- / / : Untuk Kerjasama dan Iklan, Hub. WhatsApp No. 081284826829

Karakteristik Limbah B3

LIMBAH adalah bahan sisa pada suatu kegiatan dan atau proses produksi. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) sendiri merupakan limbah yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat, konsentrasinya, jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak dan/atau mencemarkan lingkungan hidup dan/atau dapat membahayakan kesehatan manusia.
Sementara itu, batasan limbah yang termasuk limbah B3 adalah limbah yang memenuhi salah satu atau lebih dari karakteristik limbah B3 berikut ini.

1. Mudah meledak. Yaitu limbah yang melalui reaksi kimia yang dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan sekitarnya.

2. Mudah terbakar. Yaitu limbah yang apabila berdekatan dengan api, percikan api, gesekan atau sumber nyala akan mudah terbakar dan apabila telah menyala akan terus terbakar dalam waktu lama.

3. Limbah beracun. Yaitu limbah yang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan. Limbah B3 ini dapat menyebabkan kematian dan sakit yang serius, apabila masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan, kulit atau mulut.

4. Limbah yang menyebabkan infeksi. Limbah ini sangat berbahaya karena mengandung kuman penyakit seperti hepatitis dan kolera yang ditularkan pada pekerja rumah sakit, pembersih jalan, dan masyarakat di sekitar lokasi pembuangan limbah medis.

5. Bersifat reaktif. Limbah yang bersifat reaktif adalah limbah yang dapat menyebabkan kebakaran karena melepaskan atau menerima oksigen. Adapun sifat-sifatnya adalah limbah yang pada keadaan normal tidak stabil dan dapat menyebabkan perubahan tanpa peledakan; limbah yang dapat bereaksi hebat dengan air; limbah yang apabila bercampur dengan air berpotensi menimbulkan ledakkan, menghasilkan gas, uap atau asap beracun dalam jumlah yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan.

6. Limbah yang bersifat korosif. Yakni limbah yang mempunyai salah satu sifat, antara lain: menyebabkan iritasi (terbakar) pada kulit, menyebabkan proses pengkaratan pada lempeng baja dengan laju korosi lebih besar dari 6,35 mm/tahun dengan temperatur pengujian 550C serta mempunyai pH sama atau kurang dari 2 untuk limbah bersifat asam dan sama atau lebih besar dari 12,5 untuk yang bersifat basa.

Selain keenam karakteristik itu, ada karakteristik lain yang bisa dijadikan acuan. Yakni, limbah lain yang apabila diuji dengan metode toksikologi dapat diketahui termasuk dalam jenis limbah B3, misalnya dengan menggunakan metode LD-50 (Lethal dose fifty), yaitu perhitungan dosis (gram pencemar per kilogram berat badan) yang dapat menyebabkan kematian 50% populasi mahluk hidup yang dijadikan percobaan.***

Penulis adalah dosen di Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Kutamaya.

Arda Dinata adalah pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, http://www.miqra.blogspot.com.