-->
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)

Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sukses. Tampilkan semua postingan
Formula Nota Sukses
Lihat Detail

Formula Nota Sukses


“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           

Formula kesuksesan seseorang dibentuk oleh kerja pikir (KP), kerja hati (KH), kerja fisik (KF), doa dan faktor x (keberkahan). Kerja pikir merupakan modal awal kesuksesan seseorang. Setiap manusia pada dasarnya berpotensi untuk mencapai kesuksesan. Tapi, hanya orang-orang berpikir yang dapat menguasai hidup dan mencapai kesuksesan.

Hal tersebut didasarkan akan nikmat ‘otak’ yang diberikan penguasa hidup ini hanya kepada manusia. Tentu, manusia yang mampu menggunakan pikirnya dalam membaca hidup ini, baik yang tersurat maupun tersirat, maka ia akan selalu berusaha bersikap positif terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Langkah hidupnya selalu didasarkan pada pola pikir yang terbentuk dari pembacaan dan perenungan hatinya.

Di sinilah perlunya kerja hati. Setelah kita memfungsikan kerja pikir dalam usaha mencapai kesuksesan. Mengapa? Karena hati kita pada dasarnya berperan memfilter setiap pikir yang direspon oleh otak.

Secara hakiki kebenaran dan keadilan itu tidak terdapat di mana-mana, tetapi ada pada hati sanubari manusia sendiri. Hati kita (kolbu) merupakan intuisi yang sangat fitroh atas kebenaran sesuatu. Orang yang sukses, tentu ia tidak hanya mengerahkan segenap pikirnya. Tapi lebih dari itu, ia juga mengkonsulkan pola pikir kesuksesan sesuatunya itu kepada hati. Baru kemudian ia demonstrasikan melalui kerja fisik.

Kerja fisik ini merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari kerja pikir dan kerja hati. Dari kerja fisik ini kemudian terlihat seberapa jauh usaha yang dilakukannya dalam mewujudkan mimpinya itu.

Pada saat kerja fisik ini tantangan yang muncul sangat kompleks bila dibandingkan dengan kerja pikir maupun kerja hati.

Menyikapi ketiga macam kerja yang perlu dilakukan mereka yang ingin sukses, tentu hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Latar belakang pendidikan formal ataupun tidak formal, kebiasaan pembelajaran dan pengejawantahan terhadap nilai-nilai didikan lingkungan sekitarnya. Itu adalah sebagian dari faktor yang mempengaruhi kerja pikir seseorang.

Hal tersebut berlainan dengan kerja hati. Di sini faktor yang mempengaruhinya adalah sebatas mana fungsi hati itu dikembangkan. Artinya setiap pola pikir yang terbentuk, apakah selalu direnungkan akan dampak positif-negatifnya sebelum didemontrasikan  dalam kerja fisik (tingkah laku)?

Sedangkan faktor  yang mempengaruhi faktor kerja fisik tidak lain kedisiplinan diri terhadap sesuatu yang tertuang dalam pikir dan hatinya. Karena orang yang tidak disiplin, ia cenderung menghasilkan ‘nilai’ yang tidak sesuai kerja fisik yang dilakukannya.

Setelah ketiga usaha yang dapat dilakukan manusia tersebut dimaksimalkan, ada formula kesuksesan lain yang perlu dilakukannya yaitu berdoa.

Doa merupakan tali penghubung usaha maksimal manusia dengan dunia maya kesuksesan. Dengan berdoa kepada Sang Penguasa kesuksesan itu sendiri, diharapkan ada faktor x, keberkahan, yang meridhoi dan mewujudkannya. Karena sukses dan manusia itu adalah miliknya, maka selayaknya kita serahkan kembali kepada Yang Maha Pemilik sesuatu itu.

Seseorang yang sukses sebetulnya tidak pernah merasakan kegagalan dan kesusahan, baginya kegagalan dan kesusahan itu merupakan tantangan dan sudah merupakan permainan hidupnya. “Bila belum pernah merasakan kesusahan, tidak akan mungkin merasakan kesenangan,” kata La Marcus. Tetapi yang jelas dibalik kesuksesan dan kesenangan itu selalu ada kegagalan dan kesusahan. Ingat, kesuksesan itu mahal harganya dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selamat bermimpi sukses dan mewujudkannya.***  
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com

“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           

Formula kesuksesan seseorang dibentuk oleh kerja pikir (KP), kerja hati (KH), kerja fisik (KF), doa dan faktor x (keberkahan). Kerja pikir merupakan modal awal kesuksesan seseorang. Setiap manusia pada dasarnya berpotensi untuk mencapai kesuksesan. Tapi, hanya orang-orang berpikir yang dapat menguasai hidup dan mencapai kesuksesan.

Hal tersebut didasarkan akan nikmat ‘otak’ yang diberikan penguasa hidup ini hanya kepada manusia. Tentu, manusia yang mampu menggunakan pikirnya dalam membaca hidup ini, baik yang tersurat maupun tersirat, maka ia akan selalu berusaha bersikap positif terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Langkah hidupnya selalu didasarkan pada pola pikir yang terbentuk dari pembacaan dan perenungan hatinya.

Di sinilah perlunya kerja hati. Setelah kita memfungsikan kerja pikir dalam usaha mencapai kesuksesan. Mengapa? Karena hati kita pada dasarnya berperan memfilter setiap pikir yang direspon oleh otak.

Secara hakiki kebenaran dan keadilan itu tidak terdapat di mana-mana, tetapi ada pada hati sanubari manusia sendiri. Hati kita (kolbu) merupakan intuisi yang sangat fitroh atas kebenaran sesuatu. Orang yang sukses, tentu ia tidak hanya mengerahkan segenap pikirnya. Tapi lebih dari itu, ia juga mengkonsulkan pola pikir kesuksesan sesuatunya itu kepada hati. Baru kemudian ia demonstrasikan melalui kerja fisik.

Kerja fisik ini merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari kerja pikir dan kerja hati. Dari kerja fisik ini kemudian terlihat seberapa jauh usaha yang dilakukannya dalam mewujudkan mimpinya itu.

Pada saat kerja fisik ini tantangan yang muncul sangat kompleks bila dibandingkan dengan kerja pikir maupun kerja hati.

Menyikapi ketiga macam kerja yang perlu dilakukan mereka yang ingin sukses, tentu hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Latar belakang pendidikan formal ataupun tidak formal, kebiasaan pembelajaran dan pengejawantahan terhadap nilai-nilai didikan lingkungan sekitarnya. Itu adalah sebagian dari faktor yang mempengaruhi kerja pikir seseorang.

Hal tersebut berlainan dengan kerja hati. Di sini faktor yang mempengaruhinya adalah sebatas mana fungsi hati itu dikembangkan. Artinya setiap pola pikir yang terbentuk, apakah selalu direnungkan akan dampak positif-negatifnya sebelum didemontrasikan  dalam kerja fisik (tingkah laku)?

Sedangkan faktor  yang mempengaruhi faktor kerja fisik tidak lain kedisiplinan diri terhadap sesuatu yang tertuang dalam pikir dan hatinya. Karena orang yang tidak disiplin, ia cenderung menghasilkan ‘nilai’ yang tidak sesuai kerja fisik yang dilakukannya.

Setelah ketiga usaha yang dapat dilakukan manusia tersebut dimaksimalkan, ada formula kesuksesan lain yang perlu dilakukannya yaitu berdoa.

Doa merupakan tali penghubung usaha maksimal manusia dengan dunia maya kesuksesan. Dengan berdoa kepada Sang Penguasa kesuksesan itu sendiri, diharapkan ada faktor x, keberkahan, yang meridhoi dan mewujudkannya. Karena sukses dan manusia itu adalah miliknya, maka selayaknya kita serahkan kembali kepada Yang Maha Pemilik sesuatu itu.

Seseorang yang sukses sebetulnya tidak pernah merasakan kegagalan dan kesusahan, baginya kegagalan dan kesusahan itu merupakan tantangan dan sudah merupakan permainan hidupnya. “Bila belum pernah merasakan kesusahan, tidak akan mungkin merasakan kesenangan,” kata La Marcus. Tetapi yang jelas dibalik kesuksesan dan kesenangan itu selalu ada kegagalan dan kesusahan. Ingat, kesuksesan itu mahal harganya dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selamat bermimpi sukses dan mewujudkannya.***  
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com

“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           

Formula kesuksesan seseorang dibentuk oleh kerja pikir (KP), kerja hati (KH), kerja fisik (KF), doa dan faktor x (keberkahan). Kerja pikir merupakan modal awal kesuksesan seseorang. Setiap manusia pada dasarnya berpotensi untuk mencapai kesuksesan. Tapi, hanya orang-orang berpikir yang dapat menguasai hidup dan mencapai kesuksesan.

Hal tersebut didasarkan akan nikmat ‘otak’ yang diberikan penguasa hidup ini hanya kepada manusia. Tentu, manusia yang mampu menggunakan pikirnya dalam membaca hidup ini, baik yang tersurat maupun tersirat, maka ia akan selalu berusaha bersikap positif terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Langkah hidupnya selalu didasarkan pada pola pikir yang terbentuk dari pembacaan dan perenungan hatinya.

Di sinilah perlunya kerja hati. Setelah kita memfungsikan kerja pikir dalam usaha mencapai kesuksesan. Mengapa? Karena hati kita pada dasarnya berperan memfilter setiap pikir yang direspon oleh otak.

Secara hakiki kebenaran dan keadilan itu tidak terdapat di mana-mana, tetapi ada pada hati sanubari manusia sendiri. Hati kita (kolbu) merupakan intuisi yang sangat fitroh atas kebenaran sesuatu. Orang yang sukses, tentu ia tidak hanya mengerahkan segenap pikirnya. Tapi lebih dari itu, ia juga mengkonsulkan pola pikir kesuksesan sesuatunya itu kepada hati. Baru kemudian ia demonstrasikan melalui kerja fisik.

Kerja fisik ini merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari kerja pikir dan kerja hati. Dari kerja fisik ini kemudian terlihat seberapa jauh usaha yang dilakukannya dalam mewujudkan mimpinya itu.

Pada saat kerja fisik ini tantangan yang muncul sangat kompleks bila dibandingkan dengan kerja pikir maupun kerja hati.

Menyikapi ketiga macam kerja yang perlu dilakukan mereka yang ingin sukses, tentu hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Latar belakang pendidikan formal ataupun tidak formal, kebiasaan pembelajaran dan pengejawantahan terhadap nilai-nilai didikan lingkungan sekitarnya. Itu adalah sebagian dari faktor yang mempengaruhi kerja pikir seseorang.

Hal tersebut berlainan dengan kerja hati. Di sini faktor yang mempengaruhinya adalah sebatas mana fungsi hati itu dikembangkan. Artinya setiap pola pikir yang terbentuk, apakah selalu direnungkan akan dampak positif-negatifnya sebelum didemontrasikan  dalam kerja fisik (tingkah laku)?

Sedangkan faktor  yang mempengaruhi faktor kerja fisik tidak lain kedisiplinan diri terhadap sesuatu yang tertuang dalam pikir dan hatinya. Karena orang yang tidak disiplin, ia cenderung menghasilkan ‘nilai’ yang tidak sesuai kerja fisik yang dilakukannya.

Setelah ketiga usaha yang dapat dilakukan manusia tersebut dimaksimalkan, ada formula kesuksesan lain yang perlu dilakukannya yaitu berdoa.

Doa merupakan tali penghubung usaha maksimal manusia dengan dunia maya kesuksesan. Dengan berdoa kepada Sang Penguasa kesuksesan itu sendiri, diharapkan ada faktor x, keberkahan, yang meridhoi dan mewujudkannya. Karena sukses dan manusia itu adalah miliknya, maka selayaknya kita serahkan kembali kepada Yang Maha Pemilik sesuatu itu.

Seseorang yang sukses sebetulnya tidak pernah merasakan kegagalan dan kesusahan, baginya kegagalan dan kesusahan itu merupakan tantangan dan sudah merupakan permainan hidupnya. “Bila belum pernah merasakan kesusahan, tidak akan mungkin merasakan kesenangan,” kata La Marcus. Tetapi yang jelas dibalik kesuksesan dan kesenangan itu selalu ada kegagalan dan kesusahan. Ingat, kesuksesan itu mahal harganya dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selamat bermimpi sukses dan mewujudkannya.***  
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com

“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           

Formula kesuksesan seseorang dibentuk oleh kerja pikir (KP), kerja hati (KH), kerja fisik (KF), doa dan faktor x (keberkahan). Kerja pikir merupakan modal awal kesuksesan seseorang. Setiap manusia pada dasarnya berpotensi untuk mencapai kesuksesan. Tapi, hanya orang-orang berpikir yang dapat menguasai hidup dan mencapai kesuksesan.

Hal tersebut didasarkan akan nikmat ‘otak’ yang diberikan penguasa hidup ini hanya kepada manusia. Tentu, manusia yang mampu menggunakan pikirnya dalam membaca hidup ini, baik yang tersurat maupun tersirat, maka ia akan selalu berusaha bersikap positif terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Langkah hidupnya selalu didasarkan pada pola pikir yang terbentuk dari pembacaan dan perenungan hatinya.

Di sinilah perlunya kerja hati. Setelah kita memfungsikan kerja pikir dalam usaha mencapai kesuksesan. Mengapa? Karena hati kita pada dasarnya berperan memfilter setiap pikir yang direspon oleh otak.

Secara hakiki kebenaran dan keadilan itu tidak terdapat di mana-mana, tetapi ada pada hati sanubari manusia sendiri. Hati kita (kolbu) merupakan intuisi yang sangat fitroh atas kebenaran sesuatu. Orang yang sukses, tentu ia tidak hanya mengerahkan segenap pikirnya. Tapi lebih dari itu, ia juga mengkonsulkan pola pikir kesuksesan sesuatunya itu kepada hati. Baru kemudian ia demonstrasikan melalui kerja fisik.

Kerja fisik ini merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari kerja pikir dan kerja hati. Dari kerja fisik ini kemudian terlihat seberapa jauh usaha yang dilakukannya dalam mewujudkan mimpinya itu.

Pada saat kerja fisik ini tantangan yang muncul sangat kompleks bila dibandingkan dengan kerja pikir maupun kerja hati.

Menyikapi ketiga macam kerja yang perlu dilakukan mereka yang ingin sukses, tentu hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Latar belakang pendidikan formal ataupun tidak formal, kebiasaan pembelajaran dan pengejawantahan terhadap nilai-nilai didikan lingkungan sekitarnya. Itu adalah sebagian dari faktor yang mempengaruhi kerja pikir seseorang.

Hal tersebut berlainan dengan kerja hati. Di sini faktor yang mempengaruhinya adalah sebatas mana fungsi hati itu dikembangkan. Artinya setiap pola pikir yang terbentuk, apakah selalu direnungkan akan dampak positif-negatifnya sebelum didemontrasikan  dalam kerja fisik (tingkah laku)?

Sedangkan faktor  yang mempengaruhi faktor kerja fisik tidak lain kedisiplinan diri terhadap sesuatu yang tertuang dalam pikir dan hatinya. Karena orang yang tidak disiplin, ia cenderung menghasilkan ‘nilai’ yang tidak sesuai kerja fisik yang dilakukannya.

Setelah ketiga usaha yang dapat dilakukan manusia tersebut dimaksimalkan, ada formula kesuksesan lain yang perlu dilakukannya yaitu berdoa.

Doa merupakan tali penghubung usaha maksimal manusia dengan dunia maya kesuksesan. Dengan berdoa kepada Sang Penguasa kesuksesan itu sendiri, diharapkan ada faktor x, keberkahan, yang meridhoi dan mewujudkannya. Karena sukses dan manusia itu adalah miliknya, maka selayaknya kita serahkan kembali kepada Yang Maha Pemilik sesuatu itu.

Seseorang yang sukses sebetulnya tidak pernah merasakan kegagalan dan kesusahan, baginya kegagalan dan kesusahan itu merupakan tantangan dan sudah merupakan permainan hidupnya. “Bila belum pernah merasakan kesusahan, tidak akan mungkin merasakan kesenangan,” kata La Marcus. Tetapi yang jelas dibalik kesuksesan dan kesenangan itu selalu ada kegagalan dan kesusahan. Ingat, kesuksesan itu mahal harganya dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selamat bermimpi sukses dan mewujudkannya.***  
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com

“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           

Formula kesuksesan seseorang dibentuk oleh kerja pikir (KP), kerja hati (KH), kerja fisik (KF), doa dan faktor x (keberkahan). Kerja pikir merupakan modal awal kesuksesan seseorang. Setiap manusia pada dasarnya berpotensi untuk mencapai kesuksesan. Tapi, hanya orang-orang berpikir yang dapat menguasai hidup dan mencapai kesuksesan.

Hal tersebut didasarkan akan nikmat ‘otak’ yang diberikan penguasa hidup ini hanya kepada manusia. Tentu, manusia yang mampu menggunakan pikirnya dalam membaca hidup ini, baik yang tersurat maupun tersirat, maka ia akan selalu berusaha bersikap positif terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Langkah hidupnya selalu didasarkan pada pola pikir yang terbentuk dari pembacaan dan perenungan hatinya.

Di sinilah perlunya kerja hati. Setelah kita memfungsikan kerja pikir dalam usaha mencapai kesuksesan. Mengapa? Karena hati kita pada dasarnya berperan memfilter setiap pikir yang direspon oleh otak.

Secara hakiki kebenaran dan keadilan itu tidak terdapat di mana-mana, tetapi ada pada hati sanubari manusia sendiri. Hati kita (kolbu) merupakan intuisi yang sangat fitroh atas kebenaran sesuatu. Orang yang sukses, tentu ia tidak hanya mengerahkan segenap pikirnya. Tapi lebih dari itu, ia juga mengkonsulkan pola pikir kesuksesan sesuatunya itu kepada hati. Baru kemudian ia demonstrasikan melalui kerja fisik.

Kerja fisik ini merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari kerja pikir dan kerja hati. Dari kerja fisik ini kemudian terlihat seberapa jauh usaha yang dilakukannya dalam mewujudkan mimpinya itu.

Pada saat kerja fisik ini tantangan yang muncul sangat kompleks bila dibandingkan dengan kerja pikir maupun kerja hati.

Menyikapi ketiga macam kerja yang perlu dilakukan mereka yang ingin sukses, tentu hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Latar belakang pendidikan formal ataupun tidak formal, kebiasaan pembelajaran dan pengejawantahan terhadap nilai-nilai didikan lingkungan sekitarnya. Itu adalah sebagian dari faktor yang mempengaruhi kerja pikir seseorang.

Hal tersebut berlainan dengan kerja hati. Di sini faktor yang mempengaruhinya adalah sebatas mana fungsi hati itu dikembangkan. Artinya setiap pola pikir yang terbentuk, apakah selalu direnungkan akan dampak positif-negatifnya sebelum didemontrasikan  dalam kerja fisik (tingkah laku)?

Sedangkan faktor  yang mempengaruhi faktor kerja fisik tidak lain kedisiplinan diri terhadap sesuatu yang tertuang dalam pikir dan hatinya. Karena orang yang tidak disiplin, ia cenderung menghasilkan ‘nilai’ yang tidak sesuai kerja fisik yang dilakukannya.

Setelah ketiga usaha yang dapat dilakukan manusia tersebut dimaksimalkan, ada formula kesuksesan lain yang perlu dilakukannya yaitu berdoa.

Doa merupakan tali penghubung usaha maksimal manusia dengan dunia maya kesuksesan. Dengan berdoa kepada Sang Penguasa kesuksesan itu sendiri, diharapkan ada faktor x, keberkahan, yang meridhoi dan mewujudkannya. Karena sukses dan manusia itu adalah miliknya, maka selayaknya kita serahkan kembali kepada Yang Maha Pemilik sesuatu itu.

Seseorang yang sukses sebetulnya tidak pernah merasakan kegagalan dan kesusahan, baginya kegagalan dan kesusahan itu merupakan tantangan dan sudah merupakan permainan hidupnya. “Bila belum pernah merasakan kesusahan, tidak akan mungkin merasakan kesenangan,” kata La Marcus. Tetapi yang jelas dibalik kesuksesan dan kesenangan itu selalu ada kegagalan dan kesusahan. Ingat, kesuksesan itu mahal harganya dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selamat bermimpi sukses dan mewujudkannya.***  
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com

“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           

Formula kesuksesan seseorang dibentuk oleh kerja pikir (KP), kerja hati (KH), kerja fisik (KF), doa dan faktor x (keberkahan). Kerja pikir merupakan modal awal kesuksesan seseorang. Setiap manusia pada dasarnya berpotensi untuk mencapai kesuksesan. Tapi, hanya orang-orang berpikir yang dapat menguasai hidup dan mencapai kesuksesan.

Hal tersebut didasarkan akan nikmat ‘otak’ yang diberikan penguasa hidup ini hanya kepada manusia. Tentu, manusia yang mampu menggunakan pikirnya dalam membaca hidup ini, baik yang tersurat maupun tersirat, maka ia akan selalu berusaha bersikap positif terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Langkah hidupnya selalu didasarkan pada pola pikir yang terbentuk dari pembacaan dan perenungan hatinya.

Di sinilah perlunya kerja hati. Setelah kita memfungsikan kerja pikir dalam usaha mencapai kesuksesan. Mengapa? Karena hati kita pada dasarnya berperan memfilter setiap pikir yang direspon oleh otak.

Secara hakiki kebenaran dan keadilan itu tidak terdapat di mana-mana, tetapi ada pada hati sanubari manusia sendiri. Hati kita (kolbu) merupakan intuisi yang sangat fitroh atas kebenaran sesuatu. Orang yang sukses, tentu ia tidak hanya mengerahkan segenap pikirnya. Tapi lebih dari itu, ia juga mengkonsulkan pola pikir kesuksesan sesuatunya itu kepada hati. Baru kemudian ia demonstrasikan melalui kerja fisik.

Kerja fisik ini merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari kerja pikir dan kerja hati. Dari kerja fisik ini kemudian terlihat seberapa jauh usaha yang dilakukannya dalam mewujudkan mimpinya itu.

Pada saat kerja fisik ini tantangan yang muncul sangat kompleks bila dibandingkan dengan kerja pikir maupun kerja hati.

Menyikapi ketiga macam kerja yang perlu dilakukan mereka yang ingin sukses, tentu hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Latar belakang pendidikan formal ataupun tidak formal, kebiasaan pembelajaran dan pengejawantahan terhadap nilai-nilai didikan lingkungan sekitarnya. Itu adalah sebagian dari faktor yang mempengaruhi kerja pikir seseorang.

Hal tersebut berlainan dengan kerja hati. Di sini faktor yang mempengaruhinya adalah sebatas mana fungsi hati itu dikembangkan. Artinya setiap pola pikir yang terbentuk, apakah selalu direnungkan akan dampak positif-negatifnya sebelum didemontrasikan  dalam kerja fisik (tingkah laku)?

Sedangkan faktor  yang mempengaruhi faktor kerja fisik tidak lain kedisiplinan diri terhadap sesuatu yang tertuang dalam pikir dan hatinya. Karena orang yang tidak disiplin, ia cenderung menghasilkan ‘nilai’ yang tidak sesuai kerja fisik yang dilakukannya.

Setelah ketiga usaha yang dapat dilakukan manusia tersebut dimaksimalkan, ada formula kesuksesan lain yang perlu dilakukannya yaitu berdoa.

Doa merupakan tali penghubung usaha maksimal manusia dengan dunia maya kesuksesan. Dengan berdoa kepada Sang Penguasa kesuksesan itu sendiri, diharapkan ada faktor x, keberkahan, yang meridhoi dan mewujudkannya. Karena sukses dan manusia itu adalah miliknya, maka selayaknya kita serahkan kembali kepada Yang Maha Pemilik sesuatu itu.

Seseorang yang sukses sebetulnya tidak pernah merasakan kegagalan dan kesusahan, baginya kegagalan dan kesusahan itu merupakan tantangan dan sudah merupakan permainan hidupnya. “Bila belum pernah merasakan kesusahan, tidak akan mungkin merasakan kesenangan,” kata La Marcus. Tetapi yang jelas dibalik kesuksesan dan kesenangan itu selalu ada kegagalan dan kesusahan. Ingat, kesuksesan itu mahal harganya dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selamat bermimpi sukses dan mewujudkannya.***  
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com

“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           

Formula kesuksesan seseorang dibentuk oleh kerja pikir (KP), kerja hati (KH), kerja fisik (KF), doa dan faktor x (keberkahan). Kerja pikir merupakan modal awal kesuksesan seseorang. Setiap manusia pada dasarnya berpotensi untuk mencapai kesuksesan. Tapi, hanya orang-orang berpikir yang dapat menguasai hidup dan mencapai kesuksesan.

Hal tersebut didasarkan akan nikmat ‘otak’ yang diberikan penguasa hidup ini hanya kepada manusia. Tentu, manusia yang mampu menggunakan pikirnya dalam membaca hidup ini, baik yang tersurat maupun tersirat, maka ia akan selalu berusaha bersikap positif terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Langkah hidupnya selalu didasarkan pada pola pikir yang terbentuk dari pembacaan dan perenungan hatinya.

Di sinilah perlunya kerja hati. Setelah kita memfungsikan kerja pikir dalam usaha mencapai kesuksesan. Mengapa? Karena hati kita pada dasarnya berperan memfilter setiap pikir yang direspon oleh otak.

Secara hakiki kebenaran dan keadilan itu tidak terdapat di mana-mana, tetapi ada pada hati sanubari manusia sendiri. Hati kita (kolbu) merupakan intuisi yang sangat fitroh atas kebenaran sesuatu. Orang yang sukses, tentu ia tidak hanya mengerahkan segenap pikirnya. Tapi lebih dari itu, ia juga mengkonsulkan pola pikir kesuksesan sesuatunya itu kepada hati. Baru kemudian ia demonstrasikan melalui kerja fisik.

Kerja fisik ini merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari kerja pikir dan kerja hati. Dari kerja fisik ini kemudian terlihat seberapa jauh usaha yang dilakukannya dalam mewujudkan mimpinya itu.

Pada saat kerja fisik ini tantangan yang muncul sangat kompleks bila dibandingkan dengan kerja pikir maupun kerja hati.

Menyikapi ketiga macam kerja yang perlu dilakukan mereka yang ingin sukses, tentu hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Latar belakang pendidikan formal ataupun tidak formal, kebiasaan pembelajaran dan pengejawantahan terhadap nilai-nilai didikan lingkungan sekitarnya. Itu adalah sebagian dari faktor yang mempengaruhi kerja pikir seseorang.

Hal tersebut berlainan dengan kerja hati. Di sini faktor yang mempengaruhinya adalah sebatas mana fungsi hati itu dikembangkan. Artinya setiap pola pikir yang terbentuk, apakah selalu direnungkan akan dampak positif-negatifnya sebelum didemontrasikan  dalam kerja fisik (tingkah laku)?

Sedangkan faktor  yang mempengaruhi faktor kerja fisik tidak lain kedisiplinan diri terhadap sesuatu yang tertuang dalam pikir dan hatinya. Karena orang yang tidak disiplin, ia cenderung menghasilkan ‘nilai’ yang tidak sesuai kerja fisik yang dilakukannya.

Setelah ketiga usaha yang dapat dilakukan manusia tersebut dimaksimalkan, ada formula kesuksesan lain yang perlu dilakukannya yaitu berdoa.

Doa merupakan tali penghubung usaha maksimal manusia dengan dunia maya kesuksesan. Dengan berdoa kepada Sang Penguasa kesuksesan itu sendiri, diharapkan ada faktor x, keberkahan, yang meridhoi dan mewujudkannya. Karena sukses dan manusia itu adalah miliknya, maka selayaknya kita serahkan kembali kepada Yang Maha Pemilik sesuatu itu.

Seseorang yang sukses sebetulnya tidak pernah merasakan kegagalan dan kesusahan, baginya kegagalan dan kesusahan itu merupakan tantangan dan sudah merupakan permainan hidupnya. “Bila belum pernah merasakan kesusahan, tidak akan mungkin merasakan kesenangan,” kata La Marcus. Tetapi yang jelas dibalik kesuksesan dan kesenangan itu selalu ada kegagalan dan kesusahan. Ingat, kesuksesan itu mahal harganya dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selamat bermimpi sukses dan mewujudkannya.***  
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com

“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           

Formula kesuksesan seseorang dibentuk oleh kerja pikir (KP), kerja hati (KH), kerja fisik (KF), doa dan faktor x (keberkahan). Kerja pikir merupakan modal awal kesuksesan seseorang. Setiap manusia pada dasarnya berpotensi untuk mencapai kesuksesan. Tapi, hanya orang-orang berpikir yang dapat menguasai hidup dan mencapai kesuksesan.

Hal tersebut didasarkan akan nikmat ‘otak’ yang diberikan penguasa hidup ini hanya kepada manusia. Tentu, manusia yang mampu menggunakan pikirnya dalam membaca hidup ini, baik yang tersurat maupun tersirat, maka ia akan selalu berusaha bersikap positif terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Langkah hidupnya selalu didasarkan pada pola pikir yang terbentuk dari pembacaan dan perenungan hatinya.

Di sinilah perlunya kerja hati. Setelah kita memfungsikan kerja pikir dalam usaha mencapai kesuksesan. Mengapa? Karena hati kita pada dasarnya berperan memfilter setiap pikir yang direspon oleh otak.

Secara hakiki kebenaran dan keadilan itu tidak terdapat di mana-mana, tetapi ada pada hati sanubari manusia sendiri. Hati kita (kolbu) merupakan intuisi yang sangat fitroh atas kebenaran sesuatu. Orang yang sukses, tentu ia tidak hanya mengerahkan segenap pikirnya. Tapi lebih dari itu, ia juga mengkonsulkan pola pikir kesuksesan sesuatunya itu kepada hati. Baru kemudian ia demonstrasikan melalui kerja fisik.

Kerja fisik ini merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari kerja pikir dan kerja hati. Dari kerja fisik ini kemudian terlihat seberapa jauh usaha yang dilakukannya dalam mewujudkan mimpinya itu.

Pada saat kerja fisik ini tantangan yang muncul sangat kompleks bila dibandingkan dengan kerja pikir maupun kerja hati.

Menyikapi ketiga macam kerja yang perlu dilakukan mereka yang ingin sukses, tentu hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Latar belakang pendidikan formal ataupun tidak formal, kebiasaan pembelajaran dan pengejawantahan terhadap nilai-nilai didikan lingkungan sekitarnya. Itu adalah sebagian dari faktor yang mempengaruhi kerja pikir seseorang.

Hal tersebut berlainan dengan kerja hati. Di sini faktor yang mempengaruhinya adalah sebatas mana fungsi hati itu dikembangkan. Artinya setiap pola pikir yang terbentuk, apakah selalu direnungkan akan dampak positif-negatifnya sebelum didemontrasikan  dalam kerja fisik (tingkah laku)?

Sedangkan faktor  yang mempengaruhi faktor kerja fisik tidak lain kedisiplinan diri terhadap sesuatu yang tertuang dalam pikir dan hatinya. Karena orang yang tidak disiplin, ia cenderung menghasilkan ‘nilai’ yang tidak sesuai kerja fisik yang dilakukannya.

Setelah ketiga usaha yang dapat dilakukan manusia tersebut dimaksimalkan, ada formula kesuksesan lain yang perlu dilakukannya yaitu berdoa.

Doa merupakan tali penghubung usaha maksimal manusia dengan dunia maya kesuksesan. Dengan berdoa kepada Sang Penguasa kesuksesan itu sendiri, diharapkan ada faktor x, keberkahan, yang meridhoi dan mewujudkannya. Karena sukses dan manusia itu adalah miliknya, maka selayaknya kita serahkan kembali kepada Yang Maha Pemilik sesuatu itu.

Seseorang yang sukses sebetulnya tidak pernah merasakan kegagalan dan kesusahan, baginya kegagalan dan kesusahan itu merupakan tantangan dan sudah merupakan permainan hidupnya. “Bila belum pernah merasakan kesusahan, tidak akan mungkin merasakan kesenangan,” kata La Marcus. Tetapi yang jelas dibalik kesuksesan dan kesenangan itu selalu ada kegagalan dan kesusahan. Ingat, kesuksesan itu mahal harganya dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selamat bermimpi sukses dan mewujudkannya.***  
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com

“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           

Formula kesuksesan seseorang dibentuk oleh kerja pikir (KP), kerja hati (KH), kerja fisik (KF), doa dan faktor x (keberkahan). Kerja pikir merupakan modal awal kesuksesan seseorang. Setiap manusia pada dasarnya berpotensi untuk mencapai kesuksesan. Tapi, hanya orang-orang berpikir yang dapat menguasai hidup dan mencapai kesuksesan.

Hal tersebut didasarkan akan nikmat ‘otak’ yang diberikan penguasa hidup ini hanya kepada manusia. Tentu, manusia yang mampu menggunakan pikirnya dalam membaca hidup ini, baik yang tersurat maupun tersirat, maka ia akan selalu berusaha bersikap positif terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Langkah hidupnya selalu didasarkan pada pola pikir yang terbentuk dari pembacaan dan perenungan hatinya.

Di sinilah perlunya kerja hati. Setelah kita memfungsikan kerja pikir dalam usaha mencapai kesuksesan. Mengapa? Karena hati kita pada dasarnya berperan memfilter setiap pikir yang direspon oleh otak.

Secara hakiki kebenaran dan keadilan itu tidak terdapat di mana-mana, tetapi ada pada hati sanubari manusia sendiri. Hati kita (kolbu) merupakan intuisi yang sangat fitroh atas kebenaran sesuatu. Orang yang sukses, tentu ia tidak hanya mengerahkan segenap pikirnya. Tapi lebih dari itu, ia juga mengkonsulkan pola pikir kesuksesan sesuatunya itu kepada hati. Baru kemudian ia demonstrasikan melalui kerja fisik.

Kerja fisik ini merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari kerja pikir dan kerja hati. Dari kerja fisik ini kemudian terlihat seberapa jauh usaha yang dilakukannya dalam mewujudkan mimpinya itu.

Pada saat kerja fisik ini tantangan yang muncul sangat kompleks bila dibandingkan dengan kerja pikir maupun kerja hati.

Menyikapi ketiga macam kerja yang perlu dilakukan mereka yang ingin sukses, tentu hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Latar belakang pendidikan formal ataupun tidak formal, kebiasaan pembelajaran dan pengejawantahan terhadap nilai-nilai didikan lingkungan sekitarnya. Itu adalah sebagian dari faktor yang mempengaruhi kerja pikir seseorang.

Hal tersebut berlainan dengan kerja hati. Di sini faktor yang mempengaruhinya adalah sebatas mana fungsi hati itu dikembangkan. Artinya setiap pola pikir yang terbentuk, apakah selalu direnungkan akan dampak positif-negatifnya sebelum didemontrasikan  dalam kerja fisik (tingkah laku)?

Sedangkan faktor  yang mempengaruhi faktor kerja fisik tidak lain kedisiplinan diri terhadap sesuatu yang tertuang dalam pikir dan hatinya. Karena orang yang tidak disiplin, ia cenderung menghasilkan ‘nilai’ yang tidak sesuai kerja fisik yang dilakukannya.

Setelah ketiga usaha yang dapat dilakukan manusia tersebut dimaksimalkan, ada formula kesuksesan lain yang perlu dilakukannya yaitu berdoa.

Doa merupakan tali penghubung usaha maksimal manusia dengan dunia maya kesuksesan. Dengan berdoa kepada Sang Penguasa kesuksesan itu sendiri, diharapkan ada faktor x, keberkahan, yang meridhoi dan mewujudkannya. Karena sukses dan manusia itu adalah miliknya, maka selayaknya kita serahkan kembali kepada Yang Maha Pemilik sesuatu itu.

Seseorang yang sukses sebetulnya tidak pernah merasakan kegagalan dan kesusahan, baginya kegagalan dan kesusahan itu merupakan tantangan dan sudah merupakan permainan hidupnya. “Bila belum pernah merasakan kesusahan, tidak akan mungkin merasakan kesenangan,” kata La Marcus. Tetapi yang jelas dibalik kesuksesan dan kesenangan itu selalu ada kegagalan dan kesusahan. Ingat, kesuksesan itu mahal harganya dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selamat bermimpi sukses dan mewujudkannya.***  
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com

“Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Formula Kesuksesan

SUKSES. Kata yang terdiri dari enam huruf ini adalah sesuatu yang gampang diucapkan, tapi tidak mudah meraihnya. Siapa pun manusia di dunia ini, mengharapkan dirinya menjadi ‘sukses’ dalam hal yang baik tentunya.

Toha Nasrudin (1998) dalam buku berjudul “Nota Sukses” menyatakan, “Mereka yang berpikir sukses, akan memandang peluang bisnis sebagai ‘barang berharga’, pesaing sebagai motivator, dan kegagalan dijadikan sebagai batu loncatan untuk berbuat lebih baik lagi di masa mendatang. Baginya tidak ada kata ‘tidak’, sukses adalah bagian dari hidupnya yang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan siap berjuang apapun pengorbanannya.”

Kesuksesan dapat kita raih, bukan saja berpondasikan niat semata. Lebih dari itu, kesuksesan dapat diraih melalui proses yang panjang dan melelahkan. Sehingga hanya orang-orang  tertentu yang bisa meraih dan menggondol nilai kesuksesan tersebut.

Untuk menghantarkan seseorang mencapai puncak kesuksesan, tentu ada beberapa formula yang membentuknya. Formula ini tentu saja bukan sebuah harga mati. Yang pasti, formula ini didapat dari sebuah perenungan dan penelaahan penulis dari orang-orang sukses.


KERJA PIKIR + KERJA HATI + KERJA FISIK + DOA = SUKSES

           

Formula kesuksesan seseorang dibentuk oleh kerja pikir (KP), kerja hati (KH), kerja fisik (KF), doa dan faktor x (keberkahan). Kerja pikir merupakan modal awal kesuksesan seseorang. Setiap manusia pada dasarnya berpotensi untuk mencapai kesuksesan. Tapi, hanya orang-orang berpikir yang dapat menguasai hidup dan mencapai kesuksesan.

Hal tersebut didasarkan akan nikmat ‘otak’ yang diberikan penguasa hidup ini hanya kepada manusia. Tentu, manusia yang mampu menggunakan pikirnya dalam membaca hidup ini, baik yang tersurat maupun tersirat, maka ia akan selalu berusaha bersikap positif terhadap sesuatu yang terjadi pada dirinya. Langkah hidupnya selalu didasarkan pada pola pikir yang terbentuk dari pembacaan dan perenungan hatinya.

Di sinilah perlunya kerja hati. Setelah kita memfungsikan kerja pikir dalam usaha mencapai kesuksesan. Mengapa? Karena hati kita pada dasarnya berperan memfilter setiap pikir yang direspon oleh otak.

Secara hakiki kebenaran dan keadilan itu tidak terdapat di mana-mana, tetapi ada pada hati sanubari manusia sendiri. Hati kita (kolbu) merupakan intuisi yang sangat fitroh atas kebenaran sesuatu. Orang yang sukses, tentu ia tidak hanya mengerahkan segenap pikirnya. Tapi lebih dari itu, ia juga mengkonsulkan pola pikir kesuksesan sesuatunya itu kepada hati. Baru kemudian ia demonstrasikan melalui kerja fisik.

Kerja fisik ini merupakan sebuah produk yang dihasilkan dari kerja pikir dan kerja hati. Dari kerja fisik ini kemudian terlihat seberapa jauh usaha yang dilakukannya dalam mewujudkan mimpinya itu.

Pada saat kerja fisik ini tantangan yang muncul sangat kompleks bila dibandingkan dengan kerja pikir maupun kerja hati.

Menyikapi ketiga macam kerja yang perlu dilakukan mereka yang ingin sukses, tentu hal ini tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Latar belakang pendidikan formal ataupun tidak formal, kebiasaan pembelajaran dan pengejawantahan terhadap nilai-nilai didikan lingkungan sekitarnya. Itu adalah sebagian dari faktor yang mempengaruhi kerja pikir seseorang.

Hal tersebut berlainan dengan kerja hati. Di sini faktor yang mempengaruhinya adalah sebatas mana fungsi hati itu dikembangkan. Artinya setiap pola pikir yang terbentuk, apakah selalu direnungkan akan dampak positif-negatifnya sebelum didemontrasikan  dalam kerja fisik (tingkah laku)?

Sedangkan faktor  yang mempengaruhi faktor kerja fisik tidak lain kedisiplinan diri terhadap sesuatu yang tertuang dalam pikir dan hatinya. Karena orang yang tidak disiplin, ia cenderung menghasilkan ‘nilai’ yang tidak sesuai kerja fisik yang dilakukannya.

Setelah ketiga usaha yang dapat dilakukan manusia tersebut dimaksimalkan, ada formula kesuksesan lain yang perlu dilakukannya yaitu berdoa.

Doa merupakan tali penghubung usaha maksimal manusia dengan dunia maya kesuksesan. Dengan berdoa kepada Sang Penguasa kesuksesan itu sendiri, diharapkan ada faktor x, keberkahan, yang meridhoi dan mewujudkannya. Karena sukses dan manusia itu adalah miliknya, maka selayaknya kita serahkan kembali kepada Yang Maha Pemilik sesuatu itu.

Seseorang yang sukses sebetulnya tidak pernah merasakan kegagalan dan kesusahan, baginya kegagalan dan kesusahan itu merupakan tantangan dan sudah merupakan permainan hidupnya. “Bila belum pernah merasakan kesusahan, tidak akan mungkin merasakan kesenangan,” kata La Marcus. Tetapi yang jelas dibalik kesuksesan dan kesenangan itu selalu ada kegagalan dan kesusahan. Ingat, kesuksesan itu mahal harganya dan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Selamat bermimpi sukses dan mewujudkannya.***  
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com
Sukses, Hidup dan Kesabaran
Lihat Detail

Sukses, Hidup dan Kesabaran

“Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Meraih Kesuksesan Hidup Dengan Kesabaran

“Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.” (Bruyere).

DALAM hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.

Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupnya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, “Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apa pun yang tidak dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.
         
Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku Anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.


  1. Mau mengambil risiko. Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

  1. Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia. Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

  1. Menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.

  1. Menjadi pembelajar seumur hidup. Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

  1. Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan. Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

  1. Memotivasi diri sendiri. Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

  1. Tidak bekerja setengah-setengah. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
         
Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda. Waallahu a’lam. ***
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 
“Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Meraih Kesuksesan Hidup Dengan Kesabaran

“Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.” (Bruyere).

DALAM hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.

Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupnya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, “Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apa pun yang tidak dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.
         
Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku Anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.


  1. Mau mengambil risiko. Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

  1. Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia. Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

  1. Menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.

  1. Menjadi pembelajar seumur hidup. Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

  1. Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan. Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

  1. Memotivasi diri sendiri. Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

  1. Tidak bekerja setengah-setengah. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
         
Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda. Waallahu a’lam. ***
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 
“Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Meraih Kesuksesan Hidup Dengan Kesabaran

“Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.” (Bruyere).

DALAM hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.

Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupnya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, “Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apa pun yang tidak dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.
         
Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku Anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.


  1. Mau mengambil risiko. Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

  1. Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia. Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

  1. Menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.

  1. Menjadi pembelajar seumur hidup. Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

  1. Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan. Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

  1. Memotivasi diri sendiri. Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

  1. Tidak bekerja setengah-setengah. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
         
Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda. Waallahu a’lam. ***
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 
“Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Meraih Kesuksesan Hidup Dengan Kesabaran

“Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.” (Bruyere).

DALAM hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.

Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupnya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, “Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apa pun yang tidak dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.
         
Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku Anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.


  1. Mau mengambil risiko. Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

  1. Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia. Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

  1. Menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.

  1. Menjadi pembelajar seumur hidup. Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

  1. Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan. Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

  1. Memotivasi diri sendiri. Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

  1. Tidak bekerja setengah-setengah. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
         
Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda. Waallahu a’lam. ***
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 
“Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Meraih Kesuksesan Hidup Dengan Kesabaran

“Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.” (Bruyere).

DALAM hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.

Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupnya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, “Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apa pun yang tidak dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.
         
Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku Anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.


  1. Mau mengambil risiko. Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

  1. Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia. Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

  1. Menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.

  1. Menjadi pembelajar seumur hidup. Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

  1. Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan. Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

  1. Memotivasi diri sendiri. Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

  1. Tidak bekerja setengah-setengah. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
         
Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda. Waallahu a’lam. ***
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 
“Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Meraih Kesuksesan Hidup Dengan Kesabaran

“Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.” (Bruyere).

DALAM hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.

Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupnya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, “Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apa pun yang tidak dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.
         
Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku Anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.


  1. Mau mengambil risiko. Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

  1. Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia. Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

  1. Menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.

  1. Menjadi pembelajar seumur hidup. Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

  1. Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan. Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

  1. Memotivasi diri sendiri. Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

  1. Tidak bekerja setengah-setengah. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
         
Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda. Waallahu a’lam. ***
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 
“Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Meraih Kesuksesan Hidup Dengan Kesabaran

“Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.” (Bruyere).

DALAM hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.

Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupnya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, “Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apa pun yang tidak dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.
         
Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku Anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.


  1. Mau mengambil risiko. Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

  1. Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia. Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

  1. Menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.

  1. Menjadi pembelajar seumur hidup. Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

  1. Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan. Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

  1. Memotivasi diri sendiri. Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

  1. Tidak bekerja setengah-setengah. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
         
Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda. Waallahu a’lam. ***
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 
“Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Meraih Kesuksesan Hidup Dengan Kesabaran

“Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.” (Bruyere).

DALAM hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.

Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupnya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, “Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apa pun yang tidak dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.
         
Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku Anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.


  1. Mau mengambil risiko. Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

  1. Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia. Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

  1. Menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.

  1. Menjadi pembelajar seumur hidup. Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

  1. Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan. Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

  1. Memotivasi diri sendiri. Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

  1. Tidak bekerja setengah-setengah. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
         
Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda. Waallahu a’lam. ***
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 
“Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Meraih Kesuksesan Hidup Dengan Kesabaran

“Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.” (Bruyere).

DALAM hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.

Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupnya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, “Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apa pun yang tidak dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.
         
Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku Anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.


  1. Mau mengambil risiko. Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

  1. Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia. Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

  1. Menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.

  1. Menjadi pembelajar seumur hidup. Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

  1. Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan. Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

  1. Memotivasi diri sendiri. Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

  1. Tidak bekerja setengah-setengah. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
         
Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda. Waallahu a’lam. ***
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 
“Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Meraih Kesuksesan Hidup Dengan Kesabaran

“Tidak ada jalan yang terlalu panjang bagi orang yang melangkah tanpa tergesa-gesa dan tidak ada penghargaan yang tidak dapat diraih bagi orang yang mempersiapkan diri untuk mendapatkannya dengan kesabaran.” (Bruyere).

DALAM hidup ini begitu banyak tantangan yang harus dihadapi dengan kesabaran. Bagi mereka yang tidak sabar, maka siap-siap untuk dikecewakan oleh tindakannya itu.

Kesabaran adalah kata yang indah dan mudah diucapkan, tapi ternyata tidak banyak orang yang mampu melakukannya. Dan derajat kesabaran inilah sesungguhnya yang membedakan hidup orang sukses dengan orang gagal dalam aktivitas hidupnya. Termasuk di dalamnya berlaku juga pada dunia kerja di mana pun. Terkait dengan ini, pantas saja seorang bijak pernah mengatakan, “Orang sukses adalah orang yang terus mencoba, meskipun telah mengalami banyak kegagalan. Ia memandang kehidupan sebagai peluang untuk mencapai kesuksesan.”

Dengan kata lain, di dunia ini tidak ada sesuatu kesuksesan apa pun yang tidak dapat diraih oleh orang-orang yang mampu mempersiapkan dirinya secara baik untuk mendapatkannya dengan penuh kesabaran. Hal ini dapat kita buktikan dari kisah-kisah atau perjalanan hidup orang sukses. Di sini, dapat dipastikan kita akan menemukan nilai-nilai kesabaran di dalamnya.
         
Langkah selanjutnya, setelah jiwa sabar itu bersemayam dalam diri dan perilaku Anda, maka langkah sukses itu harus didukung pula dengan apa yang sebenarnya mesti mereka ketahui dan lakukan untuk menjadi sukses. Dalam suatu sumber disebutkan, ada tujuh hal yang dilakukan oleh mereka dalam meraih sukses.


  1. Mau mengambil risiko. Orang sukses berupaya untuk mencapai target, melakukan penghematan, membangun relasi dengan banyak orang, dan gesit mencoba sesuatu yang baru guna mengikuti perkembangan zaman. David C. McClelland, seorang guru besar yang mendalami perjalanan orang-orang sukses serta telah melakukan perjalanan ke banyak negara dan melatih pengusaha kecil, menyatakan cara menjadi pengusaha kecil sukses adalah dengan menjadi pengambil risiko moderat; yang mau terus mengambil risiko untuk meraih sukses.

  1. Percaya diri dan merasakan bahwa dirinya berbuat sesuatu untuk dunia. Orang sukses memandang sebuah dunia yang besar dan ingin memainkan peranan penting di dalamnya. Mereka tetap bekerja sesuai keterampilan mereka, sambil tetap menyadari bahwa keterampilan inti memberi nilai kepada keterampilan lainnya. Mereka juga sadar, karya terbaik akan menghasilkan kompensasi bagi mereka.

  1. Menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Orang sukses mampu melihat pekerjaan sebagai kesenangan; mereka memilih bekerja di mana mereka dapat unggul. Orang sukses menyukai tantangan; mereka menikmati pencapaian puncak permainan mereka, apakah di pekerjaan, dll.

  1. Menjadi pembelajar seumur hidup. Orang sukses menyadari, pendidikan tak pernah berakhir tapi dimulai di setiap tingkatan kehidupan dan terus berlanjut hingga akhir kehidupan. Pendidikan tidak terbatas di ruang kelas; artinya mencoba ide baru, membaca buku, surat kabar, majalah, dan menggunakan Internet merupakan bentuk pendidikan pula. Karena itu, tetaplah mengalir sesuai perubahan ketertarikan dan kemampuan Anda, dan nikmati perubahan. Ini akan membantu Anda tumbuh dan merasakan lebih percaya diri.

  1. Berpandangan positif terhadap apa yang dapat dikerjakan. Orang sukses percaya gelas itu setengah penuh dan bukan setengah kosong. Mereka menanamkan semangat pada diri sendiri dan dapat membayangkan diri bagaimana mereka berhasil menyelesaikan suatu tugas sulit atau mencapai penghargaan tertinggi. Orang sukses berbuat bagaikan pelatih bagi orang lain, dengan menyuguhkan pesan-pesan positif dalam kehidupan sehari-hari. Mereka senang melihat orang lain membuat tonggak sejarah dalam kehidupan mereka.

  1. Memotivasi diri sendiri. Orang sukses mempunyai banyak cara untuk memotivasi diri sendiri sehingga dapat terus berkarya lebih baik dari yang lain. Ada yang dengan cara melakukan beberapa pekerjaan setiap hari pada bidang berbeda. Seorang pria setengah baya memotivasi dirinya sendiri dengan mencoba mendapatkan lebih banyak uang daripada kakaknya. Seorang wanita berusia 29 tahun menjadi perawat top untuk menunjukkan kepada bekas gurunya bahwa dia memiliki keterampilan dan kecerdasan memadai untuk mencapai profesi itu.

  1. Tidak bekerja setengah-setengah. Orang sukses menyelesaikan tugas tidak dengan setengah-setengah. Mereka menggunakan cara kreatif dalam meraih sukses. Meski mungkin membutuhkan waktu lebih lama, mereka akhirnya melampaui garis finis. Mereka manfaatkan waktu dengan baik dalam mensinergikan kemampuan fisik dan mental untuk mencapai sukses.
         
Akhirnya, sesungguhnya setiap orang berpeluang untuk sukses dalam bidangnya masing-masing, termasuk kita yang sedang berjuang mendapatkan pekerjaan atau sukses dalam usaha. Anda ingin sukses? Maka, tanamkanlah dalam diri Anda nilai-nilai kesabaran dan lakukan kiat-kiat tersebut sebagai realisasi kesabaran Anda. Waallahu a’lam. ***
Bagaimana menurut Anda?  

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 
Berdayakan Diri Lewat Kekuatan Pikiran
Lihat Detail

Berdayakan Diri Lewat Kekuatan Pikiran



“Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” [Ibrahim Elfiky].


Berdayakan Diri Lewat Kekuatan Pikiran
Oleh Arda Dinata

MATAHARI adalah kekuatan. Pagi bersama matahari memberi gairah akan kekuatan mahluk hidup di seantero bumi. Berbicara kekuatan, tiap manusia pasti memerlukan kekuatan untuk mengisi dan mempertahankan hidupnya. Kalau kita mau jujur dan membuka mata hati, maka di sekitar kita begitu banyak pelajaran tentang kekuatan ini bisa didapatkan.

Seperti istiqomahnya matahari yang selalu menyinari bumi tanpa lelah. Pancaran cahayanya setiap saat menyebarkan kekuatan untuk pertumbuhan. Tanpa kenal lelah dan putus asa, sang matahari akan selalu menyinari dan memberi kebaikan. Bila kebaikan yang disebarkan, maka buah yang didapat pun tentu berupa nilai-nilai kebaikan. Apakah kita tidak ingin seperti matahari yang dengan ikhlasnya setiap hari menyebar kebaikan?

Begitupun dengan pikiran, kalau kita mau kelola secara positif akan memberi kekuatan yang luar biasa positifnya. Namun, sebaliknya bila pikiran kita diisi dengan hal-hal negatif, maka akan menghasilkan aura negatif dalam gerak langkah kehidupan. Hal ini, sejalan dengan apa yang diungkapkan Dr. Ibrahim Elfiky, penulis Terapi Berpikir Positif, bahwa “Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” Jadi, silahkan sahabat mau pilih yang mana. Sebab, hidup ini memang pilihan. Dan kuncinya, memang ada pada pola pikir diri kita masing-masing.

Lagi pula, bukankah tiap manusia diberi kelebihan berupa akal pikiran dibandingkan dengan mahluk hidup lainnya? Sebab, orang sukses dan beruntung di dunia ini, tidak lain adalah mereka yang mampu menggunakan pikirnya secara sehat dan benar. Sejatinya, pikiranlah yang akan mengendalikan hidup seseorang.

Terkait dengan kesuksesan manusia, Yosandy L.S. mengungkapkan bahwa seringkali seseorang tidak menyadari telah memenjarakan dirinya sendiri sehingga tidak mampu mencapai tujuan hidupnya dan membuat dirinya menjauh dari kesuksesan. Hidupnya menjadi biasa saja, tidak berkembang dan menjadi penyesalan di hari tua. Lebih jauh, beliau menguraikan ada 5 ‘penjara’ yang mungkin tanpa sengaja kita ciptakan.

Pertama, penjara cara berpikir (mindset blocking). Yaitu cara berpikir dalam hidup Anda yang membatasi pikiran, tertutup, tidak mau belajar dan mengembangkan diri.

Kedua, penjara emosi (emotional blocking). Yaitu emosi negatif dari suatu kejadian yang memicu respon negatif dan tentunya merugikan: marah lepas kontrol, benci, dendam dan sebagainya.

Ketiga, penjara keyakinan (belief blocking). Yaitu keyakinan yang tidak memberdayakan dan menghambat tindakan seorang untuk sukses seperti sukses perlu pendidikan tinggi, bisnis itu butuh modal uang banyak, hidup penuh penderitaan, umur sudah terlalu tua dan sebagainya.

Keempat, penjara perilaku (behavior blocking). Yaitu perilaku yang tidak berkualitas untuk mendukung tindakan mencapai sukses seperti: malas, sombong, tidak disiplin, tidak jujur dan sebagainya.

Kelima, penjara komunikasi (communication blocking). Yaitu komunikasi yang tidak bermanfaat sehingga respon yang diinginkan tidak sesuai dan menimbulkan konflik baik di dalam diri sendiri maupun dengan orang lain.

Akhirnya, terkait kekuatan pikiran ini ada pertanyaan yang harus dijawab yaitu apakah Anda selama ini telah memenjarakan pikiran Anda? Bila ya, maka segera bebaskan dan buka pikiran Anda. Sebab, melalui kekuatan pikiran yang positif sesungguhnya kita dapat memberdayakan diri menjadi pribadi yang sukses. Dengan kata lain, bukalah pikiran kita lebar-lebar terhadap hal yang positif agar bisa memberdayakan diri Anda. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Thomas Dewar, “Pikiran itu sama halnya dengan parasut – mereka hanya berguna ketika terbuka.”

Untuk itu, yuk kita berdayakan diri ini melalui kekuatan pikiran yang positif!***

Pangandaran, 19/02/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


“Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” [Ibrahim Elfiky].


Berdayakan Diri Lewat Kekuatan Pikiran
Oleh Arda Dinata

MATAHARI adalah kekuatan. Pagi bersama matahari memberi gairah akan kekuatan mahluk hidup di seantero bumi. Berbicara kekuatan, tiap manusia pasti memerlukan kekuatan untuk mengisi dan mempertahankan hidupnya. Kalau kita mau jujur dan membuka mata hati, maka di sekitar kita begitu banyak pelajaran tentang kekuatan ini bisa didapatkan.

Seperti istiqomahnya matahari yang selalu menyinari bumi tanpa lelah. Pancaran cahayanya setiap saat menyebarkan kekuatan untuk pertumbuhan. Tanpa kenal lelah dan putus asa, sang matahari akan selalu menyinari dan memberi kebaikan. Bila kebaikan yang disebarkan, maka buah yang didapat pun tentu berupa nilai-nilai kebaikan. Apakah kita tidak ingin seperti matahari yang dengan ikhlasnya setiap hari menyebar kebaikan?

Begitupun dengan pikiran, kalau kita mau kelola secara positif akan memberi kekuatan yang luar biasa positifnya. Namun, sebaliknya bila pikiran kita diisi dengan hal-hal negatif, maka akan menghasilkan aura negatif dalam gerak langkah kehidupan. Hal ini, sejalan dengan apa yang diungkapkan Dr. Ibrahim Elfiky, penulis Terapi Berpikir Positif, bahwa “Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” Jadi, silahkan sahabat mau pilih yang mana. Sebab, hidup ini memang pilihan. Dan kuncinya, memang ada pada pola pikir diri kita masing-masing.

Lagi pula, bukankah tiap manusia diberi kelebihan berupa akal pikiran dibandingkan dengan mahluk hidup lainnya? Sebab, orang sukses dan beruntung di dunia ini, tidak lain adalah mereka yang mampu menggunakan pikirnya secara sehat dan benar. Sejatinya, pikiranlah yang akan mengendalikan hidup seseorang.

Terkait dengan kesuksesan manusia, Yosandy L.S. mengungkapkan bahwa seringkali seseorang tidak menyadari telah memenjarakan dirinya sendiri sehingga tidak mampu mencapai tujuan hidupnya dan membuat dirinya menjauh dari kesuksesan. Hidupnya menjadi biasa saja, tidak berkembang dan menjadi penyesalan di hari tua. Lebih jauh, beliau menguraikan ada 5 ‘penjara’ yang mungkin tanpa sengaja kita ciptakan.

Pertama, penjara cara berpikir (mindset blocking). Yaitu cara berpikir dalam hidup Anda yang membatasi pikiran, tertutup, tidak mau belajar dan mengembangkan diri.

Kedua, penjara emosi (emotional blocking). Yaitu emosi negatif dari suatu kejadian yang memicu respon negatif dan tentunya merugikan: marah lepas kontrol, benci, dendam dan sebagainya.

Ketiga, penjara keyakinan (belief blocking). Yaitu keyakinan yang tidak memberdayakan dan menghambat tindakan seorang untuk sukses seperti sukses perlu pendidikan tinggi, bisnis itu butuh modal uang banyak, hidup penuh penderitaan, umur sudah terlalu tua dan sebagainya.

Keempat, penjara perilaku (behavior blocking). Yaitu perilaku yang tidak berkualitas untuk mendukung tindakan mencapai sukses seperti: malas, sombong, tidak disiplin, tidak jujur dan sebagainya.

Kelima, penjara komunikasi (communication blocking). Yaitu komunikasi yang tidak bermanfaat sehingga respon yang diinginkan tidak sesuai dan menimbulkan konflik baik di dalam diri sendiri maupun dengan orang lain.

Akhirnya, terkait kekuatan pikiran ini ada pertanyaan yang harus dijawab yaitu apakah Anda selama ini telah memenjarakan pikiran Anda? Bila ya, maka segera bebaskan dan buka pikiran Anda. Sebab, melalui kekuatan pikiran yang positif sesungguhnya kita dapat memberdayakan diri menjadi pribadi yang sukses. Dengan kata lain, bukalah pikiran kita lebar-lebar terhadap hal yang positif agar bisa memberdayakan diri Anda. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Thomas Dewar, “Pikiran itu sama halnya dengan parasut – mereka hanya berguna ketika terbuka.”

Untuk itu, yuk kita berdayakan diri ini melalui kekuatan pikiran yang positif!***

Pangandaran, 19/02/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


“Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” [Ibrahim Elfiky].


Berdayakan Diri Lewat Kekuatan Pikiran
Oleh Arda Dinata

MATAHARI adalah kekuatan. Pagi bersama matahari memberi gairah akan kekuatan mahluk hidup di seantero bumi. Berbicara kekuatan, tiap manusia pasti memerlukan kekuatan untuk mengisi dan mempertahankan hidupnya. Kalau kita mau jujur dan membuka mata hati, maka di sekitar kita begitu banyak pelajaran tentang kekuatan ini bisa didapatkan.

Seperti istiqomahnya matahari yang selalu menyinari bumi tanpa lelah. Pancaran cahayanya setiap saat menyebarkan kekuatan untuk pertumbuhan. Tanpa kenal lelah dan putus asa, sang matahari akan selalu menyinari dan memberi kebaikan. Bila kebaikan yang disebarkan, maka buah yang didapat pun tentu berupa nilai-nilai kebaikan. Apakah kita tidak ingin seperti matahari yang dengan ikhlasnya setiap hari menyebar kebaikan?

Begitupun dengan pikiran, kalau kita mau kelola secara positif akan memberi kekuatan yang luar biasa positifnya. Namun, sebaliknya bila pikiran kita diisi dengan hal-hal negatif, maka akan menghasilkan aura negatif dalam gerak langkah kehidupan. Hal ini, sejalan dengan apa yang diungkapkan Dr. Ibrahim Elfiky, penulis Terapi Berpikir Positif, bahwa “Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” Jadi, silahkan sahabat mau pilih yang mana. Sebab, hidup ini memang pilihan. Dan kuncinya, memang ada pada pola pikir diri kita masing-masing.

Lagi pula, bukankah tiap manusia diberi kelebihan berupa akal pikiran dibandingkan dengan mahluk hidup lainnya? Sebab, orang sukses dan beruntung di dunia ini, tidak lain adalah mereka yang mampu menggunakan pikirnya secara sehat dan benar. Sejatinya, pikiranlah yang akan mengendalikan hidup seseorang.

Terkait dengan kesuksesan manusia, Yosandy L.S. mengungkapkan bahwa seringkali seseorang tidak menyadari telah memenjarakan dirinya sendiri sehingga tidak mampu mencapai tujuan hidupnya dan membuat dirinya menjauh dari kesuksesan. Hidupnya menjadi biasa saja, tidak berkembang dan menjadi penyesalan di hari tua. Lebih jauh, beliau menguraikan ada 5 ‘penjara’ yang mungkin tanpa sengaja kita ciptakan.

Pertama, penjara cara berpikir (mindset blocking). Yaitu cara berpikir dalam hidup Anda yang membatasi pikiran, tertutup, tidak mau belajar dan mengembangkan diri.

Kedua, penjara emosi (emotional blocking). Yaitu emosi negatif dari suatu kejadian yang memicu respon negatif dan tentunya merugikan: marah lepas kontrol, benci, dendam dan sebagainya.

Ketiga, penjara keyakinan (belief blocking). Yaitu keyakinan yang tidak memberdayakan dan menghambat tindakan seorang untuk sukses seperti sukses perlu pendidikan tinggi, bisnis itu butuh modal uang banyak, hidup penuh penderitaan, umur sudah terlalu tua dan sebagainya.

Keempat, penjara perilaku (behavior blocking). Yaitu perilaku yang tidak berkualitas untuk mendukung tindakan mencapai sukses seperti: malas, sombong, tidak disiplin, tidak jujur dan sebagainya.

Kelima, penjara komunikasi (communication blocking). Yaitu komunikasi yang tidak bermanfaat sehingga respon yang diinginkan tidak sesuai dan menimbulkan konflik baik di dalam diri sendiri maupun dengan orang lain.

Akhirnya, terkait kekuatan pikiran ini ada pertanyaan yang harus dijawab yaitu apakah Anda selama ini telah memenjarakan pikiran Anda? Bila ya, maka segera bebaskan dan buka pikiran Anda. Sebab, melalui kekuatan pikiran yang positif sesungguhnya kita dapat memberdayakan diri menjadi pribadi yang sukses. Dengan kata lain, bukalah pikiran kita lebar-lebar terhadap hal yang positif agar bisa memberdayakan diri Anda. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Thomas Dewar, “Pikiran itu sama halnya dengan parasut – mereka hanya berguna ketika terbuka.”

Untuk itu, yuk kita berdayakan diri ini melalui kekuatan pikiran yang positif!***

Pangandaran, 19/02/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


“Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” [Ibrahim Elfiky].


Berdayakan Diri Lewat Kekuatan Pikiran
Oleh Arda Dinata

MATAHARI adalah kekuatan. Pagi bersama matahari memberi gairah akan kekuatan mahluk hidup di seantero bumi. Berbicara kekuatan, tiap manusia pasti memerlukan kekuatan untuk mengisi dan mempertahankan hidupnya. Kalau kita mau jujur dan membuka mata hati, maka di sekitar kita begitu banyak pelajaran tentang kekuatan ini bisa didapatkan.

Seperti istiqomahnya matahari yang selalu menyinari bumi tanpa lelah. Pancaran cahayanya setiap saat menyebarkan kekuatan untuk pertumbuhan. Tanpa kenal lelah dan putus asa, sang matahari akan selalu menyinari dan memberi kebaikan. Bila kebaikan yang disebarkan, maka buah yang didapat pun tentu berupa nilai-nilai kebaikan. Apakah kita tidak ingin seperti matahari yang dengan ikhlasnya setiap hari menyebar kebaikan?

Begitupun dengan pikiran, kalau kita mau kelola secara positif akan memberi kekuatan yang luar biasa positifnya. Namun, sebaliknya bila pikiran kita diisi dengan hal-hal negatif, maka akan menghasilkan aura negatif dalam gerak langkah kehidupan. Hal ini, sejalan dengan apa yang diungkapkan Dr. Ibrahim Elfiky, penulis Terapi Berpikir Positif, bahwa “Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” Jadi, silahkan sahabat mau pilih yang mana. Sebab, hidup ini memang pilihan. Dan kuncinya, memang ada pada pola pikir diri kita masing-masing.

Lagi pula, bukankah tiap manusia diberi kelebihan berupa akal pikiran dibandingkan dengan mahluk hidup lainnya? Sebab, orang sukses dan beruntung di dunia ini, tidak lain adalah mereka yang mampu menggunakan pikirnya secara sehat dan benar. Sejatinya, pikiranlah yang akan mengendalikan hidup seseorang.

Terkait dengan kesuksesan manusia, Yosandy L.S. mengungkapkan bahwa seringkali seseorang tidak menyadari telah memenjarakan dirinya sendiri sehingga tidak mampu mencapai tujuan hidupnya dan membuat dirinya menjauh dari kesuksesan. Hidupnya menjadi biasa saja, tidak berkembang dan menjadi penyesalan di hari tua. Lebih jauh, beliau menguraikan ada 5 ‘penjara’ yang mungkin tanpa sengaja kita ciptakan.

Pertama, penjara cara berpikir (mindset blocking). Yaitu cara berpikir dalam hidup Anda yang membatasi pikiran, tertutup, tidak mau belajar dan mengembangkan diri.

Kedua, penjara emosi (emotional blocking). Yaitu emosi negatif dari suatu kejadian yang memicu respon negatif dan tentunya merugikan: marah lepas kontrol, benci, dendam dan sebagainya.

Ketiga, penjara keyakinan (belief blocking). Yaitu keyakinan yang tidak memberdayakan dan menghambat tindakan seorang untuk sukses seperti sukses perlu pendidikan tinggi, bisnis itu butuh modal uang banyak, hidup penuh penderitaan, umur sudah terlalu tua dan sebagainya.

Keempat, penjara perilaku (behavior blocking). Yaitu perilaku yang tidak berkualitas untuk mendukung tindakan mencapai sukses seperti: malas, sombong, tidak disiplin, tidak jujur dan sebagainya.

Kelima, penjara komunikasi (communication blocking). Yaitu komunikasi yang tidak bermanfaat sehingga respon yang diinginkan tidak sesuai dan menimbulkan konflik baik di dalam diri sendiri maupun dengan orang lain.

Akhirnya, terkait kekuatan pikiran ini ada pertanyaan yang harus dijawab yaitu apakah Anda selama ini telah memenjarakan pikiran Anda? Bila ya, maka segera bebaskan dan buka pikiran Anda. Sebab, melalui kekuatan pikiran yang positif sesungguhnya kita dapat memberdayakan diri menjadi pribadi yang sukses. Dengan kata lain, bukalah pikiran kita lebar-lebar terhadap hal yang positif agar bisa memberdayakan diri Anda. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Thomas Dewar, “Pikiran itu sama halnya dengan parasut – mereka hanya berguna ketika terbuka.”

Untuk itu, yuk kita berdayakan diri ini melalui kekuatan pikiran yang positif!***

Pangandaran, 19/02/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


“Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” [Ibrahim Elfiky].


Berdayakan Diri Lewat Kekuatan Pikiran
Oleh Arda Dinata

MATAHARI adalah kekuatan. Pagi bersama matahari memberi gairah akan kekuatan mahluk hidup di seantero bumi. Berbicara kekuatan, tiap manusia pasti memerlukan kekuatan untuk mengisi dan mempertahankan hidupnya. Kalau kita mau jujur dan membuka mata hati, maka di sekitar kita begitu banyak pelajaran tentang kekuatan ini bisa didapatkan.

Seperti istiqomahnya matahari yang selalu menyinari bumi tanpa lelah. Pancaran cahayanya setiap saat menyebarkan kekuatan untuk pertumbuhan. Tanpa kenal lelah dan putus asa, sang matahari akan selalu menyinari dan memberi kebaikan. Bila kebaikan yang disebarkan, maka buah yang didapat pun tentu berupa nilai-nilai kebaikan. Apakah kita tidak ingin seperti matahari yang dengan ikhlasnya setiap hari menyebar kebaikan?

Begitupun dengan pikiran, kalau kita mau kelola secara positif akan memberi kekuatan yang luar biasa positifnya. Namun, sebaliknya bila pikiran kita diisi dengan hal-hal negatif, maka akan menghasilkan aura negatif dalam gerak langkah kehidupan. Hal ini, sejalan dengan apa yang diungkapkan Dr. Ibrahim Elfiky, penulis Terapi Berpikir Positif, bahwa “Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” Jadi, silahkan sahabat mau pilih yang mana. Sebab, hidup ini memang pilihan. Dan kuncinya, memang ada pada pola pikir diri kita masing-masing.

Lagi pula, bukankah tiap manusia diberi kelebihan berupa akal pikiran dibandingkan dengan mahluk hidup lainnya? Sebab, orang sukses dan beruntung di dunia ini, tidak lain adalah mereka yang mampu menggunakan pikirnya secara sehat dan benar. Sejatinya, pikiranlah yang akan mengendalikan hidup seseorang.

Terkait dengan kesuksesan manusia, Yosandy L.S. mengungkapkan bahwa seringkali seseorang tidak menyadari telah memenjarakan dirinya sendiri sehingga tidak mampu mencapai tujuan hidupnya dan membuat dirinya menjauh dari kesuksesan. Hidupnya menjadi biasa saja, tidak berkembang dan menjadi penyesalan di hari tua. Lebih jauh, beliau menguraikan ada 5 ‘penjara’ yang mungkin tanpa sengaja kita ciptakan.

Pertama, penjara cara berpikir (mindset blocking). Yaitu cara berpikir dalam hidup Anda yang membatasi pikiran, tertutup, tidak mau belajar dan mengembangkan diri.

Kedua, penjara emosi (emotional blocking). Yaitu emosi negatif dari suatu kejadian yang memicu respon negatif dan tentunya merugikan: marah lepas kontrol, benci, dendam dan sebagainya.

Ketiga, penjara keyakinan (belief blocking). Yaitu keyakinan yang tidak memberdayakan dan menghambat tindakan seorang untuk sukses seperti sukses perlu pendidikan tinggi, bisnis itu butuh modal uang banyak, hidup penuh penderitaan, umur sudah terlalu tua dan sebagainya.

Keempat, penjara perilaku (behavior blocking). Yaitu perilaku yang tidak berkualitas untuk mendukung tindakan mencapai sukses seperti: malas, sombong, tidak disiplin, tidak jujur dan sebagainya.

Kelima, penjara komunikasi (communication blocking). Yaitu komunikasi yang tidak bermanfaat sehingga respon yang diinginkan tidak sesuai dan menimbulkan konflik baik di dalam diri sendiri maupun dengan orang lain.

Akhirnya, terkait kekuatan pikiran ini ada pertanyaan yang harus dijawab yaitu apakah Anda selama ini telah memenjarakan pikiran Anda? Bila ya, maka segera bebaskan dan buka pikiran Anda. Sebab, melalui kekuatan pikiran yang positif sesungguhnya kita dapat memberdayakan diri menjadi pribadi yang sukses. Dengan kata lain, bukalah pikiran kita lebar-lebar terhadap hal yang positif agar bisa memberdayakan diri Anda. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Thomas Dewar, “Pikiran itu sama halnya dengan parasut – mereka hanya berguna ketika terbuka.”

Untuk itu, yuk kita berdayakan diri ini melalui kekuatan pikiran yang positif!***

Pangandaran, 19/02/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com 


“Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” [Ibrahim Elfiky].


Berdayakan Diri Lewat Kekuatan Pikiran
Oleh Arda Dinata

MATAHARI adalah kekuatan. Pagi bersama matahari memberi gairah akan kekuatan mahluk hidup di seantero bumi. Berbicara kekuatan, tiap manusia pasti memerlukan kekuatan untuk mengisi dan mempertahankan hidupnya. Kalau kita mau jujur dan membuka mata hati, maka di sekitar kita begitu banyak pelajaran tentang kekuatan ini bisa didapatkan.

Seperti istiqomahnya matahari yang selalu menyinari bumi tanpa lelah. Pancaran cahayanya setiap saat menyebarkan kekuatan untuk pertumbuhan. Tanpa kenal lelah dan putus asa, sang matahari akan selalu menyinari dan memberi kebaikan. Bila kebaikan yang disebarkan, maka buah yang didapat pun tentu berupa nilai-nilai kebaikan. Apakah kita tidak ingin seperti matahari yang dengan ikhlasnya setiap hari menyebar kebaikan?

Begitupun dengan pikiran, kalau kita mau kelola secara positif akan memberi kekuatan yang luar biasa positifnya. Namun, sebaliknya bila pikiran kita diisi dengan hal-hal negatif, maka akan menghasilkan aura negatif dalam gerak langkah kehidupan. Hal ini, sejalan dengan apa yang diungkapkan Dr. Ibrahim Elfiky, penulis Terapi Berpikir Positif, bahwa “Segala perbuatan manusia adalah hasil langsung dari pikirannya. Sebagaimana ia berdiri, bangkit, dan produktif karena dorongan pikirannya, begitu pula ia sakit dan segsara karena dorongan pikirannya.” Jadi, silahkan sahabat mau pilih yang mana. Sebab, hidup ini memang pilihan. Dan kuncinya, memang ada pada pola pikir diri kita masing-masing.

Lagi pula, bukankah tiap manusia diberi kelebihan berupa akal pikiran dibandingkan dengan mahluk hidup lainnya? Sebab, orang sukses dan beruntung di dunia ini, tidak lain adalah mereka yang mampu menggunakan pikirnya secara sehat dan benar. Sejatinya, pikiranlah yang akan mengendalikan hidup seseorang.

Terkait dengan kesuksesan manusia, Yosandy L.S. mengungkapkan bahwa seringkali seseorang tidak menyadari telah memenjarakan dirinya sendiri sehingga tidak mampu mencapai tujuan hidupnya dan membuat dirinya menjauh dari kesuksesan. Hidupnya menjadi biasa saja, tidak berkembang dan menjadi penyesalan di hari tua. Lebih jauh, beliau menguraikan ada 5 ‘penjara’ yang mungkin tanpa sengaja kita ciptakan.

Pertama, penjara cara berpikir (mindset blocking). Yaitu cara berpikir dalam hidup Anda yang membatasi pikiran, tertutup, tidak mau belajar dan mengembangkan diri.

Kedua, penjara emosi (emotional blocking). Yaitu emosi negatif dari suatu kejadian yang memicu respon negatif dan tentunya merugikan: marah lepas kontrol, benci, dendam dan sebagainya.

Ketiga, penjara keyakinan (belief blocking). Yaitu keyakinan yang tidak memberdayakan dan menghambat tindakan seorang untuk sukses seperti sukses perlu pendidikan tinggi, bisnis itu butuh modal uang banyak, hidup penuh penderitaan, umur sudah terlalu tua dan sebagainya.

Keempat, penjara perilaku (behavior blocking). Yaitu perilaku yang tidak berkualitas untuk mendukung tindakan mencapai sukses seperti: malas, sombong, tidak disiplin, tidak jujur dan sebagainya.

Kelima, penjara komunikasi (communication blocking). Yaitu komunikasi yang tidak bermanfaat sehingga respon yang diinginkan tidak sesuai dan menimbulkan konflik baik di dalam diri sendiri maupun dengan orang lain.

Akhirnya, terkait kekuatan pikiran ini ada pertanyaan yang harus dijawab yaitu apakah Anda selama ini telah memenjarakan pikiran Anda? Bila ya, maka segera bebaskan dan buka pikiran Anda. Sebab, melalui kekuatan pikiran yang positif sesungguhnya kita dapat memberdayakan diri menjadi pribadi yang sukses. Dengan kata lain, bukalah pikiran kita lebar-lebar terhadap hal yang positif agar bisa memberdayakan diri Anda. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Thomas Dewar, “Pikiran itu sama halnya dengan parasut – mereka hanya berguna ketika terbuka.”

Untuk itu, yuk kita berdayakan diri ini melalui kekuatan pikiran yang positif!***

Pangandaran, 19/02/2013
@ardadinata

Arda Dinata, pendiri Majelis Inspirasi Alquran dan Realitas Alam/ MIQRA Indonesia, www.miqraindonesia.com