-->
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)

Tampilkan postingan dengan label MIQRA DI MEDIA CETAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MIQRA DI MEDIA CETAK. Tampilkan semua postingan
Kesalahan Besar Calon Penulis
Lihat Detail

Kesalahan Besar Calon Penulis


"Hindarilah kesalahan besar, yaitu kesalahan tidak berbuat apa-apa!" (Mohammad Natsir)

Banyak orang ingin bikin tulisan, tapi itu hanya sekedar keinginan. Dia sibuk dengan berbagai macam pikiran yang membuatnya tidak melakukan apa-apa. Hanya sekedar ingin dan ingin.

Padahal, kalau kita mau jujur, belajar menulis itu tidak lain dengan segera menuliskannya. Tepatnya, lakukan menulis, menulis, dan menulis. Buang jauh pikiran yang menghambat Anda dalam belajar menulis.


Misalnya, Bagaimana kalau aku macet di jalan ketika menulis?, Bagaimana kalau ideku terus-terus mengalir atau sebaliknya ideku tidak muncul-muncul?, dan bla.., bla… segudang pertanyaan yang bikin kita tidak menulis-nulis.

Pokoknya, tugas pertama kita ketika belajar menulis adalah hanya satu. Yakni terus bikin tulisan, tulisan, dan tulisan. Lupakan (untuk sementara) masalah tata bahasa, gaya bahasa, dll. Nanti juga masalah itu ada waktunya. Gunakan media blog misalnya untuk menuangkan latihan-latihan kita dalam menulis. Sebab, kesalahan terbesar bagi para calon penulis ialah tidak menulis apa-apa.

Bukankah belajar menulis itu, seperti belajar berenang. Artinya, kalau kita ingin menjadi penulis, maka kuncinya dengan terus menulis. Dalam hal ini, tepat apa yang dikatakan Mohammad Natsir bahwa “hindarilah kesalahan besar, yaitu kesalahan tidak berbuat apa-apa.”

Hal terakhir itulah kesalahan besar calon penulis. Yakni tidak menulis apa-apa. Bagaimana menurut pendapat Anda, setuju…..????***

Arda Dinata adalah penulis di beberapa blog dan pengasuh spirit jurnalistik di MIQRA Indonesia dan Majalah Inside, kini bekerja di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbangkes Kemenkes. R.I.







ILMU MENJADI KAYA
Berpikir Lama? Orang Lain Yang Akan Mendahului Kesuksesan Anda! Ayo Segera Miliki ILMU MENJADI KAYA ini.

RAHASIA JADI JUTAWAN
Mau Jadi Penulis BestSeller + Income Jutaan? Ayo Gabung di Penulis Sukses yuk!

INSPIRASI SUKSES
Ubah Nasib Anda Sekarang Menjadi Pribadi SUKSES dan TANGGUH dengan Cara Gabung Bersama GROUP MIQRA INDONESIA



"Hindarilah kesalahan besar, yaitu kesalahan tidak berbuat apa-apa!" (Mohammad Natsir)

Banyak orang ingin bikin tulisan, tapi itu hanya sekedar keinginan. Dia sibuk dengan berbagai macam pikiran yang membuatnya tidak melakukan apa-apa. Hanya sekedar ingin dan ingin.

Padahal, kalau kita mau jujur, belajar menulis itu tidak lain dengan segera menuliskannya. Tepatnya, lakukan menulis, menulis, dan menulis. Buang jauh pikiran yang menghambat Anda dalam belajar menulis.


Misalnya, Bagaimana kalau aku macet di jalan ketika menulis?, Bagaimana kalau ideku terus-terus mengalir atau sebaliknya ideku tidak muncul-muncul?, dan bla.., bla… segudang pertanyaan yang bikin kita tidak menulis-nulis.

Pokoknya, tugas pertama kita ketika belajar menulis adalah hanya satu. Yakni terus bikin tulisan, tulisan, dan tulisan. Lupakan (untuk sementara) masalah tata bahasa, gaya bahasa, dll. Nanti juga masalah itu ada waktunya. Gunakan media blog misalnya untuk menuangkan latihan-latihan kita dalam menulis. Sebab, kesalahan terbesar bagi para calon penulis ialah tidak menulis apa-apa.

Bukankah belajar menulis itu, seperti belajar berenang. Artinya, kalau kita ingin menjadi penulis, maka kuncinya dengan terus menulis. Dalam hal ini, tepat apa yang dikatakan Mohammad Natsir bahwa “hindarilah kesalahan besar, yaitu kesalahan tidak berbuat apa-apa.”

Hal terakhir itulah kesalahan besar calon penulis. Yakni tidak menulis apa-apa. Bagaimana menurut pendapat Anda, setuju…..????***

Arda Dinata adalah penulis di beberapa blog dan pengasuh spirit jurnalistik di MIQRA Indonesia dan Majalah Inside, kini bekerja di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbangkes Kemenkes. R.I.







ILMU MENJADI KAYA
Berpikir Lama? Orang Lain Yang Akan Mendahului Kesuksesan Anda! Ayo Segera Miliki ILMU MENJADI KAYA ini.

RAHASIA JADI JUTAWAN
Mau Jadi Penulis BestSeller + Income Jutaan? Ayo Gabung di Penulis Sukses yuk!

INSPIRASI SUKSES
Ubah Nasib Anda Sekarang Menjadi Pribadi SUKSES dan TANGGUH dengan Cara Gabung Bersama GROUP MIQRA INDONESIA



"Hindarilah kesalahan besar, yaitu kesalahan tidak berbuat apa-apa!" (Mohammad Natsir)

Banyak orang ingin bikin tulisan, tapi itu hanya sekedar keinginan. Dia sibuk dengan berbagai macam pikiran yang membuatnya tidak melakukan apa-apa. Hanya sekedar ingin dan ingin.

Padahal, kalau kita mau jujur, belajar menulis itu tidak lain dengan segera menuliskannya. Tepatnya, lakukan menulis, menulis, dan menulis. Buang jauh pikiran yang menghambat Anda dalam belajar menulis.


Misalnya, Bagaimana kalau aku macet di jalan ketika menulis?, Bagaimana kalau ideku terus-terus mengalir atau sebaliknya ideku tidak muncul-muncul?, dan bla.., bla… segudang pertanyaan yang bikin kita tidak menulis-nulis.

Pokoknya, tugas pertama kita ketika belajar menulis adalah hanya satu. Yakni terus bikin tulisan, tulisan, dan tulisan. Lupakan (untuk sementara) masalah tata bahasa, gaya bahasa, dll. Nanti juga masalah itu ada waktunya. Gunakan media blog misalnya untuk menuangkan latihan-latihan kita dalam menulis. Sebab, kesalahan terbesar bagi para calon penulis ialah tidak menulis apa-apa.

Bukankah belajar menulis itu, seperti belajar berenang. Artinya, kalau kita ingin menjadi penulis, maka kuncinya dengan terus menulis. Dalam hal ini, tepat apa yang dikatakan Mohammad Natsir bahwa “hindarilah kesalahan besar, yaitu kesalahan tidak berbuat apa-apa.”

Hal terakhir itulah kesalahan besar calon penulis. Yakni tidak menulis apa-apa. Bagaimana menurut pendapat Anda, setuju…..????***

Arda Dinata adalah penulis di beberapa blog dan pengasuh spirit jurnalistik di MIQRA Indonesia dan Majalah Inside, kini bekerja di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbangkes Kemenkes. R.I.







ILMU MENJADI KAYA
Berpikir Lama? Orang Lain Yang Akan Mendahului Kesuksesan Anda! Ayo Segera Miliki ILMU MENJADI KAYA ini.

RAHASIA JADI JUTAWAN
Mau Jadi Penulis BestSeller + Income Jutaan? Ayo Gabung di Penulis Sukses yuk!

INSPIRASI SUKSES
Ubah Nasib Anda Sekarang Menjadi Pribadi SUKSES dan TANGGUH dengan Cara Gabung Bersama GROUP MIQRA INDONESIA



"Hindarilah kesalahan besar, yaitu kesalahan tidak berbuat apa-apa!" (Mohammad Natsir)

Banyak orang ingin bikin tulisan, tapi itu hanya sekedar keinginan. Dia sibuk dengan berbagai macam pikiran yang membuatnya tidak melakukan apa-apa. Hanya sekedar ingin dan ingin.

Padahal, kalau kita mau jujur, belajar menulis itu tidak lain dengan segera menuliskannya. Tepatnya, lakukan menulis, menulis, dan menulis. Buang jauh pikiran yang menghambat Anda dalam belajar menulis.


Misalnya, Bagaimana kalau aku macet di jalan ketika menulis?, Bagaimana kalau ideku terus-terus mengalir atau sebaliknya ideku tidak muncul-muncul?, dan bla.., bla… segudang pertanyaan yang bikin kita tidak menulis-nulis.

Pokoknya, tugas pertama kita ketika belajar menulis adalah hanya satu. Yakni terus bikin tulisan, tulisan, dan tulisan. Lupakan (untuk sementara) masalah tata bahasa, gaya bahasa, dll. Nanti juga masalah itu ada waktunya. Gunakan media blog misalnya untuk menuangkan latihan-latihan kita dalam menulis. Sebab, kesalahan terbesar bagi para calon penulis ialah tidak menulis apa-apa.

Bukankah belajar menulis itu, seperti belajar berenang. Artinya, kalau kita ingin menjadi penulis, maka kuncinya dengan terus menulis. Dalam hal ini, tepat apa yang dikatakan Mohammad Natsir bahwa “hindarilah kesalahan besar, yaitu kesalahan tidak berbuat apa-apa.”

Hal terakhir itulah kesalahan besar calon penulis. Yakni tidak menulis apa-apa. Bagaimana menurut pendapat Anda, setuju…..????***

Arda Dinata adalah penulis di beberapa blog dan pengasuh spirit jurnalistik di MIQRA Indonesia dan Majalah Inside, kini bekerja di Loka Litbang P2B2 Ciamis, Balitbangkes Kemenkes. R.I.







ILMU MENJADI KAYA
Berpikir Lama? Orang Lain Yang Akan Mendahului Kesuksesan Anda! Ayo Segera Miliki ILMU MENJADI KAYA ini.

RAHASIA JADI JUTAWAN
Mau Jadi Penulis BestSeller + Income Jutaan? Ayo Gabung di Penulis Sukses yuk!

INSPIRASI SUKSES
Ubah Nasib Anda Sekarang Menjadi Pribadi SUKSES dan TANGGUH dengan Cara Gabung Bersama GROUP MIQRA INDONESIA


Daftar Alamat Media di Indonesia
Lihat Detail

Daftar Alamat Media di Indonesia


Pasang Iklan?
ADA EBOOK GRATIS SEBAGAI BONUS YANG WAJIB ANDA BACA:· Peta Harta Karun, Menulis Buku & Menerbitkannya Sendiri, dll klik disini…
 

 1. ANTARA
Wisma ANTARA Lt 19-20,
Jl Medan Merdeka Selatan No. 17, Jakarta 10110
Telp. (021) 3459173, 3802383, 3812043, 3814268.
Fax. (021) 3840907, 3865577
Email : redaksi@antara.co.id,
letter@antara.co.id,
newsroom@antara.co.id


2. BERITA KOTA
Delta Building Blok A 44-45,
Jl Suryopranoto No 1 – 9 Jakpus 10160.
Telp. (021) 3803115.
Fax. (021) 3808721
Email : berikot@biz.net.id

3. BISNIS INDONESIA
Wisma Bisnis Indonesia, Lt 5 – 8,
Jl. KH Mas Masyur No. 12 A Jakpus 10220
Telp. (021) 57901023.
Fax. (021) 57901025
Email : redaksi@bisnis.co.id.
SMS : 021-70642362

4. DETIK.COM
Aldevco Octagon Building - Lantai 2
Jl. Warung Buncit Raya No.75, Jakarta Selatan 12740
Telp. (021) 794.1177.
Fax. (021) 794.4472
Email : redaksi@staff.detik.com

5. HARIAN TERBIT
Jl. Pulogadung No. 15,
Kawasan Industri Jaktim 13920.
Telp. (021) 4603970.
Fax. (021) 4603970
Email : terbit@harianterbit.com.
Sms Korupsi : 0817-9124842

6. SENTANAJl. Rawa Teratai II/6, Kawasan Industri
Pulo Gadung, Jakarta Timur 13930.
Telp. (021) 4618318
Fax. (021) 4609079
Email : redaksi_sentara@plasa.com,
harianumumsentana@yahoo.com

7. INDOPOS
Gedung Graha Pena Indopos,
Jl Kebayoran Lama No 12 Jakarta.
Telp. (021) 53699556.
Fax. (021) 5332234
Email : editor@indpos.co.id,
indopos@jawapos.co.id.
Sms Anti Korupsi : 08121945429

8. INVESTOR DAILY
Jl. Padang No. 21 Manggarai, Jakarta Selatan.
Telp. (021) 8311326-27,
Fax. (021) 8310939
Email : koraninvestor@investor.co.id

9. KOMPAS
Jl. Palmerah Selatan No. 26-28, Jakarta 10270
Telp. (021) 5347710/20/30, 5302200.
Fax. (021) 5492685
Email : kompas@kompas.com.com

10. KORAN TEMPO
Kebayoran Centre Blok A11-A15,
Jl. Kebayoran Baru Mayestik, Jakarta 12240
Telp. (021) 7255625.
Fax. (021) 7255645, 7255650
Email : koran@tempo.co.id,
interaktif@tempo.co.id

11. MEDIA INDONESIA
Kompleks Deta Kedoya,
Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.
Telp. (021) 5812088.
Fax. (021) 5812102, 5812105
Email : redaksi@mediaindonesia.co.id,
Opini : redaksimedia@yahoo.com

12. NON’STOP
Graha Pena, Lt 8 – 9,
Jl. Kebayoran Lama No. 12 Jaksel 12210
Telp. (021) 53699507 ext 20 & 40.
Fax. (021) 53671716, 5333156

13. POS KOTA
Jl. Gajahmada No. 100 Jakarta 11180
Telp. (021) 6334702.
Fax. (021) 6340341, 6340252
Email : redaksi@harianposkota.com

14. RAKYAT MERDEKA
Gedung Graha Pena Lt 8,
Jl. Kebayoran Lama No 12 Jaksel 12210Telp.
(021) 53699507.
Fax. (021) 53671716, 5333156
Email : redaksi@rakyatmerdeka.co.id.
Sms Rakyat Merdeka : 0818167256
Email : dprm_online@plasa.com
BISNIS HARIAN
Telp. (021) 53699534.
Fax. (021) 53699534
Email. : bisnisharian@yahoo.com

15. REPUBLIKA
Jl Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510
Telp. (021) 7803747.
Fax. (021) 7983623
Email : sekretariat@republika.co.id

16. SEPUTAR INDONESIA
Menara Kebon Sirih Lt. 22
,Jl. Kebon Sirih Raya No. 17-19 Jakarta 10340.
Telp. (021) 3929758.
Fax. (021) 3929758, 3927721
Email : redaksi@seputar-indonesia.com.
SMS Sindo : 08888010000

17. SINAR HARAPAN
Jl. Raden Saleh No. 1B-1D Cikini, Jakarta Pusat 10430
Telp. (021) 3913880.
Fax. (021) 3153581
Email : redaksi@sinarharapan.co.id,
info@sinarharapan.co.id, opinish@sinarharapan.co.id

18. SUARA KARYA
Jalan Bangka Raya No 2 Kebayoran Baru Jakarta 12720
Telp. (021) 7191352 dan 7192656.
Fax. (021) 71790746
Email : redaksi@suarakarya-online.com

19. SUARA PEMBARUAN
Jl. Dewi Sartika 136 D Jakarta 13630
Telp. (021) 8014077, 8007988.
Fax. (021) 8007262, 8016131
Email : koransp@suarapembaruan.com.
Sms Forum Warga : 0811130165
E : komentarsp@suarapembaruan.com

20. THE JAKARTA POST
Jl. Palmerah Selatan 15, Jakarta 10270, Indonesia
Telp. (021) 5300476, 5300478.
Fax. (021) 5492685
Email : editorial@thejakartapost.com

21. WARTA KOTA
Jl. Hayam Wuruk 122 Jakarta 11180
Telp. (021) 2600818. Fax. (021) 6266023
Email : mailto:warkot@indomedia.com,
Sms Curhat : 081585490313
Sms Unek-Unek : 081514302389
Sms Kate Aye : 081584317364

22. KCM,
Fax. (021) 5360678,
kcm@kompas.com

23. FORUM KEADILAN
Jl. Palmerah Barat No 23C,
Jakarta Barat 12210
Telp. (021) 53670832.
Fax. (021) 53670832
Email : redaksi@forum.co.id

24. GATRA
Gedung Gatra,
Jl. Kalibata Timur IV No. 15 Jakarta 12740
Telp. (021) 7973535.
Fax. (021) 79196941 - 42
Email : redaksi@gatra.com

25. INVESTOR
Jl. Padang No. 21 Manggarai Jakarta 12970.
Telp. (021) 8280000.
Fax. : (021) 8311329, 83702249
Email : redaksi@investor.co.id

26. KONTAN
Gedung Kontan,
Jl. Kebayoran Lama No 1119 Jakarta 12210.
Telp. (021) 5357636.
Fax. (021) 5357633
Email : red@kontan-online.com

27. PROSPEKTIF
Gedung Teja Buana Lt.2,
Jl Menteng Raya No 29 Jakarta 10340
Telp. (021) 3101427.
Fax. (021) 3102310
Email : info@prospektif.com

28. SWA
Jl. Taman Tanah Abang III/23
Jakarta Pusat 10160
Telp. 3523839.
Fax. (021) 3457338, 3853759
Email : swaredaksi@cbn.net.id

29. TEMPO
Jl. Proklamasi No. 72 Jakarta 10320
Telp. (021) 3916160.
Fax. (021) 3921947
Email : tempo@tempo.co.id

30. TRUST
Jl. KH Wahid Hasyim No. 24 Menteng,
Jakarta 10350
Telp. (021) 3146061.
Fax. (021) 31464111
Email : redaksi@majalahtrust.com

31. WARTA EKONOMI
Gedung Warta, Jl Kramat IV No. 11 Jakarta 10430
Telp. (021) 3153731. Fax. (021) 3153732
Email : redaksi@wartaekonomi.com

32. LAMPUNG POST
Jl. Soekarno Hatta 108 Rajabasa Bandar Lampung
Email : redaksilampost@yahoo.com

33. RADAR LAMPUNG
Jl. Sultang Agung 18 Kedaton Bandar Lampung
Email : radar@lampung.wasantara.net.id

34. SUARA MERDEKA
Jl. Raya Kaligawe KM.5 Semarang
Email : humainia@yahoo.com

35. WAWASANJl. Pandanaran II / 10 Semarang 50241
Email : redaksi@wawasan.co.id

36. BERNAS(Mimbar Bebas)Jl. IKIP PGRI Sono SewuYogyakarta 55162
Email : bernasjogja@yahoo.com

37. KEDAULATAN RAKYAT
Jl. P. Mangkubumi 40-42 Yogyakarta
Email : redaksi@kr.co.id

38. JAWA POS
Gedung Graha PenaJl. Ahmad Yani 88 Surabaya 60234
Email :

39. PONTIANAK POSEmail : mailto:redaksi@pontianakpost.com

41. PIKIRAN RAKYAT.
Email : rmailto:redaksi@pikiran-rakyat.com

42. KALTIM POST
Email : redaksi@kaltimpost.net

43. BALI POST
Email : balipost@indo.net.id

46. SOLO POSGriya Solo PosJl. Adi Sucipto 190 Solo
Email : redaksi@solopos.net

47. SURYA
Jl. Margorejo Indah D-108 Surabaya
Email : surya1@padinet.com

48. SRIWIJAYA POST
Jl. Jend Basuki Rahmat 1608 BCD Palembang 30129
Email : sripo@mdp.net.id

49. RIAU POS
Jl. Raya Pekanbaru Bangkinang KM 1,5
Email : redaksi@riaupos.co.id

50. BANJARMASIN POSTGedung Palimasan Jl. Mt. Haryono 143/54Banjarmasin, Kalsel
Email : bpost@indomedia.com

51. MANADO POSTEmail : mdopost@mdo.mega.net.id

Pasang Iklan?
ADA EBOOK GRATIS SEBAGAI BONUS YANG WAJIB ANDA BACA:· Peta Harta Karun, Menulis Buku & Menerbitkannya Sendiri, dll klik disini…
 

 1. ANTARA
Wisma ANTARA Lt 19-20,
Jl Medan Merdeka Selatan No. 17, Jakarta 10110
Telp. (021) 3459173, 3802383, 3812043, 3814268.
Fax. (021) 3840907, 3865577
Email : redaksi@antara.co.id,
letter@antara.co.id,
newsroom@antara.co.id


2. BERITA KOTA
Delta Building Blok A 44-45,
Jl Suryopranoto No 1 – 9 Jakpus 10160.
Telp. (021) 3803115.
Fax. (021) 3808721
Email : berikot@biz.net.id

3. BISNIS INDONESIA
Wisma Bisnis Indonesia, Lt 5 – 8,
Jl. KH Mas Masyur No. 12 A Jakpus 10220
Telp. (021) 57901023.
Fax. (021) 57901025
Email : redaksi@bisnis.co.id.
SMS : 021-70642362

4. DETIK.COM
Aldevco Octagon Building - Lantai 2
Jl. Warung Buncit Raya No.75, Jakarta Selatan 12740
Telp. (021) 794.1177.
Fax. (021) 794.4472
Email : redaksi@staff.detik.com

5. HARIAN TERBIT
Jl. Pulogadung No. 15,
Kawasan Industri Jaktim 13920.
Telp. (021) 4603970.
Fax. (021) 4603970
Email : terbit@harianterbit.com.
Sms Korupsi : 0817-9124842

6. SENTANAJl. Rawa Teratai II/6, Kawasan Industri
Pulo Gadung, Jakarta Timur 13930.
Telp. (021) 4618318
Fax. (021) 4609079
Email : redaksi_sentara@plasa.com,
harianumumsentana@yahoo.com

7. INDOPOS
Gedung Graha Pena Indopos,
Jl Kebayoran Lama No 12 Jakarta.
Telp. (021) 53699556.
Fax. (021) 5332234
Email : editor@indpos.co.id,
indopos@jawapos.co.id.
Sms Anti Korupsi : 08121945429

8. INVESTOR DAILY
Jl. Padang No. 21 Manggarai, Jakarta Selatan.
Telp. (021) 8311326-27,
Fax. (021) 8310939
Email : koraninvestor@investor.co.id

9. KOMPAS
Jl. Palmerah Selatan No. 26-28, Jakarta 10270
Telp. (021) 5347710/20/30, 5302200.
Fax. (021) 5492685
Email : kompas@kompas.com.com

10. KORAN TEMPO
Kebayoran Centre Blok A11-A15,
Jl. Kebayoran Baru Mayestik, Jakarta 12240
Telp. (021) 7255625.
Fax. (021) 7255645, 7255650
Email : koran@tempo.co.id,
interaktif@tempo.co.id

11. MEDIA INDONESIA
Kompleks Deta Kedoya,
Jl. Pilar Raya Kav. A-D, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.
Telp. (021) 5812088.
Fax. (021) 5812102, 5812105
Email : redaksi@mediaindonesia.co.id,
Opini : redaksimedia@yahoo.com

12. NON’STOP
Graha Pena, Lt 8 – 9,
Jl. Kebayoran Lama No. 12 Jaksel 12210
Telp. (021) 53699507 ext 20 & 40.
Fax. (021) 53671716, 5333156

13. POS KOTA
Jl. Gajahmada No. 100 Jakarta 11180
Telp. (021) 6334702.
Fax. (021) 6340341, 6340252
Email : redaksi@harianposkota.com

14. RAKYAT MERDEKA
Gedung Graha Pena Lt 8,
Jl. Kebayoran Lama No 12 Jaksel 12210Telp.
(021) 53699507.
Fax. (021) 53671716, 5333156
Email : redaksi@rakyatmerdeka.co.id.
Sms Rakyat Merdeka : 0818167256
Email : dprm_online@plasa.com
BISNIS HARIAN
Telp. (021) 53699534.
Fax. (021) 53699534
Email. : bisnisharian@yahoo.com

15. REPUBLIKA
Jl Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510
Telp. (021) 7803747.
Fax. (021) 7983623
Email : sekretariat@republika.co.id

16. SEPUTAR INDONESIA
Menara Kebon Sirih Lt. 22
,Jl. Kebon Sirih Raya No. 17-19 Jakarta 10340.
Telp. (021) 3929758.
Fax. (021) 3929758, 3927721
Email : redaksi@seputar-indonesia.com.
SMS Sindo : 08888010000

17. SINAR HARAPAN
Jl. Raden Saleh No. 1B-1D Cikini, Jakarta Pusat 10430
Telp. (021) 3913880.
Fax. (021) 3153581
Email : redaksi@sinarharapan.co.id,
info@sinarharapan.co.id, opinish@sinarharapan.co.id

18. SUARA KARYA
Jalan Bangka Raya No 2 Kebayoran Baru Jakarta 12720
Telp. (021) 7191352 dan 7192656.
Fax. (021) 71790746
Email : redaksi@suarakarya-online.com

19. SUARA PEMBARUAN
Jl. Dewi Sartika 136 D Jakarta 13630
Telp. (021) 8014077, 8007988.
Fax. (021) 8007262, 8016131
Email : koransp@suarapembaruan.com.
Sms Forum Warga : 0811130165
E : komentarsp@suarapembaruan.com

20. THE JAKARTA POST
Jl. Palmerah Selatan 15, Jakarta 10270, Indonesia
Telp. (021) 5300476, 5300478.
Fax. (021) 5492685
Email : editorial@thejakartapost.com

21. WARTA KOTA
Jl. Hayam Wuruk 122 Jakarta 11180
Telp. (021) 2600818. Fax. (021) 6266023
Email : mailto:warkot@indomedia.com,
Sms Curhat : 081585490313
Sms Unek-Unek : 081514302389
Sms Kate Aye : 081584317364

22. KCM,
Fax. (021) 5360678,
kcm@kompas.com

23. FORUM KEADILAN
Jl. Palmerah Barat No 23C,
Jakarta Barat 12210
Telp. (021) 53670832.
Fax. (021) 53670832
Email : redaksi@forum.co.id

24. GATRA
Gedung Gatra,
Jl. Kalibata Timur IV No. 15 Jakarta 12740
Telp. (021) 7973535.
Fax. (021) 79196941 - 42
Email : redaksi@gatra.com

25. INVESTOR
Jl. Padang No. 21 Manggarai Jakarta 12970.
Telp. (021) 8280000.
Fax. : (021) 8311329, 83702249
Email : redaksi@investor.co.id

26. KONTAN
Gedung Kontan,
Jl. Kebayoran Lama No 1119 Jakarta 12210.
Telp. (021) 5357636.
Fax. (021) 5357633
Email : red@kontan-online.com

27. PROSPEKTIF
Gedung Teja Buana Lt.2,
Jl Menteng Raya No 29 Jakarta 10340
Telp. (021) 3101427.
Fax. (021) 3102310
Email : info@prospektif.com

28. SWA
Jl. Taman Tanah Abang III/23
Jakarta Pusat 10160
Telp. 3523839.
Fax. (021) 3457338, 3853759
Email : swaredaksi@cbn.net.id

29. TEMPO
Jl. Proklamasi No. 72 Jakarta 10320
Telp. (021) 3916160.
Fax. (021) 3921947
Email : tempo@tempo.co.id

30. TRUST
Jl. KH Wahid Hasyim No. 24 Menteng,
Jakarta 10350
Telp. (021) 3146061.
Fax. (021) 31464111
Email : redaksi@majalahtrust.com

31. WARTA EKONOMI
Gedung Warta, Jl Kramat IV No. 11 Jakarta 10430
Telp. (021) 3153731. Fax. (021) 3153732
Email : redaksi@wartaekonomi.com

32. LAMPUNG POST
Jl. Soekarno Hatta 108 Rajabasa Bandar Lampung
Email : redaksilampost@yahoo.com

33. RADAR LAMPUNG
Jl. Sultang Agung 18 Kedaton Bandar Lampung
Email : radar@lampung.wasantara.net.id

34. SUARA MERDEKA
Jl. Raya Kaligawe KM.5 Semarang
Email : humainia@yahoo.com

35. WAWASANJl. Pandanaran II / 10 Semarang 50241
Email : redaksi@wawasan.co.id

36. BERNAS(Mimbar Bebas)Jl. IKIP PGRI Sono SewuYogyakarta 55162
Email : bernasjogja@yahoo.com

37. KEDAULATAN RAKYAT
Jl. P. Mangkubumi 40-42 Yogyakarta
Email : redaksi@kr.co.id

38. JAWA POS
Gedung Graha PenaJl. Ahmad Yani 88 Surabaya 60234
Email :

39. PONTIANAK POSEmail : mailto:redaksi@pontianakpost.com

41. PIKIRAN RAKYAT.
Email : rmailto:redaksi@pikiran-rakyat.com

42. KALTIM POST
Email : redaksi@kaltimpost.net

43. BALI POST
Email : balipost@indo.net.id

46. SOLO POSGriya Solo PosJl. Adi Sucipto 190 Solo
Email : redaksi@solopos.net

47. SURYA
Jl. Margorejo Indah D-108 Surabaya
Email : surya1@padinet.com

48. SRIWIJAYA POST
Jl. Jend Basuki Rahmat 1608 BCD Palembang 30129
Email : sripo@mdp.net.id

49. RIAU POS
Jl. Raya Pekanbaru Bangkinang KM 1,5
Email : redaksi@riaupos.co.id

50. BANJARMASIN POSTGedung Palimasan Jl. Mt. Haryono 143/54Banjarmasin, Kalsel
Email : bpost@indomedia.com

51. MANADO POSTEmail : mdopost@mdo.mega.net.id
Kantor Berita Asing Buat Para Penulis
Lihat Detail

Kantor Berita Asing Buat Para Penulis

Pasang Iklan?
1.AFX-ASIAJl Indramayu No 18 Jakarta 10310.
Telp. : 021- 3160780
Email : afxasia@cbn.net.id

2. AGENCE FRANCE PRESSE (AFP)
Jl. Indramayu No 18, Jakarta 10310.
Telp. (021) 3160780, 336082
Email : bestrade@cbn.net.id


3. ALGEMEEN NETHERLAND PERSBERAU (ANP)Jl. Kebon Kacang 35 No 4, Jakarta 10240.
Telp. (021) 3141984
Email : britsins@cbn.net.id

4. ASSOCIATED PRESS (AP)
Detchce Bank Bldg, lt 14
Jl. Imam Bonjol No 80 Jakarta 10310
Telp. (021) 39831269
Email : gspencer@agp.org

5. AUSTRALIAN ASSOCIATED PRESS
Detchce Bank Bldg, lt 14
Jl. Imam Bonjol No 80 Jakarta 10310
Telp. (021) 39831262, 39831263
Email : aapkaren@cbn.net.id

6. BERNAMA
Wisma Antara, lt 19
Jl. Merdeka Selatan No 17 Jakarta 10110
Telp. (021) 3857626

7. DEUTCHE PRESS AGENTUR (DPA)
Istana Harmoni Apartment 19J
Kompleks Harmoni Blok B26-27 Jakarta
Telp. (021) 6305644
Email : mailto:aapkaren@cbn.net.id

8. EFE SPANISH INTE. AGENCY

Jl. Penjernihan V/No 1 Pejompongan, Jakarta.
Telp. (021) 5722233

9. GEASSOCIERDE PRESS DIENSTEIN (GPD)
Jl. Prapanca Raya No 12 A, Kebayoran Baru
Jakarta 12150.
Telp. (021) 7250815
Email : theohaer@indosat.net.id

10. JIJI PRESS
Wisma Kyoei Prince Lt 7, suite 705
Jl Sudirman Kav 3 Jakarta 10220
Telp. (021) 5723309

11. KYODO TSUSHIN NEWS AGENCY
Wisma Antara Lt 16
Jl Merdeka Selatan No 17, Jakarta 10110
Telp. (021) 3802810, 3840113
Email : kyodojkt@rad.net.id

12. MIDLE EAST NEWS AGENCY (MENA)Jl. Pulomas Barat 5A No. 1 Jakarta
Telp. (021) 4894839

13. NIHHON HOSO KYOKAI (NHK)Wisma Nusantara Lt 14
Jl MH Thamrin No 59, Jakarta 10350
Telp. (021) 330174, 333909
Email : nhkjkt@rad.net.id

14. REUTERS
Wisma Antara Lt 17
Jl Merdeka Selatan No 17, Jakarta 10110
Telp. (021) 3846364, 3845012
Email : Jakarta.newsroom@reuters.com

15. VIETNAM NEWS AGENCY
Jl. Sawo No 20, Jakarta
Telp. (021) 326261
Email :vnajak@indosat.net.id

16. XINHUA NEWS AGENCYJl. Pandeglang No 44 Jakarta
Telp. (021) 2305753

Sumber : Media Directory Pers Indonesia 2006.
Meningkatkan Kualitas Pelayanan RS
Lihat Detail

Meningkatkan Kualitas Pelayanan RS

Tulisanku di HU Kabar Priangan Tasikmalaya

Buat temen-temen di Tasikmalaya, Sumedang, Garut, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, dan sekitarnya: Selamat membaca tulisan saya yang dimuat koran HU. Kabar Priangan, edisi Kamis, 5 Mei 2011 dalam rubrik Opini, dengan judul: "Meningkatkan Kualitas Pelayanan RS." Semoga tulisan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Sakit. Amin....

Berikut ini prolog tulisan tersebut:


Meningkatkan Kualitas Pelayanan RS
Oleh: Arda Dinata


BANYAKNYA keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Slamet Garut selama ini, membuat Bupati Garut, Aceng HM Fikri, S.Ag., penasaran ingin membuktikannya secara langsung. Untuk itu, Jumat (1/4), Bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSU dr. Slamet. (Kabar Priangan, 2/4/2011).


Cukup menarik menyimak pemberitaan terkait masalah kualitas pelayanan Rumah Sakit (RS) ini. Berbicara kualitas pelayanan kesehatan, saya kira tidak hanya berlaku bagi RSU dr. Slamet Garut saja, tapi berlaku juga bagi semua RS di mana pun. Melalui tulisan ini, penulis ingin berdiskusi tentang bagaimana seharusnya pengelola RS itu dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.



.........



ARDA DINATA, 
Praktisi kesehatan dan pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, 
http://miqra.blogspot.com/

MIQRA INDONESIA, sebuah komunitas yang berusaha selalu belajar mengembangkan diri melalui INSPIRASI KECERDASAN HATI. Tulisan-tulisan di blog ini merupakan catatan tentang berbagai inspirasi yang telah dikembangkan menjadi tulisan sederhana dengan berusaha memasukan hikmah di dalamnya. Sahabat MIQRA silahkan memberi komentar dan masukan atas apapun tentang isi tulisan di blog ini. Saya tunggu komentarnya sekarang juga ya...!!! Salam inspirasi dan sukses selalu buat Anda. Buah dari pribadi yang bermodalkan iman dan ilmu itu, tidak hanya berbentuk materi saja, tapi juga adalah sukses rohani, duniawi dan ukhrawi. Hal ini, tentu didasarkan bahwa iman itu dasar mental, ilmu dasar pikir.



Tulisanku di HU Kabar Priangan Tasikmalaya

Buat temen-temen di Tasikmalaya, Sumedang, Garut, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, dan sekitarnya: Selamat membaca tulisan saya yang dimuat koran HU. Kabar Priangan, edisi Kamis, 5 Mei 2011 dalam rubrik Opini, dengan judul: "Meningkatkan Kualitas Pelayanan RS." Semoga tulisan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Sakit. Amin....

Berikut ini prolog tulisan tersebut:


Meningkatkan Kualitas Pelayanan RS
Oleh: Arda Dinata


BANYAKNYA keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Slamet Garut selama ini, membuat Bupati Garut, Aceng HM Fikri, S.Ag., penasaran ingin membuktikannya secara langsung. Untuk itu, Jumat (1/4), Bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSU dr. Slamet. (Kabar Priangan, 2/4/2011).


Cukup menarik menyimak pemberitaan terkait masalah kualitas pelayanan Rumah Sakit (RS) ini. Berbicara kualitas pelayanan kesehatan, saya kira tidak hanya berlaku bagi RSU dr. Slamet Garut saja, tapi berlaku juga bagi semua RS di mana pun. Melalui tulisan ini, penulis ingin berdiskusi tentang bagaimana seharusnya pengelola RS itu dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.



.........



ARDA DINATA, 
Praktisi kesehatan dan pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, 
http://miqra.blogspot.com/

MIQRA INDONESIA, sebuah komunitas yang berusaha selalu belajar mengembangkan diri melalui INSPIRASI KECERDASAN HATI. Tulisan-tulisan di blog ini merupakan catatan tentang berbagai inspirasi yang telah dikembangkan menjadi tulisan sederhana dengan berusaha memasukan hikmah di dalamnya. Sahabat MIQRA silahkan memberi komentar dan masukan atas apapun tentang isi tulisan di blog ini. Saya tunggu komentarnya sekarang juga ya...!!! Salam inspirasi dan sukses selalu buat Anda. Buah dari pribadi yang bermodalkan iman dan ilmu itu, tidak hanya berbentuk materi saja, tapi juga adalah sukses rohani, duniawi dan ukhrawi. Hal ini, tentu didasarkan bahwa iman itu dasar mental, ilmu dasar pikir.



Tulisanku di HU Kabar Priangan Tasikmalaya

Buat temen-temen di Tasikmalaya, Sumedang, Garut, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, dan sekitarnya: Selamat membaca tulisan saya yang dimuat koran HU. Kabar Priangan, edisi Kamis, 5 Mei 2011 dalam rubrik Opini, dengan judul: "Meningkatkan Kualitas Pelayanan RS." Semoga tulisan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Sakit. Amin....

Berikut ini prolog tulisan tersebut:


Meningkatkan Kualitas Pelayanan RS
Oleh: Arda Dinata


BANYAKNYA keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Slamet Garut selama ini, membuat Bupati Garut, Aceng HM Fikri, S.Ag., penasaran ingin membuktikannya secara langsung. Untuk itu, Jumat (1/4), Bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSU dr. Slamet. (Kabar Priangan, 2/4/2011).


Cukup menarik menyimak pemberitaan terkait masalah kualitas pelayanan Rumah Sakit (RS) ini. Berbicara kualitas pelayanan kesehatan, saya kira tidak hanya berlaku bagi RSU dr. Slamet Garut saja, tapi berlaku juga bagi semua RS di mana pun. Melalui tulisan ini, penulis ingin berdiskusi tentang bagaimana seharusnya pengelola RS itu dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.



.........



ARDA DINATA, 
Praktisi kesehatan dan pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, 
http://miqra.blogspot.com/

MIQRA INDONESIA, sebuah komunitas yang berusaha selalu belajar mengembangkan diri melalui INSPIRASI KECERDASAN HATI. Tulisan-tulisan di blog ini merupakan catatan tentang berbagai inspirasi yang telah dikembangkan menjadi tulisan sederhana dengan berusaha memasukan hikmah di dalamnya. Sahabat MIQRA silahkan memberi komentar dan masukan atas apapun tentang isi tulisan di blog ini. Saya tunggu komentarnya sekarang juga ya...!!! Salam inspirasi dan sukses selalu buat Anda. Buah dari pribadi yang bermodalkan iman dan ilmu itu, tidak hanya berbentuk materi saja, tapi juga adalah sukses rohani, duniawi dan ukhrawi. Hal ini, tentu didasarkan bahwa iman itu dasar mental, ilmu dasar pikir.



Tulisanku di HU Kabar Priangan Tasikmalaya

Buat temen-temen di Tasikmalaya, Sumedang, Garut, Ciamis, Kota Banjar, Pangandaran, dan sekitarnya: Selamat membaca tulisan saya yang dimuat koran HU. Kabar Priangan, edisi Kamis, 5 Mei 2011 dalam rubrik Opini, dengan judul: "Meningkatkan Kualitas Pelayanan RS." Semoga tulisan tersebut bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pelayanan Rumah Sakit. Amin....

Berikut ini prolog tulisan tersebut:


Meningkatkan Kualitas Pelayanan RS
Oleh: Arda Dinata


BANYAKNYA keluhan masyarakat terkait buruknya pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) dr. Slamet Garut selama ini, membuat Bupati Garut, Aceng HM Fikri, S.Ag., penasaran ingin membuktikannya secara langsung. Untuk itu, Jumat (1/4), Bupati melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSU dr. Slamet. (Kabar Priangan, 2/4/2011).


Cukup menarik menyimak pemberitaan terkait masalah kualitas pelayanan Rumah Sakit (RS) ini. Berbicara kualitas pelayanan kesehatan, saya kira tidak hanya berlaku bagi RSU dr. Slamet Garut saja, tapi berlaku juga bagi semua RS di mana pun. Melalui tulisan ini, penulis ingin berdiskusi tentang bagaimana seharusnya pengelola RS itu dalam usaha meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.



.........



ARDA DINATA, 
Praktisi kesehatan dan pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, 
http://miqra.blogspot.com/

MIQRA INDONESIA, sebuah komunitas yang berusaha selalu belajar mengembangkan diri melalui INSPIRASI KECERDASAN HATI. Tulisan-tulisan di blog ini merupakan catatan tentang berbagai inspirasi yang telah dikembangkan menjadi tulisan sederhana dengan berusaha memasukan hikmah di dalamnya. Sahabat MIQRA silahkan memberi komentar dan masukan atas apapun tentang isi tulisan di blog ini. Saya tunggu komentarnya sekarang juga ya...!!! Salam inspirasi dan sukses selalu buat Anda. Buah dari pribadi yang bermodalkan iman dan ilmu itu, tidak hanya berbentuk materi saja, tapi juga adalah sukses rohani, duniawi dan ukhrawi. Hal ini, tentu didasarkan bahwa iman itu dasar mental, ilmu dasar pikir.



Artikelku Dimuat Lagi di Koran PR!!!
Lihat Detail

Artikelku Dimuat Lagi di Koran PR!!!

Pasang Iklan?
Alhamdulillah…besok hari Minggu, 24 Oktober 2010, tulisanku DIMUAT lagi di Koran Pikiran Rakyat Bandung dalam Rubrik Tatali Asih dengan judul: “Menjaga Iklim Kesucian Keluarga”. Met beli korannya ya besok…..!!!!
Ini sebagian kutipannya…

Menjaga Iklim Kesucian Keluarga

SUCI itu bersih. Bersih melahirkan rasa nyaman. Suasana nyaman akan berpengaruh pada kualitas kejernihan pikir dan ketenangan jiwa seseorang. Puncaknya, keberadaan
orang-orang yang memiliki kualitas kepribadian seperti itu, tentu akan mewujud
pada iklim kesucian dalam kehidupan keluarganya.
……..

Salam Inspirasi…
Arda Dinata
http://miqra.blogspot.com

ARDA DINATA adalah pendiri MIQRA Indonesia, blogger, dan penulis lepas di beberapa media cetak dan elektronik. Minatnya dalam bidang motivasi, keluarga, psikologi, kesehatan, lingkungan hidup, internet marketing dan jurnalistik. Kegiatan harian, selain membaca dan menulis, juga tercatat sebagai seorang PNS di Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Litbang P2B2) Balitbangkes Kementrian Kesehatan R.I. di Ciamis.

Tags: Koran, Media, Tulisanku, Geulis, Wanita, Keluarga, Arda Dinata, Pikiran Rakyat, Inspirasi, Motivasi, Menulis

Pasang Iklan?
Alhamdulillah…besok hari Minggu, 24 Oktober 2010, tulisanku DIMUAT lagi di Koran Pikiran Rakyat Bandung dalam Rubrik Tatali Asih dengan judul: “Menjaga Iklim Kesucian Keluarga”. Met beli korannya ya besok…..!!!!
Ini sebagian kutipannya…

Menjaga Iklim Kesucian Keluarga

SUCI itu bersih. Bersih melahirkan rasa nyaman. Suasana nyaman akan berpengaruh pada kualitas kejernihan pikir dan ketenangan jiwa seseorang. Puncaknya, keberadaan
orang-orang yang memiliki kualitas kepribadian seperti itu, tentu akan mewujud
pada iklim kesucian dalam kehidupan keluarganya.
……..

Salam Inspirasi…
Arda Dinata
http://miqra.blogspot.com

ARDA DINATA adalah pendiri MIQRA Indonesia, blogger, dan penulis lepas di beberapa media cetak dan elektronik. Minatnya dalam bidang motivasi, keluarga, psikologi, kesehatan, lingkungan hidup, internet marketing dan jurnalistik. Kegiatan harian, selain membaca dan menulis, juga tercatat sebagai seorang PNS di Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Litbang P2B2) Balitbangkes Kementrian Kesehatan R.I. di Ciamis.

Tags: Koran, Media, Tulisanku, Geulis, Wanita, Keluarga, Arda Dinata, Pikiran Rakyat, Inspirasi, Motivasi, Menulis

Pasang Iklan?
Alhamdulillah…besok hari Minggu, 24 Oktober 2010, tulisanku DIMUAT lagi di Koran Pikiran Rakyat Bandung dalam Rubrik Tatali Asih dengan judul: “Menjaga Iklim Kesucian Keluarga”. Met beli korannya ya besok…..!!!!
Ini sebagian kutipannya…

Menjaga Iklim Kesucian Keluarga

SUCI itu bersih. Bersih melahirkan rasa nyaman. Suasana nyaman akan berpengaruh pada kualitas kejernihan pikir dan ketenangan jiwa seseorang. Puncaknya, keberadaan
orang-orang yang memiliki kualitas kepribadian seperti itu, tentu akan mewujud
pada iklim kesucian dalam kehidupan keluarganya.
……..

Salam Inspirasi…
Arda Dinata
http://miqra.blogspot.com

ARDA DINATA adalah pendiri MIQRA Indonesia, blogger, dan penulis lepas di beberapa media cetak dan elektronik. Minatnya dalam bidang motivasi, keluarga, psikologi, kesehatan, lingkungan hidup, internet marketing dan jurnalistik. Kegiatan harian, selain membaca dan menulis, juga tercatat sebagai seorang PNS di Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Litbang P2B2) Balitbangkes Kementrian Kesehatan R.I. di Ciamis.

Tags: Koran, Media, Tulisanku, Geulis, Wanita, Keluarga, Arda Dinata, Pikiran Rakyat, Inspirasi, Motivasi, Menulis

Pasang Iklan?
Alhamdulillah…besok hari Minggu, 24 Oktober 2010, tulisanku DIMUAT lagi di Koran Pikiran Rakyat Bandung dalam Rubrik Tatali Asih dengan judul: “Menjaga Iklim Kesucian Keluarga”. Met beli korannya ya besok…..!!!!
Ini sebagian kutipannya…

Menjaga Iklim Kesucian Keluarga

SUCI itu bersih. Bersih melahirkan rasa nyaman. Suasana nyaman akan berpengaruh pada kualitas kejernihan pikir dan ketenangan jiwa seseorang. Puncaknya, keberadaan
orang-orang yang memiliki kualitas kepribadian seperti itu, tentu akan mewujud
pada iklim kesucian dalam kehidupan keluarganya.
……..

Salam Inspirasi…
Arda Dinata
http://miqra.blogspot.com

ARDA DINATA adalah pendiri MIQRA Indonesia, blogger, dan penulis lepas di beberapa media cetak dan elektronik. Minatnya dalam bidang motivasi, keluarga, psikologi, kesehatan, lingkungan hidup, internet marketing dan jurnalistik. Kegiatan harian, selain membaca dan menulis, juga tercatat sebagai seorang PNS di Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Litbang P2B2) Balitbangkes Kementrian Kesehatan R.I. di Ciamis.

Tags: Koran, Media, Tulisanku, Geulis, Wanita, Keluarga, Arda Dinata, Pikiran Rakyat, Inspirasi, Motivasi, Menulis

Pasang Iklan?
Alhamdulillah…besok hari Minggu, 24 Oktober 2010, tulisanku DIMUAT lagi di Koran Pikiran Rakyat Bandung dalam Rubrik Tatali Asih dengan judul: “Menjaga Iklim Kesucian Keluarga”. Met beli korannya ya besok…..!!!!
Ini sebagian kutipannya…

Menjaga Iklim Kesucian Keluarga

SUCI itu bersih. Bersih melahirkan rasa nyaman. Suasana nyaman akan berpengaruh pada kualitas kejernihan pikir dan ketenangan jiwa seseorang. Puncaknya, keberadaan
orang-orang yang memiliki kualitas kepribadian seperti itu, tentu akan mewujud
pada iklim kesucian dalam kehidupan keluarganya.
……..

Salam Inspirasi…
Arda Dinata
http://miqra.blogspot.com

ARDA DINATA adalah pendiri MIQRA Indonesia, blogger, dan penulis lepas di beberapa media cetak dan elektronik. Minatnya dalam bidang motivasi, keluarga, psikologi, kesehatan, lingkungan hidup, internet marketing dan jurnalistik. Kegiatan harian, selain membaca dan menulis, juga tercatat sebagai seorang PNS di Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (Litbang P2B2) Balitbangkes Kementrian Kesehatan R.I. di Ciamis.

Tags: Koran, Media, Tulisanku, Geulis, Wanita, Keluarga, Arda Dinata, Pikiran Rakyat, Inspirasi, Motivasi, Menulis

Indahnya Menjadi Keluarga Pembelajar*)
Lihat Detail

Indahnya Menjadi Keluarga Pembelajar*)

Oleh ARDA DINATA

Keluarga pembelajar adalah keluarga yang memberikan kesempatan dan mendorong setiap individu yang ada di dalam keluarganya untuk terus belajar dan memperluas kapasitas dirinya. Dialah keluarga yang siap menghadapi perubahan.

Betapa indahnya menjadi keluarga pembelajar. Sebab dengan semangat selalu belajar ini, tiap anggota keluarga dengan gigihnya selalu berusaha menggapai kesempurnaan. Yakni dengan terus selalu memperbaiki diri, baik suami, istri maupun anak-anak.


Manusia pembelajar, menurut Andrias Harefa, dalam buku Menjadi Manusia Pembelajar (2000) diartikan sebagai setiap orang (manusia) yang bersedia menerima tanggung jawab untuk melakukan dua hal penting. Pertama, berusaha mengenali hakikat dirinya, potensi dan bakat-bakat terbaiknya, dengan selalu berusaha mencari jawaban yang lebih baik tentang beberapa pertanyaan eksistensial. Ke-dua, berusaha sekuat tenaga untuk mengaktualisasikan segenap potensinya itu, mengekspresikan, dan menyatakan dirinya sepenuh-penuhnya, seutuh-utuhnya, dengan cara menjadi dirinya sendiri dan menolak untuk dibanding-bandingkan dengan sesuatu yang "bukan dirinya".

Dengan kata lain, keluarga pembelajar merupakan sosok keluarga yang haus akan ilmu. Dengan demikian, dengan kapasitas keilmuan dari tiap anggota keluarga, akan mengantarkan terciptanya keharmonisan dan kesuksesan membangun kehidupan keluarga.

Terkait dengan itu, ada yang me-ngentak jiwa saya ketika membaca catatan Hifizah Nur (2009) di kotasantri.com -- situs yang juga biasa saya menulis seputar tema keluarga ini. Sahabat Nur ini menyoroti dari banyak kasus yang sempat mampir dalam memorinya, lalu dia mengambil kesimpulan bahwa tidak ada orang tua yang memiliki keahlian yang sudah sempurna ketika pertama kali menjadi orang tua. Orang tua bukanlah orang yang serbabisa dan serbatahu sehingga mampu menyelesaikan semua masalah dalam pendidikan anak. Meskipun orang tua tersebut memiliki berbagai gelar yang disandang di belakang namanya, bukanlah jaminan ia mengetahui secara pasti seluk beluk dunia anak.

Orang tua perlu berendah hati mengakui bahwa dirinya sedang belajar. Dengan demikian, ketika menghadapi kesulitan dalam pendidikan anak-anak, selalu ada usaha untuk mencari solusi, berdialog, berusaha menjadi teman bagi sang anak. Berusaha mencari tahu apa kebutuhan sang anak yang sesungguhnya. Mencoba memasuki dunia sang anak. Bukannya memaksakan solusi yang mungkin kurang tepat bila diterapkan kepada sang anak.

Komponen

Lalu, komponen-komponen penting apa yang harus ada dalam keluarga pempelajar ini? Ibarat organisasi, keluarga adalah organisasi yang terdiri atas suami, istri, dan anak-anak. Meng-adopsi dari teori organisasi pembelajar, paling tidak ada beberapa komponen penting yang harus dimiliki keluarga pembelajar.
Pertama, belajar. Kegiatan belajar dalam keluarga merupakan ruh yang memberikan ruang gerak bagi maju mundurnya suatu keluarga. Belajar ini hendaknya menjadi prioritas utama dalam tiap kegiatan yang dilakukan keluarga.

Kedua, tatanan keluarga. Keluarga yang mempunyai semangat keluarga pembelajar, mereka akan memperjelas visi keluarganya, yang dapat digali dari visi-visi individu. Visi mereka adalah visi yang jelas, semua orang mengha-yati visi tersebut karena visi tersebut digali dari diri mereka. Dalam keluarga pembelajar ada sebuah iklim yang terbentuk dan mendorong individu-individu yang ada untuk berkembang. Secara struktural, keluarga pembelajar adalah organisasi yang ramping. Hal ini memungkinkan anggota yang ada dapat berkoordinasi dengan efektif dan efisien.

Ketiga, pemberdayaan anggota keluarga. Komponen ini menjadi bagian yang penting diterapkan terhadap orang yang ada di dalam keluarga pembelajar maupun orang-orang yang ada di luar keluarga pembelajar. Intinya kita harus membangun hubungan di antara anggota seisi rumah dengan baik.

Keempat, manajemen ilmu. Komponen ini menjadi kebutuhan pokok yang harus dijalankan dengan baik untuk memudahkan sirkulasi pengetahuan sehingga bisa berkembang dengan baik. Ilmu pengetahuan harus dikelola dengan baik, dari mulai bagaimana mendapatkan ilmu pengetahuan, menciptakan pengetahuan baru, menyimpannya, dan kemudian mengamalkan pengetahuan untuk kemudian disebarkannya.

Kelima, pemanfaatan teknologi. Bagi keluarga pembelajar, keberadaan kemajuan teknologi ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk melanggengkan dan menghidupkan proses pembelajaran dan penggalian ilmu pengetahuan secara maksimal. (Arda Dinata, motivator di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/MIQRA Indonesia) ***

*) Artikel ini telah dimuat di koran HU. Pikiran Rakyat Bandung, edisi tanggal 26 September 2010.

Oleh ARDA DINATA

Keluarga pembelajar adalah keluarga yang memberikan kesempatan dan mendorong setiap individu yang ada di dalam keluarganya untuk terus belajar dan memperluas kapasitas dirinya. Dialah keluarga yang siap menghadapi perubahan.

Betapa indahnya menjadi keluarga pembelajar. Sebab dengan semangat selalu belajar ini, tiap anggota keluarga dengan gigihnya selalu berusaha menggapai kesempurnaan. Yakni dengan terus selalu memperbaiki diri, baik suami, istri maupun anak-anak.


Manusia pembelajar, menurut Andrias Harefa, dalam buku Menjadi Manusia Pembelajar (2000) diartikan sebagai setiap orang (manusia) yang bersedia menerima tanggung jawab untuk melakukan dua hal penting. Pertama, berusaha mengenali hakikat dirinya, potensi dan bakat-bakat terbaiknya, dengan selalu berusaha mencari jawaban yang lebih baik tentang beberapa pertanyaan eksistensial. Ke-dua, berusaha sekuat tenaga untuk mengaktualisasikan segenap potensinya itu, mengekspresikan, dan menyatakan dirinya sepenuh-penuhnya, seutuh-utuhnya, dengan cara menjadi dirinya sendiri dan menolak untuk dibanding-bandingkan dengan sesuatu yang "bukan dirinya".

Dengan kata lain, keluarga pembelajar merupakan sosok keluarga yang haus akan ilmu. Dengan demikian, dengan kapasitas keilmuan dari tiap anggota keluarga, akan mengantarkan terciptanya keharmonisan dan kesuksesan membangun kehidupan keluarga.

Terkait dengan itu, ada yang me-ngentak jiwa saya ketika membaca catatan Hifizah Nur (2009) di kotasantri.com -- situs yang juga biasa saya menulis seputar tema keluarga ini. Sahabat Nur ini menyoroti dari banyak kasus yang sempat mampir dalam memorinya, lalu dia mengambil kesimpulan bahwa tidak ada orang tua yang memiliki keahlian yang sudah sempurna ketika pertama kali menjadi orang tua. Orang tua bukanlah orang yang serbabisa dan serbatahu sehingga mampu menyelesaikan semua masalah dalam pendidikan anak. Meskipun orang tua tersebut memiliki berbagai gelar yang disandang di belakang namanya, bukanlah jaminan ia mengetahui secara pasti seluk beluk dunia anak.

Orang tua perlu berendah hati mengakui bahwa dirinya sedang belajar. Dengan demikian, ketika menghadapi kesulitan dalam pendidikan anak-anak, selalu ada usaha untuk mencari solusi, berdialog, berusaha menjadi teman bagi sang anak. Berusaha mencari tahu apa kebutuhan sang anak yang sesungguhnya. Mencoba memasuki dunia sang anak. Bukannya memaksakan solusi yang mungkin kurang tepat bila diterapkan kepada sang anak.

Komponen

Lalu, komponen-komponen penting apa yang harus ada dalam keluarga pempelajar ini? Ibarat organisasi, keluarga adalah organisasi yang terdiri atas suami, istri, dan anak-anak. Meng-adopsi dari teori organisasi pembelajar, paling tidak ada beberapa komponen penting yang harus dimiliki keluarga pembelajar.
Pertama, belajar. Kegiatan belajar dalam keluarga merupakan ruh yang memberikan ruang gerak bagi maju mundurnya suatu keluarga. Belajar ini hendaknya menjadi prioritas utama dalam tiap kegiatan yang dilakukan keluarga.

Kedua, tatanan keluarga. Keluarga yang mempunyai semangat keluarga pembelajar, mereka akan memperjelas visi keluarganya, yang dapat digali dari visi-visi individu. Visi mereka adalah visi yang jelas, semua orang mengha-yati visi tersebut karena visi tersebut digali dari diri mereka. Dalam keluarga pembelajar ada sebuah iklim yang terbentuk dan mendorong individu-individu yang ada untuk berkembang. Secara struktural, keluarga pembelajar adalah organisasi yang ramping. Hal ini memungkinkan anggota yang ada dapat berkoordinasi dengan efektif dan efisien.

Ketiga, pemberdayaan anggota keluarga. Komponen ini menjadi bagian yang penting diterapkan terhadap orang yang ada di dalam keluarga pembelajar maupun orang-orang yang ada di luar keluarga pembelajar. Intinya kita harus membangun hubungan di antara anggota seisi rumah dengan baik.

Keempat, manajemen ilmu. Komponen ini menjadi kebutuhan pokok yang harus dijalankan dengan baik untuk memudahkan sirkulasi pengetahuan sehingga bisa berkembang dengan baik. Ilmu pengetahuan harus dikelola dengan baik, dari mulai bagaimana mendapatkan ilmu pengetahuan, menciptakan pengetahuan baru, menyimpannya, dan kemudian mengamalkan pengetahuan untuk kemudian disebarkannya.

Kelima, pemanfaatan teknologi. Bagi keluarga pembelajar, keberadaan kemajuan teknologi ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk melanggengkan dan menghidupkan proses pembelajaran dan penggalian ilmu pengetahuan secara maksimal. (Arda Dinata, motivator di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/MIQRA Indonesia) ***

*) Artikel ini telah dimuat di koran HU. Pikiran Rakyat Bandung, edisi tanggal 26 September 2010.

Oleh ARDA DINATA

Keluarga pembelajar adalah keluarga yang memberikan kesempatan dan mendorong setiap individu yang ada di dalam keluarganya untuk terus belajar dan memperluas kapasitas dirinya. Dialah keluarga yang siap menghadapi perubahan.

Betapa indahnya menjadi keluarga pembelajar. Sebab dengan semangat selalu belajar ini, tiap anggota keluarga dengan gigihnya selalu berusaha menggapai kesempurnaan. Yakni dengan terus selalu memperbaiki diri, baik suami, istri maupun anak-anak.


Manusia pembelajar, menurut Andrias Harefa, dalam buku Menjadi Manusia Pembelajar (2000) diartikan sebagai setiap orang (manusia) yang bersedia menerima tanggung jawab untuk melakukan dua hal penting. Pertama, berusaha mengenali hakikat dirinya, potensi dan bakat-bakat terbaiknya, dengan selalu berusaha mencari jawaban yang lebih baik tentang beberapa pertanyaan eksistensial. Ke-dua, berusaha sekuat tenaga untuk mengaktualisasikan segenap potensinya itu, mengekspresikan, dan menyatakan dirinya sepenuh-penuhnya, seutuh-utuhnya, dengan cara menjadi dirinya sendiri dan menolak untuk dibanding-bandingkan dengan sesuatu yang "bukan dirinya".

Dengan kata lain, keluarga pembelajar merupakan sosok keluarga yang haus akan ilmu. Dengan demikian, dengan kapasitas keilmuan dari tiap anggota keluarga, akan mengantarkan terciptanya keharmonisan dan kesuksesan membangun kehidupan keluarga.

Terkait dengan itu, ada yang me-ngentak jiwa saya ketika membaca catatan Hifizah Nur (2009) di kotasantri.com -- situs yang juga biasa saya menulis seputar tema keluarga ini. Sahabat Nur ini menyoroti dari banyak kasus yang sempat mampir dalam memorinya, lalu dia mengambil kesimpulan bahwa tidak ada orang tua yang memiliki keahlian yang sudah sempurna ketika pertama kali menjadi orang tua. Orang tua bukanlah orang yang serbabisa dan serbatahu sehingga mampu menyelesaikan semua masalah dalam pendidikan anak. Meskipun orang tua tersebut memiliki berbagai gelar yang disandang di belakang namanya, bukanlah jaminan ia mengetahui secara pasti seluk beluk dunia anak.

Orang tua perlu berendah hati mengakui bahwa dirinya sedang belajar. Dengan demikian, ketika menghadapi kesulitan dalam pendidikan anak-anak, selalu ada usaha untuk mencari solusi, berdialog, berusaha menjadi teman bagi sang anak. Berusaha mencari tahu apa kebutuhan sang anak yang sesungguhnya. Mencoba memasuki dunia sang anak. Bukannya memaksakan solusi yang mungkin kurang tepat bila diterapkan kepada sang anak.

Komponen

Lalu, komponen-komponen penting apa yang harus ada dalam keluarga pempelajar ini? Ibarat organisasi, keluarga adalah organisasi yang terdiri atas suami, istri, dan anak-anak. Meng-adopsi dari teori organisasi pembelajar, paling tidak ada beberapa komponen penting yang harus dimiliki keluarga pembelajar.
Pertama, belajar. Kegiatan belajar dalam keluarga merupakan ruh yang memberikan ruang gerak bagi maju mundurnya suatu keluarga. Belajar ini hendaknya menjadi prioritas utama dalam tiap kegiatan yang dilakukan keluarga.

Kedua, tatanan keluarga. Keluarga yang mempunyai semangat keluarga pembelajar, mereka akan memperjelas visi keluarganya, yang dapat digali dari visi-visi individu. Visi mereka adalah visi yang jelas, semua orang mengha-yati visi tersebut karena visi tersebut digali dari diri mereka. Dalam keluarga pembelajar ada sebuah iklim yang terbentuk dan mendorong individu-individu yang ada untuk berkembang. Secara struktural, keluarga pembelajar adalah organisasi yang ramping. Hal ini memungkinkan anggota yang ada dapat berkoordinasi dengan efektif dan efisien.

Ketiga, pemberdayaan anggota keluarga. Komponen ini menjadi bagian yang penting diterapkan terhadap orang yang ada di dalam keluarga pembelajar maupun orang-orang yang ada di luar keluarga pembelajar. Intinya kita harus membangun hubungan di antara anggota seisi rumah dengan baik.

Keempat, manajemen ilmu. Komponen ini menjadi kebutuhan pokok yang harus dijalankan dengan baik untuk memudahkan sirkulasi pengetahuan sehingga bisa berkembang dengan baik. Ilmu pengetahuan harus dikelola dengan baik, dari mulai bagaimana mendapatkan ilmu pengetahuan, menciptakan pengetahuan baru, menyimpannya, dan kemudian mengamalkan pengetahuan untuk kemudian disebarkannya.

Kelima, pemanfaatan teknologi. Bagi keluarga pembelajar, keberadaan kemajuan teknologi ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk melanggengkan dan menghidupkan proses pembelajaran dan penggalian ilmu pengetahuan secara maksimal. (Arda Dinata, motivator di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/MIQRA Indonesia) ***

*) Artikel ini telah dimuat di koran HU. Pikiran Rakyat Bandung, edisi tanggal 26 September 2010.

Oleh ARDA DINATA

Keluarga pembelajar adalah keluarga yang memberikan kesempatan dan mendorong setiap individu yang ada di dalam keluarganya untuk terus belajar dan memperluas kapasitas dirinya. Dialah keluarga yang siap menghadapi perubahan.

Betapa indahnya menjadi keluarga pembelajar. Sebab dengan semangat selalu belajar ini, tiap anggota keluarga dengan gigihnya selalu berusaha menggapai kesempurnaan. Yakni dengan terus selalu memperbaiki diri, baik suami, istri maupun anak-anak.


Manusia pembelajar, menurut Andrias Harefa, dalam buku Menjadi Manusia Pembelajar (2000) diartikan sebagai setiap orang (manusia) yang bersedia menerima tanggung jawab untuk melakukan dua hal penting. Pertama, berusaha mengenali hakikat dirinya, potensi dan bakat-bakat terbaiknya, dengan selalu berusaha mencari jawaban yang lebih baik tentang beberapa pertanyaan eksistensial. Ke-dua, berusaha sekuat tenaga untuk mengaktualisasikan segenap potensinya itu, mengekspresikan, dan menyatakan dirinya sepenuh-penuhnya, seutuh-utuhnya, dengan cara menjadi dirinya sendiri dan menolak untuk dibanding-bandingkan dengan sesuatu yang "bukan dirinya".

Dengan kata lain, keluarga pembelajar merupakan sosok keluarga yang haus akan ilmu. Dengan demikian, dengan kapasitas keilmuan dari tiap anggota keluarga, akan mengantarkan terciptanya keharmonisan dan kesuksesan membangun kehidupan keluarga.

Terkait dengan itu, ada yang me-ngentak jiwa saya ketika membaca catatan Hifizah Nur (2009) di kotasantri.com -- situs yang juga biasa saya menulis seputar tema keluarga ini. Sahabat Nur ini menyoroti dari banyak kasus yang sempat mampir dalam memorinya, lalu dia mengambil kesimpulan bahwa tidak ada orang tua yang memiliki keahlian yang sudah sempurna ketika pertama kali menjadi orang tua. Orang tua bukanlah orang yang serbabisa dan serbatahu sehingga mampu menyelesaikan semua masalah dalam pendidikan anak. Meskipun orang tua tersebut memiliki berbagai gelar yang disandang di belakang namanya, bukanlah jaminan ia mengetahui secara pasti seluk beluk dunia anak.

Orang tua perlu berendah hati mengakui bahwa dirinya sedang belajar. Dengan demikian, ketika menghadapi kesulitan dalam pendidikan anak-anak, selalu ada usaha untuk mencari solusi, berdialog, berusaha menjadi teman bagi sang anak. Berusaha mencari tahu apa kebutuhan sang anak yang sesungguhnya. Mencoba memasuki dunia sang anak. Bukannya memaksakan solusi yang mungkin kurang tepat bila diterapkan kepada sang anak.

Komponen

Lalu, komponen-komponen penting apa yang harus ada dalam keluarga pempelajar ini? Ibarat organisasi, keluarga adalah organisasi yang terdiri atas suami, istri, dan anak-anak. Meng-adopsi dari teori organisasi pembelajar, paling tidak ada beberapa komponen penting yang harus dimiliki keluarga pembelajar.
Pertama, belajar. Kegiatan belajar dalam keluarga merupakan ruh yang memberikan ruang gerak bagi maju mundurnya suatu keluarga. Belajar ini hendaknya menjadi prioritas utama dalam tiap kegiatan yang dilakukan keluarga.

Kedua, tatanan keluarga. Keluarga yang mempunyai semangat keluarga pembelajar, mereka akan memperjelas visi keluarganya, yang dapat digali dari visi-visi individu. Visi mereka adalah visi yang jelas, semua orang mengha-yati visi tersebut karena visi tersebut digali dari diri mereka. Dalam keluarga pembelajar ada sebuah iklim yang terbentuk dan mendorong individu-individu yang ada untuk berkembang. Secara struktural, keluarga pembelajar adalah organisasi yang ramping. Hal ini memungkinkan anggota yang ada dapat berkoordinasi dengan efektif dan efisien.

Ketiga, pemberdayaan anggota keluarga. Komponen ini menjadi bagian yang penting diterapkan terhadap orang yang ada di dalam keluarga pembelajar maupun orang-orang yang ada di luar keluarga pembelajar. Intinya kita harus membangun hubungan di antara anggota seisi rumah dengan baik.

Keempat, manajemen ilmu. Komponen ini menjadi kebutuhan pokok yang harus dijalankan dengan baik untuk memudahkan sirkulasi pengetahuan sehingga bisa berkembang dengan baik. Ilmu pengetahuan harus dikelola dengan baik, dari mulai bagaimana mendapatkan ilmu pengetahuan, menciptakan pengetahuan baru, menyimpannya, dan kemudian mengamalkan pengetahuan untuk kemudian disebarkannya.

Kelima, pemanfaatan teknologi. Bagi keluarga pembelajar, keberadaan kemajuan teknologi ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk melanggengkan dan menghidupkan proses pembelajaran dan penggalian ilmu pengetahuan secara maksimal. (Arda Dinata, motivator di Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/MIQRA Indonesia) ***

*) Artikel ini telah dimuat di koran HU. Pikiran Rakyat Bandung, edisi tanggal 26 September 2010.

Daftar Isi Artikel Klik di Sini!


EBOOK: KESLING, MOTIVASI & PENGEMBANGAN DIRI

|HOME |ARDA PUBLISHING HOUSE |MIQRA INDONESIA |OPINI |OPTIMIS |SEHAT |KELUARGA |SPIRIT |IBROH |JURNALISTIK |BUKU |JURNAL |LINGKUNGAN |DUNIA NYAMUK |NEWS MIQRA |BISNIS |PROFIL |ARDA TV|