-->
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)

Susu Untuk Para Nabi
Lihat Detail

Susu Untuk Para Nabi

Inspirasi
"Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai. Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya seorang Rasul."

 
SUSU UNTUK PARA NABI

Ibu para Nabi mendapat tempat cukup banyak dalam Al-Qur'an untuk diceritakan. Misalnya Ibunda Maryam yang namanya bahkan dijadikan nama surat. Begitu pula Ibunda Nabi Musa yang kisahnya menyimpan banyak hikmah untuk kita. 

Salah satunya ketika beliau melahirkan Nabi Musa di dalam rumah yang hanya dibantu oleh anak perempuannya saja. Tak ada seorang pun yang tahu tentang kelahiran tersebut. Bahkan dengan izin Allah, sejak awal kehamilannya juga tak diketahui orang lain sama sekali. 

Namun kini beliau cemas dengan lahirnya bayi mulia tersebut. Karena setiap hari prajurit-prajurit Fir'aun selalu berkeliling hingga sudut-sudut perkampungan untuk mencari bayi lelaki. Hingga turunlah ilham sebagaimana dalam surat Al-Qashas ayat 7, 

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِى ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِى وَلَا تَحْزَنِىٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ 

Kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai. Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya seorang Rasul."

Kini beliau menjadi lega atas petunjuk itu karena Allah memberikan jalan keluar dengan cara melepaskan bayinya tersebut ke sungai Nil. Namun perhatikan baik-baik, bahwa Allah mengawali perintah-Nya untuk menyusui terlebih dahulu. 

Tafsir Jalalain menyebutkan bahwa Ibunda Nabi Musa menghabiskan waktu tiga bulan untuk menyusui secara sembunyi-sembunyi di rumahnya. Selama itu pula Allah jadikan bayi Nabi Musa tidak menangis, sehingga para prajurit tidak ada yang mencurigai keberadaannya. 

Apa gerangan pelajaran yang hendak Allah sampaikan dalam kisah ini? Bahwa susu ibu penting sekali sebagai bekal bagi anak. Ketika seorang ibu menyusui anaknya, bukan hanya sekedar memberikan air minum dari tubuhnya saja, melainkan juga terjadi transfer kasih sayang dalam jumlah besar. 

Ilmu kedokteran modern menjelaskan bahwa ASI merupakan air susu dengan kandungan yang ajaib. Lebih dari 200 elemen penting di dalamnya dari enzim hingga antibodi. Termasuk kolostrum, dan sel darah putih. 

Tak ada satupun cairan buatan manusia yang mampu menyamai keajaiban cairan buatan Allah tersebut. 

Begitu pula dari sudut pandang para ahli psikologi, aktivitas menyusui rupanya menyimpan rahasia besar untuk memenuhi semua kebutuhan dasar bayi untuk tumbuh dan berkembang, kebutuhan kasih sayang, kebutuhan emosi, serta kebutuhan rangsangan panca indranya. 

Demikianlah kita melihat betapa pentingnya perhatian seorang ibu kepada sang bayi, sampai-sampai dalam keadaan genting dibayangi ancaman hukuman mati oleh para prajurit Fir'aun, tetap saja Allah memerintahkan bagi Ibunda Nabi Musa untuk tidak melupakan persusuan.

Salam Bertumbuh. (Channel Arafat).
Ada rezeki baru jika kita mau mencoba kehidupan yang baru!
...
Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.
Inspirasi
"Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai. Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya seorang Rasul."

 
SUSU UNTUK PARA NABI

Ibu para Nabi mendapat tempat cukup banyak dalam Al-Qur'an untuk diceritakan. Misalnya Ibunda Maryam yang namanya bahkan dijadikan nama surat. Begitu pula Ibunda Nabi Musa yang kisahnya menyimpan banyak hikmah untuk kita. 

Salah satunya ketika beliau melahirkan Nabi Musa di dalam rumah yang hanya dibantu oleh anak perempuannya saja. Tak ada seorang pun yang tahu tentang kelahiran tersebut. Bahkan dengan izin Allah, sejak awal kehamilannya juga tak diketahui orang lain sama sekali. 

Namun kini beliau cemas dengan lahirnya bayi mulia tersebut. Karena setiap hari prajurit-prajurit Fir'aun selalu berkeliling hingga sudut-sudut perkampungan untuk mencari bayi lelaki. Hingga turunlah ilham sebagaimana dalam surat Al-Qashas ayat 7, 

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِى ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِى وَلَا تَحْزَنِىٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ 

Kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai. Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya seorang Rasul."

Kini beliau menjadi lega atas petunjuk itu karena Allah memberikan jalan keluar dengan cara melepaskan bayinya tersebut ke sungai Nil. Namun perhatikan baik-baik, bahwa Allah mengawali perintah-Nya untuk menyusui terlebih dahulu. 

Tafsir Jalalain menyebutkan bahwa Ibunda Nabi Musa menghabiskan waktu tiga bulan untuk menyusui secara sembunyi-sembunyi di rumahnya. Selama itu pula Allah jadikan bayi Nabi Musa tidak menangis, sehingga para prajurit tidak ada yang mencurigai keberadaannya. 

Apa gerangan pelajaran yang hendak Allah sampaikan dalam kisah ini? Bahwa susu ibu penting sekali sebagai bekal bagi anak. Ketika seorang ibu menyusui anaknya, bukan hanya sekedar memberikan air minum dari tubuhnya saja, melainkan juga terjadi transfer kasih sayang dalam jumlah besar. 

Ilmu kedokteran modern menjelaskan bahwa ASI merupakan air susu dengan kandungan yang ajaib. Lebih dari 200 elemen penting di dalamnya dari enzim hingga antibodi. Termasuk kolostrum, dan sel darah putih. 

Tak ada satupun cairan buatan manusia yang mampu menyamai keajaiban cairan buatan Allah tersebut. 

Begitu pula dari sudut pandang para ahli psikologi, aktivitas menyusui rupanya menyimpan rahasia besar untuk memenuhi semua kebutuhan dasar bayi untuk tumbuh dan berkembang, kebutuhan kasih sayang, kebutuhan emosi, serta kebutuhan rangsangan panca indranya. 

Demikianlah kita melihat betapa pentingnya perhatian seorang ibu kepada sang bayi, sampai-sampai dalam keadaan genting dibayangi ancaman hukuman mati oleh para prajurit Fir'aun, tetap saja Allah memerintahkan bagi Ibunda Nabi Musa untuk tidak melupakan persusuan.

Salam Bertumbuh. (Channel Arafat).
Ada rezeki baru jika kita mau mencoba kehidupan yang baru!
...
Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.
Inspirasi
"Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai. Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya seorang Rasul."

 
SUSU UNTUK PARA NABI

Ibu para Nabi mendapat tempat cukup banyak dalam Al-Qur'an untuk diceritakan. Misalnya Ibunda Maryam yang namanya bahkan dijadikan nama surat. Begitu pula Ibunda Nabi Musa yang kisahnya menyimpan banyak hikmah untuk kita. 

Salah satunya ketika beliau melahirkan Nabi Musa di dalam rumah yang hanya dibantu oleh anak perempuannya saja. Tak ada seorang pun yang tahu tentang kelahiran tersebut. Bahkan dengan izin Allah, sejak awal kehamilannya juga tak diketahui orang lain sama sekali. 

Namun kini beliau cemas dengan lahirnya bayi mulia tersebut. Karena setiap hari prajurit-prajurit Fir'aun selalu berkeliling hingga sudut-sudut perkampungan untuk mencari bayi lelaki. Hingga turunlah ilham sebagaimana dalam surat Al-Qashas ayat 7, 

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِى ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِى وَلَا تَحْزَنِىٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ 

Kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai. Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya seorang Rasul."

Kini beliau menjadi lega atas petunjuk itu karena Allah memberikan jalan keluar dengan cara melepaskan bayinya tersebut ke sungai Nil. Namun perhatikan baik-baik, bahwa Allah mengawali perintah-Nya untuk menyusui terlebih dahulu. 

Tafsir Jalalain menyebutkan bahwa Ibunda Nabi Musa menghabiskan waktu tiga bulan untuk menyusui secara sembunyi-sembunyi di rumahnya. Selama itu pula Allah jadikan bayi Nabi Musa tidak menangis, sehingga para prajurit tidak ada yang mencurigai keberadaannya. 

Apa gerangan pelajaran yang hendak Allah sampaikan dalam kisah ini? Bahwa susu ibu penting sekali sebagai bekal bagi anak. Ketika seorang ibu menyusui anaknya, bukan hanya sekedar memberikan air minum dari tubuhnya saja, melainkan juga terjadi transfer kasih sayang dalam jumlah besar. 

Ilmu kedokteran modern menjelaskan bahwa ASI merupakan air susu dengan kandungan yang ajaib. Lebih dari 200 elemen penting di dalamnya dari enzim hingga antibodi. Termasuk kolostrum, dan sel darah putih. 

Tak ada satupun cairan buatan manusia yang mampu menyamai keajaiban cairan buatan Allah tersebut. 

Begitu pula dari sudut pandang para ahli psikologi, aktivitas menyusui rupanya menyimpan rahasia besar untuk memenuhi semua kebutuhan dasar bayi untuk tumbuh dan berkembang, kebutuhan kasih sayang, kebutuhan emosi, serta kebutuhan rangsangan panca indranya. 

Demikianlah kita melihat betapa pentingnya perhatian seorang ibu kepada sang bayi, sampai-sampai dalam keadaan genting dibayangi ancaman hukuman mati oleh para prajurit Fir'aun, tetap saja Allah memerintahkan bagi Ibunda Nabi Musa untuk tidak melupakan persusuan.

Salam Bertumbuh. (Channel Arafat).
Ada rezeki baru jika kita mau mencoba kehidupan yang baru!
...
Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.
Bersih Itu Kamu
Lihat Detail

Bersih Itu Kamu

Inspirasi



BERSIH ITU KAMU
.
Aku suka kamu yang bersih. Bikin nyaman memandangmu tak akan jemu. Hati tersenyum, damai dibuatnya. Udara segar pun bermesraan menyapa tubuh.
.
Gemercik air riang bersahutan. Ikan-ikan berkejaran menari-nari menyapa sesama. Jernihnya air  bikin ikan tumbuh dan sehat dipandang mata. Damai hati tidak terkira dibuatnya.
.
Warna-warni tumbuhan menyejukan mata. Kontras warnamu membuat hidup memikat penuh nikmat. Memberi inspirasi tak henti setiap saat. Membuat hidup berdaya buat sesama.
.
Bersih, indah, sehat itu kamu. Membuat hatiku rindu selalu. Narasi pun lahir setia menemani. Mencerahkan dan menginspirasi mereka yang setia membaca diri.
.
Pangandaran, 050921
.
Arda Dinata
@arda.dinata 
@kesling.id 
@produktifmenulis
...
Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.



Inspirasi



BERSIH ITU KAMU
.
Aku suka kamu yang bersih. Bikin nyaman memandangmu tak akan jemu. Hati tersenyum, damai dibuatnya. Udara segar pun bermesraan menyapa tubuh.
.
Gemercik air riang bersahutan. Ikan-ikan berkejaran menari-nari menyapa sesama. Jernihnya air  bikin ikan tumbuh dan sehat dipandang mata. Damai hati tidak terkira dibuatnya.
.
Warna-warni tumbuhan menyejukan mata. Kontras warnamu membuat hidup memikat penuh nikmat. Memberi inspirasi tak henti setiap saat. Membuat hidup berdaya buat sesama.
.
Bersih, indah, sehat itu kamu. Membuat hatiku rindu selalu. Narasi pun lahir setia menemani. Mencerahkan dan menginspirasi mereka yang setia membaca diri.
.
Pangandaran, 050921
.
Arda Dinata
@arda.dinata 
@kesling.id 
@produktifmenulis
...
Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.



Matahari Itu Pangandaran
Lihat Detail

Matahari Itu Pangandaran


Inspirasi

 
PANGANDARAN ITU MATAHARI
.
Keceriaan menyapa pantai Pangandaran. Cahaya penuh senyum membelai wajah wisatawan. Para pedagang menyapa penuh pengharapan keberkahan.
Alunan deburan musik alami dan kekinian pun saling menghibur diri. 
.
Sorot matahari menyinari bumi tiada henti. Auranya menyehatkan penuh gairah menyapa jiwa bernyawa. Hidup optimis memberi arah menyemangati sejarah manusia. Hikmah warna-warni kehidupan memberi harmoni.
.
Keceriaan matahari melukis hidup penuh senyum. Kontrasnya indah dipandang mata. Bahagia pun terkembang menyapa. Itulah sapa matahari Pangandaran yang tersenyum mesra pagi ini.
.
Pangandaran, 040921

Arda Dinata
@arda.dinata
@kesling.id 
@produktifmenulis
  ...
Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.

Inspirasi

 
PANGANDARAN ITU MATAHARI
.
Keceriaan menyapa pantai Pangandaran. Cahaya penuh senyum membelai wajah wisatawan. Para pedagang menyapa penuh pengharapan keberkahan.
Alunan deburan musik alami dan kekinian pun saling menghibur diri. 
.
Sorot matahari menyinari bumi tiada henti. Auranya menyehatkan penuh gairah menyapa jiwa bernyawa. Hidup optimis memberi arah menyemangati sejarah manusia. Hikmah warna-warni kehidupan memberi harmoni.
.
Keceriaan matahari melukis hidup penuh senyum. Kontrasnya indah dipandang mata. Bahagia pun terkembang menyapa. Itulah sapa matahari Pangandaran yang tersenyum mesra pagi ini.
.
Pangandaran, 040921

Arda Dinata
@arda.dinata
@kesling.id 
@produktifmenulis
  ...
Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.
Dua Pemenang Lebih Baik Dari Satu Pemenang
Lihat Detail

Dua Pemenang Lebih Baik Dari Satu Pemenang

Inspirasi



"Besarkan hatinya, bantu menyelesaikan masalah bersama-sama, tanpa perlu menyalahkan. Ingatlah bahwa dua pemenang lebih baik dari satu pemenang!"

BARSHIM DAN TAMBERI

Olimpiade Tokyo 2020 menyimpan kisah menarik dari cabang olahraga lompat tinggi. Adalah Mutaz Barshim, seorang atlet dari Qatar yang berhasil melompat setinggi 2,37 meter. Seharusnya ia menjadi pemenang perlombaan.

Namun ternyata atlet dari Italia bernama Gianmarco Tamberi juga sama-sama mencapai 2,37 meter ketika melompat. Oleh karena itu dewan juri memutuskan untuk mengadakan babak tambahan agar dapat ditentukan siapa pemenangnya.

Pada babak tambahan, keduanya diberi sasaran yang lebih tinggi yaitu 2,39 meter dan diberi kesempatan sebanyak tiga kali lompatan untuk melampauinya.

Ternyata pada percobaan pertama mereka berdua gagal. Lantas dilanjutkan pada percobaan kedua masing-masing tetap gagal. Bahkan Tamberi mengalami cidera sehingga mengundurkan diri untuk melanjutkan percobaan ketiga.

Inilah kesempatan besar bagi Barshim untuk mendapatkan medali emas karena ia punya peluang di percobaan ketiga. Ia cukup melompat dan melampaui sasaran tersebut, niscaya keluarlah ia sebagai juaranya.

Tetapi sesuatu yang tidak diduga terjadi. Barshim mendekati dewan juri dan menyatakan untuk mengundurkan diri juga untuk percobaan ketiganya. Hal ini merupakan keputusan yang mengagetkan.

Merujuk peraturan resmi, apabila dua atlet meraih angka yang sama pada pertandingan dan tetap mendapatkan perolehan yang seimbang pula pada babak tambahan, maka yang menjadi pemenangnya adalah kedua atlet tersebut.

Rupanya Barshim telah memikirkan hal ini. Menurutnya untuk apa menjadi satu-satunya juara, kalau memang memungkinan untuk menjuarai pertandingan itu bersama. Prinsip yang luar biasa!  Dua pemenang lebih baik dari satu pemenang!

Maka diumumkanlah peraih medali emas untuk cabang olahraga lompat tinggi, Mutaz Barshim dan Gianmarco Tamberi. Berita ini ramai mendapat pujian dari orang-orang di seluruh dunia.

Alangkah bagusnya prinsip Barshim tersebut jika kita praktekkan dalam kehidupan. Terutama dalam hubungan rumah tangga. Jika suatu hari kita berbeda pendapat dengan pasangan, janganlah keburu nafsu untuk menunjukkan pendapat kita yang paling benar.

Sebaliknya, pikirkanlah peluang-peluang agar satu sama lain keluar sebagai pemenangnya. Buat apa menjadi satu-satunya juara, kalau hanya membuat pasangan kita merasa kalah.

Bahkan seandainya di kemudian hari, terbukti keputusan yang diambil pasangan kita itu tidak tepat, janganlah keburu sesumbar dengan bermacam perkataan seperti,

"Sudah diingatkan dari dulu, gak percaya sih!"

"Aku bilang juga apa!"

"Rasakan sendiri akibatnya!"

Semua ucapan ini toh tidak menyelesaikan apa-apa. Kita lontarkan hanya untuk membuktikan kitalah yang menang. Apa gunanya? Bukankah lebih baik mendampinginya, karena di saat seperti itu ia pasti sangat membutuhkan dukungan dari kita sebagai pasangannya.

Besarkan hatinya, bantu menyelesaikan masalah bersama-sama, tanpa perlu menyalahkan. Ingatlah bahwa dua pemenang lebih baik dari satu pemenang!

Rasulullah telah mengajarkan melalui sebuah peristiwa ketika dua kelompok sahabat datang kepada beliau berselisih pendapat dalam memahami perintahnya,

لاَ يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ العَصرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيظَةَ

"Janganlah kalian shalat Ashar sebelum sampai di perkampungan Bani Quraizah."(Hadist Riwayat Bukhari).

Satu kelompok berpendapat perintah itu adalah makna sebenarnya, sedangkan satu kelompok yang lain berpendapat bahwa perintah itu hanya kiasan saja yang artinya perintah untuk berjalan cepat.

Saat keduanya mengadu kepada Rasulullah, dengan bijaksana Rasul justru membenarkan keduanya. Terbukti sudah, bahwa prinsip luar biasa ini datang dari Nabi kita yang mulia. Bahwa dua pemenang lebih baik dari satu pemenang!

Salam Bertumbuh. (Chennel Arafat).

⏰ Ada rezeki baru jika kita mau mencoba kehidupan yang baru!

Inspirasi



"Besarkan hatinya, bantu menyelesaikan masalah bersama-sama, tanpa perlu menyalahkan. Ingatlah bahwa dua pemenang lebih baik dari satu pemenang!"

BARSHIM DAN TAMBERI

Olimpiade Tokyo 2020 menyimpan kisah menarik dari cabang olahraga lompat tinggi. Adalah Mutaz Barshim, seorang atlet dari Qatar yang berhasil melompat setinggi 2,37 meter. Seharusnya ia menjadi pemenang perlombaan.

Namun ternyata atlet dari Italia bernama Gianmarco Tamberi juga sama-sama mencapai 2,37 meter ketika melompat. Oleh karena itu dewan juri memutuskan untuk mengadakan babak tambahan agar dapat ditentukan siapa pemenangnya.

Pada babak tambahan, keduanya diberi sasaran yang lebih tinggi yaitu 2,39 meter dan diberi kesempatan sebanyak tiga kali lompatan untuk melampauinya.

Ternyata pada percobaan pertama mereka berdua gagal. Lantas dilanjutkan pada percobaan kedua masing-masing tetap gagal. Bahkan Tamberi mengalami cidera sehingga mengundurkan diri untuk melanjutkan percobaan ketiga.

Inilah kesempatan besar bagi Barshim untuk mendapatkan medali emas karena ia punya peluang di percobaan ketiga. Ia cukup melompat dan melampaui sasaran tersebut, niscaya keluarlah ia sebagai juaranya.

Tetapi sesuatu yang tidak diduga terjadi. Barshim mendekati dewan juri dan menyatakan untuk mengundurkan diri juga untuk percobaan ketiganya. Hal ini merupakan keputusan yang mengagetkan.

Merujuk peraturan resmi, apabila dua atlet meraih angka yang sama pada pertandingan dan tetap mendapatkan perolehan yang seimbang pula pada babak tambahan, maka yang menjadi pemenangnya adalah kedua atlet tersebut.

Rupanya Barshim telah memikirkan hal ini. Menurutnya untuk apa menjadi satu-satunya juara, kalau memang memungkinan untuk menjuarai pertandingan itu bersama. Prinsip yang luar biasa!  Dua pemenang lebih baik dari satu pemenang!

Maka diumumkanlah peraih medali emas untuk cabang olahraga lompat tinggi, Mutaz Barshim dan Gianmarco Tamberi. Berita ini ramai mendapat pujian dari orang-orang di seluruh dunia.

Alangkah bagusnya prinsip Barshim tersebut jika kita praktekkan dalam kehidupan. Terutama dalam hubungan rumah tangga. Jika suatu hari kita berbeda pendapat dengan pasangan, janganlah keburu nafsu untuk menunjukkan pendapat kita yang paling benar.

Sebaliknya, pikirkanlah peluang-peluang agar satu sama lain keluar sebagai pemenangnya. Buat apa menjadi satu-satunya juara, kalau hanya membuat pasangan kita merasa kalah.

Bahkan seandainya di kemudian hari, terbukti keputusan yang diambil pasangan kita itu tidak tepat, janganlah keburu sesumbar dengan bermacam perkataan seperti,

"Sudah diingatkan dari dulu, gak percaya sih!"

"Aku bilang juga apa!"

"Rasakan sendiri akibatnya!"

Semua ucapan ini toh tidak menyelesaikan apa-apa. Kita lontarkan hanya untuk membuktikan kitalah yang menang. Apa gunanya? Bukankah lebih baik mendampinginya, karena di saat seperti itu ia pasti sangat membutuhkan dukungan dari kita sebagai pasangannya.

Besarkan hatinya, bantu menyelesaikan masalah bersama-sama, tanpa perlu menyalahkan. Ingatlah bahwa dua pemenang lebih baik dari satu pemenang!

Rasulullah telah mengajarkan melalui sebuah peristiwa ketika dua kelompok sahabat datang kepada beliau berselisih pendapat dalam memahami perintahnya,

لاَ يُصَلِّيَنَّ أَحَدٌ العَصرَ إِلَّا فِي بَنِي قُرَيظَةَ

"Janganlah kalian shalat Ashar sebelum sampai di perkampungan Bani Quraizah."(Hadist Riwayat Bukhari).

Satu kelompok berpendapat perintah itu adalah makna sebenarnya, sedangkan satu kelompok yang lain berpendapat bahwa perintah itu hanya kiasan saja yang artinya perintah untuk berjalan cepat.

Saat keduanya mengadu kepada Rasulullah, dengan bijaksana Rasul justru membenarkan keduanya. Terbukti sudah, bahwa prinsip luar biasa ini datang dari Nabi kita yang mulia. Bahwa dua pemenang lebih baik dari satu pemenang!

Salam Bertumbuh. (Chennel Arafat).

⏰ Ada rezeki baru jika kita mau mencoba kehidupan yang baru!

Daftar Isi Artikel Klik di Sini!


EBOOK: KESLING, MOTIVASI & PENGEMBANGAN DIRI

|HOME |ARDA PUBLISHING HOUSE |MIQRA INDONESIA |OPINI |OPTIMIS |SEHAT |KELUARGA |SPIRIT |IBROH |JURNALISTIK |BUKU |JURNAL |LINGKUNGAN |DUNIA NYAMUK |NEWS MIQRA |BISNIS |PROFIL |ARDA TV|