-->
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)

Tumbuh Terus Bernyawa
Lihat Detail

Tumbuh Terus Bernyawa


Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
"Rangkaian hidup ini, seluas ruang belajar bagi orang-orang yang berpikir."

Belajar, Tumbuh, Bernyawa Selamanya

Rasa terasa saat bertatap mata. Orang mau bilang apa tidak akan melenyapkannya. Ia tumbuh membudaya dalam ingatan yang terus benyawa. Memang, kesadaran itu tumbuh ketika kita jujur pada suara hati. Jadi, biasakan dengarkan suara hatimu ketika kegelapan dan kegalauan menyapa!  


Tumbuh terus bernyawa. Itulah tumbuh secara alami. Apakah kamu pernah merasakan kondisi seperti itu? 

Untuk itu, dalam hidup ini saya terus belajar. Apa yang baik itu akan membahagiakan. Kalau kita belum bahagia, berarti ada yang salah dengan sikap kita. Coba telaah dan renungi. Di sana, pasti ada sisi-sisi kebenaran yang kita abaikan.

Rangkaian hidup ini, seluas ruang belajar bagi orang-orang yang berpikir. Setiap tarikan nafas adalah pembelajaran. Belajar inilah yang akan terus menumbuhkan kepribadian seseorang.

Langkah tumbuh inilah yang harus terus dibiasakan agar hidup membahagiakan. Nyamanlah dalam gairah terus belajar. Sebab, tiada yang lebih indah dari hidup tumbuh terus bernyawa dalam belajar tanpa henti.

Bagaimana menurutmu, kawan? Jangan lupa tulis pendapatmu di kolom komentar ya!

#

Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.

Bagi pembaca yang ingin berbagi inspirasi dan motivasi dengan Penulis hubungi
| www.ArdaDinata.com: Share, Reference & Education | 
Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa | 
Blog: www.ArdaDinata.com   FB: ARDA DINATA 
 Twitter: @ardadinata Instagram: @arda.dinata Telegram: ardadinata 

Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
"Rangkaian hidup ini, seluas ruang belajar bagi orang-orang yang berpikir."

Belajar, Tumbuh, Bernyawa Selamanya

Rasa terasa saat bertatap mata. Orang mau bilang apa tidak akan melenyapkannya. Ia tumbuh membudaya dalam ingatan yang terus benyawa. Memang, kesadaran itu tumbuh ketika kita jujur pada suara hati. Jadi, biasakan dengarkan suara hatimu ketika kegelapan dan kegalauan menyapa!  


Tumbuh terus bernyawa. Itulah tumbuh secara alami. Apakah kamu pernah merasakan kondisi seperti itu? 

Untuk itu, dalam hidup ini saya terus belajar. Apa yang baik itu akan membahagiakan. Kalau kita belum bahagia, berarti ada yang salah dengan sikap kita. Coba telaah dan renungi. Di sana, pasti ada sisi-sisi kebenaran yang kita abaikan.

Rangkaian hidup ini, seluas ruang belajar bagi orang-orang yang berpikir. Setiap tarikan nafas adalah pembelajaran. Belajar inilah yang akan terus menumbuhkan kepribadian seseorang.

Langkah tumbuh inilah yang harus terus dibiasakan agar hidup membahagiakan. Nyamanlah dalam gairah terus belajar. Sebab, tiada yang lebih indah dari hidup tumbuh terus bernyawa dalam belajar tanpa henti.

Bagaimana menurutmu, kawan? Jangan lupa tulis pendapatmu di kolom komentar ya!

#

Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.

Bagi pembaca yang ingin berbagi inspirasi dan motivasi dengan Penulis hubungi
| www.ArdaDinata.com: Share, Reference & Education | 
Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa | 
Blog: www.ArdaDinata.com   FB: ARDA DINATA 
 Twitter: @ardadinata Instagram: @arda.dinata Telegram: ardadinata 
Kebijaksanaan Bikin Hidup Nyaman
Lihat Detail

Kebijaksanaan Bikin Hidup Nyaman

Gambar Produk
Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
Yahya bin Mu’adz r.a. berkata, “Orang yang mulia tidak akan durhaka kepada Allah. Orang yang bijaksana tidak akan memilih dunia dengan meninggalkan akhirat.”

Kebijaksanaan Bikin Hidup Nyaman

Oleh: Arda Dinata

Pendiri Majelis Inspirasi Al-Qur’an & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia

Bijaksanan itu bahasa amal dan bikin hidup seseorang jadi nyaman. Hidup nyaman itu dambaan tiap orang beriman. Kebijaksanaan berarti kepandaian menggunakan akal budi (pengalaman dan pengetahuan), kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan, dan kondisi lainnya. Kebijaksanaan merupakan respon atau pemberian tanggapan atas pelaksanaan kebijakan dengan sikap yang tegas dan adil penuh kesabaran. 

Sabar itu hanya dua tegukan. Hasan Basri r.a. berkata, "Orang beriman itu arif (bijak), tidak berbuat jahil meski dijahati. Tidaklah seorang hamba mencicipi tegukan yang lebih agung daripada seteguk kebijaksanaan saat marah dan seteguk kesabaran saat mendapat musibah.  Kalian tidak akan meraih apa yang kalian angankan kecuali dengan sabar terhadap apa yang kalian benci." 

Lebih jauh, Hasan Basri menyampaikan kalau kebaikan yang tak mengandung keburukan adalah syukur bersama sehat dan sabar saat mendapat ujian. Betapa banyak orang yang diberi nikmat, tetapi tidak bersyukur dan betapa banyak orang yang diuji, tetapi tidak bersabar. 

Pada konteks kekinian, berarti adanya pandemi Covid-19 ini harus kita hadapi dengan rasa syukur dan sabar. Wujud syukur itu dengan cara menjaga protokol kesehatan agar kita terbebas dari paparan bahaya Covid-19 dan bersabar menghadapi ujian pandemi dengan ikhlas. Dibalik ujian ini pasti ada hikmah dari Allah bagi mereka yang mau berpikir.  

Cerita berikut mengajarkan bagaimana kita harus bersyukur dan sabar menghadapi ujian. Ash-Shabuni dalam buku Tanwirul Adz-Han menuliskan bahwa ada seorang laki-laki yang buruk rupa memiliki istri yang sangat cantik.  

Pada suatu hari si istri melihat suaminya, lalu berguman, "Alhamdulillah."  

Suaminya berkata, "Ada apa?" 

Dia menjawab, "Aku memanjatkan puji kepada Allah yang telah menjadikan diriku dan dirimu sebagai ahli surga, sebab engkau dianugerahi rizki, lalu bersyukur. Aku pun diberi rizki berupa suami sepertimu, lalu aku bersabar. Sungguh Allah telah menjanjikan surga bagi orang yang bersabar dan bersyukur." 


Sikap sabar dan syukur inilah balutan hidup yang harus merekat dalam jiwa orang-orang beriman. Ikhlas itu bertindak (bijak) tak berharap pujian dan beramal dengan kesungguhan. Indah dalam niat dan ringan tanpa beban dalam pelaksanaan.

Imam Abu Hamid Muhammad al-Ghazali menjelaskan dalam kitab Mukhtashar Ihya Ulum al-Din bahwa orang yang ikhlas tak dimotivasi oleh pengharapan akan pujian. Orang yang ikhlas beramal dengan kesungguhan dan termotivasi hanya oleh-Nya. Meski demikian, bagi orang yang memahami, motivasi yang satu bisa melahirkan beberapa niat baik berbeda dari amal yang satu. Perilaku orang ikhlas itu sungguh mulia dan bijaksana. Yahya bin Mu’adz r.a. berkata, “Orang yang mulia tidak akan durhaka kepada Allah. Orang yang bijaksana tidak akan memilih dunia dengan meninggalkan akhirat.” Dengan berpegang pada kedua sikap itu, maka orang yang bijaksana itu hidupnya akan jadi nyaman.

Menurut Imam Nawawi Al-Bantani dalam Nashaihul Ibad, menyebutkan sebagian ahli bijak itu memilih empat kalimat dari empat buah kitab suci, yaitu: (1) Barang siapa ridha dengan rizki yang telah Allah berikan, maka ia akan tenang di dunia dan akhirat (Kitab Taurat). (2) Barang siapa dapat menundukkan syahwatnya, maka ia menjadi orang yang mulia di dunia dan akhirat (Kitab Injil). (3) Barang siapa merasa cukup sehingga tidak mengharapkan pemberian orang lain, maka dia akan selamat di dunia dan akhirat (Kitab Zabur). (4) Barang siapa dapat memelihara lisannya, maka dia akan selamat di dunia dan akhirat (Kitab Al-Quran).

Bagi ahli kebijaksanaan itu, ia akan selalu bersama Allah (melaksanakan perintah-Nya); selalu bersama nafsu (memerangi nafsu); selalu bersama orang lain (menasihati); dan selalu bersama dunia (mengambilnya sebatas yang diperlukan).

#

Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.

Bagi pembaca yang ingin berbagi inspirasi dan motivasi dengan Penulis hubungi| www.ArdaDinata.com: Share, Reference & Education | Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa | Blog: www.ArdaDinata.com   FB: ARDA DINATA  Twitter: @ardadinata Instagram: @arda.dinata Telegram: ardadinata 

Gambar Produk
Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
Yahya bin Mu’adz r.a. berkata, “Orang yang mulia tidak akan durhaka kepada Allah. Orang yang bijaksana tidak akan memilih dunia dengan meninggalkan akhirat.”

Kebijaksanaan Bikin Hidup Nyaman

Oleh: Arda Dinata

Pendiri Majelis Inspirasi Al-Qur’an & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia

Bijaksanan itu bahasa amal dan bikin hidup seseorang jadi nyaman. Hidup nyaman itu dambaan tiap orang beriman. Kebijaksanaan berarti kepandaian menggunakan akal budi (pengalaman dan pengetahuan), kecakapan bertindak apabila menghadapi kesulitan, dan kondisi lainnya. Kebijaksanaan merupakan respon atau pemberian tanggapan atas pelaksanaan kebijakan dengan sikap yang tegas dan adil penuh kesabaran. 

Sabar itu hanya dua tegukan. Hasan Basri r.a. berkata, "Orang beriman itu arif (bijak), tidak berbuat jahil meski dijahati. Tidaklah seorang hamba mencicipi tegukan yang lebih agung daripada seteguk kebijaksanaan saat marah dan seteguk kesabaran saat mendapat musibah.  Kalian tidak akan meraih apa yang kalian angankan kecuali dengan sabar terhadap apa yang kalian benci." 

Lebih jauh, Hasan Basri menyampaikan kalau kebaikan yang tak mengandung keburukan adalah syukur bersama sehat dan sabar saat mendapat ujian. Betapa banyak orang yang diberi nikmat, tetapi tidak bersyukur dan betapa banyak orang yang diuji, tetapi tidak bersabar. 

Pada konteks kekinian, berarti adanya pandemi Covid-19 ini harus kita hadapi dengan rasa syukur dan sabar. Wujud syukur itu dengan cara menjaga protokol kesehatan agar kita terbebas dari paparan bahaya Covid-19 dan bersabar menghadapi ujian pandemi dengan ikhlas. Dibalik ujian ini pasti ada hikmah dari Allah bagi mereka yang mau berpikir.  

Cerita berikut mengajarkan bagaimana kita harus bersyukur dan sabar menghadapi ujian. Ash-Shabuni dalam buku Tanwirul Adz-Han menuliskan bahwa ada seorang laki-laki yang buruk rupa memiliki istri yang sangat cantik.  

Pada suatu hari si istri melihat suaminya, lalu berguman, "Alhamdulillah."  

Suaminya berkata, "Ada apa?" 

Dia menjawab, "Aku memanjatkan puji kepada Allah yang telah menjadikan diriku dan dirimu sebagai ahli surga, sebab engkau dianugerahi rizki, lalu bersyukur. Aku pun diberi rizki berupa suami sepertimu, lalu aku bersabar. Sungguh Allah telah menjanjikan surga bagi orang yang bersabar dan bersyukur." 


Sikap sabar dan syukur inilah balutan hidup yang harus merekat dalam jiwa orang-orang beriman. Ikhlas itu bertindak (bijak) tak berharap pujian dan beramal dengan kesungguhan. Indah dalam niat dan ringan tanpa beban dalam pelaksanaan.

Imam Abu Hamid Muhammad al-Ghazali menjelaskan dalam kitab Mukhtashar Ihya Ulum al-Din bahwa orang yang ikhlas tak dimotivasi oleh pengharapan akan pujian. Orang yang ikhlas beramal dengan kesungguhan dan termotivasi hanya oleh-Nya. Meski demikian, bagi orang yang memahami, motivasi yang satu bisa melahirkan beberapa niat baik berbeda dari amal yang satu. Perilaku orang ikhlas itu sungguh mulia dan bijaksana. Yahya bin Mu’adz r.a. berkata, “Orang yang mulia tidak akan durhaka kepada Allah. Orang yang bijaksana tidak akan memilih dunia dengan meninggalkan akhirat.” Dengan berpegang pada kedua sikap itu, maka orang yang bijaksana itu hidupnya akan jadi nyaman.

Menurut Imam Nawawi Al-Bantani dalam Nashaihul Ibad, menyebutkan sebagian ahli bijak itu memilih empat kalimat dari empat buah kitab suci, yaitu: (1) Barang siapa ridha dengan rizki yang telah Allah berikan, maka ia akan tenang di dunia dan akhirat (Kitab Taurat). (2) Barang siapa dapat menundukkan syahwatnya, maka ia menjadi orang yang mulia di dunia dan akhirat (Kitab Injil). (3) Barang siapa merasa cukup sehingga tidak mengharapkan pemberian orang lain, maka dia akan selamat di dunia dan akhirat (Kitab Zabur). (4) Barang siapa dapat memelihara lisannya, maka dia akan selamat di dunia dan akhirat (Kitab Al-Quran).

Bagi ahli kebijaksanaan itu, ia akan selalu bersama Allah (melaksanakan perintah-Nya); selalu bersama nafsu (memerangi nafsu); selalu bersama orang lain (menasihati); dan selalu bersama dunia (mengambilnya sebatas yang diperlukan).

#

Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.

Bagi pembaca yang ingin berbagi inspirasi dan motivasi dengan Penulis hubungi| www.ArdaDinata.com: Share, Reference & Education | Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa | Blog: www.ArdaDinata.com   FB: ARDA DINATA  Twitter: @ardadinata Instagram: @arda.dinata Telegram: ardadinata 

Obesitas dan Pola Makan yang Buruk
Lihat Detail

Obesitas dan Pola Makan yang Buruk


Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
"Melalui Permenkes pemerintah berpesan bahwa konsumsi gula lebih dari 50 gram, natrium lebih dari 2000 mg, dan lemak lebih dari 67 gram per orang per hari berisiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung."

Obesitas dan Pola Makan yang Buruk

Hari ini, 16 Oktober dunia memperingati Hari Pangan. Tema yang diusung tahun ini adalah The future of food is in our hands. Melalui website resminya FAO mengumumkan bahwa hampir 2 milyar orang didunia mempunyai berat badan berlebih atau obesitas karena pola makan yang buruk dan gaya hidup sedentari. 

  


Kelebihan berat badan sering dikaitkan dengan pola makan yang tidak seimbang. Konsumsi  gula dan lemak yang berlebih kerap dipercaya menjadi penyebabnya. Bagaimana perilaku makan masyarakat kita? 

Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) yang dilakukan Badan Litbangkes pada tahun 2014 menunjukkan bahwa secara nasional, sebanyak 4,8 persen, 18,3 persen dan 26,5 persen penduduk mengonsumsi gula, natrium dan lemak melebihi pesan yang ditentukan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 tahun 2013. 

Melalui Permenkes ini pemerintah berpesan bahwa konsumsi gula lebih dari 50 gram, natrium lebih dari 2000 mg, dan lemak lebih dari 67 gram per orang per hari berisiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung. 

Healthies, istilah You are what you eat tentu sudah tak asing lagi.  Apa yang kamu makan hari ini menentukan kesehatanmu dimasa mendatang. Yuk, selalu makan dengan pola gizi seimbang untuk sehat kini dan nanti.  

#HariPanganSedunia #giziseimbang

#


| www.ArdaDinata.com: Share, Reference & Education | 
Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa | 
Blog: www.ArdaDinata.com   FB: ARDA DINATA 
 Twitter: @ardadinata Instagram: @arda.dinata Telegram: ardadinata 

Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
"Melalui Permenkes pemerintah berpesan bahwa konsumsi gula lebih dari 50 gram, natrium lebih dari 2000 mg, dan lemak lebih dari 67 gram per orang per hari berisiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung."

Obesitas dan Pola Makan yang Buruk

Hari ini, 16 Oktober dunia memperingati Hari Pangan. Tema yang diusung tahun ini adalah The future of food is in our hands. Melalui website resminya FAO mengumumkan bahwa hampir 2 milyar orang didunia mempunyai berat badan berlebih atau obesitas karena pola makan yang buruk dan gaya hidup sedentari. 

  


Kelebihan berat badan sering dikaitkan dengan pola makan yang tidak seimbang. Konsumsi  gula dan lemak yang berlebih kerap dipercaya menjadi penyebabnya. Bagaimana perilaku makan masyarakat kita? 

Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) yang dilakukan Badan Litbangkes pada tahun 2014 menunjukkan bahwa secara nasional, sebanyak 4,8 persen, 18,3 persen dan 26,5 persen penduduk mengonsumsi gula, natrium dan lemak melebihi pesan yang ditentukan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 tahun 2013. 

Melalui Permenkes ini pemerintah berpesan bahwa konsumsi gula lebih dari 50 gram, natrium lebih dari 2000 mg, dan lemak lebih dari 67 gram per orang per hari berisiko hipertensi, stroke, diabetes, dan serangan jantung. 

Healthies, istilah You are what you eat tentu sudah tak asing lagi.  Apa yang kamu makan hari ini menentukan kesehatanmu dimasa mendatang. Yuk, selalu makan dengan pola gizi seimbang untuk sehat kini dan nanti.  

#HariPanganSedunia #giziseimbang

#


| www.ArdaDinata.com: Share, Reference & Education | 
Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa | 
Blog: www.ArdaDinata.com   FB: ARDA DINATA 
 Twitter: @ardadinata Instagram: @arda.dinata Telegram: ardadinata 
Membuka Pintu Kebiasaan
Lihat Detail

Membuka Pintu Kebiasaan


Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
"Kebaikan pertama akan diikuti kebaikan lain, sebagai ganjaran dari kebaikan pertama itu. Begitupun keburukan pertama akan diikuti keburukan lain, sebagai hukuman dari keburukan pertama itu."

Demikianlah nasihat Al-Imam Junaid dalam kitab Masyraur Rawi. Artinya jika kita terbiasa melakukan ibadah tertentu, maka Allah akan membuka pintu kebiasaan bagi kita untuk ibadah yang lain. Inilah keuntungan di dunia, sebelum mendapatkan surga di akhirat.
"Kita harus waspada dengan dosa kecil. Agar dosa besar tidak kebobolan."

THE GREAT WALL OF CHINA

Tembok besar China adalah bangunan terpanjang yang pernah dibuat oleh manusia. Pengerjaannya dilakukan selama dua ribu tahun melampaui berbagai dinasti. Tembok yang kuat dan kokoh itu panjangnya mencapai 8,851 km menurut Wikipedia atau setara dengan sebelas kali jarak dari Jakarta ke Surabaya dengan jalur darat.

Seyogyanya tembok itu melindungi wilayah negara dari serangan luar, namun sejarah mencatat ternyata sudah tiga kali musuh berhasil menjebol tembok China. Bagaimana caranya? 
 

Bukan dengan perlengkapan perang untuk meruntuhkan tembok, namun dengan cara menyuap para penjaga yang bertugas di gerbang. Setelah melumpuhkan pintu gerbang, tentu saja musuh dengan leluasa dapat masuk menyerang wilayah kerajaannya.

Apakah strategi seperti ini pula yang dimainkan negara-negara besar untuk menguasai negara lain? Yaitu dengan menyuap para pejabatnya, karena mereka adalah pintu gerbang. Setelah melumpuhkan pejabat, tentu saja dengan leluasa wilayah mereka dapat ditaklukkan. 

Biarlah pertanyaan ini dijawab oleh pakar geo-ekonomi dan geo-politik dunia. Adapun bagi kita sekurangnya dapat memetik hikmah, bahwa jebolnya keamanan kecil pada akhirnya akan menjalar kepada jebolnya keamanan besar juga.

Jebolnya keamanan itu analogi dari perbuatan dosa. Janganlah kita merasa aman karena hanya mengerjakan perbuatan dosa kecil saja. Boleh jadi hal itu adalah strategi yang dimainkan syeitan. 

Dosa kecil itu seolah pintu gerbang. Setelah dapat dilumpuhkan, tentu saja syeitan dengan leluasa dapat masuk menyerang wilayah kita, yang artinya membuat kita terjerumus dalam dosa yang lebih besar.

الحسنة بعد الحسنة ثواب الحسنة،  و السيىٔة بعد السيىٔة عقوبة السيىٔة

"Kebaikan pertama akan diikuti kebaikan lain, sebagai ganjaran dari kebaikan pertama itu. Begitupun keburukan pertama akan diikuti keburukan lain, sebagai hukuman dari keburukan pertama itu."

Demikianlah nasihat Al-Imam Junaid dalam kitab Masyraur Rawi. Artinya jika kita terbiasa melakukan ibadah tertentu, maka Allah akan membuka pintu kebiasaan bagi kita untuk ibadah yang lain. Inilah keuntungan di dunia, sebelum mendapatkan surga di akhirat.

Sedangkan orang yang terbiasa melakukan maksiat tertentu, maka dapat dipastikan akan menjalar untuk maksiat yang lain pula. Inilah hukuman di dunia, sebelum mendapatkan siksa di neraka.

Tembok besar China yang kebobolan hanya karena faktor kecil saja, menunjukkan bahwa kita harus waspada dengan dosa kecil. Agar dosa besar tidak kebobolan.

Salam Bertumbuh. (Arafat Channel).
⏰ Ada rezeki baru jika kita mau mencoba kehidupan yang baru!

#

Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.

Bagi pembaca yang ingin berbagi inspirasi dan motivasi bisa hubungi
| www.ArdaDinata.com: Share, Reference & Education | 
Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa | 
Blog: www.ArdaDinata.com   
FB: ARDA DINATA 
 Twitter: @ardadinata 
Instagram: @arda.dinata 
Telegram: ardadinata 
Garis-Garis Keindahanmu
Lihat Detail

Garis-Garis Keindahanmu


Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
"Hidup itu indah bila berdamai dalam keseimbangan garis kebijaksanaan. Garis-garis keindahanmu telah memberi aliran kebijaksanaan untuk sesama. Kehadiranmu melukis makna dalam setiap garis kata yang kau tawarkan."

GARIS KEINDAHANMU

Kamu adalah garis keindahan. Guratan garismu mewujud penuh pesona. Aliran garismu simetris dalam kebebasan penuh keindahan. Corak garismu sumber inspirasiku tiada henti. 
 
.
Sederhana itu indah penuh warna. Warna-warni sang surya itu menyatu dalam daun kehidupan. Melahirkan corak dengan aneka gaya yang bikin mata terperdaya. Pikiran pun berkelana menyelami makna setiap aliran garis yang ada.
.
Hidup itu indah bila berdamai dalam keseimbangan garis kebijaksanaan. Garis-garis keindahanmu telah memberi aliran kebijaksanaan untuk sesama. Kehadiranmu melukis makna dalam setiap garis kata yang kau tawarkan. Membuat damai setiap mata yang penuh syukur mencumbuimu.
.
Inilah garis keindahan yang selalu kurindu. Tak kala dekapan mata ini menyatu dalam garis-garis rasa yang kau tawarkan. Membuai keindahan pikiranku dalam lukisan inspirasi akal budi. Seperti indahnya transfaransi tubuhmu yang penuh garis-garis rindu untuk bertemu.
.
Pangandaran, 090921
.
Arda Dinata

#

Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.

Bagi pembaca yang ingin berbagi inspirasi dan motivasi dengan Penulis hubungi
| www.ArdaDinata.com: Share, Reference & Education | 
Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa | 
Blog: www.ArdaDinata.com   FB: ARDA DINATA 
 Twitter: @ardadinata Instagram: @arda.dinata Telegram: ardadinata 

Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
"Hidup itu indah bila berdamai dalam keseimbangan garis kebijaksanaan. Garis-garis keindahanmu telah memberi aliran kebijaksanaan untuk sesama. Kehadiranmu melukis makna dalam setiap garis kata yang kau tawarkan."

GARIS KEINDAHANMU

Kamu adalah garis keindahan. Guratan garismu mewujud penuh pesona. Aliran garismu simetris dalam kebebasan penuh keindahan. Corak garismu sumber inspirasiku tiada henti. 
 
.
Sederhana itu indah penuh warna. Warna-warni sang surya itu menyatu dalam daun kehidupan. Melahirkan corak dengan aneka gaya yang bikin mata terperdaya. Pikiran pun berkelana menyelami makna setiap aliran garis yang ada.
.
Hidup itu indah bila berdamai dalam keseimbangan garis kebijaksanaan. Garis-garis keindahanmu telah memberi aliran kebijaksanaan untuk sesama. Kehadiranmu melukis makna dalam setiap garis kata yang kau tawarkan. Membuat damai setiap mata yang penuh syukur mencumbuimu.
.
Inilah garis keindahan yang selalu kurindu. Tak kala dekapan mata ini menyatu dalam garis-garis rasa yang kau tawarkan. Membuai keindahan pikiranku dalam lukisan inspirasi akal budi. Seperti indahnya transfaransi tubuhmu yang penuh garis-garis rindu untuk bertemu.
.
Pangandaran, 090921
.
Arda Dinata

#

Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.

Bagi pembaca yang ingin berbagi inspirasi dan motivasi dengan Penulis hubungi
| www.ArdaDinata.com: Share, Reference & Education | 
Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa | 
Blog: www.ArdaDinata.com   FB: ARDA DINATA 
 Twitter: @ardadinata Instagram: @arda.dinata Telegram: ardadinata 
Sapamu Begitu Mesra
Lihat Detail

Sapamu Begitu Mesra

Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
"Garis-garis keindahan nampak merona seperti sang idola. Matahari pun terlihat enggan meninggalkannya. Tatapan penuh mesra itu begitu hangat di depan mata."

SAPAMU BEGITU MESRA

.
Ketika langkah pulang ku tunaikan, sapamu begitu manja menyapa. Membuat aku terpikat super cepat. Moment itu kuabadikan tanpa pikir panjang. Hati pun sungguh dibuat senang.

 
Warna kemesraan itu memikat untuk diselamatkan pada sukma. Kulukis sesaat dengan cermat tanpa cacat. Nyanyian bunga-bunga itu menari-nari dalam riang tanpa kata-kata. Tapi, hadirmu sungguh penuh makna.
.
Garis-garis keindahan nampak merona seperti sang idola. Matahari pun terlihat enggan meninggalkannya. Tatapan penuh mesra itu begitu hangat di depan mata. Sungguh anugerah terindah kala senja menyapa penuh sempurna.
.
Aku terpana dalam mesra bersama senja yang penuh nyawa. Warna dan cahayanya bernapas dengan sempurna. Hadirmu memberi inspirasi buat sesama. Itulah hidup penuh mesra yang perlu kita nyalakan bersama.
.
Pangandaran, 080921
.
Arda Dinata

#

Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.

Bagi pembaca yang ingin berbagi inspirasi dan motivasi dengan Penulis hubungi
| www.ArdaDinata.com: Share, Reference & Education | 
Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa | 
Blog: www.ArdaDinata.com   FB: ARDA DINATA 
 Twitter: @ardadinata Instagram: @arda.dinata Telegram: ardadinata 
Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
"Garis-garis keindahan nampak merona seperti sang idola. Matahari pun terlihat enggan meninggalkannya. Tatapan penuh mesra itu begitu hangat di depan mata."

SAPAMU BEGITU MESRA

.
Ketika langkah pulang ku tunaikan, sapamu begitu manja menyapa. Membuat aku terpikat super cepat. Moment itu kuabadikan tanpa pikir panjang. Hati pun sungguh dibuat senang.

 
Warna kemesraan itu memikat untuk diselamatkan pada sukma. Kulukis sesaat dengan cermat tanpa cacat. Nyanyian bunga-bunga itu menari-nari dalam riang tanpa kata-kata. Tapi, hadirmu sungguh penuh makna.
.
Garis-garis keindahan nampak merona seperti sang idola. Matahari pun terlihat enggan meninggalkannya. Tatapan penuh mesra itu begitu hangat di depan mata. Sungguh anugerah terindah kala senja menyapa penuh sempurna.
.
Aku terpana dalam mesra bersama senja yang penuh nyawa. Warna dan cahayanya bernapas dengan sempurna. Hadirmu memberi inspirasi buat sesama. Itulah hidup penuh mesra yang perlu kita nyalakan bersama.
.
Pangandaran, 080921
.
Arda Dinata

#

Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.

Bagi pembaca yang ingin berbagi inspirasi dan motivasi dengan Penulis hubungi
| www.ArdaDinata.com: Share, Reference & Education | 
Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa | 
Blog: www.ArdaDinata.com   FB: ARDA DINATA 
 Twitter: @ardadinata Instagram: @arda.dinata Telegram: ardadinata 
Prakata Buku Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda
Lihat Detail

Prakata Buku Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda

Gambar Produk
Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
"Kajian literasi itu penting. Lebih-lebih ketika kita punya keinginan menyelamatkan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia. Dalam berbagai dokumen literasi telah tercatat kalau Indonesia itu kaya dengan berbagai sumber pembentuk karakter bangsa. Hadirnya literasi ini digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai budaya yang ada dan hidup di masyarakat melalui cerita dalam keseharian."

Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda: Nilai-Nilai Keteladanan dan Kearifan Lokal Budaya Sunda Dalam Membangun Manusia Cerdas, Berkarakter, dan Sehat

Saya merasa senang saat mendapatkan informasi bahwa pemerintah lewat lembaga Perpustakaan Nasional RI secara masif akan membukukan nilai-nilai kearifan lokal yang tersebar di seluruh Indonesia. Terkait ini, tentu keberadaan teknologi memberi keuntungan tersendiri dalam upaya menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa budaya literasi perlu sebagai sumber pembentuk karakter bangsa.

Alasan yang tepat disampaikan karena literasi itu menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh seseorang dalam memasuki zaman digitalisasi. Apalagi kita tahu, keberadaan literasi digital terkait erat dengan kecakapan individu dalam menggunakan, mencari, dan mengolah ragam informasi yang diperolehnya melalui gawai.1

Upaya membangun literasi digital itu, tidak lain wujud dari ketertarikan, sikap, dan kemampuan individu dalam menggunakan teknologi (alat komunikasi) untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi menjadi sebuah literasi pengetahuan baru yang bersumber dari nilai kearifan lokal.

Untuk itu, tidaklah berlebihan jika keberadaan Perpustakaan Nasional RI sebagai lembaga pengelola informasi mempunyai kepentingan untuk menerapkan kemampuan literasi terapan berbasis konten lokal sebagai penyampaian nilai budaya. Sebab, Perpustakaan Nasional RI mempunyai peran dalam melestarikan dan menyampaikan cerita-cerita itu untuk dapat disampaikan sebagai sebuah hasil kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.2

* *

Kajian isi buku ini lahir dari ketertarikan saya akan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya kearifan lokal (budaya Sunda). Saya sepakat dengan pernyataan bahwa nilai budaya dalam bentuk kearifan lokal (local wisdom) dapat digali dari berbagai etnis di Indonesia. Apalagi, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, multietnis, dan multikultur yang berkontribusi positif dalam pembentukan karakter bangsa.

Setiap suku bangsa Indonesia yang majemuk itu memiliki kebudayaan sendiri. Ia memiliki nilai budaya luhur, keunggulan lokal, dan kearifan lokal sendiri. Tiap masyarakat berusaha mentransmisikan akan gagasan fundamental yang berkenaan dengan hakikat dunia pengetahuan dan nilai. Karena itu, kearifan terhadap budaya lokal adalah proses bagaimana pengetahuan dihasilkan, disimpan, diterapkan, dan diwariskan.3

Pada konteks ini, sejatinya masalah kemajemukan suatu masyarakat dapat dilihat dari variabel budaya dan sosial. Kemajemukan variabel budaya ditentukan oleh indikator genetik sosial (ras, etnis, suku), budaya (kultur, nilai, kebiasaan), bahasa, agama, kasta, ataupun wilayah. Untuk kemajemukan sosial ditentukan indikator seperti kelas, status, lembaga, ataupun power.4

Sumber kajian literasi dalam buku ini, tidak lain berdasar dari nilai kearifan lokal budaya Sunda yang dapat ditemukan dalam prasasti, babad, naskah-naskah historis, karya sastra, cerita rakyat, pantun, sisindiran, petatah-petitih serta kehidupan keseharian masyarakat  yang masih mempertahankan kearifan lokal budaya Sunda lama (Kampung Baduy, Naga, Dukuh Garut, Pulo Ciamis, dan daerah lainnya), seperti ungkapan berikut:

“Nyalindung na sihung maung, diteker nya mementeng, ulah aya guam, bisa tuliesken, teu bisa kanyahokeun, sok mun eling moal luput salamet” (suatu sikap arif dan bijaksana, walaupun mendapat hinaan, tidak boleh melawan, usahakan menghindarkan diri sambil tetap sadar);

“Teu saba, teu soba, teu banda, teu boga, teu weduk, teu bedas, teu gagah, teu pinter”(suatu ungkapan yang menyatakan kerendahan diri, tidak punya pengalaman apa-apa, tidak punya apa-apa, tidak punya kekuatan apa-apa, tidak gagah, tidak juga pintar).4

 Masih banyak lagi nilai-nilai kearifan lokal yang melekat pada sendi-sendi kehidupan masyarakat Sunda, dan tentunya hal tersebut masih sangat relevan untuk diaplikasikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, seperti halnya nilai kejujuran, mandiri, kerja keras, cinta pada lingkungan, dan cinta tanah air yang sangat dibutuhkan pada jaman modern ini.

Buku ini diberi judul: KEBIJAKSANAAN HIDUP ORANG SUNDA (Nilai-Nilai Keteladanan & Kearifan Lokal Budaya Sunda Dalam Membangun Manusia Cerdas, Berkarakter, dan Sehat). Isi buku ini dibagi beberapa bagian, antara lain terkait:

·         Prolog: Literasi, Budaya, dan Pengetahuan.

·         Literasi Kearifan Lokal Sumber Inspirasi, dibahas terkait: Pengertian kearifan lokal; Konsep dasar dan fungsi kearifan lokal; Klasifikasi nilai kearifan lokal; dan Kearifan lokal sumber inspirasi.

·         Kearifan Budaya Orang Sunda, membahas seputar: Karakter manusia Sunda; Nilai dan filosofi hidup orang Sunda (pandangan hidup, etos kerja, dan filosi keadilan orang Sunda); Nilai kesundaan gerbang lima kesempurnaan (Gapura Pancawaluya); Prinsip hidup dan perilaku orang Sunda.

·         Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda (Manusia Sunda sebagai pribadi; Manusia Sunda sebagai anggota masyarakat; Manusia Sunda dengan alam; Manusia Sunda dengan Tuhan; Manusia Sunda dalam mengejar kemajuan lahiriyah; Manusia Sunda dalam menggapai kesehatan).

·         Epilog: Inilah Jalan Cerdas Berkarakter Menuju Sehat.

Pokoknya, kearifan lokal budaya Sunda yang kaya dengan nilai-nilai positif tentang kebijaksanaan hidup dan keteladanan yang dikaji dalam buku ini, perlu di transformasikan kepada masyarakat (khususnya generasi muda) secara kontinyu dan reflektif agar nilai kearifan lokal budaya Sunda ini dapat segera diaplikasikan dalam membangun manusia cerdas, berkarakter, dan sehat.

Akhirnya, saya ucapkan selamat membaca buku yang telah selesai disusun ini. Saran dan masukan dari pembaca, tentu saya nantikan untuk menyempurnakan isi buku kajian literasi kearifan lokal ini.

Salam literasi!

Arda Dinata
#
Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.


Bagi pembaca yang ingin berbagi inspirasi dan motivasi dengan Penulis dapat berinteraksi di:

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBMC00447A8B
Telegramardadinata
Gambar Produk
Inspirasi
PASANG IKLAN DI SINI!
(MURAH SESUAI BUDGET ANDA)
"Kajian literasi itu penting. Lebih-lebih ketika kita punya keinginan menyelamatkan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia. Dalam berbagai dokumen literasi telah tercatat kalau Indonesia itu kaya dengan berbagai sumber pembentuk karakter bangsa. Hadirnya literasi ini digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai budaya yang ada dan hidup di masyarakat melalui cerita dalam keseharian."

Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda: Nilai-Nilai Keteladanan dan Kearifan Lokal Budaya Sunda Dalam Membangun Manusia Cerdas, Berkarakter, dan Sehat

Saya merasa senang saat mendapatkan informasi bahwa pemerintah lewat lembaga Perpustakaan Nasional RI secara masif akan membukukan nilai-nilai kearifan lokal yang tersebar di seluruh Indonesia. Terkait ini, tentu keberadaan teknologi memberi keuntungan tersendiri dalam upaya menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa budaya literasi perlu sebagai sumber pembentuk karakter bangsa.

Alasan yang tepat disampaikan karena literasi itu menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki oleh seseorang dalam memasuki zaman digitalisasi. Apalagi kita tahu, keberadaan literasi digital terkait erat dengan kecakapan individu dalam menggunakan, mencari, dan mengolah ragam informasi yang diperolehnya melalui gawai.1

Upaya membangun literasi digital itu, tidak lain wujud dari ketertarikan, sikap, dan kemampuan individu dalam menggunakan teknologi (alat komunikasi) untuk mengakses, mengelola, mengintegrasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi menjadi sebuah literasi pengetahuan baru yang bersumber dari nilai kearifan lokal.

Untuk itu, tidaklah berlebihan jika keberadaan Perpustakaan Nasional RI sebagai lembaga pengelola informasi mempunyai kepentingan untuk menerapkan kemampuan literasi terapan berbasis konten lokal sebagai penyampaian nilai budaya. Sebab, Perpustakaan Nasional RI mempunyai peran dalam melestarikan dan menyampaikan cerita-cerita itu untuk dapat disampaikan sebagai sebuah hasil kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat.2

* *

Kajian isi buku ini lahir dari ketertarikan saya akan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya kearifan lokal (budaya Sunda). Saya sepakat dengan pernyataan bahwa nilai budaya dalam bentuk kearifan lokal (local wisdom) dapat digali dari berbagai etnis di Indonesia. Apalagi, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, multietnis, dan multikultur yang berkontribusi positif dalam pembentukan karakter bangsa.

Setiap suku bangsa Indonesia yang majemuk itu memiliki kebudayaan sendiri. Ia memiliki nilai budaya luhur, keunggulan lokal, dan kearifan lokal sendiri. Tiap masyarakat berusaha mentransmisikan akan gagasan fundamental yang berkenaan dengan hakikat dunia pengetahuan dan nilai. Karena itu, kearifan terhadap budaya lokal adalah proses bagaimana pengetahuan dihasilkan, disimpan, diterapkan, dan diwariskan.3

Pada konteks ini, sejatinya masalah kemajemukan suatu masyarakat dapat dilihat dari variabel budaya dan sosial. Kemajemukan variabel budaya ditentukan oleh indikator genetik sosial (ras, etnis, suku), budaya (kultur, nilai, kebiasaan), bahasa, agama, kasta, ataupun wilayah. Untuk kemajemukan sosial ditentukan indikator seperti kelas, status, lembaga, ataupun power.4

Sumber kajian literasi dalam buku ini, tidak lain berdasar dari nilai kearifan lokal budaya Sunda yang dapat ditemukan dalam prasasti, babad, naskah-naskah historis, karya sastra, cerita rakyat, pantun, sisindiran, petatah-petitih serta kehidupan keseharian masyarakat  yang masih mempertahankan kearifan lokal budaya Sunda lama (Kampung Baduy, Naga, Dukuh Garut, Pulo Ciamis, dan daerah lainnya), seperti ungkapan berikut:

“Nyalindung na sihung maung, diteker nya mementeng, ulah aya guam, bisa tuliesken, teu bisa kanyahokeun, sok mun eling moal luput salamet” (suatu sikap arif dan bijaksana, walaupun mendapat hinaan, tidak boleh melawan, usahakan menghindarkan diri sambil tetap sadar);

“Teu saba, teu soba, teu banda, teu boga, teu weduk, teu bedas, teu gagah, teu pinter”(suatu ungkapan yang menyatakan kerendahan diri, tidak punya pengalaman apa-apa, tidak punya apa-apa, tidak punya kekuatan apa-apa, tidak gagah, tidak juga pintar).4

 Masih banyak lagi nilai-nilai kearifan lokal yang melekat pada sendi-sendi kehidupan masyarakat Sunda, dan tentunya hal tersebut masih sangat relevan untuk diaplikasikan oleh seluruh masyarakat Indonesia, seperti halnya nilai kejujuran, mandiri, kerja keras, cinta pada lingkungan, dan cinta tanah air yang sangat dibutuhkan pada jaman modern ini.

Buku ini diberi judul: KEBIJAKSANAAN HIDUP ORANG SUNDA (Nilai-Nilai Keteladanan & Kearifan Lokal Budaya Sunda Dalam Membangun Manusia Cerdas, Berkarakter, dan Sehat). Isi buku ini dibagi beberapa bagian, antara lain terkait:

·         Prolog: Literasi, Budaya, dan Pengetahuan.

·         Literasi Kearifan Lokal Sumber Inspirasi, dibahas terkait: Pengertian kearifan lokal; Konsep dasar dan fungsi kearifan lokal; Klasifikasi nilai kearifan lokal; dan Kearifan lokal sumber inspirasi.

·         Kearifan Budaya Orang Sunda, membahas seputar: Karakter manusia Sunda; Nilai dan filosofi hidup orang Sunda (pandangan hidup, etos kerja, dan filosi keadilan orang Sunda); Nilai kesundaan gerbang lima kesempurnaan (Gapura Pancawaluya); Prinsip hidup dan perilaku orang Sunda.

·         Kebijaksanaan Hidup Orang Sunda (Manusia Sunda sebagai pribadi; Manusia Sunda sebagai anggota masyarakat; Manusia Sunda dengan alam; Manusia Sunda dengan Tuhan; Manusia Sunda dalam mengejar kemajuan lahiriyah; Manusia Sunda dalam menggapai kesehatan).

·         Epilog: Inilah Jalan Cerdas Berkarakter Menuju Sehat.

Pokoknya, kearifan lokal budaya Sunda yang kaya dengan nilai-nilai positif tentang kebijaksanaan hidup dan keteladanan yang dikaji dalam buku ini, perlu di transformasikan kepada masyarakat (khususnya generasi muda) secara kontinyu dan reflektif agar nilai kearifan lokal budaya Sunda ini dapat segera diaplikasikan dalam membangun manusia cerdas, berkarakter, dan sehat.

Akhirnya, saya ucapkan selamat membaca buku yang telah selesai disusun ini. Saran dan masukan dari pembaca, tentu saya nantikan untuk menyempurnakan isi buku kajian literasi kearifan lokal ini.

Salam literasi!

Arda Dinata
#
Arda Dinata, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, www.MiqraIndonesia.com.


Bagi pembaca yang ingin berbagi inspirasi dan motivasi dengan Penulis dapat berinteraksi di:

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBMC00447A8B
Telegramardadinata
Daftar Isi Artikel Klik di Sini!


EBOOK: KESLING, MOTIVASI & PENGEMBANGAN DIRI

|HOME |ARDA PUBLISHING HOUSE |MIQRA INDONESIA |OPINI |OPTIMIS |SEHAT |KELUARGA |SPIRIT |IBROH |JURNALISTIK |BUKU |JURNAL |LINGKUNGAN |DUNIA NYAMUK |NEWS MIQRA |BISNIS |PROFIL |ARDA TV|