- / / : Untuk Kerjasama dan Iklan, Hub. WhatsApp No. 081284826829

Inilah Jaminan Kemenanganmu


Toko Sosmed
PUSAT EBOOK: KESLING-MOTIVASI-PENGEMBANGAN DIRI-
Miliki Ebook Inspiratif Karya Arda Dinata Di Sini!
Inilah Jaminan Kemenanganmu
Oleh Arda Dinata

"Percikan air laut begitu indah. Ia penuh kelembutan dan kekuatan. Inilah sosok yang patuh pada titah-Nya. Sosok yang tekun, pantang menyerah, dan tidak angkuh lagi jauh dari kesombongan, inilah karakter pribadi yang akan menjadi pemenang dalam kehidupan." (Arda Dinata).

Mungkin Anda bertanya-tanya, betulkah kita diciptakan menjadi seorang pemenang? Jimmy Teo (2012), penulis buku "A Legacy to My Sons" menuliskan bahwa, "Kita semua diciptakan untuk menjadi pemenang. Jaminan bagi kemenangan yang abadi adalah kerendahan hati. Keangkuhan atau kesombongan senantiasa mengakibatkan kejatuhan."  
WWW.ARDADINATA.COM
 

Kata Jimmy Teo, kerendahan hati adalah pelumas yang memastikan bahwa mesinmu bekerja dengan sedikit gesekan dan terhindar dari kemungkinan aus atau rusak. Semakin besar kerendahan hatimu, semakin lama mesinmu akan sanggup bertahan.

Saya bersyukur bisa membaca kumpulan nasehat terpenting tentang nilai-nilai dan kehidupan dari seorang ayah karya Jimmy Teo. Salah satunya adalah terkait tentang pemenang. 

Dalam beberapa kesempatan ketika saya menyampaikan materi di forum motivasi maupun lewat tulisan-tulisan yang ditulis, saya selalu menyampaikan keyakinan bahwa kita (sesungguhnya) adalah sebagai pemenang.

Buktinya, sejak awal proses pembuahan dalam rahim ibu, kitalah sosok sebagai pemenang dari berjuta-juta sel sperma yang mampu dibuahi sampai lahir ke dunia ini. Pertanyaan selanjutnya adalah mampukah kita mempertahankan jiwa pemenang itu dalam hidup keseharian? Inilah yang harus kita cari tahu bagaimana cara untuk meraih kemenangan dan mempertahankannya?

Jimmy Teo, di awal tulisan sudah memberi tahu kita akan kata kunci untuk mencapai kemenangan, yaitu kerendahan hati. Jadilah manusia yang tidak angkuh dan sombong. Terkait ini, Dr. Muhammad Utsman Najati dalam buku Psikologi Nabi, menuliskan sombong itu adalah merasa lebih tinggi dari orang lain dan sekaligus menganggap rendah mereka. Sombong adalah perasaan yang dibenci dan sifat tercela.

Allah mewartakan dalam untaian firman-Nya di QS. 28: 83, yaitu: Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri di bumi dan berbuat kerusakan (di muka) bumi. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang bertakwa. 

 


Alquran mencela sikap sombong dan berbangga diri, seperti tertulis dalam QS. 31: 18, yaitu: Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Jadi, angkuh dan sombong itu tidak disukai Tuhan. Untuk itu berperilakulah rendah hati (tawadhu), sebab ia termasuk dalam nilai-nilai ketakwaan yang akan mengatarkan kita pada kemenangan kehidupan ini. Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya Allah mewahyukan padaku: Hendaklah kalian bersikap rendah hati hingga tidak menganiaya orang lain dan tidak sombong terhadap orang lain.

Butir nilai-nilai faktor penentu kemenangan hidup tersebut, tentu harus kita perhatikan betul dalam hidup keseharian. Itulah modal awal yang harus terus kita perjuangkan. Selanjutnya, yang tidak kalah penting sebagai penentu kemenangan seseorang dalam hidup ini adalah kekuatan yang ditopang dengan ketekunan dan tidak cepat merasa puas.

Terkait faktor kemenangan seseorang ini, ada kisah bagus yang bisa kita tafakuri agar mencapai sebuah kemenangan. Berikut ini kisah kancil dan kura-kura yang sangat menginspirasi bagi mereka yang mau berpikir. 

Kisahnya, si kancil berpikir bahwa ia telah memenangkan perlombaan karena ia telah berlari jauh di depan kura-kura, sehingga ia memutuskan untuk tidur sejenak. Si kura-kura berjalan dengan pelan, tetapi terus berjalan tanpa lelah. Akhirnya, kura-kura itu memenangkan perlombaan! 

Hikmah dari cerita tersebut, "Kekuatanmu harus ditopang oleh ketekunan. Jangan pernah sekali pun menyerah. Jangan cepat puas dan menganggap semuanya telah selesai. Engkau harus siap untuk keadaan yang paling darurat," demikian kata Jimmy Teo.

Bagaimana menurut Anda? Silahkan tulis komentar dan tanggapannya di kolom komentar di bawah ini! Salam sukses kemenangan dan keberkahan.

Arda Dinata, Pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia. https://www.miqraindonesia.com