- / / : Untuk Kerjasama dan Iklan, Hub. WhatsApp No. 081284826829

Upaya Menghilangkan Kesadahan Air

AIR memiliki peranan penting dalam kehidupan makhluk hidup. Manusia adalah salah satu makhluk hidup yang sangat memerlukan keberadaan air bersih. Kondisi air bersih ini, tentu harus memenuhi syarat baik dari segi kualitas (fisik, kimia, dan bakteriologis), kuantitas, dan kontinuitasnya.
Kondisi air itu, pada dasarnya sangat tergantung pada kondisi lapisan tanahnya. Dalam beberapa kasus, ada daerah yang mempunyai lapisan batu gamping, dan umumnya kualitas air tanahnya cukup baik. Tetapi, kandungan unsur mineralnya dan senyawa tertentu seperti Kalsium dan Magnesium cukup tinggi. Kandungan seperti itulah yang menyebabkan air disebut air sadah atau air keras.

Umumnya, kesadahan air ini disebabkan oleh adanya metal-metal atau kation-kation yang memiliki valensi 2, seperti Besi, Mangan, Kalsium, Magnesium, dan lainnya. Tapi, penyebab utama dari kesadahan itu ialah Kalsium dan Magnesium.

Pada masyarakat, kondisi kesadahan air ini umumnya diberbagai tempat berbeda-beda. Air permukaan lebih lembut daripada air tanah. Tepatnya, kesadahan dalam air itu menunjukkan bahwa telah terjadi kontak antara formasi geologi dengan sumber air/badan air tersebut.

Bila kita tinjau dari segi kesehatan, sebenarnya keberadaan air sadah ini tidak membahayakan. Namun, bila kita tinjau dari segi teknis dan ekonomis, ternyata air sadah akan menimbulkan beberapa kerugian. 

Pertama, air sadah akan memboroskan penggunaan sabun cuci. Hal ini karena ion Kalsium dan Magnesium akan bereaksi dengan sabun membentuk endapan. Dan akhirnya akan menyebabkan tidak timbul busa.

Kedua, air sadah dapat menimbulkan kerak-kerak pada ketel (alat masak air). Sehingga bila pada ketel ada kerak, maka tidak terjadi transfer panas. Akibatnya untuk mendidihkan air diperlukan pemanasan yang lebih tinggi. Hal ini tentu berbahaya karena dapat menyebabkan meledaknya ketel.

Ketiga, air sadah dapat menimbulkan endapan-endapan pada saluran pipa transmisi. Sehingga lama kelamaan dapat mempersempit diameter pipa dan ujung-ujungnya akan terjadi penyumbatan aliran air.
Memperbaiki Kesadahan Air

Secara teoritis, umumnya kesadahan air ini dibedakan atas tiga jenis. Yaitu kesadahan Kalsium dan Magnesium; kesadahan Karbonat dan Non Karbonat; serta kesadahan Pseudeo. Yang terakhir ini (Pseudeo) merupakan kesadahan yang terbentuk apabila konsentrasi Natrium dalam air tinggi. Misalnya, pada air laut, air payau, dan sumber-sumber air yang banyak mengandung Natrium.

Berikut ini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas air yang mempunyai kesadahan tinggi, yaitu dengan pemanasan, proses penambahan kapur, proses penambahan kapur-soda, dan dengan ion exchanger.

Untuk air yang mengandung kesadahan Non Karbonat (tetap). Yaitu bentuk kesadahan yang disebabkan oleh Kalsium dan Magnesium atau Sulfat dan Klorida. Maka kesadahan model ini tidak dapat diturunkan dengan proses pemanasan. 

Tapi, kesadahan ini dapat dihilangkan dengan penambahan kapur dan soda. Dan medota ini dikenal dengan proses kapur-soda atau proses pelunakan dengan metoda pengendapan. Di mana Kalsium dan Magnesium sebagai penyebab utama kesadahan diendapkan menjadi garam-garam yang tidak larut (berkelarutan rendah). Kalsium diendapkan dalam bentuk Kalsium Karbonat, sedangkan Magnesium dalam bentuk Magnesium Hidroksida.

Selain itu, ada metoda pengendapan lain yang bisa kita lakukan, yaitu berupa metoda pengendapan kristalisasi. Metoda kristalisasi merupakan bentuk pelunakan dengan pengendapan khusus. Dalam metode ini, endapan yang terjadi tidak berbentuk flok, tetapi dalam bentuk kristal (Rahim Siahaan; 2000).

Pada metode kristalisasi ini, pembentukan kristal disitimulasikan oleh material yang disebut sebagai inti kristalisasi. Material yang bisa digunakan sebagai inti kristalisasi ini, selain butir-butiran Kalsium Karbonat, pasir atau broken marble dapat juga digunakan sebagai penggantinya.***


Arda Dinata
Penulis adalah dosen di Akademi Kesehatan Lingkungan Kutamaya.