-->
Klik Daftar Isi Artikel di Sini!

Mengubah Kerugian Menjadi Keuntungan

Gambar Produk


Kiat
Oleh: Arda Dinata
Kehidupan itu selalu memberi hikmah bagi mereka yang mau belajar. Sisi kehidupan itu mengajarkan dalam dua hal, yaitu kebaikan dan keburukan. Tinggal sekarang, bagaimana manusia itu bisa menggunakan fungsi akal dan pikiran yang dimilikinya untuk digunakan secara maksimal menjaring kebaikan.

Sungguh indah bila tiap manusia bisa menggunakan akal dan pikirannya menuju kebaikan. Hanya orang-orang berpikirlah yang akan mampu menghadapi kehidupan ini dengan baik. Kualitas hidup ini sejatinya tergantung dan berbanding lurus dengan bagaimana sikap kita menyikapi setiap masalah yang hadir dalam kehidupan ini. Inilah seni kehidupan yang mesti kita latih secara berkesinambungan.

Allah telah melebihkan kepada manusia dibandingkan dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain, yaitu berupa otak untuk berpikir. Untuk itu, Allah dalam ayat di Al-Quran paling tidak menyebutkan kata pikiran sebanyak enam kali yang tersebar dalam beberapa surat (6:46; 11:63, 88; 12:35; 17:51; 68:28).

Sementara itu, kata berpikir tersebar pada beberapa surat Al-Quran yang patut ditafakuri. Berpikir pertama, terkait atas penciptaan lagit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di lautan, diturunkan air dari langit, dan ditebarkannya aneka binatang, serta perkisaran angin dan awan (QS. 2:164).

Kedua, kita disuruh memikirkan terkait khamar (segala minuman yang memabukkan) dan judi. Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya (QS. 2:219).

Ketiga, berpikir terkait diciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya. Allah menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang (QS. 30: 21).

Keempat, berpikir terkait pada waktu malam. Mengapa kamu tidak memikirkan? (QS. 37:138, 155).

Kelima, berpikir terkait pelajaran bagi orang-orang yang berpikiran sehat (QS. 38: 43). Pada konteks ini, diceritakan waktu itu Nabi Ayub as. menderita penyakit kulit beberapa waktu lamanya dan dia memohon pertolongan kepada Allah Swt. Allah kemudian memperkenankan doanya dan memerintahkan agar dia menghentakkan kakinya ke bumi. Nabi Ayub as. menaati perintah itu maka keluarlah air dari bekas kakinya.

Atas petunjuk Allah, Ayub pun mandi dan minum dari air itu, sehingga sembuhlah dia dari penyakitnya dan dia dapat berkumpul kembali dengan keluarganya. Maka mereka kemudian berkembang biak sampai jumlah mereka dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. 

Pada suatu ketika, Nabi Ayub as. teringat akan sumpahnya, bahwa dia akan memukul istrinya apabila sakitnya sembuh disebabkan istrinya apabila sakitnya sembuh disebabkan istrinya pernah lalai mengurusnya sewaktu dia masih sakit. Tetapi timbul dalam hatinya rasa iba dan sayang kepada istrinya sehingga dia tidak dapat memenuhi sumpahnya dengan tidak dapat memenuhi sumpahnya. Maka turunlah petunjuk Allah (QS. 38: 44), agar dia dapat melaksanakan sumpahnya dengan tidak menyakiti istrinya, yaitu memukulnya dengan seikat rumput. Itulah pola pikir orang-orang yang berpikiran sehat.

Berpikir Hikmah

Sungguh dalam hidup ini, manusia akan menjadi penuh berkah hidupnya bila pola pikir hikmah selalu digunakan dalam kehidupan keseharian. Berpikir hikmah akan menilai sesuatu kejadian dengan mencari nilai-nilai positif yang terkandung dibalik peristiwa tersebut. 

Itulah hakekat dari pola pikir orang-orang cerdik pandai. Pada tataran ini, Dr. Aidh Al-Qarni mengungkapkan bahwa orang yang cerdik akan berusaha mengubah kerugian jadi keuntungan. Sedangkan orang bodoh lagi pandir akan membuat suatu musibah menjadi bertumpuk dan berlipat ganda.

Banyak contoh kehidupan yang bisa jadi ibroh terkait sikap seseorang dalam menghadapi masalah hidupnya. Salah satu fragmen kehidupan Rasulullah SAW ketika diusir dari Mekah, beliau memutuskan untuk menetap di Madinah dan kemudian berhasil membangunnya menjadi sebuah negara yang viral jadi buah bibir dan tatapan mata sejarah di dunia.

Sikap penuh hikmah dalam menghadapi masalah penolakan dan diusir dari Mekah itulah yang membuat Rasulullah akhirnya berhasil membangun Madinah. Seni berpikir hikmah inilah yang mesti terus dibangun dalam jiwa dan pikiran seseorang yang ingin sukses dalam menghadapi kehidupan ini.

Contoh lain yang bisa diteladani dalam menyikapi masalah dalam mengarungi kehidupan ini adalah kisah imam Ahmad bin Hanbal yang pernah dipenjara dan dihukum dera, justru dengan kondisi itu dan menyikapinya secara positif, akhirnya dia dikemudian hari menjadi imam ahlus sunnah. Begitu pun dengan kehidupan Ibnu Taimiyyah pernah dipenjara, justru dipenjara itulah dia banyak menghasilkan karya.

Bahkan banyak kisah dari para penulis terdahulu yang menghasilkan karya tulis fenomenal dalam kondisi yang dililit suatu masalah. Dengan sikap melihat sisi kebaikan dari masalah yang dihadapinya, lalu mereka itu menyikapinya dengan menghasilkan karya yang bermanfaat. Sebut misalnya, Malik bin Ar-Raib saat mengindap suatu penyakit yang mematikan, namun dia menghadapinya dengan melahirkan syair-syair yang sangat indah dan tak kalah dengan karya-karya para penyair daulah Abbasyiah.

Ada juga kisa As-Sarakhsi yang pernah disekap dan dikurung di dasar sumur selama bertahun-tahun lamanya, tetapi di tempat itulah dia berhasil mengarang buku sebanyak dua puluh jilid. Demikian pula dengan kisah Ibnul Jauzi, dia pernah diasingkan ke Bagdad, justru di sanalah dia menguasai qira'ah sab'ah. Yakni, qiraat dengan pengucapan tiap katanya melalui aliran (mazhab) para imam qiraat pada jaman Rasulullah SAW. Antara lain, Imam Nafi Al-Madani, Imam Ibnu Amir As Syami, Imam Ashim Al Kufi, Imam Hamzah Al-Kufi, Imam Abu Amr bin 'Ala dan Imam Ibnu Katsir.

Begitulah beberapa perilaku mengubah kerugian menjadi keuntungan. Menghadapi masalah hidup dengan keindahan berpikir hikmah. Singkatnya, ketika masalah hidup itu hadir, Anda harus melihat sisi yang paling menyenangkan darinya. 

Jadi, mulai saat ini bila Anda menghadapi suatu masalah, maka hadapilah hal itu dengan mengendalikan diri Anda secara maksimal. Yakni, lihatlah sisi lain masalah itu dengan penuh hikmah. Pastikan bahwa dibalik semua itu pasti ada sisi positif, kebaikan, harapan, dan pahala yang bisa didapatkan. Selamat menikmati masalah hidup dengan kemenangan biar berujung pada keuntungan.

Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.

Berminat Order Sekarang:

Chat WhatsApp Kirim SMS

Silahkan Bagikan Info Ini Sekarang!

Komentar (0)

Posting Komentar