- / / : Untuk Kerjasama dan Iklan, Hub. WhatsApp No. 081284826829

Lulusan Sekolah Kehidupan

"Manusia berdaya bila berilmu. Alam sumber mengajarkan aneka ilmu. Lautan inspirasi menulisku bersumber dari realitas alam dan perilaku hidup manusia. Alam semesta sebagai sekolah kehidupanku yang kaya aneka ilmu. Hidup pun jadi bermutu dan bermanfaat dengan banyak ilmu. Ilmu akan kucari sampai maut menjemputku." (Arda Dinata).
Toko Sosmed
PUSAT EBOOK: KESLING-MOTIVASI-PENGEMBANGAN DIRI-
Miliki Ebook Inspiratif Karya Arda Dinata Di Sini!

Lulusan Sekolah Kehidupan
Oleh Arda Dinata

Sekolah itu hanya simbol sebuah nama. Sebutan untuk tempat belajar mencari ilmu. Ditulis dalam KBBI, sekolah diartikan sebagai bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran. Hal ini berarti menunjuk pada sekolah dalam artian formal. Padahal, ilmu itu amat luas tersebar di mana-mana.

Fenomena sekolah (formal) tersebut, seolah-olah membatasi dan menyempitkan terkait menuntut ilmu. Padahal kalau kita baca dalam Alquran disebutkan kalau ilmu Allah itu seluas langit, bumi dan segala isinya. Inilah sekolah kehidupan. Yang murid dan gurunya boleh siapa saja.

Ada cerita menarik antara penumpang dengan sopir taksi online. Rupanya, penumpang ini adalah seorang penulis dan pengusaha. Pembicaraan pun mulai terjadi sesaat mobil yang dipesannya itu berjalan beberapa kilo meter. Topik pembicaraan tentang masa-masa sulit seperti  saat ini. 

WWW.ARDADINATA.COM
Sopir taksi online ini harus mulai bekerja pada pukul 5.30 pagi dan terus menyetir sampai malam hari demi mendapatkan setengah pendapatan dari yang bisa dihasilkannya pada waktu yang sama tahun lalu.

Sopir taksi online itu, benar-benar orang yang menyenangkan dan ramah. Ramah ini, telah menjadi standar minimal yang harus dimiliki oleh orang yang bekerja dalam bidang (jasa) pelayanan, bila ingin sukses. Sang sopir itu mengatakan sesuatu yang mengagumkan, "Ketika engkau bekerja sebaik mungkin, Tuhan akan mengurus yang lainnya."

Sang penulis itu, sungguh menyukai kata-kata yang diucapkan sopir taksi online tersebut. "Saya akan mengingat kata-kata tersebut dan mencantumkannya dalam tulisanku, sehingga banyak orang lain yang membaca tulisanku itu dapat mengambil manfaat dari kebijaksanaannya," ungkap penumpang taksi online yang seorang penulis itu.

Sungguh, laki-laki sopir taksi online itu adalah lulusan dari Sekolah Kehidupan. Sebab, ia telah melalui test asam garam kehidupan. 

Saat ini, ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, dunia pendidikan terutama kegiatan belajar mengajar di sekolah mengalami transformasi luar biasa. Menuntut ilmu bagi para siswa dilakukan secara online dalam jaringan (daring). Sedangkan, kalau kita mau jujur, ruang kehidupan di alam semesta ini adalah ruang sekolah ilmu pengetahuan yang tak akan habis dan bikin bosan untuk belajar dan bertafakur mengambil hikmah padanya.

Tidak hanya itu, sekolah kehidupan yang dapat dilakukan bagi siapa pun tanpa mengenal batas usia ini, bisa melalui aneka pustaka literasi yang dapat diakses lewat layanan berbasis internet dan aplikasi android. Kalau dulu, saya untuk kebutuhan membaca buku harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit tiap bulannya. Tapi, setelah ada internet dan aplikasi android, saya dapat menikmati buku-buku yang saya suka kapan saja hanya bermodalkan kuota internet lewat hp atau laptop.

Teman-teman dapat mencoba aplikasi milik Google Play (Play Book), Perpustakaan Nasional (iPusnas), Perpustakaan DKI Jakarta (iJakarta), Perpustakaan Kota Bandung (e-Pustaka BDG), dan masih banyak lainnya. Sungguh saya sangat dimanjakan menikmati lautan buku dan literasi yang sesuai minat dan keilmuan yang ingin saya kembangkan. 

Sudah seharusnya anak-anak Indonesia menjadi cerdas, berakhlak baik dan terampil. Sebab, adanya aneka fasilitas dan sarana belajar dari sekolah kehidupan yang tersedia tersebut, dapat mencerdaskan dan menjadi lahan memberdayakan hidup seseorang menjadi lebih berkualitas dengan memiliki banyak ilmu pengetahuan dan ketrampilan.

Saya sudah merasakan manfaatnya, sekarang giliran Anda yang katanya adalah sebagai manusia berpikir itu. Apakah mau atau tidak memanfaatkan luasnya ilmu di sekolah kehidupan ini?

Bagaimana menurut Anda? Silahkan share, bila Anda merasakan manfaat dari tulisan ini. Saya tunggu tanggapan Anda di kolom komentar di bawah ya! Salam sukses berkah selalu. Aamiin.

Arda Dinata,
Penulis, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, 
  WWW.ARDADINATA.COM