus dibiarkan, kehidupan dipermukaan bumi akan semakin terancam.
Pemanasan global bisa terjadi karena faktor alami dan tidak alami. Faktor alami di antaranya adalah berubahnya aktivitas matahari, bertambahnya gas rumah kaca dari proses pertumbuhan tanaman, hewan, aktivitas gunung berapi, siklus alami air, sedangkan faktor tidak alami terjadi karena bertambahnya gas rumah kaca karena aktivitas manusia.

Dampak pemanasan global pun akan dirasakan manusia. Bencana alam akan semakin sering terjadi, munculnya penyakit, dan tentu akan mempengaruhi bidang ekonomi, sosial, politik, dan bidang lainnya.

Untuk itu, sudah menjadi tugas manusia untuk mencegah pemanasan global itu agar tidak menjadi semakin buruk kondisinya. Yakni, perubahan harus dilakukan secara menyeluruh, baik setiap individu, pemerintah, perusahaan swasta, dan organisasi harus sadar dan mulai mengubah kebiasaan sehari-hari sehingga lingkungan bisa diselamatkan.

Beberapa kebiasaan yang bisa dilakukan di antaranya mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dengan menggunakan transportasi publik, menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan, menanam pohon, mengurangi sampah sisa makanan, mengolah sampah organik menjadi pupuk sehingga tidak terjadi pembusukan di lahan terbuka, lebih banyak mengkonsumsi makanan yang berasal dari tumbuhan, mengolah lahan pertanian dan perkebunan dengan baik, dan merawat alat-alat rumah tangga yang bisa menyebabkan gas rumah kaca.

Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu. Aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

Berminat Order Sekarang:

Chat WhatsApp Kirim SMS

Silahkan Bagikan Info Ini Sekarang!

Komentar (0)

Posting Komentar

Daftar Isi Artikel Klik di Sini!


EBOOK: KESLING, MOTIVASI & PENGEMBANGAN DIRI

|HOME |ARDA PUBLISHING HOUSE |MIQRA INDONESIA |OPINI |OPTIMIS |SEHAT |KELUARGA |SPIRIT |IBROH |JURNALISTIK |BUKU |JURNAL |LINGKUNGAN |DUNIA NYAMUK |NEWS MIQRA |BISNIS |PROFIL |ARDA TV|