- / / : Untuk Kerjasama dan Iklan, Hub. WhatsApp No. 081284826829

Pengertian Pariwisatan, Tourisme, Tourism

PENGERTIAN PARIWISATA/TOURISME/TOURISM
Oleh ARDA DINATA


1. Prof. W. Hunzieker dan Prof. K. Krapf (1942):
Pariwisata adalah totalitas hubungan perjalanan dan berkunjungnya orang-oraang asing ke suatu atau beberapa tempat, naamun lamanya kunjungan tidak akan diartikan untuk tinggal meneetap di tempat yang dikunjungi (baca: tidak seperti imigrasi dan transmigrasi).

2. Prof. Dr. Salah Wahab, lebih mempertegas lagi di samping mobilitas manusia juga disinggung tujuan untuk berwisata.
Rumusannya:
Berpariwisata merupakan aktivitas yang dilaksanakan orang dengan penuh kesadaran di mana terdapat pula pelayanan antar manusia baik dinegeri/negara sendiri, antar negeri/ antar negaradan bahkan antar benua untuk waktu tertentu, mencari kepuasan/ tujuan yang beraneka ragam namun bukan untuk pekerjaan tetap yang mendapat imbalan upah.

3. Prof. Hans Buchli
Kepariwisataan adalah merupakan setiap peralihan tempat yang bersifat sementara dari seorang atau beberapa orang dengan maksud memperoleh pelayanan yang diperuntukkan bagi kepariwisataan itu oleh lembaga-lembaga yang berkecimpung dan ada kaitannya dengan kepariwisataan.

4. E.Guyer – Freuler (Seorang ekonomi dari Swis)
Pariwisata dalam arti modern adalah merupakan gejala jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesehatan dan pengantiaan hawa, penilaian yang sadar dan menumbuh terhadap keindahan alam, kesenangan daan kenikmatan alam semesta. Dan pada khususnya disebabkan oleh bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas dalam masyarakat manusia sebagai hasil perkembangan perniagaan, industri dan perdagangan serta penyempurnaan alat-alat pengangkutan.

5. PATA (Pacific Area Travel Association,--- kini Pacific Asia Travel Association).
Pariwisata, pada prinsipnya haruslah diartikan kegiatan orang-orang yang sedang mengadakan perjalan dalam jangka waktu 24 jam dan maksimal 3 bulan di dalam suatu negeri/ negara yang bukan tempat dimana dia biasanya tinggal.


Kegiatan orang-orang demikian dapat meliputi antara lain:
a. Perjalanan untuk bersenang-senang, untuk keperluan pribadi, untuk keperluan kesehtan dan sebagainya.
b. Perjalanan untuk menghadiri pertemuan, konferensi, musyawarah, pertemuan ilmiah dan sebagainya.
c. Perjalanan untuk keperluan dagang/bisnis/komersial.