-->
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)

Tampilkan postingan dengan label Blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogger. Tampilkan semua postingan
Mohon Maaf Lahir Bathin
Lihat Detail

Mohon Maaf Lahir Bathin

Selamat Hari Keberkahan


Hari-hari telah melukis bukunya dengan nyata.
Semuanya memberi warna dalam setiap desah nafas hari-harinya.
Walau pun ada masa, ketika kenangan itu menyimpan kisah hitam di taman hati-hati setiap insan.

Darinya kita dapat belajar tentang makna sebongkah pasir-pasir keikhlasan yang tidak pernah menyimpan dendam pada setiap langkah kaki yang menginjaknya.

Kami, keluarga besar www.ArdaDinata.com dan www.MiqraIndonesia.com mengucapkan Taqoballahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin.,
mohon maaf lahir bathin, semoga sukses dan berkah selalu aamiin.

Salam Inspirasi Sukses

Arda Dinata
IG: @arda.dinata
www.ArdaDinata.com

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Selamat Hari Keberkahan


Hari-hari telah melukis bukunya dengan nyata.
Semuanya memberi warna dalam setiap desah nafas hari-harinya.
Walau pun ada masa, ketika kenangan itu menyimpan kisah hitam di taman hati-hati setiap insan.

Darinya kita dapat belajar tentang makna sebongkah pasir-pasir keikhlasan yang tidak pernah menyimpan dendam pada setiap langkah kaki yang menginjaknya.

Kami, keluarga besar www.ArdaDinata.com dan www.MiqraIndonesia.com mengucapkan Taqoballahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin.,
mohon maaf lahir bathin, semoga sukses dan berkah selalu aamiin.

Salam Inspirasi Sukses

Arda Dinata
IG: @arda.dinata
www.ArdaDinata.com

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Selamat Hari Keberkahan


Hari-hari telah melukis bukunya dengan nyata.
Semuanya memberi warna dalam setiap desah nafas hari-harinya.
Walau pun ada masa, ketika kenangan itu menyimpan kisah hitam di taman hati-hati setiap insan.

Darinya kita dapat belajar tentang makna sebongkah pasir-pasir keikhlasan yang tidak pernah menyimpan dendam pada setiap langkah kaki yang menginjaknya.

Kami, keluarga besar www.ArdaDinata.com dan www.MiqraIndonesia.com mengucapkan Taqoballahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin.,
mohon maaf lahir bathin, semoga sukses dan berkah selalu aamiin.

Salam Inspirasi Sukses

Arda Dinata
IG: @arda.dinata
www.ArdaDinata.com

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Selamat Hari Keberkahan


Hari-hari telah melukis bukunya dengan nyata.
Semuanya memberi warna dalam setiap desah nafas hari-harinya.
Walau pun ada masa, ketika kenangan itu menyimpan kisah hitam di taman hati-hati setiap insan.

Darinya kita dapat belajar tentang makna sebongkah pasir-pasir keikhlasan yang tidak pernah menyimpan dendam pada setiap langkah kaki yang menginjaknya.

Kami, keluarga besar www.ArdaDinata.com dan www.MiqraIndonesia.com mengucapkan Taqoballahu minna wa minkum, minal aidzin wal faidzin.,
mohon maaf lahir bathin, semoga sukses dan berkah selalu aamiin.

Salam Inspirasi Sukses

Arda Dinata
IG: @arda.dinata
www.ArdaDinata.com

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Membelai Jiwa Bersulam Inspirasi
Lihat Detail

Membelai Jiwa Bersulam Inspirasi

"Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi. Dunia indah berlapang cerita membuat hati gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme."~ ARDA DINATA

#


Ketika pagi hadir bersama kata-kata pemikat hati. Rasa dan pikiran dalam diri begitu penuh gairah. Semangat hadir dengan sendirinya. Langkah kaki pun ringan dibuatnya. Begitulah kekuatan kata-kata dalam hidup seseorang.

Untuk itu, jangan sangsikan pengaruh kekuatan kata-kata yang hadir dalam hidup kita. Bangun dan ciptakan kata-kata positif yang hadir dari mulut kita dan yang didengar oleh telinga ini. Jauhkan kita dari mendengar kata-kata yang membuat hidup kita jadi tidak semangat, tidak bergairah, dan lebih-lebih membuat rusak jiwa dan perasaan dalam diri maupun pikiran.

Itulah, makna dari ungkapan saya, "Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi." Intinya, kata-kata itu sejatinya adalah sumber inspirasi dalam membangun jiwa dan rasa dalam diri seseorang. Untuk itu, lakukan tiap hari dengan mengkonsumsi kata-kata motivasi yang penuh inspirasi dan optimisme dalam meningkatkan kualitas diri menuju yang terbaik.

Selanjutnya, lewat alunan nyanyian inspirasi itulah hidup seseorang akan terasa indah. Suasananya akan penuh warna. Inspirasi, membuat hidup lebih hidup. Hidup penuh gairah dan kegembiraan. Lewat inspiasi itulah akan lahir sebuah cerita yang penuh warna. 

Lewat alur cerita di dunia itulah, seharusnya orang yang membacanya akan mendapatkan hikmah kehidupan. Sehingga pada tataran yang lebih jauh, seseorang yang banyak membaca "cerita kehidupan" ini, perilaku hidup kesehariannya akan menjadi lebih bijaksana. Memandang persoalan hidup yang dihadapinya itu akan didasari oleh berpikir hikmah. Artinya, memandag sesuatu itu dengan kaca mata hikmah. Pasti ada sesuatu pelajaran dari tiap kejadian dalam hidupnya.

Itulah, mengapa saya menuliskan syair dalam status media sosial dengan ungkapan, "Dunia indah berlapang cerita membuat gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme." Semoga catatan ini memberi hikmah dan makna kebaikan bagi siapa pun yang membacanya. Saya tunggu komentar dari tulisan ini dan curhatan dari sahabat lewat kolom komentar di bawah ini. Salam sukses berkah selalu untuk Anda, pembaca setia tulisan-tulisan di blog ini. Aamiin. 

Salam inspirasi....

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
"Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi. Dunia indah berlapang cerita membuat hati gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme."~ ARDA DINATA

#


Ketika pagi hadir bersama kata-kata pemikat hati. Rasa dan pikiran dalam diri begitu penuh gairah. Semangat hadir dengan sendirinya. Langkah kaki pun ringan dibuatnya. Begitulah kekuatan kata-kata dalam hidup seseorang.

Untuk itu, jangan sangsikan pengaruh kekuatan kata-kata yang hadir dalam hidup kita. Bangun dan ciptakan kata-kata positif yang hadir dari mulut kita dan yang didengar oleh telinga ini. Jauhkan kita dari mendengar kata-kata yang membuat hidup kita jadi tidak semangat, tidak bergairah, dan lebih-lebih membuat rusak jiwa dan perasaan dalam diri maupun pikiran.

Itulah, makna dari ungkapan saya, "Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi." Intinya, kata-kata itu sejatinya adalah sumber inspirasi dalam membangun jiwa dan rasa dalam diri seseorang. Untuk itu, lakukan tiap hari dengan mengkonsumsi kata-kata motivasi yang penuh inspirasi dan optimisme dalam meningkatkan kualitas diri menuju yang terbaik.

Selanjutnya, lewat alunan nyanyian inspirasi itulah hidup seseorang akan terasa indah. Suasananya akan penuh warna. Inspirasi, membuat hidup lebih hidup. Hidup penuh gairah dan kegembiraan. Lewat inspiasi itulah akan lahir sebuah cerita yang penuh warna. 

Lewat alur cerita di dunia itulah, seharusnya orang yang membacanya akan mendapatkan hikmah kehidupan. Sehingga pada tataran yang lebih jauh, seseorang yang banyak membaca "cerita kehidupan" ini, perilaku hidup kesehariannya akan menjadi lebih bijaksana. Memandang persoalan hidup yang dihadapinya itu akan didasari oleh berpikir hikmah. Artinya, memandag sesuatu itu dengan kaca mata hikmah. Pasti ada sesuatu pelajaran dari tiap kejadian dalam hidupnya.

Itulah, mengapa saya menuliskan syair dalam status media sosial dengan ungkapan, "Dunia indah berlapang cerita membuat gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme." Semoga catatan ini memberi hikmah dan makna kebaikan bagi siapa pun yang membacanya. Saya tunggu komentar dari tulisan ini dan curhatan dari sahabat lewat kolom komentar di bawah ini. Salam sukses berkah selalu untuk Anda, pembaca setia tulisan-tulisan di blog ini. Aamiin. 

Salam inspirasi....

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
"Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi. Dunia indah berlapang cerita membuat hati gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme."~ ARDA DINATA

#


Ketika pagi hadir bersama kata-kata pemikat hati. Rasa dan pikiran dalam diri begitu penuh gairah. Semangat hadir dengan sendirinya. Langkah kaki pun ringan dibuatnya. Begitulah kekuatan kata-kata dalam hidup seseorang.

Untuk itu, jangan sangsikan pengaruh kekuatan kata-kata yang hadir dalam hidup kita. Bangun dan ciptakan kata-kata positif yang hadir dari mulut kita dan yang didengar oleh telinga ini. Jauhkan kita dari mendengar kata-kata yang membuat hidup kita jadi tidak semangat, tidak bergairah, dan lebih-lebih membuat rusak jiwa dan perasaan dalam diri maupun pikiran.

Itulah, makna dari ungkapan saya, "Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi." Intinya, kata-kata itu sejatinya adalah sumber inspirasi dalam membangun jiwa dan rasa dalam diri seseorang. Untuk itu, lakukan tiap hari dengan mengkonsumsi kata-kata motivasi yang penuh inspirasi dan optimisme dalam meningkatkan kualitas diri menuju yang terbaik.

Selanjutnya, lewat alunan nyanyian inspirasi itulah hidup seseorang akan terasa indah. Suasananya akan penuh warna. Inspirasi, membuat hidup lebih hidup. Hidup penuh gairah dan kegembiraan. Lewat inspiasi itulah akan lahir sebuah cerita yang penuh warna. 

Lewat alur cerita di dunia itulah, seharusnya orang yang membacanya akan mendapatkan hikmah kehidupan. Sehingga pada tataran yang lebih jauh, seseorang yang banyak membaca "cerita kehidupan" ini, perilaku hidup kesehariannya akan menjadi lebih bijaksana. Memandang persoalan hidup yang dihadapinya itu akan didasari oleh berpikir hikmah. Artinya, memandag sesuatu itu dengan kaca mata hikmah. Pasti ada sesuatu pelajaran dari tiap kejadian dalam hidupnya.

Itulah, mengapa saya menuliskan syair dalam status media sosial dengan ungkapan, "Dunia indah berlapang cerita membuat gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme." Semoga catatan ini memberi hikmah dan makna kebaikan bagi siapa pun yang membacanya. Saya tunggu komentar dari tulisan ini dan curhatan dari sahabat lewat kolom komentar di bawah ini. Salam sukses berkah selalu untuk Anda, pembaca setia tulisan-tulisan di blog ini. Aamiin. 

Salam inspirasi....

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
"Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi. Dunia indah berlapang cerita membuat hati gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme."~ ARDA DINATA

#


Ketika pagi hadir bersama kata-kata pemikat hati. Rasa dan pikiran dalam diri begitu penuh gairah. Semangat hadir dengan sendirinya. Langkah kaki pun ringan dibuatnya. Begitulah kekuatan kata-kata dalam hidup seseorang.

Untuk itu, jangan sangsikan pengaruh kekuatan kata-kata yang hadir dalam hidup kita. Bangun dan ciptakan kata-kata positif yang hadir dari mulut kita dan yang didengar oleh telinga ini. Jauhkan kita dari mendengar kata-kata yang membuat hidup kita jadi tidak semangat, tidak bergairah, dan lebih-lebih membuat rusak jiwa dan perasaan dalam diri maupun pikiran.

Itulah, makna dari ungkapan saya, "Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi." Intinya, kata-kata itu sejatinya adalah sumber inspirasi dalam membangun jiwa dan rasa dalam diri seseorang. Untuk itu, lakukan tiap hari dengan mengkonsumsi kata-kata motivasi yang penuh inspirasi dan optimisme dalam meningkatkan kualitas diri menuju yang terbaik.

Selanjutnya, lewat alunan nyanyian inspirasi itulah hidup seseorang akan terasa indah. Suasananya akan penuh warna. Inspirasi, membuat hidup lebih hidup. Hidup penuh gairah dan kegembiraan. Lewat inspiasi itulah akan lahir sebuah cerita yang penuh warna. 

Lewat alur cerita di dunia itulah, seharusnya orang yang membacanya akan mendapatkan hikmah kehidupan. Sehingga pada tataran yang lebih jauh, seseorang yang banyak membaca "cerita kehidupan" ini, perilaku hidup kesehariannya akan menjadi lebih bijaksana. Memandang persoalan hidup yang dihadapinya itu akan didasari oleh berpikir hikmah. Artinya, memandag sesuatu itu dengan kaca mata hikmah. Pasti ada sesuatu pelajaran dari tiap kejadian dalam hidupnya.

Itulah, mengapa saya menuliskan syair dalam status media sosial dengan ungkapan, "Dunia indah berlapang cerita membuat gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme." Semoga catatan ini memberi hikmah dan makna kebaikan bagi siapa pun yang membacanya. Saya tunggu komentar dari tulisan ini dan curhatan dari sahabat lewat kolom komentar di bawah ini. Salam sukses berkah selalu untuk Anda, pembaca setia tulisan-tulisan di blog ini. Aamiin. 

Salam inspirasi....

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
"Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi. Dunia indah berlapang cerita membuat hati gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme."~ ARDA DINATA

#


Ketika pagi hadir bersama kata-kata pemikat hati. Rasa dan pikiran dalam diri begitu penuh gairah. Semangat hadir dengan sendirinya. Langkah kaki pun ringan dibuatnya. Begitulah kekuatan kata-kata dalam hidup seseorang.

Untuk itu, jangan sangsikan pengaruh kekuatan kata-kata yang hadir dalam hidup kita. Bangun dan ciptakan kata-kata positif yang hadir dari mulut kita dan yang didengar oleh telinga ini. Jauhkan kita dari mendengar kata-kata yang membuat hidup kita jadi tidak semangat, tidak bergairah, dan lebih-lebih membuat rusak jiwa dan perasaan dalam diri maupun pikiran.

Itulah, makna dari ungkapan saya, "Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi." Intinya, kata-kata itu sejatinya adalah sumber inspirasi dalam membangun jiwa dan rasa dalam diri seseorang. Untuk itu, lakukan tiap hari dengan mengkonsumsi kata-kata motivasi yang penuh inspirasi dan optimisme dalam meningkatkan kualitas diri menuju yang terbaik.

Selanjutnya, lewat alunan nyanyian inspirasi itulah hidup seseorang akan terasa indah. Suasananya akan penuh warna. Inspirasi, membuat hidup lebih hidup. Hidup penuh gairah dan kegembiraan. Lewat inspiasi itulah akan lahir sebuah cerita yang penuh warna. 

Lewat alur cerita di dunia itulah, seharusnya orang yang membacanya akan mendapatkan hikmah kehidupan. Sehingga pada tataran yang lebih jauh, seseorang yang banyak membaca "cerita kehidupan" ini, perilaku hidup kesehariannya akan menjadi lebih bijaksana. Memandang persoalan hidup yang dihadapinya itu akan didasari oleh berpikir hikmah. Artinya, memandag sesuatu itu dengan kaca mata hikmah. Pasti ada sesuatu pelajaran dari tiap kejadian dalam hidupnya.

Itulah, mengapa saya menuliskan syair dalam status media sosial dengan ungkapan, "Dunia indah berlapang cerita membuat gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme." Semoga catatan ini memberi hikmah dan makna kebaikan bagi siapa pun yang membacanya. Saya tunggu komentar dari tulisan ini dan curhatan dari sahabat lewat kolom komentar di bawah ini. Salam sukses berkah selalu untuk Anda, pembaca setia tulisan-tulisan di blog ini. Aamiin. 

Salam inspirasi....

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
"Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi. Dunia indah berlapang cerita membuat hati gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme."~ ARDA DINATA

#


Ketika pagi hadir bersama kata-kata pemikat hati. Rasa dan pikiran dalam diri begitu penuh gairah. Semangat hadir dengan sendirinya. Langkah kaki pun ringan dibuatnya. Begitulah kekuatan kata-kata dalam hidup seseorang.

Untuk itu, jangan sangsikan pengaruh kekuatan kata-kata yang hadir dalam hidup kita. Bangun dan ciptakan kata-kata positif yang hadir dari mulut kita dan yang didengar oleh telinga ini. Jauhkan kita dari mendengar kata-kata yang membuat hidup kita jadi tidak semangat, tidak bergairah, dan lebih-lebih membuat rusak jiwa dan perasaan dalam diri maupun pikiran.

Itulah, makna dari ungkapan saya, "Tatap kata memikat hati, membelai jiwa bersulam inspirasi." Intinya, kata-kata itu sejatinya adalah sumber inspirasi dalam membangun jiwa dan rasa dalam diri seseorang. Untuk itu, lakukan tiap hari dengan mengkonsumsi kata-kata motivasi yang penuh inspirasi dan optimisme dalam meningkatkan kualitas diri menuju yang terbaik.

Selanjutnya, lewat alunan nyanyian inspirasi itulah hidup seseorang akan terasa indah. Suasananya akan penuh warna. Inspirasi, membuat hidup lebih hidup. Hidup penuh gairah dan kegembiraan. Lewat inspiasi itulah akan lahir sebuah cerita yang penuh warna. 

Lewat alur cerita di dunia itulah, seharusnya orang yang membacanya akan mendapatkan hikmah kehidupan. Sehingga pada tataran yang lebih jauh, seseorang yang banyak membaca "cerita kehidupan" ini, perilaku hidup kesehariannya akan menjadi lebih bijaksana. Memandang persoalan hidup yang dihadapinya itu akan didasari oleh berpikir hikmah. Artinya, memandag sesuatu itu dengan kaca mata hikmah. Pasti ada sesuatu pelajaran dari tiap kejadian dalam hidupnya.

Itulah, mengapa saya menuliskan syair dalam status media sosial dengan ungkapan, "Dunia indah berlapang cerita membuat gundah gulana hilang ditelan rasa optimisme." Semoga catatan ini memberi hikmah dan makna kebaikan bagi siapa pun yang membacanya. Saya tunggu komentar dari tulisan ini dan curhatan dari sahabat lewat kolom komentar di bawah ini. Salam sukses berkah selalu untuk Anda, pembaca setia tulisan-tulisan di blog ini. Aamiin. 

Salam inspirasi....

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Cara Pengiriman Naskah PAI (Penuntun Anak Islam)
Lihat Detail

Cara Pengiriman Naskah PAI (Penuntun Anak Islam)

ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
ANDA punya naskah buku tentang seputar penuntun dunia anak yang Islami? Ayo segera tawarkan ke penerbit, siapa tahu naskah Anda itu berjodoh. Sehingga hasil karya Anda itu bisa diterbitkan dan tersebar kepada para pembaca.
Gimana, Anda penasaran bagaimana cara dan persyaratannya? Mari ikuti dan baca penjelasannya di bawah ini ya!

Syarat-Syarat Pengiriman Naskah: 
  • Jumlah halaman cerita minimal 50 halaman, maksimal 60 halaman. (tidak termasuk kata pengantar, ucapan terima kasih, daftar isi, halaman profil, dll).
  • Diketik kemudian diprint di kertas HVS A4, 1.5 spasi, Times New Roman 12 pt.
  • Dikirim ke alamat Penerbit Mizan : Jl. Cinambo No.135 , Cisaranten Wetan, Ujung Berung, Bandung 40294.
  • Karya dikirim melalui pos, bukan melalui e-mail atau facebook.
  • Karya disertai dengan biodata lengkap.
  • Tema cerita mengandung nilai-nilai keislaman, penuntun praktis, dan sesuai untuk usia anak-anak muslim (6-12 tahun).
  • Menuliskan daftar referensi atau sumber.
  • Ilustrasi atau gambar akan dikerjakan oleh kakak-kakak dari Penerbit Mizan.
Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu aamiin.

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?
Lihat Detail

Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?

Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?
Oleh Arda Dinata
“Putaran waktu hadir tepat waktu, menjadikan diri ini malu tersipu. Apakah malaikat cinta itu setia seperti waktu? Bahagialah manusia, sebab jiwa itu setia mengeja makna cinta yang hadir setiap saat!”- Arda Dinata.

Waktu itu setia berjalan sesuai porosnya. Ia selalu tepat waktu, yang membuat dunia indah dan damai berjalan pada koridor yang telah ditetapkan-Nya. Wujud ketaatan sang waktu ini jelas-jelas bikin iri dan malu tersipu bagi manusia yang sering tidak setia pada waktu. Sering mengingkari waktu, termasuk waktu yang telah dijanjikannya sendiri.

Coba konsistensi hidup kita bisa mengambil pelajaran dari cintanya malaikat pada setiap waktu yang hadir dalam hidupnya. Sehingga hidup manusia akan lebih bahagia, bila putaran waktunya lebih bermakna dan konsisten dalam kebaikan. Bukankan, sesungguhnya hati nurani manusia itu selalu setia mengeja makna cinta yang hadir dalam setiap napas hidupnya?

Berikut ini, mari kita simak dan renungkan dari sosok malaikat (cinta) yang selalu setia dan tak pernah ingkar janji dalam mengemban tugasnya. Kita tahu, malaikat (bahasa Arab: ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ malāk) itu adalah mahluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Sungguh luar biasa mahluk yang satu ini, inilah nilai kebenaran yang patut kita belajar padanya. Nilai-nilai konsistensi inilah yang patut kita belajar untuk diaplikasikan dalam hidup keseharian. Seperti nilai-nilai kebaikan itu betul-betul diaplikasikan dari setiap lini perilaku kita.

Pantas, dalam ajaran Islam disebutkan salah satu rukun iman yang patut kita yakini adalah beriman kepada malaikat. Pengertian iman kepada malaikat itu berarti mempercayai bahwa adanya malaikat yang diciptakan Allah SWT dari cahaya, tunduk dan patuh yang diberi tugas untuk melaksanakan perintah-Nya yakni mengurus alam semesta.

Fakta seperti itu, tidak lantas Allah lebih suka ibadah yang dilakukan malaikat dari pada manusia dan jin. Dalam arti lain, sesungguhnya Allah itu lebih suka ibadahnya dari manusia dan jin daripada malaikat. Mengapa hal demikian? Sebab, jin dan manusia ini bisa memilih maupun menentukan pilihannya sendiri. Berbeda halnya dengan malaikat yang tidak berdasarkan pilihannya sendiri. Para malaikat ini harus patuh terhadap tugas yang diembannya.

Jumlah malaikat ini sesungguhnya amat banyak, namun ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui. (1) Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Rasul-rasul Allah dan juga ditugaskan untuk meniupkan ruh pada setiap janin pada saat di dalam kandungan.

(2) Malaikat Mikail yang ditugaskan memberikan rizki kepada mahluk yang ada di dunia. Selain itu, ia juga bertugas mengatur hujan, angin, serta tanaman. (3) Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat kelak. Isi tiupan trompet itu adalah ruh dan nyawa seluruh mahluk yang sudah dicabut nyawanya mulai dari Nabi Adam sampai esok hari kiamat. (4) Malaikat Izrail ditugaskan untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup. Berdasarkan literatur yang ada disebutkan bahwa nyawa yang terakhir dicabut adalah nyawanya sendiri.

(5) Malaikat Munkar yang bertugas menanyai orang yang sudah dikubur dengan perawakan yang sangat menyeramkan sambil membawa godam. Malaikat ini hanya mendatangi orang yang semasa hidupnya selalu berbuat keburukan. (6) Malaikat Nakir ini tugasnya sama dengan Malaikat Munkar, yaitu menanyai perkara manusia di alam kubur semasa hidupnya. Namun, bedanya malaikat ini hanya mendatangi orang-orang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan dengan perawakan yang sangat indah dilihat.

(7) Malaikat Raqib. Inilah malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amalan baik dari manusia semasa hidup di dunia. (8) Malaikat Atid, ialah malaikat yang mendapat tugas untuk mencatat amalan buruk manusia semasa hidup di dunia. (9) Malaikat Malik bertugas menjaga pintu Neraka. (10) Malaikat Ridwan ialah malikat yang mendapat tugas menjaga pintu Surga.

Itulah gambaran malaikat yang penuh cinta dan patuh pada tugas yang diemban berdasarkan perintah Allah SWT. Para malaikat yang setia seiring waktu. Tanpa keluh kesah, penuh ketaatan dan ikhlas menjalani tugas yang dibebankan pada dirinya. Malaikat cinta yang setia dengan waktu. Kapan pun dan di mana pun akan menjalankan perintah-Nya.***

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?
Oleh Arda Dinata
“Putaran waktu hadir tepat waktu, menjadikan diri ini malu tersipu. Apakah malaikat cinta itu setia seperti waktu? Bahagialah manusia, sebab jiwa itu setia mengeja makna cinta yang hadir setiap saat!”- Arda Dinata.

Waktu itu setia berjalan sesuai porosnya. Ia selalu tepat waktu, yang membuat dunia indah dan damai berjalan pada koridor yang telah ditetapkan-Nya. Wujud ketaatan sang waktu ini jelas-jelas bikin iri dan malu tersipu bagi manusia yang sering tidak setia pada waktu. Sering mengingkari waktu, termasuk waktu yang telah dijanjikannya sendiri.

Coba konsistensi hidup kita bisa mengambil pelajaran dari cintanya malaikat pada setiap waktu yang hadir dalam hidupnya. Sehingga hidup manusia akan lebih bahagia, bila putaran waktunya lebih bermakna dan konsisten dalam kebaikan. Bukankan, sesungguhnya hati nurani manusia itu selalu setia mengeja makna cinta yang hadir dalam setiap napas hidupnya?

Berikut ini, mari kita simak dan renungkan dari sosok malaikat (cinta) yang selalu setia dan tak pernah ingkar janji dalam mengemban tugasnya. Kita tahu, malaikat (bahasa Arab: ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ malāk) itu adalah mahluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Sungguh luar biasa mahluk yang satu ini, inilah nilai kebenaran yang patut kita belajar padanya. Nilai-nilai konsistensi inilah yang patut kita belajar untuk diaplikasikan dalam hidup keseharian. Seperti nilai-nilai kebaikan itu betul-betul diaplikasikan dari setiap lini perilaku kita.

Pantas, dalam ajaran Islam disebutkan salah satu rukun iman yang patut kita yakini adalah beriman kepada malaikat. Pengertian iman kepada malaikat itu berarti mempercayai bahwa adanya malaikat yang diciptakan Allah SWT dari cahaya, tunduk dan patuh yang diberi tugas untuk melaksanakan perintah-Nya yakni mengurus alam semesta.

Fakta seperti itu, tidak lantas Allah lebih suka ibadah yang dilakukan malaikat dari pada manusia dan jin. Dalam arti lain, sesungguhnya Allah itu lebih suka ibadahnya dari manusia dan jin daripada malaikat. Mengapa hal demikian? Sebab, jin dan manusia ini bisa memilih maupun menentukan pilihannya sendiri. Berbeda halnya dengan malaikat yang tidak berdasarkan pilihannya sendiri. Para malaikat ini harus patuh terhadap tugas yang diembannya.

Jumlah malaikat ini sesungguhnya amat banyak, namun ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui. (1) Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Rasul-rasul Allah dan juga ditugaskan untuk meniupkan ruh pada setiap janin pada saat di dalam kandungan.

(2) Malaikat Mikail yang ditugaskan memberikan rizki kepada mahluk yang ada di dunia. Selain itu, ia juga bertugas mengatur hujan, angin, serta tanaman. (3) Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat kelak. Isi tiupan trompet itu adalah ruh dan nyawa seluruh mahluk yang sudah dicabut nyawanya mulai dari Nabi Adam sampai esok hari kiamat. (4) Malaikat Izrail ditugaskan untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup. Berdasarkan literatur yang ada disebutkan bahwa nyawa yang terakhir dicabut adalah nyawanya sendiri.

(5) Malaikat Munkar yang bertugas menanyai orang yang sudah dikubur dengan perawakan yang sangat menyeramkan sambil membawa godam. Malaikat ini hanya mendatangi orang yang semasa hidupnya selalu berbuat keburukan. (6) Malaikat Nakir ini tugasnya sama dengan Malaikat Munkar, yaitu menanyai perkara manusia di alam kubur semasa hidupnya. Namun, bedanya malaikat ini hanya mendatangi orang-orang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan dengan perawakan yang sangat indah dilihat.

(7) Malaikat Raqib. Inilah malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amalan baik dari manusia semasa hidup di dunia. (8) Malaikat Atid, ialah malaikat yang mendapat tugas untuk mencatat amalan buruk manusia semasa hidup di dunia. (9) Malaikat Malik bertugas menjaga pintu Neraka. (10) Malaikat Ridwan ialah malikat yang mendapat tugas menjaga pintu Surga.

Itulah gambaran malaikat yang penuh cinta dan patuh pada tugas yang diemban berdasarkan perintah Allah SWT. Para malaikat yang setia seiring waktu. Tanpa keluh kesah, penuh ketaatan dan ikhlas menjalani tugas yang dibebankan pada dirinya. Malaikat cinta yang setia dengan waktu. Kapan pun dan di mana pun akan menjalankan perintah-Nya.***

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?
Oleh Arda Dinata
“Putaran waktu hadir tepat waktu, menjadikan diri ini malu tersipu. Apakah malaikat cinta itu setia seperti waktu? Bahagialah manusia, sebab jiwa itu setia mengeja makna cinta yang hadir setiap saat!”- Arda Dinata.

Waktu itu setia berjalan sesuai porosnya. Ia selalu tepat waktu, yang membuat dunia indah dan damai berjalan pada koridor yang telah ditetapkan-Nya. Wujud ketaatan sang waktu ini jelas-jelas bikin iri dan malu tersipu bagi manusia yang sering tidak setia pada waktu. Sering mengingkari waktu, termasuk waktu yang telah dijanjikannya sendiri.

Coba konsistensi hidup kita bisa mengambil pelajaran dari cintanya malaikat pada setiap waktu yang hadir dalam hidupnya. Sehingga hidup manusia akan lebih bahagia, bila putaran waktunya lebih bermakna dan konsisten dalam kebaikan. Bukankan, sesungguhnya hati nurani manusia itu selalu setia mengeja makna cinta yang hadir dalam setiap napas hidupnya?

Berikut ini, mari kita simak dan renungkan dari sosok malaikat (cinta) yang selalu setia dan tak pernah ingkar janji dalam mengemban tugasnya. Kita tahu, malaikat (bahasa Arab: ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ malāk) itu adalah mahluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Sungguh luar biasa mahluk yang satu ini, inilah nilai kebenaran yang patut kita belajar padanya. Nilai-nilai konsistensi inilah yang patut kita belajar untuk diaplikasikan dalam hidup keseharian. Seperti nilai-nilai kebaikan itu betul-betul diaplikasikan dari setiap lini perilaku kita.

Pantas, dalam ajaran Islam disebutkan salah satu rukun iman yang patut kita yakini adalah beriman kepada malaikat. Pengertian iman kepada malaikat itu berarti mempercayai bahwa adanya malaikat yang diciptakan Allah SWT dari cahaya, tunduk dan patuh yang diberi tugas untuk melaksanakan perintah-Nya yakni mengurus alam semesta.

Fakta seperti itu, tidak lantas Allah lebih suka ibadah yang dilakukan malaikat dari pada manusia dan jin. Dalam arti lain, sesungguhnya Allah itu lebih suka ibadahnya dari manusia dan jin daripada malaikat. Mengapa hal demikian? Sebab, jin dan manusia ini bisa memilih maupun menentukan pilihannya sendiri. Berbeda halnya dengan malaikat yang tidak berdasarkan pilihannya sendiri. Para malaikat ini harus patuh terhadap tugas yang diembannya.

Jumlah malaikat ini sesungguhnya amat banyak, namun ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui. (1) Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Rasul-rasul Allah dan juga ditugaskan untuk meniupkan ruh pada setiap janin pada saat di dalam kandungan.

(2) Malaikat Mikail yang ditugaskan memberikan rizki kepada mahluk yang ada di dunia. Selain itu, ia juga bertugas mengatur hujan, angin, serta tanaman. (3) Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat kelak. Isi tiupan trompet itu adalah ruh dan nyawa seluruh mahluk yang sudah dicabut nyawanya mulai dari Nabi Adam sampai esok hari kiamat. (4) Malaikat Izrail ditugaskan untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup. Berdasarkan literatur yang ada disebutkan bahwa nyawa yang terakhir dicabut adalah nyawanya sendiri.

(5) Malaikat Munkar yang bertugas menanyai orang yang sudah dikubur dengan perawakan yang sangat menyeramkan sambil membawa godam. Malaikat ini hanya mendatangi orang yang semasa hidupnya selalu berbuat keburukan. (6) Malaikat Nakir ini tugasnya sama dengan Malaikat Munkar, yaitu menanyai perkara manusia di alam kubur semasa hidupnya. Namun, bedanya malaikat ini hanya mendatangi orang-orang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan dengan perawakan yang sangat indah dilihat.

(7) Malaikat Raqib. Inilah malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amalan baik dari manusia semasa hidup di dunia. (8) Malaikat Atid, ialah malaikat yang mendapat tugas untuk mencatat amalan buruk manusia semasa hidup di dunia. (9) Malaikat Malik bertugas menjaga pintu Neraka. (10) Malaikat Ridwan ialah malikat yang mendapat tugas menjaga pintu Surga.

Itulah gambaran malaikat yang penuh cinta dan patuh pada tugas yang diemban berdasarkan perintah Allah SWT. Para malaikat yang setia seiring waktu. Tanpa keluh kesah, penuh ketaatan dan ikhlas menjalani tugas yang dibebankan pada dirinya. Malaikat cinta yang setia dengan waktu. Kapan pun dan di mana pun akan menjalankan perintah-Nya.***

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?
Oleh Arda Dinata
“Putaran waktu hadir tepat waktu, menjadikan diri ini malu tersipu. Apakah malaikat cinta itu setia seperti waktu? Bahagialah manusia, sebab jiwa itu setia mengeja makna cinta yang hadir setiap saat!”- Arda Dinata.

Waktu itu setia berjalan sesuai porosnya. Ia selalu tepat waktu, yang membuat dunia indah dan damai berjalan pada koridor yang telah ditetapkan-Nya. Wujud ketaatan sang waktu ini jelas-jelas bikin iri dan malu tersipu bagi manusia yang sering tidak setia pada waktu. Sering mengingkari waktu, termasuk waktu yang telah dijanjikannya sendiri.

Coba konsistensi hidup kita bisa mengambil pelajaran dari cintanya malaikat pada setiap waktu yang hadir dalam hidupnya. Sehingga hidup manusia akan lebih bahagia, bila putaran waktunya lebih bermakna dan konsisten dalam kebaikan. Bukankan, sesungguhnya hati nurani manusia itu selalu setia mengeja makna cinta yang hadir dalam setiap napas hidupnya?

Berikut ini, mari kita simak dan renungkan dari sosok malaikat (cinta) yang selalu setia dan tak pernah ingkar janji dalam mengemban tugasnya. Kita tahu, malaikat (bahasa Arab: ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ malāk) itu adalah mahluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Sungguh luar biasa mahluk yang satu ini, inilah nilai kebenaran yang patut kita belajar padanya. Nilai-nilai konsistensi inilah yang patut kita belajar untuk diaplikasikan dalam hidup keseharian. Seperti nilai-nilai kebaikan itu betul-betul diaplikasikan dari setiap lini perilaku kita.

Pantas, dalam ajaran Islam disebutkan salah satu rukun iman yang patut kita yakini adalah beriman kepada malaikat. Pengertian iman kepada malaikat itu berarti mempercayai bahwa adanya malaikat yang diciptakan Allah SWT dari cahaya, tunduk dan patuh yang diberi tugas untuk melaksanakan perintah-Nya yakni mengurus alam semesta.

Fakta seperti itu, tidak lantas Allah lebih suka ibadah yang dilakukan malaikat dari pada manusia dan jin. Dalam arti lain, sesungguhnya Allah itu lebih suka ibadahnya dari manusia dan jin daripada malaikat. Mengapa hal demikian? Sebab, jin dan manusia ini bisa memilih maupun menentukan pilihannya sendiri. Berbeda halnya dengan malaikat yang tidak berdasarkan pilihannya sendiri. Para malaikat ini harus patuh terhadap tugas yang diembannya.

Jumlah malaikat ini sesungguhnya amat banyak, namun ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui. (1) Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Rasul-rasul Allah dan juga ditugaskan untuk meniupkan ruh pada setiap janin pada saat di dalam kandungan.

(2) Malaikat Mikail yang ditugaskan memberikan rizki kepada mahluk yang ada di dunia. Selain itu, ia juga bertugas mengatur hujan, angin, serta tanaman. (3) Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat kelak. Isi tiupan trompet itu adalah ruh dan nyawa seluruh mahluk yang sudah dicabut nyawanya mulai dari Nabi Adam sampai esok hari kiamat. (4) Malaikat Izrail ditugaskan untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup. Berdasarkan literatur yang ada disebutkan bahwa nyawa yang terakhir dicabut adalah nyawanya sendiri.

(5) Malaikat Munkar yang bertugas menanyai orang yang sudah dikubur dengan perawakan yang sangat menyeramkan sambil membawa godam. Malaikat ini hanya mendatangi orang yang semasa hidupnya selalu berbuat keburukan. (6) Malaikat Nakir ini tugasnya sama dengan Malaikat Munkar, yaitu menanyai perkara manusia di alam kubur semasa hidupnya. Namun, bedanya malaikat ini hanya mendatangi orang-orang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan dengan perawakan yang sangat indah dilihat.

(7) Malaikat Raqib. Inilah malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amalan baik dari manusia semasa hidup di dunia. (8) Malaikat Atid, ialah malaikat yang mendapat tugas untuk mencatat amalan buruk manusia semasa hidup di dunia. (9) Malaikat Malik bertugas menjaga pintu Neraka. (10) Malaikat Ridwan ialah malikat yang mendapat tugas menjaga pintu Surga.

Itulah gambaran malaikat yang penuh cinta dan patuh pada tugas yang diemban berdasarkan perintah Allah SWT. Para malaikat yang setia seiring waktu. Tanpa keluh kesah, penuh ketaatan dan ikhlas menjalani tugas yang dibebankan pada dirinya. Malaikat cinta yang setia dengan waktu. Kapan pun dan di mana pun akan menjalankan perintah-Nya.***

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?
Oleh Arda Dinata
“Putaran waktu hadir tepat waktu, menjadikan diri ini malu tersipu. Apakah malaikat cinta itu setia seperti waktu? Bahagialah manusia, sebab jiwa itu setia mengeja makna cinta yang hadir setiap saat!”- Arda Dinata.

Waktu itu setia berjalan sesuai porosnya. Ia selalu tepat waktu, yang membuat dunia indah dan damai berjalan pada koridor yang telah ditetapkan-Nya. Wujud ketaatan sang waktu ini jelas-jelas bikin iri dan malu tersipu bagi manusia yang sering tidak setia pada waktu. Sering mengingkari waktu, termasuk waktu yang telah dijanjikannya sendiri.

Coba konsistensi hidup kita bisa mengambil pelajaran dari cintanya malaikat pada setiap waktu yang hadir dalam hidupnya. Sehingga hidup manusia akan lebih bahagia, bila putaran waktunya lebih bermakna dan konsisten dalam kebaikan. Bukankan, sesungguhnya hati nurani manusia itu selalu setia mengeja makna cinta yang hadir dalam setiap napas hidupnya?

Berikut ini, mari kita simak dan renungkan dari sosok malaikat (cinta) yang selalu setia dan tak pernah ingkar janji dalam mengemban tugasnya. Kita tahu, malaikat (bahasa Arab: ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ malāk) itu adalah mahluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Sungguh luar biasa mahluk yang satu ini, inilah nilai kebenaran yang patut kita belajar padanya. Nilai-nilai konsistensi inilah yang patut kita belajar untuk diaplikasikan dalam hidup keseharian. Seperti nilai-nilai kebaikan itu betul-betul diaplikasikan dari setiap lini perilaku kita.

Pantas, dalam ajaran Islam disebutkan salah satu rukun iman yang patut kita yakini adalah beriman kepada malaikat. Pengertian iman kepada malaikat itu berarti mempercayai bahwa adanya malaikat yang diciptakan Allah SWT dari cahaya, tunduk dan patuh yang diberi tugas untuk melaksanakan perintah-Nya yakni mengurus alam semesta.

Fakta seperti itu, tidak lantas Allah lebih suka ibadah yang dilakukan malaikat dari pada manusia dan jin. Dalam arti lain, sesungguhnya Allah itu lebih suka ibadahnya dari manusia dan jin daripada malaikat. Mengapa hal demikian? Sebab, jin dan manusia ini bisa memilih maupun menentukan pilihannya sendiri. Berbeda halnya dengan malaikat yang tidak berdasarkan pilihannya sendiri. Para malaikat ini harus patuh terhadap tugas yang diembannya.

Jumlah malaikat ini sesungguhnya amat banyak, namun ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui. (1) Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Rasul-rasul Allah dan juga ditugaskan untuk meniupkan ruh pada setiap janin pada saat di dalam kandungan.

(2) Malaikat Mikail yang ditugaskan memberikan rizki kepada mahluk yang ada di dunia. Selain itu, ia juga bertugas mengatur hujan, angin, serta tanaman. (3) Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat kelak. Isi tiupan trompet itu adalah ruh dan nyawa seluruh mahluk yang sudah dicabut nyawanya mulai dari Nabi Adam sampai esok hari kiamat. (4) Malaikat Izrail ditugaskan untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup. Berdasarkan literatur yang ada disebutkan bahwa nyawa yang terakhir dicabut adalah nyawanya sendiri.

(5) Malaikat Munkar yang bertugas menanyai orang yang sudah dikubur dengan perawakan yang sangat menyeramkan sambil membawa godam. Malaikat ini hanya mendatangi orang yang semasa hidupnya selalu berbuat keburukan. (6) Malaikat Nakir ini tugasnya sama dengan Malaikat Munkar, yaitu menanyai perkara manusia di alam kubur semasa hidupnya. Namun, bedanya malaikat ini hanya mendatangi orang-orang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan dengan perawakan yang sangat indah dilihat.

(7) Malaikat Raqib. Inilah malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amalan baik dari manusia semasa hidup di dunia. (8) Malaikat Atid, ialah malaikat yang mendapat tugas untuk mencatat amalan buruk manusia semasa hidup di dunia. (9) Malaikat Malik bertugas menjaga pintu Neraka. (10) Malaikat Ridwan ialah malikat yang mendapat tugas menjaga pintu Surga.

Itulah gambaran malaikat yang penuh cinta dan patuh pada tugas yang diemban berdasarkan perintah Allah SWT. Para malaikat yang setia seiring waktu. Tanpa keluh kesah, penuh ketaatan dan ikhlas menjalani tugas yang dibebankan pada dirinya. Malaikat cinta yang setia dengan waktu. Kapan pun dan di mana pun akan menjalankan perintah-Nya.***

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?
Oleh Arda Dinata
“Putaran waktu hadir tepat waktu, menjadikan diri ini malu tersipu. Apakah malaikat cinta itu setia seperti waktu? Bahagialah manusia, sebab jiwa itu setia mengeja makna cinta yang hadir setiap saat!”- Arda Dinata.

Waktu itu setia berjalan sesuai porosnya. Ia selalu tepat waktu, yang membuat dunia indah dan damai berjalan pada koridor yang telah ditetapkan-Nya. Wujud ketaatan sang waktu ini jelas-jelas bikin iri dan malu tersipu bagi manusia yang sering tidak setia pada waktu. Sering mengingkari waktu, termasuk waktu yang telah dijanjikannya sendiri.

Coba konsistensi hidup kita bisa mengambil pelajaran dari cintanya malaikat pada setiap waktu yang hadir dalam hidupnya. Sehingga hidup manusia akan lebih bahagia, bila putaran waktunya lebih bermakna dan konsisten dalam kebaikan. Bukankan, sesungguhnya hati nurani manusia itu selalu setia mengeja makna cinta yang hadir dalam setiap napas hidupnya?

Berikut ini, mari kita simak dan renungkan dari sosok malaikat (cinta) yang selalu setia dan tak pernah ingkar janji dalam mengemban tugasnya. Kita tahu, malaikat (bahasa Arab: ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ malāk) itu adalah mahluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Sungguh luar biasa mahluk yang satu ini, inilah nilai kebenaran yang patut kita belajar padanya. Nilai-nilai konsistensi inilah yang patut kita belajar untuk diaplikasikan dalam hidup keseharian. Seperti nilai-nilai kebaikan itu betul-betul diaplikasikan dari setiap lini perilaku kita.

Pantas, dalam ajaran Islam disebutkan salah satu rukun iman yang patut kita yakini adalah beriman kepada malaikat. Pengertian iman kepada malaikat itu berarti mempercayai bahwa adanya malaikat yang diciptakan Allah SWT dari cahaya, tunduk dan patuh yang diberi tugas untuk melaksanakan perintah-Nya yakni mengurus alam semesta.

Fakta seperti itu, tidak lantas Allah lebih suka ibadah yang dilakukan malaikat dari pada manusia dan jin. Dalam arti lain, sesungguhnya Allah itu lebih suka ibadahnya dari manusia dan jin daripada malaikat. Mengapa hal demikian? Sebab, jin dan manusia ini bisa memilih maupun menentukan pilihannya sendiri. Berbeda halnya dengan malaikat yang tidak berdasarkan pilihannya sendiri. Para malaikat ini harus patuh terhadap tugas yang diembannya.

Jumlah malaikat ini sesungguhnya amat banyak, namun ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui. (1) Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Rasul-rasul Allah dan juga ditugaskan untuk meniupkan ruh pada setiap janin pada saat di dalam kandungan.

(2) Malaikat Mikail yang ditugaskan memberikan rizki kepada mahluk yang ada di dunia. Selain itu, ia juga bertugas mengatur hujan, angin, serta tanaman. (3) Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat kelak. Isi tiupan trompet itu adalah ruh dan nyawa seluruh mahluk yang sudah dicabut nyawanya mulai dari Nabi Adam sampai esok hari kiamat. (4) Malaikat Izrail ditugaskan untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup. Berdasarkan literatur yang ada disebutkan bahwa nyawa yang terakhir dicabut adalah nyawanya sendiri.

(5) Malaikat Munkar yang bertugas menanyai orang yang sudah dikubur dengan perawakan yang sangat menyeramkan sambil membawa godam. Malaikat ini hanya mendatangi orang yang semasa hidupnya selalu berbuat keburukan. (6) Malaikat Nakir ini tugasnya sama dengan Malaikat Munkar, yaitu menanyai perkara manusia di alam kubur semasa hidupnya. Namun, bedanya malaikat ini hanya mendatangi orang-orang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan dengan perawakan yang sangat indah dilihat.

(7) Malaikat Raqib. Inilah malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amalan baik dari manusia semasa hidup di dunia. (8) Malaikat Atid, ialah malaikat yang mendapat tugas untuk mencatat amalan buruk manusia semasa hidup di dunia. (9) Malaikat Malik bertugas menjaga pintu Neraka. (10) Malaikat Ridwan ialah malikat yang mendapat tugas menjaga pintu Surga.

Itulah gambaran malaikat yang penuh cinta dan patuh pada tugas yang diemban berdasarkan perintah Allah SWT. Para malaikat yang setia seiring waktu. Tanpa keluh kesah, penuh ketaatan dan ikhlas menjalani tugas yang dibebankan pada dirinya. Malaikat cinta yang setia dengan waktu. Kapan pun dan di mana pun akan menjalankan perintah-Nya.***

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?
Oleh Arda Dinata
“Putaran waktu hadir tepat waktu, menjadikan diri ini malu tersipu. Apakah malaikat cinta itu setia seperti waktu? Bahagialah manusia, sebab jiwa itu setia mengeja makna cinta yang hadir setiap saat!”- Arda Dinata.

Waktu itu setia berjalan sesuai porosnya. Ia selalu tepat waktu, yang membuat dunia indah dan damai berjalan pada koridor yang telah ditetapkan-Nya. Wujud ketaatan sang waktu ini jelas-jelas bikin iri dan malu tersipu bagi manusia yang sering tidak setia pada waktu. Sering mengingkari waktu, termasuk waktu yang telah dijanjikannya sendiri.

Coba konsistensi hidup kita bisa mengambil pelajaran dari cintanya malaikat pada setiap waktu yang hadir dalam hidupnya. Sehingga hidup manusia akan lebih bahagia, bila putaran waktunya lebih bermakna dan konsisten dalam kebaikan. Bukankan, sesungguhnya hati nurani manusia itu selalu setia mengeja makna cinta yang hadir dalam setiap napas hidupnya?

Berikut ini, mari kita simak dan renungkan dari sosok malaikat (cinta) yang selalu setia dan tak pernah ingkar janji dalam mengemban tugasnya. Kita tahu, malaikat (bahasa Arab: ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ malāk) itu adalah mahluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Sungguh luar biasa mahluk yang satu ini, inilah nilai kebenaran yang patut kita belajar padanya. Nilai-nilai konsistensi inilah yang patut kita belajar untuk diaplikasikan dalam hidup keseharian. Seperti nilai-nilai kebaikan itu betul-betul diaplikasikan dari setiap lini perilaku kita.

Pantas, dalam ajaran Islam disebutkan salah satu rukun iman yang patut kita yakini adalah beriman kepada malaikat. Pengertian iman kepada malaikat itu berarti mempercayai bahwa adanya malaikat yang diciptakan Allah SWT dari cahaya, tunduk dan patuh yang diberi tugas untuk melaksanakan perintah-Nya yakni mengurus alam semesta.

Fakta seperti itu, tidak lantas Allah lebih suka ibadah yang dilakukan malaikat dari pada manusia dan jin. Dalam arti lain, sesungguhnya Allah itu lebih suka ibadahnya dari manusia dan jin daripada malaikat. Mengapa hal demikian? Sebab, jin dan manusia ini bisa memilih maupun menentukan pilihannya sendiri. Berbeda halnya dengan malaikat yang tidak berdasarkan pilihannya sendiri. Para malaikat ini harus patuh terhadap tugas yang diembannya.

Jumlah malaikat ini sesungguhnya amat banyak, namun ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui. (1) Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Rasul-rasul Allah dan juga ditugaskan untuk meniupkan ruh pada setiap janin pada saat di dalam kandungan.

(2) Malaikat Mikail yang ditugaskan memberikan rizki kepada mahluk yang ada di dunia. Selain itu, ia juga bertugas mengatur hujan, angin, serta tanaman. (3) Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat kelak. Isi tiupan trompet itu adalah ruh dan nyawa seluruh mahluk yang sudah dicabut nyawanya mulai dari Nabi Adam sampai esok hari kiamat. (4) Malaikat Izrail ditugaskan untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup. Berdasarkan literatur yang ada disebutkan bahwa nyawa yang terakhir dicabut adalah nyawanya sendiri.

(5) Malaikat Munkar yang bertugas menanyai orang yang sudah dikubur dengan perawakan yang sangat menyeramkan sambil membawa godam. Malaikat ini hanya mendatangi orang yang semasa hidupnya selalu berbuat keburukan. (6) Malaikat Nakir ini tugasnya sama dengan Malaikat Munkar, yaitu menanyai perkara manusia di alam kubur semasa hidupnya. Namun, bedanya malaikat ini hanya mendatangi orang-orang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan dengan perawakan yang sangat indah dilihat.

(7) Malaikat Raqib. Inilah malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amalan baik dari manusia semasa hidup di dunia. (8) Malaikat Atid, ialah malaikat yang mendapat tugas untuk mencatat amalan buruk manusia semasa hidup di dunia. (9) Malaikat Malik bertugas menjaga pintu Neraka. (10) Malaikat Ridwan ialah malikat yang mendapat tugas menjaga pintu Surga.

Itulah gambaran malaikat yang penuh cinta dan patuh pada tugas yang diemban berdasarkan perintah Allah SWT. Para malaikat yang setia seiring waktu. Tanpa keluh kesah, penuh ketaatan dan ikhlas menjalani tugas yang dibebankan pada dirinya. Malaikat cinta yang setia dengan waktu. Kapan pun dan di mana pun akan menjalankan perintah-Nya.***

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?
Oleh Arda Dinata
“Putaran waktu hadir tepat waktu, menjadikan diri ini malu tersipu. Apakah malaikat cinta itu setia seperti waktu? Bahagialah manusia, sebab jiwa itu setia mengeja makna cinta yang hadir setiap saat!”- Arda Dinata.

Waktu itu setia berjalan sesuai porosnya. Ia selalu tepat waktu, yang membuat dunia indah dan damai berjalan pada koridor yang telah ditetapkan-Nya. Wujud ketaatan sang waktu ini jelas-jelas bikin iri dan malu tersipu bagi manusia yang sering tidak setia pada waktu. Sering mengingkari waktu, termasuk waktu yang telah dijanjikannya sendiri.

Coba konsistensi hidup kita bisa mengambil pelajaran dari cintanya malaikat pada setiap waktu yang hadir dalam hidupnya. Sehingga hidup manusia akan lebih bahagia, bila putaran waktunya lebih bermakna dan konsisten dalam kebaikan. Bukankan, sesungguhnya hati nurani manusia itu selalu setia mengeja makna cinta yang hadir dalam setiap napas hidupnya?

Berikut ini, mari kita simak dan renungkan dari sosok malaikat (cinta) yang selalu setia dan tak pernah ingkar janji dalam mengemban tugasnya. Kita tahu, malaikat (bahasa Arab: ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ malāk) itu adalah mahluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Sungguh luar biasa mahluk yang satu ini, inilah nilai kebenaran yang patut kita belajar padanya. Nilai-nilai konsistensi inilah yang patut kita belajar untuk diaplikasikan dalam hidup keseharian. Seperti nilai-nilai kebaikan itu betul-betul diaplikasikan dari setiap lini perilaku kita.

Pantas, dalam ajaran Islam disebutkan salah satu rukun iman yang patut kita yakini adalah beriman kepada malaikat. Pengertian iman kepada malaikat itu berarti mempercayai bahwa adanya malaikat yang diciptakan Allah SWT dari cahaya, tunduk dan patuh yang diberi tugas untuk melaksanakan perintah-Nya yakni mengurus alam semesta.

Fakta seperti itu, tidak lantas Allah lebih suka ibadah yang dilakukan malaikat dari pada manusia dan jin. Dalam arti lain, sesungguhnya Allah itu lebih suka ibadahnya dari manusia dan jin daripada malaikat. Mengapa hal demikian? Sebab, jin dan manusia ini bisa memilih maupun menentukan pilihannya sendiri. Berbeda halnya dengan malaikat yang tidak berdasarkan pilihannya sendiri. Para malaikat ini harus patuh terhadap tugas yang diembannya.

Jumlah malaikat ini sesungguhnya amat banyak, namun ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui. (1) Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Rasul-rasul Allah dan juga ditugaskan untuk meniupkan ruh pada setiap janin pada saat di dalam kandungan.

(2) Malaikat Mikail yang ditugaskan memberikan rizki kepada mahluk yang ada di dunia. Selain itu, ia juga bertugas mengatur hujan, angin, serta tanaman. (3) Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat kelak. Isi tiupan trompet itu adalah ruh dan nyawa seluruh mahluk yang sudah dicabut nyawanya mulai dari Nabi Adam sampai esok hari kiamat. (4) Malaikat Izrail ditugaskan untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup. Berdasarkan literatur yang ada disebutkan bahwa nyawa yang terakhir dicabut adalah nyawanya sendiri.

(5) Malaikat Munkar yang bertugas menanyai orang yang sudah dikubur dengan perawakan yang sangat menyeramkan sambil membawa godam. Malaikat ini hanya mendatangi orang yang semasa hidupnya selalu berbuat keburukan. (6) Malaikat Nakir ini tugasnya sama dengan Malaikat Munkar, yaitu menanyai perkara manusia di alam kubur semasa hidupnya. Namun, bedanya malaikat ini hanya mendatangi orang-orang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan dengan perawakan yang sangat indah dilihat.

(7) Malaikat Raqib. Inilah malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amalan baik dari manusia semasa hidup di dunia. (8) Malaikat Atid, ialah malaikat yang mendapat tugas untuk mencatat amalan buruk manusia semasa hidup di dunia. (9) Malaikat Malik bertugas menjaga pintu Neraka. (10) Malaikat Ridwan ialah malikat yang mendapat tugas menjaga pintu Surga.

Itulah gambaran malaikat yang penuh cinta dan patuh pada tugas yang diemban berdasarkan perintah Allah SWT. Para malaikat yang setia seiring waktu. Tanpa keluh kesah, penuh ketaatan dan ikhlas menjalani tugas yang dibebankan pada dirinya. Malaikat cinta yang setia dengan waktu. Kapan pun dan di mana pun akan menjalankan perintah-Nya.***

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?
Oleh Arda Dinata
“Putaran waktu hadir tepat waktu, menjadikan diri ini malu tersipu. Apakah malaikat cinta itu setia seperti waktu? Bahagialah manusia, sebab jiwa itu setia mengeja makna cinta yang hadir setiap saat!”- Arda Dinata.

Waktu itu setia berjalan sesuai porosnya. Ia selalu tepat waktu, yang membuat dunia indah dan damai berjalan pada koridor yang telah ditetapkan-Nya. Wujud ketaatan sang waktu ini jelas-jelas bikin iri dan malu tersipu bagi manusia yang sering tidak setia pada waktu. Sering mengingkari waktu, termasuk waktu yang telah dijanjikannya sendiri.

Coba konsistensi hidup kita bisa mengambil pelajaran dari cintanya malaikat pada setiap waktu yang hadir dalam hidupnya. Sehingga hidup manusia akan lebih bahagia, bila putaran waktunya lebih bermakna dan konsisten dalam kebaikan. Bukankan, sesungguhnya hati nurani manusia itu selalu setia mengeja makna cinta yang hadir dalam setiap napas hidupnya?

Berikut ini, mari kita simak dan renungkan dari sosok malaikat (cinta) yang selalu setia dan tak pernah ingkar janji dalam mengemban tugasnya. Kita tahu, malaikat (bahasa Arab: ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ malāk) itu adalah mahluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Sungguh luar biasa mahluk yang satu ini, inilah nilai kebenaran yang patut kita belajar padanya. Nilai-nilai konsistensi inilah yang patut kita belajar untuk diaplikasikan dalam hidup keseharian. Seperti nilai-nilai kebaikan itu betul-betul diaplikasikan dari setiap lini perilaku kita.

Pantas, dalam ajaran Islam disebutkan salah satu rukun iman yang patut kita yakini adalah beriman kepada malaikat. Pengertian iman kepada malaikat itu berarti mempercayai bahwa adanya malaikat yang diciptakan Allah SWT dari cahaya, tunduk dan patuh yang diberi tugas untuk melaksanakan perintah-Nya yakni mengurus alam semesta.

Fakta seperti itu, tidak lantas Allah lebih suka ibadah yang dilakukan malaikat dari pada manusia dan jin. Dalam arti lain, sesungguhnya Allah itu lebih suka ibadahnya dari manusia dan jin daripada malaikat. Mengapa hal demikian? Sebab, jin dan manusia ini bisa memilih maupun menentukan pilihannya sendiri. Berbeda halnya dengan malaikat yang tidak berdasarkan pilihannya sendiri. Para malaikat ini harus patuh terhadap tugas yang diembannya.

Jumlah malaikat ini sesungguhnya amat banyak, namun ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui. (1) Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Rasul-rasul Allah dan juga ditugaskan untuk meniupkan ruh pada setiap janin pada saat di dalam kandungan.

(2) Malaikat Mikail yang ditugaskan memberikan rizki kepada mahluk yang ada di dunia. Selain itu, ia juga bertugas mengatur hujan, angin, serta tanaman. (3) Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat kelak. Isi tiupan trompet itu adalah ruh dan nyawa seluruh mahluk yang sudah dicabut nyawanya mulai dari Nabi Adam sampai esok hari kiamat. (4) Malaikat Izrail ditugaskan untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup. Berdasarkan literatur yang ada disebutkan bahwa nyawa yang terakhir dicabut adalah nyawanya sendiri.

(5) Malaikat Munkar yang bertugas menanyai orang yang sudah dikubur dengan perawakan yang sangat menyeramkan sambil membawa godam. Malaikat ini hanya mendatangi orang yang semasa hidupnya selalu berbuat keburukan. (6) Malaikat Nakir ini tugasnya sama dengan Malaikat Munkar, yaitu menanyai perkara manusia di alam kubur semasa hidupnya. Namun, bedanya malaikat ini hanya mendatangi orang-orang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan dengan perawakan yang sangat indah dilihat.

(7) Malaikat Raqib. Inilah malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amalan baik dari manusia semasa hidup di dunia. (8) Malaikat Atid, ialah malaikat yang mendapat tugas untuk mencatat amalan buruk manusia semasa hidup di dunia. (9) Malaikat Malik bertugas menjaga pintu Neraka. (10) Malaikat Ridwan ialah malikat yang mendapat tugas menjaga pintu Surga.

Itulah gambaran malaikat yang penuh cinta dan patuh pada tugas yang diemban berdasarkan perintah Allah SWT. Para malaikat yang setia seiring waktu. Tanpa keluh kesah, penuh ketaatan dan ikhlas menjalani tugas yang dibebankan pada dirinya. Malaikat cinta yang setia dengan waktu. Kapan pun dan di mana pun akan menjalankan perintah-Nya.***

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Apakah Malaikat Cinta Itu Setia Seperti Waktu?
Oleh Arda Dinata
“Putaran waktu hadir tepat waktu, menjadikan diri ini malu tersipu. Apakah malaikat cinta itu setia seperti waktu? Bahagialah manusia, sebab jiwa itu setia mengeja makna cinta yang hadir setiap saat!”- Arda Dinata.

Waktu itu setia berjalan sesuai porosnya. Ia selalu tepat waktu, yang membuat dunia indah dan damai berjalan pada koridor yang telah ditetapkan-Nya. Wujud ketaatan sang waktu ini jelas-jelas bikin iri dan malu tersipu bagi manusia yang sering tidak setia pada waktu. Sering mengingkari waktu, termasuk waktu yang telah dijanjikannya sendiri.

Coba konsistensi hidup kita bisa mengambil pelajaran dari cintanya malaikat pada setiap waktu yang hadir dalam hidupnya. Sehingga hidup manusia akan lebih bahagia, bila putaran waktunya lebih bermakna dan konsisten dalam kebaikan. Bukankan, sesungguhnya hati nurani manusia itu selalu setia mengeja makna cinta yang hadir dalam setiap napas hidupnya?

Berikut ini, mari kita simak dan renungkan dari sosok malaikat (cinta) yang selalu setia dan tak pernah ingkar janji dalam mengemban tugasnya. Kita tahu, malaikat (bahasa Arab: ملاءكة malāʾikah; tunggal: ملاك atau مَلَكْ malāk) itu adalah mahluk yang memiliki kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Sungguh luar biasa mahluk yang satu ini, inilah nilai kebenaran yang patut kita belajar padanya. Nilai-nilai konsistensi inilah yang patut kita belajar untuk diaplikasikan dalam hidup keseharian. Seperti nilai-nilai kebaikan itu betul-betul diaplikasikan dari setiap lini perilaku kita.

Pantas, dalam ajaran Islam disebutkan salah satu rukun iman yang patut kita yakini adalah beriman kepada malaikat. Pengertian iman kepada malaikat itu berarti mempercayai bahwa adanya malaikat yang diciptakan Allah SWT dari cahaya, tunduk dan patuh yang diberi tugas untuk melaksanakan perintah-Nya yakni mengurus alam semesta.

Fakta seperti itu, tidak lantas Allah lebih suka ibadah yang dilakukan malaikat dari pada manusia dan jin. Dalam arti lain, sesungguhnya Allah itu lebih suka ibadahnya dari manusia dan jin daripada malaikat. Mengapa hal demikian? Sebab, jin dan manusia ini bisa memilih maupun menentukan pilihannya sendiri. Berbeda halnya dengan malaikat yang tidak berdasarkan pilihannya sendiri. Para malaikat ini harus patuh terhadap tugas yang diembannya.

Jumlah malaikat ini sesungguhnya amat banyak, namun ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui. (1) Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu kepada Rasul-rasul Allah dan juga ditugaskan untuk meniupkan ruh pada setiap janin pada saat di dalam kandungan.

(2) Malaikat Mikail yang ditugaskan memberikan rizki kepada mahluk yang ada di dunia. Selain itu, ia juga bertugas mengatur hujan, angin, serta tanaman. (3) Malaikat Israfil bertugas meniup sangkakala pada hari kiamat kelak. Isi tiupan trompet itu adalah ruh dan nyawa seluruh mahluk yang sudah dicabut nyawanya mulai dari Nabi Adam sampai esok hari kiamat. (4) Malaikat Izrail ditugaskan untuk mencabut nyawa seluruh mahluk hidup. Berdasarkan literatur yang ada disebutkan bahwa nyawa yang terakhir dicabut adalah nyawanya sendiri.

(5) Malaikat Munkar yang bertugas menanyai orang yang sudah dikubur dengan perawakan yang sangat menyeramkan sambil membawa godam. Malaikat ini hanya mendatangi orang yang semasa hidupnya selalu berbuat keburukan. (6) Malaikat Nakir ini tugasnya sama dengan Malaikat Munkar, yaitu menanyai perkara manusia di alam kubur semasa hidupnya. Namun, bedanya malaikat ini hanya mendatangi orang-orang yang semasa hidupnya berbuat kebaikan dengan perawakan yang sangat indah dilihat.

(7) Malaikat Raqib. Inilah malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amalan baik dari manusia semasa hidup di dunia. (8) Malaikat Atid, ialah malaikat yang mendapat tugas untuk mencatat amalan buruk manusia semasa hidup di dunia. (9) Malaikat Malik bertugas menjaga pintu Neraka. (10) Malaikat Ridwan ialah malikat yang mendapat tugas menjaga pintu Surga.

Itulah gambaran malaikat yang penuh cinta dan patuh pada tugas yang diemban berdasarkan perintah Allah SWT. Para malaikat yang setia seiring waktu. Tanpa keluh kesah, penuh ketaatan dan ikhlas menjalani tugas yang dibebankan pada dirinya. Malaikat cinta yang setia dengan waktu. Kapan pun dan di mana pun akan menjalankan perintah-Nya.***

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku
Lihat Detail

Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku



CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.


Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.



Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.


Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus sadar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Dalam ebook ini, dibahas dan diuraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Diskusi Itu Menyempurnakan dan Menyerahkan
Lihat Detail

Diskusi Itu Menyempurnakan dan Menyerahkan

| DISKUSI ITU MENYEMPURNAKAN |

"Menikmati proses dalam hidup yang penuh riak dengan aneka hikmah. Lewat diskusi, kita mendapat banyak pemikiran baru yang menyempurnakan dan menjadi lebih baik. Puji syukur telah mendapatkan ilmu yang mengkayakan pola pikir dalam hidup ini." - Arda Dinata 

Keindahan hidup itu, bila kita mampu menikmati proses. Memanen hikmah dari tiap proses kehidupan yang kita hadapi. Sebab, manakala kita ada di puncak kesuksesan, hidup ini begitu indah dan hati kita akan menjadi heroik bila diri kita mengingat proses hidup yang dijalani untuk mencapai kesuksesan itu. Adanya manis asam garam proses kehidupan itulah yang membuat kualitas kesuksesan itu menjadi lebih bermakna.

Dalam perjalanan kehidupan ini, tentu sudah semestinya kita sebagai mahluk sosial akan berinteraksi dengan orang lain. Lewat berinteraksi itulah diri ini akan banyak berdiskusi dengan banyak orang. Baik diskusi formal maupun non formal. Lewat diskusi itulah pengetahuan dan daya kreasi pikiran kita terus tumbuh dan berkembang. Saran saya, rajin-rajinlah berdiskusi dengan siapa pun karena itulah yang akan  mendewasakan dan membuat hidup kita menjadi lebih baik.

Semakin banyak diskusi secara membuka diri,  maka diri kita akan selalu bertambah ilmu pengetahuannya.  Jadi, bersyukurlah diri Anda yang sehari-harinya mendapat kesempatan bersiskusi dengan banyak orang.

Ya Tuhan semoga saya dan pembaca tulisan ini tergolong orang-orang yang cinta diskusi tentang nilai-nilai kebaikan hidup di dunia dan akherat! Aamiin. Bagaimana menurut Anda? Silahkan share untuk kebaikan banyak orang lagi.

Salam

👨Arda Dinata
Ikuti Chanel Arda Dinata  di : http://www.telegram.me/ardadinata
IG : https://www.instagram.com/arda.dinata/
Blog: www.ArdaDinata.com

www.ArdaDinata.com:
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
| DISKUSI ITU MENYEMPURNAKAN |

"Menikmati proses dalam hidup yang penuh riak dengan aneka hikmah. Lewat diskusi, kita mendapat banyak pemikiran baru yang menyempurnakan dan menjadi lebih baik. Puji syukur telah mendapatkan ilmu yang mengkayakan pola pikir dalam hidup ini." - Arda Dinata 

Keindahan hidup itu, bila kita mampu menikmati proses. Memanen hikmah dari tiap proses kehidupan yang kita hadapi. Sebab, manakala kita ada di puncak kesuksesan, hidup ini begitu indah dan hati kita akan menjadi heroik bila diri kita mengingat proses hidup yang dijalani untuk mencapai kesuksesan itu. Adanya manis asam garam proses kehidupan itulah yang membuat kualitas kesuksesan itu menjadi lebih bermakna.

Dalam perjalanan kehidupan ini, tentu sudah semestinya kita sebagai mahluk sosial akan berinteraksi dengan orang lain. Lewat berinteraksi itulah diri ini akan banyak berdiskusi dengan banyak orang. Baik diskusi formal maupun non formal. Lewat diskusi itulah pengetahuan dan daya kreasi pikiran kita terus tumbuh dan berkembang. Saran saya, rajin-rajinlah berdiskusi dengan siapa pun karena itulah yang akan  mendewasakan dan membuat hidup kita menjadi lebih baik.

Semakin banyak diskusi secara membuka diri,  maka diri kita akan selalu bertambah ilmu pengetahuannya.  Jadi, bersyukurlah diri Anda yang sehari-harinya mendapat kesempatan bersiskusi dengan banyak orang.

Ya Tuhan semoga saya dan pembaca tulisan ini tergolong orang-orang yang cinta diskusi tentang nilai-nilai kebaikan hidup di dunia dan akherat! Aamiin. Bagaimana menurut Anda? Silahkan share untuk kebaikan banyak orang lagi.

Salam

👨Arda Dinata
Ikuti Chanel Arda Dinata  di : http://www.telegram.me/ardadinata
IG : https://www.instagram.com/arda.dinata/
Blog: www.ArdaDinata.com

www.ArdaDinata.com:
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
| DISKUSI ITU MENYEMPURNAKAN |

"Menikmati proses dalam hidup yang penuh riak dengan aneka hikmah. Lewat diskusi, kita mendapat banyak pemikiran baru yang menyempurnakan dan menjadi lebih baik. Puji syukur telah mendapatkan ilmu yang mengkayakan pola pikir dalam hidup ini." - Arda Dinata 

Keindahan hidup itu, bila kita mampu menikmati proses. Memanen hikmah dari tiap proses kehidupan yang kita hadapi. Sebab, manakala kita ada di puncak kesuksesan, hidup ini begitu indah dan hati kita akan menjadi heroik bila diri kita mengingat proses hidup yang dijalani untuk mencapai kesuksesan itu. Adanya manis asam garam proses kehidupan itulah yang membuat kualitas kesuksesan itu menjadi lebih bermakna.

Dalam perjalanan kehidupan ini, tentu sudah semestinya kita sebagai mahluk sosial akan berinteraksi dengan orang lain. Lewat berinteraksi itulah diri ini akan banyak berdiskusi dengan banyak orang. Baik diskusi formal maupun non formal. Lewat diskusi itulah pengetahuan dan daya kreasi pikiran kita terus tumbuh dan berkembang. Saran saya, rajin-rajinlah berdiskusi dengan siapa pun karena itulah yang akan  mendewasakan dan membuat hidup kita menjadi lebih baik.

Semakin banyak diskusi secara membuka diri,  maka diri kita akan selalu bertambah ilmu pengetahuannya.  Jadi, bersyukurlah diri Anda yang sehari-harinya mendapat kesempatan bersiskusi dengan banyak orang.

Ya Tuhan semoga saya dan pembaca tulisan ini tergolong orang-orang yang cinta diskusi tentang nilai-nilai kebaikan hidup di dunia dan akherat! Aamiin. Bagaimana menurut Anda? Silahkan share untuk kebaikan banyak orang lagi.

Salam

👨Arda Dinata
Ikuti Chanel Arda Dinata  di : http://www.telegram.me/ardadinata
IG : https://www.instagram.com/arda.dinata/
Blog: www.ArdaDinata.com

www.ArdaDinata.com:
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
| DISKUSI ITU MENYEMPURNAKAN |

"Menikmati proses dalam hidup yang penuh riak dengan aneka hikmah. Lewat diskusi, kita mendapat banyak pemikiran baru yang menyempurnakan dan menjadi lebih baik. Puji syukur telah mendapatkan ilmu yang mengkayakan pola pikir dalam hidup ini." - Arda Dinata 

Keindahan hidup itu, bila kita mampu menikmati proses. Memanen hikmah dari tiap proses kehidupan yang kita hadapi. Sebab, manakala kita ada di puncak kesuksesan, hidup ini begitu indah dan hati kita akan menjadi heroik bila diri kita mengingat proses hidup yang dijalani untuk mencapai kesuksesan itu. Adanya manis asam garam proses kehidupan itulah yang membuat kualitas kesuksesan itu menjadi lebih bermakna.

Dalam perjalanan kehidupan ini, tentu sudah semestinya kita sebagai mahluk sosial akan berinteraksi dengan orang lain. Lewat berinteraksi itulah diri ini akan banyak berdiskusi dengan banyak orang. Baik diskusi formal maupun non formal. Lewat diskusi itulah pengetahuan dan daya kreasi pikiran kita terus tumbuh dan berkembang. Saran saya, rajin-rajinlah berdiskusi dengan siapa pun karena itulah yang akan  mendewasakan dan membuat hidup kita menjadi lebih baik.

Semakin banyak diskusi secara membuka diri,  maka diri kita akan selalu bertambah ilmu pengetahuannya.  Jadi, bersyukurlah diri Anda yang sehari-harinya mendapat kesempatan bersiskusi dengan banyak orang.

Ya Tuhan semoga saya dan pembaca tulisan ini tergolong orang-orang yang cinta diskusi tentang nilai-nilai kebaikan hidup di dunia dan akherat! Aamiin. Bagaimana menurut Anda? Silahkan share untuk kebaikan banyak orang lagi.

Salam

👨Arda Dinata
Ikuti Chanel Arda Dinata  di : http://www.telegram.me/ardadinata
IG : https://www.instagram.com/arda.dinata/
Blog: www.ArdaDinata.com

www.ArdaDinata.com:
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
| DISKUSI ITU MENYEMPURNAKAN |

"Menikmati proses dalam hidup yang penuh riak dengan aneka hikmah. Lewat diskusi, kita mendapat banyak pemikiran baru yang menyempurnakan dan menjadi lebih baik. Puji syukur telah mendapatkan ilmu yang mengkayakan pola pikir dalam hidup ini." - Arda Dinata 

Keindahan hidup itu, bila kita mampu menikmati proses. Memanen hikmah dari tiap proses kehidupan yang kita hadapi. Sebab, manakala kita ada di puncak kesuksesan, hidup ini begitu indah dan hati kita akan menjadi heroik bila diri kita mengingat proses hidup yang dijalani untuk mencapai kesuksesan itu. Adanya manis asam garam proses kehidupan itulah yang membuat kualitas kesuksesan itu menjadi lebih bermakna.

Dalam perjalanan kehidupan ini, tentu sudah semestinya kita sebagai mahluk sosial akan berinteraksi dengan orang lain. Lewat berinteraksi itulah diri ini akan banyak berdiskusi dengan banyak orang. Baik diskusi formal maupun non formal. Lewat diskusi itulah pengetahuan dan daya kreasi pikiran kita terus tumbuh dan berkembang. Saran saya, rajin-rajinlah berdiskusi dengan siapa pun karena itulah yang akan  mendewasakan dan membuat hidup kita menjadi lebih baik.

Semakin banyak diskusi secara membuka diri,  maka diri kita akan selalu bertambah ilmu pengetahuannya.  Jadi, bersyukurlah diri Anda yang sehari-harinya mendapat kesempatan bersiskusi dengan banyak orang.

Ya Tuhan semoga saya dan pembaca tulisan ini tergolong orang-orang yang cinta diskusi tentang nilai-nilai kebaikan hidup di dunia dan akherat! Aamiin. Bagaimana menurut Anda? Silahkan share untuk kebaikan banyak orang lagi.

Salam

👨Arda Dinata
Ikuti Chanel Arda Dinata  di : http://www.telegram.me/ardadinata
IG : https://www.instagram.com/arda.dinata/
Blog: www.ArdaDinata.com

www.ArdaDinata.com:
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Membukukan Nyanyian Rindu Kesehatan
Lihat Detail

Membukukan Nyanyian Rindu Kesehatan

"Nyanyian rindu begitu menggebu. Membaca sumber ilmu yang tertata. Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Rinduku akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan." ~Arda Dinata~

.
Nyanyian rindu itu alunannya begitu mengebu-gebu. Tariannya meliuk-liuk seisi hati. Memberi inspirasi pada seisi kepala untuk merealisasikan hasrat rindu yang mengetuk seisi dada. Itulah lukisan suasana rindu bila sudah mendera dalam tubuh manusia.
.
Rindu itu hanya bahasa hati yang bisa kita ungkapkan lewat kata-kata. Kata-kata yang keluar dari rasa rindu itu merupakan kata-kata kejujuran yang harus dipertahankan dan direalisasikan dalam kehidupan keseharian. Langgengkan rasa rindu Anda itu lewat tulisan kata-kata yang menggairahkan hidup Anda dan memberi nilai positif bagi yang membacanya.
.
Untuk itu biasakan menuliskan rasa (rindu) itu lewat kata-kata agar jejak hidup awet tertata. Sebab rangkaian kata-kata itu adalah sumber ilmu yang patut dibaca agar orang yang membaca itu mendapatkan inspirasi dan hikmah dari apa yang dibacanya. Oh sungguh indah dan asyiknya membaca sumber ilmu yang tertata dengan baik itu.
.
Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Saya bersyukur dengan kebiasaan rasa yang hadir dalam hidup itu dengan mengikatnya lewat kata-kata. Sekecil apa pun inspirasi yang hadir dan menghinggapi pikiranku selalu dicoba dituliskan lewat kata-kata. Begitu indah dan mempesona bila kita mampu rutin melakukannya. Sebab, jejak langkah rasa dan pikiran kita itu akan terekam lewat bahasa tulisan. Dan kumpulan tulisan-tulisan itu, nantinya bisa saya ikat menjadi sebuah buku utuh yang menyentuh bagi siapa pun yang membacanya. Sebab, bukankah itu makna hidup yang belum tentu semua orang merasakan dan mengalaminya?
.
Inilah tekadku memasuki tahun 2019, yaitu rinduku terkait bidang kesehatan akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan. Apa pun bahasa rasa rindu yang hadir dalam hidupku akan selalu kutuliskan agar orang membacanya mendapatkan informasi, ilmu dan hikmah positif dari apa-apa yang saya tuliskan. Bagaimana dengan rasa rindu Anda selama ini?
.
Pangandaran, 15 Desember 2018
Arda Dinta
IG: @arda.dinata

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
"Nyanyian rindu begitu menggebu. Membaca sumber ilmu yang tertata. Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Rinduku akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan." ~Arda Dinata~

.
Nyanyian rindu itu alunannya begitu mengebu-gebu. Tariannya meliuk-liuk seisi hati. Memberi inspirasi pada seisi kepala untuk merealisasikan hasrat rindu yang mengetuk seisi dada. Itulah lukisan suasana rindu bila sudah mendera dalam tubuh manusia.
.
Rindu itu hanya bahasa hati yang bisa kita ungkapkan lewat kata-kata. Kata-kata yang keluar dari rasa rindu itu merupakan kata-kata kejujuran yang harus dipertahankan dan direalisasikan dalam kehidupan keseharian. Langgengkan rasa rindu Anda itu lewat tulisan kata-kata yang menggairahkan hidup Anda dan memberi nilai positif bagi yang membacanya.
.
Untuk itu biasakan menuliskan rasa (rindu) itu lewat kata-kata agar jejak hidup awet tertata. Sebab rangkaian kata-kata itu adalah sumber ilmu yang patut dibaca agar orang yang membaca itu mendapatkan inspirasi dan hikmah dari apa yang dibacanya. Oh sungguh indah dan asyiknya membaca sumber ilmu yang tertata dengan baik itu.
.
Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Saya bersyukur dengan kebiasaan rasa yang hadir dalam hidup itu dengan mengikatnya lewat kata-kata. Sekecil apa pun inspirasi yang hadir dan menghinggapi pikiranku selalu dicoba dituliskan lewat kata-kata. Begitu indah dan mempesona bila kita mampu rutin melakukannya. Sebab, jejak langkah rasa dan pikiran kita itu akan terekam lewat bahasa tulisan. Dan kumpulan tulisan-tulisan itu, nantinya bisa saya ikat menjadi sebuah buku utuh yang menyentuh bagi siapa pun yang membacanya. Sebab, bukankah itu makna hidup yang belum tentu semua orang merasakan dan mengalaminya?
.
Inilah tekadku memasuki tahun 2019, yaitu rinduku terkait bidang kesehatan akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan. Apa pun bahasa rasa rindu yang hadir dalam hidupku akan selalu kutuliskan agar orang membacanya mendapatkan informasi, ilmu dan hikmah positif dari apa-apa yang saya tuliskan. Bagaimana dengan rasa rindu Anda selama ini?
.
Pangandaran, 15 Desember 2018
Arda Dinta
IG: @arda.dinata

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
"Nyanyian rindu begitu menggebu. Membaca sumber ilmu yang tertata. Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Rinduku akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan." ~Arda Dinata~

.
Nyanyian rindu itu alunannya begitu mengebu-gebu. Tariannya meliuk-liuk seisi hati. Memberi inspirasi pada seisi kepala untuk merealisasikan hasrat rindu yang mengetuk seisi dada. Itulah lukisan suasana rindu bila sudah mendera dalam tubuh manusia.
.
Rindu itu hanya bahasa hati yang bisa kita ungkapkan lewat kata-kata. Kata-kata yang keluar dari rasa rindu itu merupakan kata-kata kejujuran yang harus dipertahankan dan direalisasikan dalam kehidupan keseharian. Langgengkan rasa rindu Anda itu lewat tulisan kata-kata yang menggairahkan hidup Anda dan memberi nilai positif bagi yang membacanya.
.
Untuk itu biasakan menuliskan rasa (rindu) itu lewat kata-kata agar jejak hidup awet tertata. Sebab rangkaian kata-kata itu adalah sumber ilmu yang patut dibaca agar orang yang membaca itu mendapatkan inspirasi dan hikmah dari apa yang dibacanya. Oh sungguh indah dan asyiknya membaca sumber ilmu yang tertata dengan baik itu.
.
Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Saya bersyukur dengan kebiasaan rasa yang hadir dalam hidup itu dengan mengikatnya lewat kata-kata. Sekecil apa pun inspirasi yang hadir dan menghinggapi pikiranku selalu dicoba dituliskan lewat kata-kata. Begitu indah dan mempesona bila kita mampu rutin melakukannya. Sebab, jejak langkah rasa dan pikiran kita itu akan terekam lewat bahasa tulisan. Dan kumpulan tulisan-tulisan itu, nantinya bisa saya ikat menjadi sebuah buku utuh yang menyentuh bagi siapa pun yang membacanya. Sebab, bukankah itu makna hidup yang belum tentu semua orang merasakan dan mengalaminya?
.
Inilah tekadku memasuki tahun 2019, yaitu rinduku terkait bidang kesehatan akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan. Apa pun bahasa rasa rindu yang hadir dalam hidupku akan selalu kutuliskan agar orang membacanya mendapatkan informasi, ilmu dan hikmah positif dari apa-apa yang saya tuliskan. Bagaimana dengan rasa rindu Anda selama ini?
.
Pangandaran, 15 Desember 2018
Arda Dinta
IG: @arda.dinata

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
"Nyanyian rindu begitu menggebu. Membaca sumber ilmu yang tertata. Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Rinduku akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan." ~Arda Dinata~

.
Nyanyian rindu itu alunannya begitu mengebu-gebu. Tariannya meliuk-liuk seisi hati. Memberi inspirasi pada seisi kepala untuk merealisasikan hasrat rindu yang mengetuk seisi dada. Itulah lukisan suasana rindu bila sudah mendera dalam tubuh manusia.
.
Rindu itu hanya bahasa hati yang bisa kita ungkapkan lewat kata-kata. Kata-kata yang keluar dari rasa rindu itu merupakan kata-kata kejujuran yang harus dipertahankan dan direalisasikan dalam kehidupan keseharian. Langgengkan rasa rindu Anda itu lewat tulisan kata-kata yang menggairahkan hidup Anda dan memberi nilai positif bagi yang membacanya.
.
Untuk itu biasakan menuliskan rasa (rindu) itu lewat kata-kata agar jejak hidup awet tertata. Sebab rangkaian kata-kata itu adalah sumber ilmu yang patut dibaca agar orang yang membaca itu mendapatkan inspirasi dan hikmah dari apa yang dibacanya. Oh sungguh indah dan asyiknya membaca sumber ilmu yang tertata dengan baik itu.
.
Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Saya bersyukur dengan kebiasaan rasa yang hadir dalam hidup itu dengan mengikatnya lewat kata-kata. Sekecil apa pun inspirasi yang hadir dan menghinggapi pikiranku selalu dicoba dituliskan lewat kata-kata. Begitu indah dan mempesona bila kita mampu rutin melakukannya. Sebab, jejak langkah rasa dan pikiran kita itu akan terekam lewat bahasa tulisan. Dan kumpulan tulisan-tulisan itu, nantinya bisa saya ikat menjadi sebuah buku utuh yang menyentuh bagi siapa pun yang membacanya. Sebab, bukankah itu makna hidup yang belum tentu semua orang merasakan dan mengalaminya?
.
Inilah tekadku memasuki tahun 2019, yaitu rinduku terkait bidang kesehatan akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan. Apa pun bahasa rasa rindu yang hadir dalam hidupku akan selalu kutuliskan agar orang membacanya mendapatkan informasi, ilmu dan hikmah positif dari apa-apa yang saya tuliskan. Bagaimana dengan rasa rindu Anda selama ini?
.
Pangandaran, 15 Desember 2018
Arda Dinta
IG: @arda.dinata

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
"Nyanyian rindu begitu menggebu. Membaca sumber ilmu yang tertata. Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Rinduku akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan." ~Arda Dinata~

.
Nyanyian rindu itu alunannya begitu mengebu-gebu. Tariannya meliuk-liuk seisi hati. Memberi inspirasi pada seisi kepala untuk merealisasikan hasrat rindu yang mengetuk seisi dada. Itulah lukisan suasana rindu bila sudah mendera dalam tubuh manusia.
.
Rindu itu hanya bahasa hati yang bisa kita ungkapkan lewat kata-kata. Kata-kata yang keluar dari rasa rindu itu merupakan kata-kata kejujuran yang harus dipertahankan dan direalisasikan dalam kehidupan keseharian. Langgengkan rasa rindu Anda itu lewat tulisan kata-kata yang menggairahkan hidup Anda dan memberi nilai positif bagi yang membacanya.
.
Untuk itu biasakan menuliskan rasa (rindu) itu lewat kata-kata agar jejak hidup awet tertata. Sebab rangkaian kata-kata itu adalah sumber ilmu yang patut dibaca agar orang yang membaca itu mendapatkan inspirasi dan hikmah dari apa yang dibacanya. Oh sungguh indah dan asyiknya membaca sumber ilmu yang tertata dengan baik itu.
.
Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Saya bersyukur dengan kebiasaan rasa yang hadir dalam hidup itu dengan mengikatnya lewat kata-kata. Sekecil apa pun inspirasi yang hadir dan menghinggapi pikiranku selalu dicoba dituliskan lewat kata-kata. Begitu indah dan mempesona bila kita mampu rutin melakukannya. Sebab, jejak langkah rasa dan pikiran kita itu akan terekam lewat bahasa tulisan. Dan kumpulan tulisan-tulisan itu, nantinya bisa saya ikat menjadi sebuah buku utuh yang menyentuh bagi siapa pun yang membacanya. Sebab, bukankah itu makna hidup yang belum tentu semua orang merasakan dan mengalaminya?
.
Inilah tekadku memasuki tahun 2019, yaitu rinduku terkait bidang kesehatan akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan. Apa pun bahasa rasa rindu yang hadir dalam hidupku akan selalu kutuliskan agar orang membacanya mendapatkan informasi, ilmu dan hikmah positif dari apa-apa yang saya tuliskan. Bagaimana dengan rasa rindu Anda selama ini?
.
Pangandaran, 15 Desember 2018
Arda Dinta
IG: @arda.dinata

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
"Nyanyian rindu begitu menggebu. Membaca sumber ilmu yang tertata. Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Rinduku akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan." ~Arda Dinata~

.
Nyanyian rindu itu alunannya begitu mengebu-gebu. Tariannya meliuk-liuk seisi hati. Memberi inspirasi pada seisi kepala untuk merealisasikan hasrat rindu yang mengetuk seisi dada. Itulah lukisan suasana rindu bila sudah mendera dalam tubuh manusia.
.
Rindu itu hanya bahasa hati yang bisa kita ungkapkan lewat kata-kata. Kata-kata yang keluar dari rasa rindu itu merupakan kata-kata kejujuran yang harus dipertahankan dan direalisasikan dalam kehidupan keseharian. Langgengkan rasa rindu Anda itu lewat tulisan kata-kata yang menggairahkan hidup Anda dan memberi nilai positif bagi yang membacanya.
.
Untuk itu biasakan menuliskan rasa (rindu) itu lewat kata-kata agar jejak hidup awet tertata. Sebab rangkaian kata-kata itu adalah sumber ilmu yang patut dibaca agar orang yang membaca itu mendapatkan inspirasi dan hikmah dari apa yang dibacanya. Oh sungguh indah dan asyiknya membaca sumber ilmu yang tertata dengan baik itu.
.
Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Saya bersyukur dengan kebiasaan rasa yang hadir dalam hidup itu dengan mengikatnya lewat kata-kata. Sekecil apa pun inspirasi yang hadir dan menghinggapi pikiranku selalu dicoba dituliskan lewat kata-kata. Begitu indah dan mempesona bila kita mampu rutin melakukannya. Sebab, jejak langkah rasa dan pikiran kita itu akan terekam lewat bahasa tulisan. Dan kumpulan tulisan-tulisan itu, nantinya bisa saya ikat menjadi sebuah buku utuh yang menyentuh bagi siapa pun yang membacanya. Sebab, bukankah itu makna hidup yang belum tentu semua orang merasakan dan mengalaminya?
.
Inilah tekadku memasuki tahun 2019, yaitu rinduku terkait bidang kesehatan akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan. Apa pun bahasa rasa rindu yang hadir dalam hidupku akan selalu kutuliskan agar orang membacanya mendapatkan informasi, ilmu dan hikmah positif dari apa-apa yang saya tuliskan. Bagaimana dengan rasa rindu Anda selama ini?
.
Pangandaran, 15 Desember 2018
Arda Dinta
IG: @arda.dinata

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
"Nyanyian rindu begitu menggebu. Membaca sumber ilmu yang tertata. Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Rinduku akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan." ~Arda Dinata~

.
Nyanyian rindu itu alunannya begitu mengebu-gebu. Tariannya meliuk-liuk seisi hati. Memberi inspirasi pada seisi kepala untuk merealisasikan hasrat rindu yang mengetuk seisi dada. Itulah lukisan suasana rindu bila sudah mendera dalam tubuh manusia.
.
Rindu itu hanya bahasa hati yang bisa kita ungkapkan lewat kata-kata. Kata-kata yang keluar dari rasa rindu itu merupakan kata-kata kejujuran yang harus dipertahankan dan direalisasikan dalam kehidupan keseharian. Langgengkan rasa rindu Anda itu lewat tulisan kata-kata yang menggairahkan hidup Anda dan memberi nilai positif bagi yang membacanya.
.
Untuk itu biasakan menuliskan rasa (rindu) itu lewat kata-kata agar jejak hidup awet tertata. Sebab rangkaian kata-kata itu adalah sumber ilmu yang patut dibaca agar orang yang membaca itu mendapatkan inspirasi dan hikmah dari apa yang dibacanya. Oh sungguh indah dan asyiknya membaca sumber ilmu yang tertata dengan baik itu.
.
Hasratku terus melukis dalam lahirnya kata-kata yang penuh makna. Saya bersyukur dengan kebiasaan rasa yang hadir dalam hidup itu dengan mengikatnya lewat kata-kata. Sekecil apa pun inspirasi yang hadir dan menghinggapi pikiranku selalu dicoba dituliskan lewat kata-kata. Begitu indah dan mempesona bila kita mampu rutin melakukannya. Sebab, jejak langkah rasa dan pikiran kita itu akan terekam lewat bahasa tulisan. Dan kumpulan tulisan-tulisan itu, nantinya bisa saya ikat menjadi sebuah buku utuh yang menyentuh bagi siapa pun yang membacanya. Sebab, bukankah itu makna hidup yang belum tentu semua orang merasakan dan mengalaminya?
.
Inilah tekadku memasuki tahun 2019, yaitu rinduku terkait bidang kesehatan akan kutulis lewat ilmu-ilmu yang terbukukan. Apa pun bahasa rasa rindu yang hadir dalam hidupku akan selalu kutuliskan agar orang membacanya mendapatkan informasi, ilmu dan hikmah positif dari apa-apa yang saya tuliskan. Bagaimana dengan rasa rindu Anda selama ini?
.
Pangandaran, 15 Desember 2018
Arda Dinta
IG: @arda.dinata

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Menikmati Kebun Tanaman Obat di Tawangmangu
Lihat Detail

Menikmati Kebun Tanaman Obat di Tawangmangu

Udara segar pegunungan begitu terasa saat jalan-jalan di kebun tanaman obat di Tawangmangu. Begitu terkesan menikmati varian Wisata Ilmiah Kesehatan khusus tanaman obat di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (B2P2TOOT).
.

B2P2TOOT merupakan sebuah lokasi penelitian sekaligus pembudidayaan tanaman obat dan obat tradisional. Pengunjung yang ingin memasuki lokasi dan dipandu oleh guide sebelumnya dapat menghubungi pihak humas.
.
Di kebun ini terdapat tanaman obat tidak kurang dari 800 spesies. Pengunjung akan mengetahui nama spesies melalui papan nama dan dapat mengetahui khasiatnya.
.
Selain berkunjung ke kebun, pengunjung dapat pula melanjutkan tour ke pabrik pengemasan jamu. Selain itu juga dapat melihat koleksi tanaman yang telah diawetkan. Lingkungan di sini cukup bersih dan udaranya segar.
.
Sejarah B2P2TOOT Tawangmangu
Berdasarkat situs resmi B2P2TOOT di www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id, keberadaan B2P2TOOT ini bermula dari Kebun Koleksi Tanaman Obat, dirintis oleh R.M Santoso Soerjokoesoemo sejak awal tahun kemerdekaan, menggambarkan semangat dari seorang anak bangsa Nusantara yang tekun dan sangat mencintai budaya pengobatan nenek moyang. Beliau mewariskan semangat dan kebun tersebut pada negara. Mulai April 1948, secara resmi Kebun Koleksi TO tersebut dikelola oleh pemerintah di bawah Lembaga Eijkman dan diberi nama “Hortus Medicus Tawangmangu”.
Transformasi
Keniscayaan, evolusi sebagai suatu organisasi terjadi karena Kepmenkes No. 149 tahun 1978 pada tanggal 28 April 1978, yang mentransformasi kebun koleksi menjadi Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) sebagai Unit Pelaksana Teknis di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan. Transformasi I ini sebagai lembaga Iptek memberikan nuansa dan semangat baru dalam mengelola tanaman obat (TO) dan potensi-potensi TO sebagai bahan Jamu untuk pencegahan, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan rakyat.

Evolusi organisasi berlanjut pada tahun 2006, dengan Permenkes No. 491 tahun 2006 tanggal 17 Juli 2006, BPTO bertransformasi menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT). Transformasi II ini memberikan amanah untuk melestarikan, membudayakan, dan mengembangkan TOOT dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Era persaingan, globalisasi dan keterbukaan, mendorong manusia dan negara menggali, memanfaatkan, mengembangkan budaya kesehatan dan sumber daya lokal untuk pembangunan kesehatan. Ini berdampak pada transformasi III B2P2TOOT, dengan Permenkes No. 003 tahun 2010 pada tanggal 4 Januari 2010 Tentang Saintifikasi JAMU dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Sejak tahun 2010, B2P2TOOT memprioritaskan pada Saintifikasi Jamu, dari hulu ke hilir, mulai dari riset etnofarmakologi tumbuhan obat dan Jamu, pelestarian, budidaya, pascapanen, riset praklinik, riset klinik, teknologi, manajemen bahan Jamu, pelatihan iptek, pelayanan iptek, dan diseminasi sampai dengan peningkatan kemandirian masyarakat.




Kebun Tanaman Obat

B2P2TOOT sebagai lembaga IPTEK yang berfokus pada penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional tentunya didukung dengan adanya berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan yang dilakukan. B2P2TOOT memiliki kebun tanaman obat di berbagai tempat yang tersebar di kabupaten Karanganyar dan di luar kabupaten Karanganyar. Kebun tanaman obat tersebut yaitu:

Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo
Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo berlokasi di dusun Tlogodlingo, desa Gondosuli, kec. Tawangmangu, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Kebun subtropik Tlogodlingo terletak di ketinggian 1.600-1.800 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12 Ha. Kebun tanaman obat ini berfungsi sebagai lahan riset, pembibitan, produksi tanaman obat, ruang destilasi minyak atsiri dan wisata ilmiah tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat yag ada di kebun tanaman obat Tlogodlingo misalnya: Adas (Foeniculum vulgare Mill), Timi (Thymus vulgaris L.), Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), Krangean (Litsea cubeba), Kelembak (Rheum officinale L).

Kebun Tanaman Obat Kalisoro

Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.644 m². Memiliki fungsi sebagai Kebun induk Tanaman Obat (Plasma Nutfah), lahan percobaan, kebun koleksi, pembibitan, kebun produksi tanaman obat dan lahan produksi pupuk organik. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Daun ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Ekinase (Echinacea purpurea), Jati belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis kucing (Orthosipon stamineus), Rumput bolong (Equisetum dibile), Jombang (Taraxacum officinale).

Kebun Tanaman Obat Toh Kuning, Karangpandan
Berlokasi di Desa Toh Kuning, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 - 600 mdpl dengan luas 7.972 m². Beiliki fungsi sebagai lahan percobaan, tempat produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Kemuning (Murraya paniculata L.), Sambang colok (Aerva sanguiolenta), Artemisia (Artemesia annua L.), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Meniran (Phyllanthus niruri L), Saga (Abrus precatorius).



      Kebun Tanaman Obat Ngemplak, Karangpandan
Berlokasi di Desa Ngemplak, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 – 600 mdpl dengan luas 3.127 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan, lahan produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Kunyit (Curcuma domestica Val.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Daun Ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis Kucing (Orthosipon stamineus).


      Kebun Tanaman Obat Doplang, Karangpandan
Berlokasi di desa Doplang, kec. Karangpandan, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400-600 mdpl dengan luas lahan 25.000 m2. berfungsi sebagai lahan percobaan, tempat budidaya, produksi, pembibitan tanaman obat dan lahan pupuk kompos. Contoh koleksi dan budidaya yang ada di Kebun Tanaman Obat Doplang yaitu Pegagan (Centella asiatica Urb.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Temu Ireng (Curcuma aeruginosa), Kunir Putih (Kaempferia rotunda L.), Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia).

Kebun Tanaman Obat Tegalgede, Karanganyar
Berlokasi di Kec. Karanganyar, Karanganyar – Jawa Tengah dan berada di ketinggian 185 - 200 mdpl dengan luas 6.170 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan dan kebun produksi tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Meniran (Phyllanthus niruri L.), Daun Ungu (Graptophyllum pictum Griff.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Brotowali (Tinospora tuberculata Beumee.)

Kebun Tanaman Obat Citeureup, Bogor, Jawa Barat
Berlokasi di Desa Babakan Madang, Citeureup, Bogor – Jawa Barat. Berada pada ketinggian 400 mdpl dengan luas 32.000 m², memiliki fungsi sebagai tempat produksi dan etalase tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.), Tapak liman (Elephantopus scaberL.),  Sembung (Blumea balsamifera DC.), Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), Pala (Myristica fragrans),Buah merah (Pandanus conoideus), Paliasa (Kleinhovia hospita L.

Etalase Tanaman Obat Indonesia
Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.505 m² dan memiliki fungsi sebagai Kebun Koleksi dan wisata ilmiah Tanaman Obat. Koleksi Tanaman Obat meliputi: Koleksi tanaman obat di Kebun Etalase lebih dari 600 jenis tanaman, sebagai contoh Ekinase (Echinacea purpurea), Lidah Buaya (Aloe vera L.), Trawas (Litsea odorifera Val.), Kranji (Milletia pinnata), Kluwak (Pangium edule), Lerak (Sapindus rarak), Ashitaba (Angelica keiskei).


Demikian catatan singkat ini, semoga bermanfaat dan sukses selalu. Yuk kita berwista ilmiah kesehatan!

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Udara segar pegunungan begitu terasa saat jalan-jalan di kebun tanaman obat di Tawangmangu. Begitu terkesan menikmati varian Wisata Ilmiah Kesehatan khusus tanaman obat di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (B2P2TOOT).
.

B2P2TOOT merupakan sebuah lokasi penelitian sekaligus pembudidayaan tanaman obat dan obat tradisional. Pengunjung yang ingin memasuki lokasi dan dipandu oleh guide sebelumnya dapat menghubungi pihak humas.
.
Di kebun ini terdapat tanaman obat tidak kurang dari 800 spesies. Pengunjung akan mengetahui nama spesies melalui papan nama dan dapat mengetahui khasiatnya.
.
Selain berkunjung ke kebun, pengunjung dapat pula melanjutkan tour ke pabrik pengemasan jamu. Selain itu juga dapat melihat koleksi tanaman yang telah diawetkan. Lingkungan di sini cukup bersih dan udaranya segar.
.
Sejarah B2P2TOOT Tawangmangu
Berdasarkat situs resmi B2P2TOOT di www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id, keberadaan B2P2TOOT ini bermula dari Kebun Koleksi Tanaman Obat, dirintis oleh R.M Santoso Soerjokoesoemo sejak awal tahun kemerdekaan, menggambarkan semangat dari seorang anak bangsa Nusantara yang tekun dan sangat mencintai budaya pengobatan nenek moyang. Beliau mewariskan semangat dan kebun tersebut pada negara. Mulai April 1948, secara resmi Kebun Koleksi TO tersebut dikelola oleh pemerintah di bawah Lembaga Eijkman dan diberi nama “Hortus Medicus Tawangmangu”.
Transformasi
Keniscayaan, evolusi sebagai suatu organisasi terjadi karena Kepmenkes No. 149 tahun 1978 pada tanggal 28 April 1978, yang mentransformasi kebun koleksi menjadi Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) sebagai Unit Pelaksana Teknis di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan. Transformasi I ini sebagai lembaga Iptek memberikan nuansa dan semangat baru dalam mengelola tanaman obat (TO) dan potensi-potensi TO sebagai bahan Jamu untuk pencegahan, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan rakyat.

Evolusi organisasi berlanjut pada tahun 2006, dengan Permenkes No. 491 tahun 2006 tanggal 17 Juli 2006, BPTO bertransformasi menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT). Transformasi II ini memberikan amanah untuk melestarikan, membudayakan, dan mengembangkan TOOT dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Era persaingan, globalisasi dan keterbukaan, mendorong manusia dan negara menggali, memanfaatkan, mengembangkan budaya kesehatan dan sumber daya lokal untuk pembangunan kesehatan. Ini berdampak pada transformasi III B2P2TOOT, dengan Permenkes No. 003 tahun 2010 pada tanggal 4 Januari 2010 Tentang Saintifikasi JAMU dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Sejak tahun 2010, B2P2TOOT memprioritaskan pada Saintifikasi Jamu, dari hulu ke hilir, mulai dari riset etnofarmakologi tumbuhan obat dan Jamu, pelestarian, budidaya, pascapanen, riset praklinik, riset klinik, teknologi, manajemen bahan Jamu, pelatihan iptek, pelayanan iptek, dan diseminasi sampai dengan peningkatan kemandirian masyarakat.




Kebun Tanaman Obat

B2P2TOOT sebagai lembaga IPTEK yang berfokus pada penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional tentunya didukung dengan adanya berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan yang dilakukan. B2P2TOOT memiliki kebun tanaman obat di berbagai tempat yang tersebar di kabupaten Karanganyar dan di luar kabupaten Karanganyar. Kebun tanaman obat tersebut yaitu:

Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo
Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo berlokasi di dusun Tlogodlingo, desa Gondosuli, kec. Tawangmangu, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Kebun subtropik Tlogodlingo terletak di ketinggian 1.600-1.800 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12 Ha. Kebun tanaman obat ini berfungsi sebagai lahan riset, pembibitan, produksi tanaman obat, ruang destilasi minyak atsiri dan wisata ilmiah tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat yag ada di kebun tanaman obat Tlogodlingo misalnya: Adas (Foeniculum vulgare Mill), Timi (Thymus vulgaris L.), Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), Krangean (Litsea cubeba), Kelembak (Rheum officinale L).

Kebun Tanaman Obat Kalisoro

Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.644 m². Memiliki fungsi sebagai Kebun induk Tanaman Obat (Plasma Nutfah), lahan percobaan, kebun koleksi, pembibitan, kebun produksi tanaman obat dan lahan produksi pupuk organik. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Daun ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Ekinase (Echinacea purpurea), Jati belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis kucing (Orthosipon stamineus), Rumput bolong (Equisetum dibile), Jombang (Taraxacum officinale).

Kebun Tanaman Obat Toh Kuning, Karangpandan
Berlokasi di Desa Toh Kuning, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 - 600 mdpl dengan luas 7.972 m². Beiliki fungsi sebagai lahan percobaan, tempat produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Kemuning (Murraya paniculata L.), Sambang colok (Aerva sanguiolenta), Artemisia (Artemesia annua L.), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Meniran (Phyllanthus niruri L), Saga (Abrus precatorius).



      Kebun Tanaman Obat Ngemplak, Karangpandan
Berlokasi di Desa Ngemplak, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 – 600 mdpl dengan luas 3.127 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan, lahan produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Kunyit (Curcuma domestica Val.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Daun Ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis Kucing (Orthosipon stamineus).


      Kebun Tanaman Obat Doplang, Karangpandan
Berlokasi di desa Doplang, kec. Karangpandan, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400-600 mdpl dengan luas lahan 25.000 m2. berfungsi sebagai lahan percobaan, tempat budidaya, produksi, pembibitan tanaman obat dan lahan pupuk kompos. Contoh koleksi dan budidaya yang ada di Kebun Tanaman Obat Doplang yaitu Pegagan (Centella asiatica Urb.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Temu Ireng (Curcuma aeruginosa), Kunir Putih (Kaempferia rotunda L.), Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia).

Kebun Tanaman Obat Tegalgede, Karanganyar
Berlokasi di Kec. Karanganyar, Karanganyar – Jawa Tengah dan berada di ketinggian 185 - 200 mdpl dengan luas 6.170 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan dan kebun produksi tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Meniran (Phyllanthus niruri L.), Daun Ungu (Graptophyllum pictum Griff.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Brotowali (Tinospora tuberculata Beumee.)

Kebun Tanaman Obat Citeureup, Bogor, Jawa Barat
Berlokasi di Desa Babakan Madang, Citeureup, Bogor – Jawa Barat. Berada pada ketinggian 400 mdpl dengan luas 32.000 m², memiliki fungsi sebagai tempat produksi dan etalase tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.), Tapak liman (Elephantopus scaberL.),  Sembung (Blumea balsamifera DC.), Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), Pala (Myristica fragrans),Buah merah (Pandanus conoideus), Paliasa (Kleinhovia hospita L.

Etalase Tanaman Obat Indonesia
Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.505 m² dan memiliki fungsi sebagai Kebun Koleksi dan wisata ilmiah Tanaman Obat. Koleksi Tanaman Obat meliputi: Koleksi tanaman obat di Kebun Etalase lebih dari 600 jenis tanaman, sebagai contoh Ekinase (Echinacea purpurea), Lidah Buaya (Aloe vera L.), Trawas (Litsea odorifera Val.), Kranji (Milletia pinnata), Kluwak (Pangium edule), Lerak (Sapindus rarak), Ashitaba (Angelica keiskei).


Demikian catatan singkat ini, semoga bermanfaat dan sukses selalu. Yuk kita berwista ilmiah kesehatan!

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Udara segar pegunungan begitu terasa saat jalan-jalan di kebun tanaman obat di Tawangmangu. Begitu terkesan menikmati varian Wisata Ilmiah Kesehatan khusus tanaman obat di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (B2P2TOOT).
.

B2P2TOOT merupakan sebuah lokasi penelitian sekaligus pembudidayaan tanaman obat dan obat tradisional. Pengunjung yang ingin memasuki lokasi dan dipandu oleh guide sebelumnya dapat menghubungi pihak humas.
.
Di kebun ini terdapat tanaman obat tidak kurang dari 800 spesies. Pengunjung akan mengetahui nama spesies melalui papan nama dan dapat mengetahui khasiatnya.
.
Selain berkunjung ke kebun, pengunjung dapat pula melanjutkan tour ke pabrik pengemasan jamu. Selain itu juga dapat melihat koleksi tanaman yang telah diawetkan. Lingkungan di sini cukup bersih dan udaranya segar.
.
Sejarah B2P2TOOT Tawangmangu
Berdasarkat situs resmi B2P2TOOT di www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id, keberadaan B2P2TOOT ini bermula dari Kebun Koleksi Tanaman Obat, dirintis oleh R.M Santoso Soerjokoesoemo sejak awal tahun kemerdekaan, menggambarkan semangat dari seorang anak bangsa Nusantara yang tekun dan sangat mencintai budaya pengobatan nenek moyang. Beliau mewariskan semangat dan kebun tersebut pada negara. Mulai April 1948, secara resmi Kebun Koleksi TO tersebut dikelola oleh pemerintah di bawah Lembaga Eijkman dan diberi nama “Hortus Medicus Tawangmangu”.
Transformasi
Keniscayaan, evolusi sebagai suatu organisasi terjadi karena Kepmenkes No. 149 tahun 1978 pada tanggal 28 April 1978, yang mentransformasi kebun koleksi menjadi Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) sebagai Unit Pelaksana Teknis di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan. Transformasi I ini sebagai lembaga Iptek memberikan nuansa dan semangat baru dalam mengelola tanaman obat (TO) dan potensi-potensi TO sebagai bahan Jamu untuk pencegahan, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan rakyat.

Evolusi organisasi berlanjut pada tahun 2006, dengan Permenkes No. 491 tahun 2006 tanggal 17 Juli 2006, BPTO bertransformasi menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT). Transformasi II ini memberikan amanah untuk melestarikan, membudayakan, dan mengembangkan TOOT dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Era persaingan, globalisasi dan keterbukaan, mendorong manusia dan negara menggali, memanfaatkan, mengembangkan budaya kesehatan dan sumber daya lokal untuk pembangunan kesehatan. Ini berdampak pada transformasi III B2P2TOOT, dengan Permenkes No. 003 tahun 2010 pada tanggal 4 Januari 2010 Tentang Saintifikasi JAMU dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Sejak tahun 2010, B2P2TOOT memprioritaskan pada Saintifikasi Jamu, dari hulu ke hilir, mulai dari riset etnofarmakologi tumbuhan obat dan Jamu, pelestarian, budidaya, pascapanen, riset praklinik, riset klinik, teknologi, manajemen bahan Jamu, pelatihan iptek, pelayanan iptek, dan diseminasi sampai dengan peningkatan kemandirian masyarakat.




Kebun Tanaman Obat

B2P2TOOT sebagai lembaga IPTEK yang berfokus pada penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional tentunya didukung dengan adanya berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan yang dilakukan. B2P2TOOT memiliki kebun tanaman obat di berbagai tempat yang tersebar di kabupaten Karanganyar dan di luar kabupaten Karanganyar. Kebun tanaman obat tersebut yaitu:

Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo
Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo berlokasi di dusun Tlogodlingo, desa Gondosuli, kec. Tawangmangu, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Kebun subtropik Tlogodlingo terletak di ketinggian 1.600-1.800 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12 Ha. Kebun tanaman obat ini berfungsi sebagai lahan riset, pembibitan, produksi tanaman obat, ruang destilasi minyak atsiri dan wisata ilmiah tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat yag ada di kebun tanaman obat Tlogodlingo misalnya: Adas (Foeniculum vulgare Mill), Timi (Thymus vulgaris L.), Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), Krangean (Litsea cubeba), Kelembak (Rheum officinale L).

Kebun Tanaman Obat Kalisoro

Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.644 m². Memiliki fungsi sebagai Kebun induk Tanaman Obat (Plasma Nutfah), lahan percobaan, kebun koleksi, pembibitan, kebun produksi tanaman obat dan lahan produksi pupuk organik. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Daun ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Ekinase (Echinacea purpurea), Jati belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis kucing (Orthosipon stamineus), Rumput bolong (Equisetum dibile), Jombang (Taraxacum officinale).

Kebun Tanaman Obat Toh Kuning, Karangpandan
Berlokasi di Desa Toh Kuning, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 - 600 mdpl dengan luas 7.972 m². Beiliki fungsi sebagai lahan percobaan, tempat produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Kemuning (Murraya paniculata L.), Sambang colok (Aerva sanguiolenta), Artemisia (Artemesia annua L.), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Meniran (Phyllanthus niruri L), Saga (Abrus precatorius).



      Kebun Tanaman Obat Ngemplak, Karangpandan
Berlokasi di Desa Ngemplak, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 – 600 mdpl dengan luas 3.127 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan, lahan produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Kunyit (Curcuma domestica Val.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Daun Ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis Kucing (Orthosipon stamineus).


      Kebun Tanaman Obat Doplang, Karangpandan
Berlokasi di desa Doplang, kec. Karangpandan, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400-600 mdpl dengan luas lahan 25.000 m2. berfungsi sebagai lahan percobaan, tempat budidaya, produksi, pembibitan tanaman obat dan lahan pupuk kompos. Contoh koleksi dan budidaya yang ada di Kebun Tanaman Obat Doplang yaitu Pegagan (Centella asiatica Urb.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Temu Ireng (Curcuma aeruginosa), Kunir Putih (Kaempferia rotunda L.), Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia).

Kebun Tanaman Obat Tegalgede, Karanganyar
Berlokasi di Kec. Karanganyar, Karanganyar – Jawa Tengah dan berada di ketinggian 185 - 200 mdpl dengan luas 6.170 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan dan kebun produksi tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Meniran (Phyllanthus niruri L.), Daun Ungu (Graptophyllum pictum Griff.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Brotowali (Tinospora tuberculata Beumee.)

Kebun Tanaman Obat Citeureup, Bogor, Jawa Barat
Berlokasi di Desa Babakan Madang, Citeureup, Bogor – Jawa Barat. Berada pada ketinggian 400 mdpl dengan luas 32.000 m², memiliki fungsi sebagai tempat produksi dan etalase tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.), Tapak liman (Elephantopus scaberL.),  Sembung (Blumea balsamifera DC.), Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), Pala (Myristica fragrans),Buah merah (Pandanus conoideus), Paliasa (Kleinhovia hospita L.

Etalase Tanaman Obat Indonesia
Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.505 m² dan memiliki fungsi sebagai Kebun Koleksi dan wisata ilmiah Tanaman Obat. Koleksi Tanaman Obat meliputi: Koleksi tanaman obat di Kebun Etalase lebih dari 600 jenis tanaman, sebagai contoh Ekinase (Echinacea purpurea), Lidah Buaya (Aloe vera L.), Trawas (Litsea odorifera Val.), Kranji (Milletia pinnata), Kluwak (Pangium edule), Lerak (Sapindus rarak), Ashitaba (Angelica keiskei).


Demikian catatan singkat ini, semoga bermanfaat dan sukses selalu. Yuk kita berwista ilmiah kesehatan!

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Udara segar pegunungan begitu terasa saat jalan-jalan di kebun tanaman obat di Tawangmangu. Begitu terkesan menikmati varian Wisata Ilmiah Kesehatan khusus tanaman obat di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (B2P2TOOT).
.

B2P2TOOT merupakan sebuah lokasi penelitian sekaligus pembudidayaan tanaman obat dan obat tradisional. Pengunjung yang ingin memasuki lokasi dan dipandu oleh guide sebelumnya dapat menghubungi pihak humas.
.
Di kebun ini terdapat tanaman obat tidak kurang dari 800 spesies. Pengunjung akan mengetahui nama spesies melalui papan nama dan dapat mengetahui khasiatnya.
.
Selain berkunjung ke kebun, pengunjung dapat pula melanjutkan tour ke pabrik pengemasan jamu. Selain itu juga dapat melihat koleksi tanaman yang telah diawetkan. Lingkungan di sini cukup bersih dan udaranya segar.
.
Sejarah B2P2TOOT Tawangmangu
Berdasarkat situs resmi B2P2TOOT di www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id, keberadaan B2P2TOOT ini bermula dari Kebun Koleksi Tanaman Obat, dirintis oleh R.M Santoso Soerjokoesoemo sejak awal tahun kemerdekaan, menggambarkan semangat dari seorang anak bangsa Nusantara yang tekun dan sangat mencintai budaya pengobatan nenek moyang. Beliau mewariskan semangat dan kebun tersebut pada negara. Mulai April 1948, secara resmi Kebun Koleksi TO tersebut dikelola oleh pemerintah di bawah Lembaga Eijkman dan diberi nama “Hortus Medicus Tawangmangu”.
Transformasi
Keniscayaan, evolusi sebagai suatu organisasi terjadi karena Kepmenkes No. 149 tahun 1978 pada tanggal 28 April 1978, yang mentransformasi kebun koleksi menjadi Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) sebagai Unit Pelaksana Teknis di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan. Transformasi I ini sebagai lembaga Iptek memberikan nuansa dan semangat baru dalam mengelola tanaman obat (TO) dan potensi-potensi TO sebagai bahan Jamu untuk pencegahan, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan rakyat.

Evolusi organisasi berlanjut pada tahun 2006, dengan Permenkes No. 491 tahun 2006 tanggal 17 Juli 2006, BPTO bertransformasi menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT). Transformasi II ini memberikan amanah untuk melestarikan, membudayakan, dan mengembangkan TOOT dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Era persaingan, globalisasi dan keterbukaan, mendorong manusia dan negara menggali, memanfaatkan, mengembangkan budaya kesehatan dan sumber daya lokal untuk pembangunan kesehatan. Ini berdampak pada transformasi III B2P2TOOT, dengan Permenkes No. 003 tahun 2010 pada tanggal 4 Januari 2010 Tentang Saintifikasi JAMU dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Sejak tahun 2010, B2P2TOOT memprioritaskan pada Saintifikasi Jamu, dari hulu ke hilir, mulai dari riset etnofarmakologi tumbuhan obat dan Jamu, pelestarian, budidaya, pascapanen, riset praklinik, riset klinik, teknologi, manajemen bahan Jamu, pelatihan iptek, pelayanan iptek, dan diseminasi sampai dengan peningkatan kemandirian masyarakat.




Kebun Tanaman Obat

B2P2TOOT sebagai lembaga IPTEK yang berfokus pada penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional tentunya didukung dengan adanya berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan yang dilakukan. B2P2TOOT memiliki kebun tanaman obat di berbagai tempat yang tersebar di kabupaten Karanganyar dan di luar kabupaten Karanganyar. Kebun tanaman obat tersebut yaitu:

Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo
Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo berlokasi di dusun Tlogodlingo, desa Gondosuli, kec. Tawangmangu, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Kebun subtropik Tlogodlingo terletak di ketinggian 1.600-1.800 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12 Ha. Kebun tanaman obat ini berfungsi sebagai lahan riset, pembibitan, produksi tanaman obat, ruang destilasi minyak atsiri dan wisata ilmiah tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat yag ada di kebun tanaman obat Tlogodlingo misalnya: Adas (Foeniculum vulgare Mill), Timi (Thymus vulgaris L.), Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), Krangean (Litsea cubeba), Kelembak (Rheum officinale L).

Kebun Tanaman Obat Kalisoro

Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.644 m². Memiliki fungsi sebagai Kebun induk Tanaman Obat (Plasma Nutfah), lahan percobaan, kebun koleksi, pembibitan, kebun produksi tanaman obat dan lahan produksi pupuk organik. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Daun ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Ekinase (Echinacea purpurea), Jati belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis kucing (Orthosipon stamineus), Rumput bolong (Equisetum dibile), Jombang (Taraxacum officinale).

Kebun Tanaman Obat Toh Kuning, Karangpandan
Berlokasi di Desa Toh Kuning, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 - 600 mdpl dengan luas 7.972 m². Beiliki fungsi sebagai lahan percobaan, tempat produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Kemuning (Murraya paniculata L.), Sambang colok (Aerva sanguiolenta), Artemisia (Artemesia annua L.), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Meniran (Phyllanthus niruri L), Saga (Abrus precatorius).



      Kebun Tanaman Obat Ngemplak, Karangpandan
Berlokasi di Desa Ngemplak, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 – 600 mdpl dengan luas 3.127 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan, lahan produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Kunyit (Curcuma domestica Val.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Daun Ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis Kucing (Orthosipon stamineus).


      Kebun Tanaman Obat Doplang, Karangpandan
Berlokasi di desa Doplang, kec. Karangpandan, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400-600 mdpl dengan luas lahan 25.000 m2. berfungsi sebagai lahan percobaan, tempat budidaya, produksi, pembibitan tanaman obat dan lahan pupuk kompos. Contoh koleksi dan budidaya yang ada di Kebun Tanaman Obat Doplang yaitu Pegagan (Centella asiatica Urb.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Temu Ireng (Curcuma aeruginosa), Kunir Putih (Kaempferia rotunda L.), Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia).

Kebun Tanaman Obat Tegalgede, Karanganyar
Berlokasi di Kec. Karanganyar, Karanganyar – Jawa Tengah dan berada di ketinggian 185 - 200 mdpl dengan luas 6.170 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan dan kebun produksi tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Meniran (Phyllanthus niruri L.), Daun Ungu (Graptophyllum pictum Griff.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Brotowali (Tinospora tuberculata Beumee.)

Kebun Tanaman Obat Citeureup, Bogor, Jawa Barat
Berlokasi di Desa Babakan Madang, Citeureup, Bogor – Jawa Barat. Berada pada ketinggian 400 mdpl dengan luas 32.000 m², memiliki fungsi sebagai tempat produksi dan etalase tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.), Tapak liman (Elephantopus scaberL.),  Sembung (Blumea balsamifera DC.), Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), Pala (Myristica fragrans),Buah merah (Pandanus conoideus), Paliasa (Kleinhovia hospita L.

Etalase Tanaman Obat Indonesia
Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.505 m² dan memiliki fungsi sebagai Kebun Koleksi dan wisata ilmiah Tanaman Obat. Koleksi Tanaman Obat meliputi: Koleksi tanaman obat di Kebun Etalase lebih dari 600 jenis tanaman, sebagai contoh Ekinase (Echinacea purpurea), Lidah Buaya (Aloe vera L.), Trawas (Litsea odorifera Val.), Kranji (Milletia pinnata), Kluwak (Pangium edule), Lerak (Sapindus rarak), Ashitaba (Angelica keiskei).


Demikian catatan singkat ini, semoga bermanfaat dan sukses selalu. Yuk kita berwista ilmiah kesehatan!

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Udara segar pegunungan begitu terasa saat jalan-jalan di kebun tanaman obat di Tawangmangu. Begitu terkesan menikmati varian Wisata Ilmiah Kesehatan khusus tanaman obat di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (B2P2TOOT).
.

B2P2TOOT merupakan sebuah lokasi penelitian sekaligus pembudidayaan tanaman obat dan obat tradisional. Pengunjung yang ingin memasuki lokasi dan dipandu oleh guide sebelumnya dapat menghubungi pihak humas.
.
Di kebun ini terdapat tanaman obat tidak kurang dari 800 spesies. Pengunjung akan mengetahui nama spesies melalui papan nama dan dapat mengetahui khasiatnya.
.
Selain berkunjung ke kebun, pengunjung dapat pula melanjutkan tour ke pabrik pengemasan jamu. Selain itu juga dapat melihat koleksi tanaman yang telah diawetkan. Lingkungan di sini cukup bersih dan udaranya segar.
.
Sejarah B2P2TOOT Tawangmangu
Berdasarkat situs resmi B2P2TOOT di www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id, keberadaan B2P2TOOT ini bermula dari Kebun Koleksi Tanaman Obat, dirintis oleh R.M Santoso Soerjokoesoemo sejak awal tahun kemerdekaan, menggambarkan semangat dari seorang anak bangsa Nusantara yang tekun dan sangat mencintai budaya pengobatan nenek moyang. Beliau mewariskan semangat dan kebun tersebut pada negara. Mulai April 1948, secara resmi Kebun Koleksi TO tersebut dikelola oleh pemerintah di bawah Lembaga Eijkman dan diberi nama “Hortus Medicus Tawangmangu”.
Transformasi
Keniscayaan, evolusi sebagai suatu organisasi terjadi karena Kepmenkes No. 149 tahun 1978 pada tanggal 28 April 1978, yang mentransformasi kebun koleksi menjadi Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) sebagai Unit Pelaksana Teknis di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan. Transformasi I ini sebagai lembaga Iptek memberikan nuansa dan semangat baru dalam mengelola tanaman obat (TO) dan potensi-potensi TO sebagai bahan Jamu untuk pencegahan, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan rakyat.

Evolusi organisasi berlanjut pada tahun 2006, dengan Permenkes No. 491 tahun 2006 tanggal 17 Juli 2006, BPTO bertransformasi menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT). Transformasi II ini memberikan amanah untuk melestarikan, membudayakan, dan mengembangkan TOOT dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Era persaingan, globalisasi dan keterbukaan, mendorong manusia dan negara menggali, memanfaatkan, mengembangkan budaya kesehatan dan sumber daya lokal untuk pembangunan kesehatan. Ini berdampak pada transformasi III B2P2TOOT, dengan Permenkes No. 003 tahun 2010 pada tanggal 4 Januari 2010 Tentang Saintifikasi JAMU dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Sejak tahun 2010, B2P2TOOT memprioritaskan pada Saintifikasi Jamu, dari hulu ke hilir, mulai dari riset etnofarmakologi tumbuhan obat dan Jamu, pelestarian, budidaya, pascapanen, riset praklinik, riset klinik, teknologi, manajemen bahan Jamu, pelatihan iptek, pelayanan iptek, dan diseminasi sampai dengan peningkatan kemandirian masyarakat.




Kebun Tanaman Obat

B2P2TOOT sebagai lembaga IPTEK yang berfokus pada penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional tentunya didukung dengan adanya berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan yang dilakukan. B2P2TOOT memiliki kebun tanaman obat di berbagai tempat yang tersebar di kabupaten Karanganyar dan di luar kabupaten Karanganyar. Kebun tanaman obat tersebut yaitu:

Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo
Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo berlokasi di dusun Tlogodlingo, desa Gondosuli, kec. Tawangmangu, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Kebun subtropik Tlogodlingo terletak di ketinggian 1.600-1.800 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12 Ha. Kebun tanaman obat ini berfungsi sebagai lahan riset, pembibitan, produksi tanaman obat, ruang destilasi minyak atsiri dan wisata ilmiah tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat yag ada di kebun tanaman obat Tlogodlingo misalnya: Adas (Foeniculum vulgare Mill), Timi (Thymus vulgaris L.), Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), Krangean (Litsea cubeba), Kelembak (Rheum officinale L).

Kebun Tanaman Obat Kalisoro

Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.644 m². Memiliki fungsi sebagai Kebun induk Tanaman Obat (Plasma Nutfah), lahan percobaan, kebun koleksi, pembibitan, kebun produksi tanaman obat dan lahan produksi pupuk organik. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Daun ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Ekinase (Echinacea purpurea), Jati belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis kucing (Orthosipon stamineus), Rumput bolong (Equisetum dibile), Jombang (Taraxacum officinale).

Kebun Tanaman Obat Toh Kuning, Karangpandan
Berlokasi di Desa Toh Kuning, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 - 600 mdpl dengan luas 7.972 m². Beiliki fungsi sebagai lahan percobaan, tempat produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Kemuning (Murraya paniculata L.), Sambang colok (Aerva sanguiolenta), Artemisia (Artemesia annua L.), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Meniran (Phyllanthus niruri L), Saga (Abrus precatorius).



      Kebun Tanaman Obat Ngemplak, Karangpandan
Berlokasi di Desa Ngemplak, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 – 600 mdpl dengan luas 3.127 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan, lahan produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Kunyit (Curcuma domestica Val.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Daun Ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis Kucing (Orthosipon stamineus).


      Kebun Tanaman Obat Doplang, Karangpandan
Berlokasi di desa Doplang, kec. Karangpandan, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400-600 mdpl dengan luas lahan 25.000 m2. berfungsi sebagai lahan percobaan, tempat budidaya, produksi, pembibitan tanaman obat dan lahan pupuk kompos. Contoh koleksi dan budidaya yang ada di Kebun Tanaman Obat Doplang yaitu Pegagan (Centella asiatica Urb.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Temu Ireng (Curcuma aeruginosa), Kunir Putih (Kaempferia rotunda L.), Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia).

Kebun Tanaman Obat Tegalgede, Karanganyar
Berlokasi di Kec. Karanganyar, Karanganyar – Jawa Tengah dan berada di ketinggian 185 - 200 mdpl dengan luas 6.170 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan dan kebun produksi tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Meniran (Phyllanthus niruri L.), Daun Ungu (Graptophyllum pictum Griff.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Brotowali (Tinospora tuberculata Beumee.)

Kebun Tanaman Obat Citeureup, Bogor, Jawa Barat
Berlokasi di Desa Babakan Madang, Citeureup, Bogor – Jawa Barat. Berada pada ketinggian 400 mdpl dengan luas 32.000 m², memiliki fungsi sebagai tempat produksi dan etalase tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.), Tapak liman (Elephantopus scaberL.),  Sembung (Blumea balsamifera DC.), Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), Pala (Myristica fragrans),Buah merah (Pandanus conoideus), Paliasa (Kleinhovia hospita L.

Etalase Tanaman Obat Indonesia
Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.505 m² dan memiliki fungsi sebagai Kebun Koleksi dan wisata ilmiah Tanaman Obat. Koleksi Tanaman Obat meliputi: Koleksi tanaman obat di Kebun Etalase lebih dari 600 jenis tanaman, sebagai contoh Ekinase (Echinacea purpurea), Lidah Buaya (Aloe vera L.), Trawas (Litsea odorifera Val.), Kranji (Milletia pinnata), Kluwak (Pangium edule), Lerak (Sapindus rarak), Ashitaba (Angelica keiskei).


Demikian catatan singkat ini, semoga bermanfaat dan sukses selalu. Yuk kita berwista ilmiah kesehatan!

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Udara segar pegunungan begitu terasa saat jalan-jalan di kebun tanaman obat di Tawangmangu. Begitu terkesan menikmati varian Wisata Ilmiah Kesehatan khusus tanaman obat di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (B2P2TOOT).
.

B2P2TOOT merupakan sebuah lokasi penelitian sekaligus pembudidayaan tanaman obat dan obat tradisional. Pengunjung yang ingin memasuki lokasi dan dipandu oleh guide sebelumnya dapat menghubungi pihak humas.
.
Di kebun ini terdapat tanaman obat tidak kurang dari 800 spesies. Pengunjung akan mengetahui nama spesies melalui papan nama dan dapat mengetahui khasiatnya.
.
Selain berkunjung ke kebun, pengunjung dapat pula melanjutkan tour ke pabrik pengemasan jamu. Selain itu juga dapat melihat koleksi tanaman yang telah diawetkan. Lingkungan di sini cukup bersih dan udaranya segar.
.
Sejarah B2P2TOOT Tawangmangu
Berdasarkat situs resmi B2P2TOOT di www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id, keberadaan B2P2TOOT ini bermula dari Kebun Koleksi Tanaman Obat, dirintis oleh R.M Santoso Soerjokoesoemo sejak awal tahun kemerdekaan, menggambarkan semangat dari seorang anak bangsa Nusantara yang tekun dan sangat mencintai budaya pengobatan nenek moyang. Beliau mewariskan semangat dan kebun tersebut pada negara. Mulai April 1948, secara resmi Kebun Koleksi TO tersebut dikelola oleh pemerintah di bawah Lembaga Eijkman dan diberi nama “Hortus Medicus Tawangmangu”.
Transformasi
Keniscayaan, evolusi sebagai suatu organisasi terjadi karena Kepmenkes No. 149 tahun 1978 pada tanggal 28 April 1978, yang mentransformasi kebun koleksi menjadi Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) sebagai Unit Pelaksana Teknis di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan. Transformasi I ini sebagai lembaga Iptek memberikan nuansa dan semangat baru dalam mengelola tanaman obat (TO) dan potensi-potensi TO sebagai bahan Jamu untuk pencegahan, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan rakyat.

Evolusi organisasi berlanjut pada tahun 2006, dengan Permenkes No. 491 tahun 2006 tanggal 17 Juli 2006, BPTO bertransformasi menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT). Transformasi II ini memberikan amanah untuk melestarikan, membudayakan, dan mengembangkan TOOT dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Era persaingan, globalisasi dan keterbukaan, mendorong manusia dan negara menggali, memanfaatkan, mengembangkan budaya kesehatan dan sumber daya lokal untuk pembangunan kesehatan. Ini berdampak pada transformasi III B2P2TOOT, dengan Permenkes No. 003 tahun 2010 pada tanggal 4 Januari 2010 Tentang Saintifikasi JAMU dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Sejak tahun 2010, B2P2TOOT memprioritaskan pada Saintifikasi Jamu, dari hulu ke hilir, mulai dari riset etnofarmakologi tumbuhan obat dan Jamu, pelestarian, budidaya, pascapanen, riset praklinik, riset klinik, teknologi, manajemen bahan Jamu, pelatihan iptek, pelayanan iptek, dan diseminasi sampai dengan peningkatan kemandirian masyarakat.




Kebun Tanaman Obat

B2P2TOOT sebagai lembaga IPTEK yang berfokus pada penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional tentunya didukung dengan adanya berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan yang dilakukan. B2P2TOOT memiliki kebun tanaman obat di berbagai tempat yang tersebar di kabupaten Karanganyar dan di luar kabupaten Karanganyar. Kebun tanaman obat tersebut yaitu:

Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo
Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo berlokasi di dusun Tlogodlingo, desa Gondosuli, kec. Tawangmangu, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Kebun subtropik Tlogodlingo terletak di ketinggian 1.600-1.800 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12 Ha. Kebun tanaman obat ini berfungsi sebagai lahan riset, pembibitan, produksi tanaman obat, ruang destilasi minyak atsiri dan wisata ilmiah tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat yag ada di kebun tanaman obat Tlogodlingo misalnya: Adas (Foeniculum vulgare Mill), Timi (Thymus vulgaris L.), Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), Krangean (Litsea cubeba), Kelembak (Rheum officinale L).

Kebun Tanaman Obat Kalisoro

Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.644 m². Memiliki fungsi sebagai Kebun induk Tanaman Obat (Plasma Nutfah), lahan percobaan, kebun koleksi, pembibitan, kebun produksi tanaman obat dan lahan produksi pupuk organik. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Daun ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Ekinase (Echinacea purpurea), Jati belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis kucing (Orthosipon stamineus), Rumput bolong (Equisetum dibile), Jombang (Taraxacum officinale).

Kebun Tanaman Obat Toh Kuning, Karangpandan
Berlokasi di Desa Toh Kuning, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 - 600 mdpl dengan luas 7.972 m². Beiliki fungsi sebagai lahan percobaan, tempat produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Kemuning (Murraya paniculata L.), Sambang colok (Aerva sanguiolenta), Artemisia (Artemesia annua L.), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Meniran (Phyllanthus niruri L), Saga (Abrus precatorius).



      Kebun Tanaman Obat Ngemplak, Karangpandan
Berlokasi di Desa Ngemplak, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 – 600 mdpl dengan luas 3.127 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan, lahan produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Kunyit (Curcuma domestica Val.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Daun Ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis Kucing (Orthosipon stamineus).


      Kebun Tanaman Obat Doplang, Karangpandan
Berlokasi di desa Doplang, kec. Karangpandan, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400-600 mdpl dengan luas lahan 25.000 m2. berfungsi sebagai lahan percobaan, tempat budidaya, produksi, pembibitan tanaman obat dan lahan pupuk kompos. Contoh koleksi dan budidaya yang ada di Kebun Tanaman Obat Doplang yaitu Pegagan (Centella asiatica Urb.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Temu Ireng (Curcuma aeruginosa), Kunir Putih (Kaempferia rotunda L.), Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia).

Kebun Tanaman Obat Tegalgede, Karanganyar
Berlokasi di Kec. Karanganyar, Karanganyar – Jawa Tengah dan berada di ketinggian 185 - 200 mdpl dengan luas 6.170 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan dan kebun produksi tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Meniran (Phyllanthus niruri L.), Daun Ungu (Graptophyllum pictum Griff.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Brotowali (Tinospora tuberculata Beumee.)

Kebun Tanaman Obat Citeureup, Bogor, Jawa Barat
Berlokasi di Desa Babakan Madang, Citeureup, Bogor – Jawa Barat. Berada pada ketinggian 400 mdpl dengan luas 32.000 m², memiliki fungsi sebagai tempat produksi dan etalase tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.), Tapak liman (Elephantopus scaberL.),  Sembung (Blumea balsamifera DC.), Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), Pala (Myristica fragrans),Buah merah (Pandanus conoideus), Paliasa (Kleinhovia hospita L.

Etalase Tanaman Obat Indonesia
Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.505 m² dan memiliki fungsi sebagai Kebun Koleksi dan wisata ilmiah Tanaman Obat. Koleksi Tanaman Obat meliputi: Koleksi tanaman obat di Kebun Etalase lebih dari 600 jenis tanaman, sebagai contoh Ekinase (Echinacea purpurea), Lidah Buaya (Aloe vera L.), Trawas (Litsea odorifera Val.), Kranji (Milletia pinnata), Kluwak (Pangium edule), Lerak (Sapindus rarak), Ashitaba (Angelica keiskei).


Demikian catatan singkat ini, semoga bermanfaat dan sukses selalu. Yuk kita berwista ilmiah kesehatan!

www.ArdaDinata.com: 
| Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
Udara segar pegunungan begitu terasa saat jalan-jalan di kebun tanaman obat di Tawangmangu. Begitu terkesan menikmati varian Wisata Ilmiah Kesehatan khusus tanaman obat di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu (B2P2TOOT).
.

B2P2TOOT merupakan sebuah lokasi penelitian sekaligus pembudidayaan tanaman obat dan obat tradisional. Pengunjung yang ingin memasuki lokasi dan dipandu oleh guide sebelumnya dapat menghubungi pihak humas.
.
Di kebun ini terdapat tanaman obat tidak kurang dari 800 spesies. Pengunjung akan mengetahui nama spesies melalui papan nama dan dapat mengetahui khasiatnya.
.
Selain berkunjung ke kebun, pengunjung dapat pula melanjutkan tour ke pabrik pengemasan jamu. Selain itu juga dapat melihat koleksi tanaman yang telah diawetkan. Lingkungan di sini cukup bersih dan udaranya segar.
.
Sejarah B2P2TOOT Tawangmangu
Berdasarkat situs resmi B2P2TOOT di www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id, keberadaan B2P2TOOT ini bermula dari Kebun Koleksi Tanaman Obat, dirintis oleh R.M Santoso Soerjokoesoemo sejak awal tahun kemerdekaan, menggambarkan semangat dari seorang anak bangsa Nusantara yang tekun dan sangat mencintai budaya pengobatan nenek moyang. Beliau mewariskan semangat dan kebun tersebut pada negara. Mulai April 1948, secara resmi Kebun Koleksi TO tersebut dikelola oleh pemerintah di bawah Lembaga Eijkman dan diberi nama “Hortus Medicus Tawangmangu”.
Transformasi
Keniscayaan, evolusi sebagai suatu organisasi terjadi karena Kepmenkes No. 149 tahun 1978 pada tanggal 28 April 1978, yang mentransformasi kebun koleksi menjadi Balai Penelitian Tanaman Obat (BPTO) sebagai Unit Pelaksana Teknis di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan. Transformasi I ini sebagai lembaga Iptek memberikan nuansa dan semangat baru dalam mengelola tanaman obat (TO) dan potensi-potensi TO sebagai bahan Jamu untuk pencegahan, pemeliharaan dan peningkatan kesehatan rakyat.

Evolusi organisasi berlanjut pada tahun 2006, dengan Permenkes No. 491 tahun 2006 tanggal 17 Juli 2006, BPTO bertransformasi menjadi Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT). Transformasi II ini memberikan amanah untuk melestarikan, membudayakan, dan mengembangkan TOOT dalam mendukung pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Era persaingan, globalisasi dan keterbukaan, mendorong manusia dan negara menggali, memanfaatkan, mengembangkan budaya kesehatan dan sumber daya lokal untuk pembangunan kesehatan. Ini berdampak pada transformasi III B2P2TOOT, dengan Permenkes No. 003 tahun 2010 pada tanggal 4 Januari 2010 Tentang Saintifikasi JAMU dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Sejak tahun 2010, B2P2TOOT memprioritaskan pada Saintifikasi Jamu, dari hulu ke hilir, mulai dari riset etnofarmakologi tumbuhan obat dan Jamu, pelestarian, budidaya, pascapanen, riset praklinik, riset klinik, teknologi, manajemen bahan Jamu, pelatihan iptek, pelayanan iptek, dan diseminasi sampai dengan peningkatan kemandirian masyarakat.




Kebun Tanaman Obat

B2P2TOOT sebagai lembaga IPTEK yang berfokus pada penelitian dan pengembangan tanaman obat dan obat tradisional tentunya didukung dengan adanya berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan yang dilakukan. B2P2TOOT memiliki kebun tanaman obat di berbagai tempat yang tersebar di kabupaten Karanganyar dan di luar kabupaten Karanganyar. Kebun tanaman obat tersebut yaitu:

Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo
Kebun Tanaman Obat Tlogodlingo berlokasi di dusun Tlogodlingo, desa Gondosuli, kec. Tawangmangu, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Kebun subtropik Tlogodlingo terletak di ketinggian 1.600-1.800 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12 Ha. Kebun tanaman obat ini berfungsi sebagai lahan riset, pembibitan, produksi tanaman obat, ruang destilasi minyak atsiri dan wisata ilmiah tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat yag ada di kebun tanaman obat Tlogodlingo misalnya: Adas (Foeniculum vulgare Mill), Timi (Thymus vulgaris L.), Stevia (Stevia rebaudiana Bertoni), Krangean (Litsea cubeba), Kelembak (Rheum officinale L).

Kebun Tanaman Obat Kalisoro

Berlokasi di Desa Kalisoro, Kec. Tawangmangu, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 1.200 mdpl dengan luas 3.644 m². Memiliki fungsi sebagai Kebun induk Tanaman Obat (Plasma Nutfah), lahan percobaan, kebun koleksi, pembibitan, kebun produksi tanaman obat dan lahan produksi pupuk organik. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Daun ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Ekinase (Echinacea purpurea), Jati belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis kucing (Orthosipon stamineus), Rumput bolong (Equisetum dibile), Jombang (Taraxacum officinale).

Kebun Tanaman Obat Toh Kuning, Karangpandan
Berlokasi di Desa Toh Kuning, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 - 600 mdpl dengan luas 7.972 m². Beiliki fungsi sebagai lahan percobaan, tempat produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Kemuning (Murraya paniculata L.), Sambang colok (Aerva sanguiolenta), Artemisia (Artemesia annua L.), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Meniran (Phyllanthus niruri L), Saga (Abrus precatorius).



      Kebun Tanaman Obat Ngemplak, Karangpandan
Berlokasi di Desa Ngemplak, Kec Karangpandan, Karanganyar – Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400 – 600 mdpl dengan luas 3.127 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan, lahan produksi dan pembibitan tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Pegagan (Centella asiatica Urb.), Kunyit (Curcuma domestica Val.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Daun Ungu (Graphtophyllum pictum Griff.), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia), Kumis Kucing (Orthosipon stamineus).


      Kebun Tanaman Obat Doplang, Karangpandan
Berlokasi di desa Doplang, kec. Karangpandan, kab. Karanganyar, Jawa Tengah. Berada pada ketinggian 400-600 mdpl dengan luas lahan 25.000 m2. berfungsi sebagai lahan percobaan, tempat budidaya, produksi, pembibitan tanaman obat dan lahan pupuk kompos. Contoh koleksi dan budidaya yang ada di Kebun Tanaman Obat Doplang yaitu Pegagan (Centella asiatica Urb.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Temu Ireng (Curcuma aeruginosa), Kunir Putih (Kaempferia rotunda L.), Rumput Mutiara (Hedyotis corymbosa), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia).

Kebun Tanaman Obat Tegalgede, Karanganyar
Berlokasi di Kec. Karanganyar, Karanganyar – Jawa Tengah dan berada di ketinggian 185 - 200 mdpl dengan luas 6.170 m². Berfungsi sebagai lahan percobaan dan kebun produksi tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Meniran (Phyllanthus niruri L.), Daun Ungu (Graptophyllum pictum Griff.), Tempuyung (Sonchus arvensis L.), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Brotowali (Tinospora tuberculata Beumee.)

Kebun Tanaman Obat Citeureup, Bogor, Jawa Barat
Berlokasi di Desa Babakan Madang, Citeureup, Bogor – Jawa Barat. Berada pada ketinggian 400 mdpl dengan luas 32.000 m², memiliki fungsi sebagai tempat produksi dan etalase tanaman obat. Contoh Koleksi dan Budidaya Tanaman Obat: Sambiloto (Andrographis paniculata Ness.), Tapak liman (Elephantopus scaberL.),  Sembung (Blumea balsamifera DC.), Cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.), Pala (Myristica fragrans),Buah merah (Pandanus conoideus), Paliasa (Kleinhovia hospita L.